Kembali
16
1
2023 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 14 · 1 ISSN 2715-274X

Analisis Penerimaan Aplikasi iKalsel Menggunakan Teori Technology Acceptance Model (TAM

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Meluasnya sumber dan akses informasi pada era serba teknologi digital sekarang ini, mengharuskan perpustakaan menyesuaikan diri untuk mengoptimalkan pemakaian teknologi informasi. Salah satu cara memudahkan akses penggunanya dengan adanya aplikasi mobile library. Mobile library yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan adalah aplikasi iKalsel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan pemustaka terhadap aplikasi iKalsel menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis aplikasi iKalsel berdasarkan persepsi kebermanfaatan kepada para pengguna berdasarkan persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan. Aplikasi iKalsel telah memenuhi dua konstruk aspek persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan pengguna. Berdasarkan persepsi kebermanfaatan membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, adanya peningkatan kinerja dan meningkatnya produktivitas kerja. Sementara berdasarkan persepsi kemudahan pengguna dapat dilihat bahwa aplikasi iKalsel mudah digunakan para pengguna meliputi mudah dipelajari dan menjadi mahir, dapat dikontrol, jelas dan dapat dipahami serta fleksibel. Sebaiknya aplikasi iKalsel melakukan peningkatan fitur interface dan peningkatan koleksi sehingga meningkatkan kepuasan para pengguna.

Abstract

The expansion of sources and access to information in today’s era of all-digital technology allows libraries to adapt to optimize the use of information technology. One way to facilitate user access is by having a mobile library application. The mobile library owned by the Regional Library and Archives Service of South Kalimantan is the iKalsel application. This study aims to analyze user acceptance of the iKalsel application using the Technology Acceptance Model (TAM) theory. This study uses a qualitative-descriptive research method. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Analysis of the iKalsel application based on perceived usefulness to users based on perceived usefulness and perceived ease of use. The iKalsel application has fulfilled two constructs, aspects of perceived usefulness and perceived user convenience. Based on the perception of the usefulness of making work faster, there is an increase in performance and an increase in work productivity. Meanwhile, based on the perceived ease of use, it can be seen that the iKalsel application is easy for users to use, including easy to learn and become proficient, controllable, clear and understandable and flexible. It is recommended that the iKalsel appli-cation improve interface features and increase collections so as to increase user satisfaction
Keywords: Acceptance · iKalsel Application · TA M

Introduction

Technology Acceptance Model (TAM) merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA). TAM adalah model yang banyak digunakan untuk mengkaji penelitian mengenai penerimaan suatu teknologi. Meluasnya sumber dan akses informasi pada era serba teknologi digital sekarang ini, mengharuskan perpustakaan menyesuaikan diri. Instansi saat ini dituntut untuk berkembang dan melakukan pembaharuan untuk menggunakan teknologi informasi beserta sistem operasinya yang tepat guna. Salah satu upaya untuk mempertahankan perpustakaan agar tidak ditinggal oleh para pengguna adalah dengan menggu-nakan teknologi informasi yang mengikuti zaman. Sekarang ini, alat elektronik terutama smartphone sudah menjadi kebutuhan utama untuk melakukan semua pekerjaan. Kemana-mana smartphone selalu dibawa, dan tidak bisa ketinggalan. Perubahan gaya hidup di era teknologi digital memasuki semua aspek kehidupan.Perpustakaan sebagai salah satu lembaga penyedia informasi sudah seharusnya menerapkan suatu sistem yang mengoptimalkan pemakaian teknologi informasi. Melimpahnya beragam informasi, mengharuskan adanya inovasi untuk mengelola perpustakaan. Dulunya pola konven-sional untuk mengelola perpustakaan semakin hari tidak bisa lagi menangani ledakan informasi. Kehadiran aplikasi iKalsel sebagai sebuah program yang mengubah konsep lama perpustakaan menjadi penyedia informasi untuk memudahkan pembe-lajaran masyarakat di era digital. Secara perlahan harus dialihkan kepada pola pengelolaan yang berpusat kepada penerapan teknologi informasi. Pada era informasi yang sedang berkembang untuk dapat mencapai tujuan perlu menggunakan sistem informasi yang mengikuti zaman sehingga dapat membantu pengolahan data dan informasi yang dimiliki.Meluasnya sumber dan akses informasi pada era serba teknologi digital sekarang ini, mengharuskan perpustakaan menyesuaikan diri. Instansi saat ini dituntut untuk berkembang dan melakukan pembaharuan untuk menggunakan teknologi informasi beserta sistem operasinya yang tepat guna. Salah satu upaya untuk memper-tahankan perpustakaan agar tidak ditinggal oleh para pengguna adalah dengan menggunakan teknologi informasi yang mengikuti zaman. Sekarang ini, alat elektronik terutama smartphone sudah menjadi kebutuhan utama untuk melakukan semua pekerjaan. Kemana-mana smartphone selalu dibawa, dan tidak bisa ketinggalan. Perubahan gaya hidup di era teknologi digital memasuki semua aspek kehidupan.Ranganatan yang dikutip oleh Barner (Kerner, 2011) mengatakan bahwa library is growingbahwa perpustakaan adalah lembaga yang terus mengalami perubahan untuk mengikuti perkembangan. Untuk itu, sebuah perpustakaan harus berkembang dan beradaptasi sehingga memberikan pelayanan yang prima bagi pengguna. Menurut Suhendar (Suhendar, 2010) perpustakaan merupakan sumber informasi berupaya menyajikan sekumpulan koleksi bahan pustaka yang dapat diakses dan dinikmati dengan mudah. Menurut Fatmawati sebuah alat elektronik yang digunakan untuk penyebaran informasi haruslah digunakan secara efektif dan efisien kepada pengguna (Fatmawati, 2015). Perpustakaan sebagai salah satu lembaga yang mengelola informasi tentunya sangat dianjurkan untuk menggunakan teknologi informasi. Kemudahan pekerjaan pustakawan yang ditawarkan teknologi informasi dalam mengolah perpustakaan dan tentunya juga dapat memudahkan pemustaka untuk mencari dan memenuhi kebutuhan informasi. Kehadiran teknologi memungkinkan perpus-takaan mengembangkan sistem yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi. Saat ini, smart-phone menjadi alat yang sangat penting dimiliki untuk memudahkan akses pencarian informasi. Salah satu cara memudahkan akses penggunanya dengan adanya aplikasi mobile library. Mobile library yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan adalah aplikasi iKalsel. Aplikasi iKalsel sebagai teknologi baru diluncurkan pada tahun 2018 perlu adanya evaluasi. Dari perspektif penerimaan dan kepuasan pengguna, sistem informasi dapat bermanfaat dan memberikan kemudahan.Hadirnya iKalsel untuk memberikan kemudahan kepada pemustaka khususnya masyarakat Kalimantan Selatan untuk mengakses informasi. Kehadiran aplikasi iKalsel diharapkan bisa menggerakkan masyarakat untuk mening-katkan minat baca. Peningkatan indeks minat baca masyarakat begitu gencar dilakukan pemerintah Kalimantan Selatan. Pada era digital sekarang ini, perlu mendekatkan buku secara elektronik agar lebih dekat dengan masyarakat melalui gadget yang sering dimainkan.Munculnya aplikasi perpustakaan iKalsel tentunya akan menunjukkan bagaimana sikap penerimaan atau penolakan dari para pengguna baik itu para pemustaka ataupun pustakawan yang menggunakan aplikasi. Maka, peneliti menggu-nakan Technology Acceptance Model (TAM) sebagai pisau analisis yang memberikan penjelasan untuk menganalisis penerimaan pemustaka terhadap aplikasi iKalsel. Technology Acceptance Model (TAM) oleh Fred Davis sejak tahun 1986 untuk menganalisis dan memahami faktor yang mempengaruhi diteri-manya suatu penggunaan teknologi (Fatmawati, 2015). Menurut Chuttur TAM merupakan model yang sangat populer dan biasanya dipakai untuk menganalisis penerimaan pengguna terhadap aplikasi iKalsel (Chuttur, 2009)

Method

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuali-tatif. Menurut Moleong penelitian kualitatif sebagai penelitian yang bertujuan memahami suatu fenomena yang dialami subjek penelitian. Menggu-nakan metode ilmiah seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan dalam konteks tertentu dalam bentuk deskripsi (Moleong, 2010). Penelitian kualitatif deskriptif dalam penelitian ini diharapkan mampu memperoleh hasil penelitian yang detail dan memberikan gambaran yang sistematis, faktual dan menganalisis mendalam terhadap sumber data di lapangan. Penentuan informan dalam penelitian ini adalah pemustaka dan pustakawan yang menggu-nakan aplikasi iKalsel saat penelitian berlangsung. Informan terdiri dari 6 orang pemustaka dan 1 orang pustakawan pengelola perpustakaan. Diharapkan penentuan informan yang diperoleh sesuai dengan penelitian yang dilakukan dan mampu menjelaskan keadaan sebenarnya mengenai objek yang diteliti. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui berbagai cara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah melakukan pengumpulan data, kemudian diolah untuk disajikan. Data dianalisis menggunakan teori Miles dan Huberman. Menurut Sugiyono, pengolahan data kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2012).

Discussion

Teori yang diungkapkan Davis dalam Sayekti dan Putarta bahwa teori Technology Acceptance Model (TAM) merupakan sebuah konsep yang dianggap mampu menjelaskan perilaku para pengguna terhadap sistem informasi baru. Faktor TAM yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perceived ease of use sesuai dengan teori dari Davis yang menyatakan bahwa persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan pengguna merupakan penentu dasar dari penerimaan pengguna (Sayekti & Putarta, 2016).1. Persepsi Kebermanfaatan Pemanfaatan aplikasi iKalsel berbasis android yang disediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan untuk melayani pengguna. Mempercepat pekerjaan, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas, efektivitas, memudahkan pekerjaan, dan bermanfaat merupakan indikator yang digunakan dalam persepsi kebermanfaatan. Pekerjaan pustakawan dan pengguna perpustakaan menjadi lebih produktif, efektif dan efisien dengan menggunakan aplikasi iKalsel. Aplikasi iKalsel secara umum membantu pengelola pustakawan dalam mengelola koleksi elektronik yang dimiliki oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan. Penjelasan indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini berikut ini menunjukkan kegunaan aplikasi iKalsel.1.1Mempercepat PekerjaanKehadiran aplikasi iKalsel bertujuan untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkan pemustaka untuk melakukan pencarian informasi. Hal ini akan menjadikan pencarian informasi lebih cepat. Sesuai dengan pernyataan pemustaka A menyebutkan bahwa ketika melakukan pencarian informasi seperti ingin membaca sebuah novel tidak perlu datang langsung ke perpustakaan, hanya melakukan pencarian judul dan menyalakan data internet (A, personal communication, November 2022). Menurut seorang pustakawan pengelola aplikasi iKalsel, penambahan koleksi file e-book sangat mudah untuk sebelum di publikasikan. Pengem-bangan aplikasi iKalsel sebagai pengembangan perpustakaan Digital yang bekerjasama dengan PT. Woolu Aksara Maya pada awalnya berjumlah 1.000 koleksi judul ebook secara gratis melalui smart-phone berbasis android, PC dan laptop (R, personal communication, November 2022). Berdasarkan pernyataan dari informan, dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi iKalsel mampu mempercepat pekerjaan pustakawan dan pencarian informasi pemustaka yang menggunakan aplikasi iKalsel.1.2 Meningkatkan Performa PekerjaanAplikasi iKalsel akan mengurangi kesalahan yang dilakukan manusia, dan tentunya mening-katkan hasil pekerjaan yang akan dilakukan. Berdasarkan pernyataan dari informan bahwa kehadiran aplikasi iKalsel membuahkan hasil untuk dapat menemukan koleksi yang ingin dicari. Apabila koleksi yang dicari tidak ada, maka pengguna aplikasi iKalsel dapat mencari koleksi pengganti dengan subjek yang berkaitan. Saran dari pemustaka bahwa perlunya ditambah koleksi iKalsel agar semakin memenuhi kebutuhan informasi para pemustaka yang beragam.Penggunaan aplikasi iKalsel untuk pekerjaan pustakawan juga membantu meningkatkan kiner-janya. Hal ini terlihat bahwa pustakawan dapat mengunggah koleksi yang ada sehingga lebih efektif dan efisien. Secara keseluruhan dapat disim-pulkan bahwa aplikasi iKalsel dapat meningkatkan performa pekerjaan pustakawan dan pemustaka. Tentunya hal ini akan memudahkan pengguna aplikasi iKalsel untuk mendapatkan koleksi dan informasi yang lengkap beserta isi bacaannya. 1.3 Meningkatkan ProduktivitasProduktivitas kerja di perpustakaan mengalami peningkatan untuk memanfaatkan aplikasi iKalsel sebagai pengembangan aplikasi perpustakaan digital. Berdasarkan pernyataan pustakawan bahwa aplikasi iKalsel hadir untuk menjadi penyeimbang karena hampir seluruh bagian kehidupan masuk ke dunia digital. iKalsel dibentuk sama dengan media sosial, diharapkan dapat membangkitkan semangat membaca para pemustaka yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan informasi.Hadirnya aplikasi iKalsel untuk menelusuri koleksi secara online mampu memberikan pengalaman baru bagi pemustaka dan juga pustakawan. Aplikasi iKalsel dirasakan mening-katkan produktivitas untuk menemukan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka. Dalam penemuan informasi, tidak harus dengan judul yang sama. Aplikasi iKalsel memunculkan hasil koleksi lain dengan subjek sejenis. Pemustaka senang karena dapat mengetahui koleksi sejenis yang dapat digunakan sebagai sumber informasi tambahan.1.4 Efektivitas KerjaSeluruh informan menyatakan bahwa pemanfaatan aplikasi iKalsel untuk dioperasikan mampu meningkatkan efektivitas dalam penelu-suran informasi. Kebermanfaatan aplikasi iKalsel memberikan isi keseluruhan buku secara elektronik sehingga tidak sekedar menampilkan cover buku belaka. Para pemustaka merasakan peningkatan keberhasilan pencarian koleksi perpustakaan secara digital. Koleksi mudah untuk ditemukan, dan dapat dipinjam. Jika koleksi elektronik masih dipinjam oleh orang lain, maka melakukan antrian dan pemesanan koleksi. Sehingga pengguna lain dapat secara otomatis menggunakan koleksi sesuai urutan antrian saat dikembalikan. Tentunya hal ini meningkatkan efektivitas kerja pustakawan dengan memudahkan mereka mengunggah koleksi yang ada. 1.5 Mempermudah PekerjaanKemudahan yang diberikan oleh aplikasi iKalsel dirasakan oleh semua pemustaka dan tentunya juga pustakawan. Menurut pemustaka, saat mengakses koleksi menjadi lebih mudah sehingga tidak perlu mencari buku ke rak sesuai nomer kode buku. Dengan mudah hanya memasukkan ke dalam koleksi yang ingin dipinjam. Sedangkan menurut pustakawan untuk memasukkan koleksi baru dalam aplikasi iKalsel lebih mudah dalam mengunggah dan menampilkan koleksi pada pemustaka. Buku tidak perlu melewati proses pengolahan buku karena sudah tersedia oleh penerbit atau vendor yang bekerja sama. Hal ini menjadikan pekerjaan pustakawan menjadi lebih mudah dalam mengunggah koleksi terbaru untuk dilayankan kepada pemustaka. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi iKalsel mempermudah pekerjaan pustakawan.2. Persepsi Kemudahan Penggunaan Aplikasi iKalselHasil Penelitian Davis (Davis, 1989) disebutkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan sistem teknologi dapat diterima dengan menjelaskan mengapa pengguna menggunakan. Selain mudah untuk digunakan, aplikasi iKalsel juga mudah dipelajari, terkontrol, jelas dapat dipahami, fleksibel serta mudah menjadi piawai. Dalam hal ini dimak-sudkan bahwa apabila aplikasi iKalsel dipercaya oleh para pengguna baik itu pemustaka maupun pustakawan percaya bahwa sistem aplikasi iKalsel mudah dalam dioperasikan, efisien waktu serta efektif menyelesaikan suatu pekerjaan. Berikut penjelasan setiap indikator persepsi kemudahan penggunaan aplikasi iKalsel.2.1 Aplikasi Ikalsel Mudah Untuk Dipelajari Pengguna Dan Menjadi PiawaiAplikasi iKalsel mudah untuk dipelajari dan digunakan oleh para pemustaka maupun pengelola. Aplikasi iKalsel mudah dipelajari para pustakawan dengan adanya workshop sebelum peluncuran aplikasi kepada para pemustaka. Sedangkan kemudahan para pemustaka untuk mempelajari aplikasi iKalsel dengan membaca panduan cara penggunaan yang disediakan aplikasi iKalsel. Aplikasi iKalsel dapat dipelajari dan dioperasikan secara otodidak tanpa perlu keahlian khusus. Gambar 2. Tampilan Cara Penggunaan aplikasi iKalselGambar 2 menunjukkan adanya menu bagaimana cara penggunaan aplikasi iKalsel. Fitur cara penggunaan dan bantuan dapat diman-faatkan untuk mempelajari mengoperasikan aplikasi iKalsel. Sedangkan piawai dalam memakai aplikasi iKalsel dilihat dari indikator dalam para pengguna memahami aplikasi iKalsel tersebut. Berdasarkan pernyataan informan kemahiran dalam penggunaan aplikasi iKalsel dilihat dari seberapa lama pengguna dapat memahami dan menguasai aplikasi iKalsel. Penguasaan aplikasi iKalsel menun-jukkan mudahnya mahir dalam penggunaan aplikasi iKalsel. Jadi, dapat disimpulkan bahwa aplikasi iKalsel mudah untuk dipelajari dan mahir dioperasionalkan oleh pengguna baik itu para pemustaka maupun pustakawan.2.2 Aplikasi Ikalsel Dapat DikontrolSecara natural, tidak semua orang memiliki tingkat kemahiran perangkat lunak yang sama. Administrator perpustakaan dan pengguna dikatakan memiliki kontrol sederhana atas aplikasi iKalsel. Mayoritas informan mengakui bahwa menggunakan aplikasi iKalsel mudah bagi mereka. Untuk memudahkan pengguna menjelajahi ribuan judul ebook yang tersedia, antarmuka aplikasi iKalsel mengelompokkan fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi, seperti koleksi buku, perpustakaan, rak buku virtual, feed, dan eReader. Untuk meminjam buku, pengguna cukup memilih tombol “pinjam” setelah mencari buku di pencarian. Pengguna akan ditambahkan ke daftar antrian jika stok habis. Setelah efektif, klien dapat menggu-nakan buku digital secara offline atau online asalkan sudah mengunduh buku digital tersebut. Menurut informan, aplikasi iKalsel mudah dikontrol dan dikendalikan. Hal ini menunjukkan para pengguna baik para pemustaka maupun pustakawan mudah untuk mengoperasikan aplikasi iKalsel.2.3 Aplikasi Ikalsel Jelas Dan Dapat DipahamiSalah satu cara untuk mengetahui apakah sebuah program mudah digunakan dan dapat diterima adalah jika pengguna dapat dengan mudah memahaminya. Antarmuka perangkat lunak dan struktur menu menunjukkan bahwa ini terdapat di dalam aplikasi iKalsel. Aplikasi iKalsel memberikan kesan kepada pengguna baik itu pemustaka ataupun pustakawan bahwa dapat dengan mudah berinteraksi dengan aplikasinya. Penggunaan dalam menu-menu yang ada di dalam aplikasi iKalsel jelas dan dapat dipahami.Gambar 3. Tampilan menu di aplikasi iKalselGambar 3 menunjukkan tampilan menu yang ada di aplikasi iKalsel jelas dan dapat dipahami. Apabila pengguna merasakan kesulitan, maka bisa menggunakan fitur bantuan yang ada di aplikasi iKalsel. Aplikasi iKalsel dalam pencarian dan peminjaman koleksi ditampilkan menu sederhana yang tidak rumit. Hal ini tentu membuat pengguna menjadi tidak bingung untuk mengoperasikan aplikasi iKalsel menjadi mudah untuk diakses. Maka, dapat disimpulkan bahwa aplikasi iKalsel jelas dan dapat dipahami oleh para pemustaka dan tentunya juga pustakawan.2.4 Aplikasi Ikalsel Fleksibel Dan Mudah Dalam PenggunaanAplikasi iKalsel merupakan aplikasi dengan kode sumber terbuka (open source) sehingga fleksibel. Para pengguna dapat menggunakan aplikasi iKalsel secara cuma-cuma atau gratis tanpa perlu membayar apapun. Menurut para informan, aplikasi iKalsel juga secara fleksibel dapat disesuaikan dengan genre buku yang ingin dicari oleh pengguna. Misalnya, ingin mencari buku mengenai keilmuan psikolog, pengguna memasukkan kata kunci di fitur pencarian. Jadi, dapat disimpulkan bahwa aplikasi iKalsel fleksibel dalam penggunaan. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan aplikasi yang gratis secara terbuka, dan fleksibilitas dalam pencarian koleksi.2.5 Aplikasi Ikalsel Secara Umum Mudah Untuk DigunakanFaktor kemudahan merupakan salah satu faktor penerimaan suatu teknologi dalam teori Technology Acceptance Model (TAM). Pembuatan aplikasi sistem teknologi bertujuan untuk memudahkan kehidupan pengguna. Penilaian kemudahan sebuah teknologi dilihat dari kejelasan program, kemudahan penggunaan dan fleksi-belitas. Aplikasi iKalsel merupakan pengembangan aplikasi perpustakaan Digital bekerjasama dengan PT. Woolu Aksara Maya memiliki lebih dari 1.000 koleksi judul ebook yang tersedia untuk diunduh gratis di perangkat digital, termasuk smartphone berbasis android dan PC serta laptop. Untuk pengguna android, aplikasi iKalsel dapat diunduh dari google play atau website www.ikalsel.id untuk pengguna PC dan laptop. Selain itu, jika mematuhi rekomendasi, mendaftar dengan alamat email atau akun facebook. Data yang dimasukkan harus sesuai dengan instruksi. Maka, pengguna dapat bergabung dengan perustakaan dan meminjam buku atau menelusuri berbagai judul ebook di fitur koleksi setelah registrasi. Kesan mudah dirasakan oleh para pemustaka dan juga pustakawan. Enam orang pemustaka dan satu pustakawan memberikan penjelasan mengenai kemudahan aplikasi iKalsel. Aplikasi iKalsel secara keseluruhan mudah dalam penggunaan. Dilihat dari interface aplikasi iKalsel mudah untuk melakukan penelusuran koleksi perpustakaan. Sederhananya tampilan aplikasi iKalsel, adanya fitur bantuan pencarian yang berisi panduan bagaimana penggunaan aplikasi iKalsel.Aplikasi iKalsel secara umum dapat diterima dan ramah pengguna berdasarkan penjelasan yang diberikan untuk setiap poin di atas. Aplikasi iKalsel dapat digunakan oleh penggunanya. Layanan yang diberikan perpustakaan berupaya mendekatkan dan memudahkan masyarakat untuk gemar membaca. Hal ini dilihat untuk mengakses buku dan informasi yang berkualitas agar dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja dengan memperkenalkan adanya aplikasi perpustakaan digital iKalsel.

Conclusion

Berdasarkan hasil analisis aplikasi iKalsel menggunakan teori Technology Acceptance Model(TAM) menunjukkan bahwa aplikasi iKalsel telah memenuhi dua konstruk aspek persepsi keber-manfaatan dan persepsi kemudahan pengguna. Aplikasi iKalsel yang dimiliki oleh Dinas Perpus-takaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai teknologi baru diluncurkan pada tahun 2018. Aplikasi iKalsel dapat diterima dengan baik oleh pengguna baik itu para pemustaka dan tentunya juga pustakawan. Hadirnya aplikasi iKalsel berdasarkan persepsi kebermanfaatan kepada para pengguna meliputi kemampuan bekerja lebih cepat, adanya peningkatan performa pekerjaan dan adanya peningkatan produktivitas kerja. Sementara berdasarkan persepsi kemudahan pengguna dapat dilihat bahwa aplikasi iKalsel mudah digunakan para pengguna meliputi mudah dipelajari dan menjadi mahir, dapat dikontrol, jelas dan dapat dipahami serta fleksibilitas. Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaiknya aplikasi iKalsel melakukan peningkatan fitur interface dan peningkatan koleksi sehingga meningkatkan kepuasan para pengguna