Kembali
16
1
2024 Jurnal Ilmu Perpustakaan (JIPER) Vol 6 · 1 ISSN 2716-0432

INOVASI PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN MINAT KUNJUNG SISWA DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 5 ENREKANG

Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang

Abstrak

Perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang merupakan pusat penyedia informasi yang diharuskan memberikan akses dan layanan informasi kepada pemustaka. Sebagai pustakawan yang profesional diharapakan mampu membuat sebuah terobosan atau ide–ide yang mampu menarik pengunjung ke perpustakaan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif, data yang yang dikumpumpulkan dengan proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan reduksi data. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi yang diterapkan oleh pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang. Tiga hasil penelitian utama yang diselidiki adalah inovasi layanan sirkulasi, promosi, dan komunikasi, serta pengelolaan koleksi.Pertama, inovasi layanan sirkulasi mempertimbangkan efektivitas pencatatan peminjaman dan pengembalian buku selama periode paling ramai di perpustakaan, terutama saat awal tahun ajaran baru. Kedua, strategi promosi yang dilakukan sekali setahun pada saat penerimaan siswa baru untuk meningkatkan kesadaran dan minat siswa dalam berkunjung ke perpustakaan. Terakhir, pengelolaan koleksi melalui kolaborasi antara pustakawan, guru, dan kepala sekolah untuk memastikan kebutuhan siswa terpenuhi dan bahan bacaan yang relevan tersedia.Melalui pengumpulan data kualitatif dan observasi langsung, penelitian ini menyoroti dampak inovasi-inovasi tersebut terhadap minat kunjung siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam frekuensi kunjungan siswa ke perpustakaan, serta peningkatan penggunaan layanan dan koleksi perpustakaan secara keseluruhan.Penemuan ini menegaskan pentingnya peran aktif pustakawan dalam mengembangkan inovasi-inovasi kreatif untuk mempromosikan perpustakaan sebagai pusat sumber daya yang vital bagi pendidikan di SMA Negeri 5 Enrekang dan mungkin dapat diterapkan di sekolah lain untuk meningkatkan minat baca siswa secara keseluruhan.

Abstract

The Public High School 5 Enrekang library is an information provider center that is required to provide access and information services to users. As a professional librarian, we are expected to be able to create breakthroughs or ideas that can attract visitors to the library. The research method used in this research is qualitative, data is collected through a process of observation, interviews and documentation. Data analysis techniques use data reduction. This research aims to explore the innovations implemented by librarians in increasing students' interest in visiting the Enrekang 5 Public High School Library. The three main research results investigated are innovations in circulation, promotion and communication services, as well as collection management. First, circulation service innovations consider the effectiveness of recording borrowing and returning books during the busiest periods in the library, especially at the start of the new academic year. Second, a promotional strategy carried out once a year at the time of new student admissions to increase students' awareness and interest in visiting the library. Finally, collection management through collaboration between librarians, teachers and school principals to ensure student needs are met and relevant reading materials are available. Through qualitative data collection and direct observation, this research highlights the impact of these innovations on student interest in visiting. The research results show a significant increase in the frequency of student visits to the library, as well as an increase in the overall use of library services and collections. These findings emphasize the importance of the active role of librarians in developing creative innovations to promote libraries as vital resource centers for education at SMA Negeri 5 Enrekang and may be applied in other schools to increase students' overall interest in reading.
Keywords: Inovasi · Perpustakaan · Minat kunjung

Introduction

Perpustakaan memainkan peran penting dalam pembentukan lembaga pendidikan. Fungsi ini sangat penting karena perpustakaan sebanding dengan sumber pengetahuan. Untuk dosen, siswa, dan peserta didik di semua jenjang pendidikan dapat mengakses berbagai layanan informasi yang diawasi oleh perpustakaan (Munib et al., 2022). Perpustakaan harus memberi akses ke pada pengguna mengenai berbagai informasi sejalan dengan kemajuan teknologi dan sains. Akibatnya, perpustakaan harus memiliki pustakawan yang siap untuk membantu pengguna, terutama siswa, dalam menemukan informasi yang mereka butuhkan. Mengingat keadaan perpustakaan sekolah di seluruh negeri, dapat dikatakan bahwa yang saat ini "enggan untuk hidup, bahkan mati tidak mau." Hal ini dikarenakan perpustakaan belum terpelihara dengan baik atau belum dikelola secara profesional. Perpustakaan memainkan peran penting dalam menumbuhkan kecintaan membaca dan memajukan literasi informasi membantu siswa menjadi pelajar yang mandiri. Dengan demikian, sangat penting untuk memasukkan praktik perpustakaan yang meningkatkan minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan untuk memaksimalkan penggunaan semua sumber dayanya (Iztihana & Arfa, 2020). Undang – undang Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan menyebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Sebagai pustakawan yang profesional diharapakan mampu membuat sebuah terobosan atau ide – ide yang bisa mengajak orang masuk ke perpustakaan, pustakawan juga harus cerdik dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terkadang menjadi penghalang bagi mereka yang terlalu malas berkunjung ke perpustakaan. Minat kunjung merupakan kecenderungan mental seseorang untuk mengunjungi perpustakaan dikenal sebagai minat untuk berkunjung. Keinginan kuat untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan sumber daya yang ditawarkan dengan minat membaca dan kemampuan membaca menunjukkan minat pada tempat tersebut (Arsita & Nurwidawati, 2016). Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat kunjung siswa di perpustakaan seperti kunjungan ke perpustakaan karena suatu kebutuhan, adanya koleksi yang lengkap, pelayanan pustakawan yang ramah dan suasana perpustakaan yang nyaman. Motivasi guru dan pustakawan terhadap siswa merupakan langkah awal dalam membangkitkan antusias kunjungan siswa. Pustakawan juga perlu memiliki strategi inovatif untuk menemukan cara untuk menetapkan metode dalam membangun dan mengembangkan minat dalam mengunjungi siswa dan guru sehingga mereka dapat memberikan keteladanan yang lebih baik terhadapa siswa. Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti, terlihat perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang merupakan salah satu perpustakaan yang berada di tingkatan sekolah menengah atas yang memiliki infrastruktur dan fasilitas yang memadai untuk sekolah, terutama dengan menawarkan sirkulasi pinjaman dan layanan pengembalian yang masih secara manual, memiliki berbagai fasilitas seperti buku, meja dan kursi. Di perpustakaan ini disediakan berbagai buku, baik buku pelajaran, buku cerita (fiksi dan non fiksi), serta perpustakaan ini memiliki beberapa tata tertib yang harus di taati oleh siswa di perpustakaan, tata tertib ini diberlakukan untuk untuk menjaga fasilitas–fasilitas yang ada di perpustakaan supaya bisa dimanfaatkan dengan sebaik–baiknya,namun ternyata hal itu saja kurang menarik minat para siswa untuk lebih rajin berkunjung. Karena kurangnya pengetahuan pustakawan akan ilmu dan strategi yang membuat para siswa menjadi kurang tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan atau memberikan solusi bagaimana inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di perpustakaan, sementara manfaat penelitian ini termasuk menawarkan sumber untuk memperluas pemahaman seseorang tentang inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di perpustakaan, untuk memberi manfaat dan menambah wawasan kepada peneliti di dalam menerapkan teori–teori yang telah dipelajari dengan kenyataan di lapangan SMA Negeri 5 Enrekang. B. KAJIAN TERDAHULU Penelitian mengenai inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kujung siswa di perpustakaan dengan metode kualitatif banyak ditemukan, namun berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan untuk mendapatkan informasi terkait dengan berbagai bentuk kegiatan inovasi pustakawan berikut ialah kajian terdahulu terkait inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di perpustakaan. Penelitian terdahulu yang berjudul Inovasi perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa pada perpustakaan di sekolah Man 1 Baraka Enrekang: Suatu perbandingan yang diteliti oleh Rudiansyah (2018) menjelaskan bahwa dalam menigkatakan minat kunjung pemustaka, pustakawan melakukan inovasi seperti perombakan koleksi yang ada serta memperbaharui ruangan perpustakaan sehingga menarik pemustaka (siswa) untuk berkunjung. Peneliti sebelumnya menjelaskan bawa adapun kendala yang ditemukan yaitu kurangnya dana, pelatihan perpustakaan yang jarang, koleksi buku bacaan (fiksi dan bukan fiksi) yang belum memandai dan sarana prasarana yang belum memadai dalam hal yaitu internet dikarenakan terbatas dengan sekolah. Peneliti selanjutnya berjudul Manejemen inovasi perpustakaan dalam meningkatkan minat baca guru dan siswa yang membahas mengenai inovasi perencanaan berupa keterlibatan kepala sekolah dan dewan guru sementara dahulunya yang melakukan perencanaan hanya pengelola perpustakaan, inovasi pada pengadaan berupa tehnik pengadaan yang digunakan bervariasi yakni dengan pembelian, kerja sama dengan penerbit, kerja sama dengan perpustakaan lain, dan bantuan dari pemerintah, dan inovasi dalam pengawasan dan evaluasi program dan pelaksanaan manejemen inovasi perpustakaan sudah berjalan dengan baik,pelaksanaan perpustakaan yang dilakukan dalam meningkatkan minat baca siswa dan guru diantaranya adalah penyususnan buku pada rak harus teratur sesuai dengan judul buku agar tidak beracak dan tedak bercampur dengan buku-buku lainnya (Arystison, 2021). Sedangkan fokus pada penelitian ini yaitu bagaimana inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di perpustakaan. Sehingga peneliti mengangkat rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana inovasi pustakawan di SMA Negeri 5 Enrekang dapat meningkatkan antusias siswa untuk berkunjung ke perpustakaan serta mengetahui apa saja kendala pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa. Tujuan penelitian sangat penting dilakukan karena untuk mendeskripsikan atau memberikan sebuah solusi bagaimana inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di perpustakaan sekolah SMA Negeri 5 Enrekang.

Method

Penelitian tentang inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang menggunakan pendekatan kualitatif, metode deskriftif yang bertujuan untuk mengkarakterisasi secara metodis suatu fenomena atau peristiwa sebagaimana adanya. Peneliti menggunakan metode ini untuk mengumpulkan data melalui narasi yang disampaikan oleh informan (Dantes, 2012). Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan tehnik analisis data menggunakan tehnik reduksi data (Sugiyono, 2016). Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaanya lebih mudah dan hasilnya lebih baik,dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah, instrumen peneliti menggunakan pedoman kuisioner wawancara dan observasi. Sehingga untuk wawancara yang terstruktur yang dibutuhkan adalah daftar pertanyaan dan perekam suara yang ada di handphone. Subjek dalam penelitian ini yaitu pustakawan dan objek penelitian ini adalah bagaimana inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan atau memberikan sebuah solusi bagaimana inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di perpustakaan sekolah SMA Negeri 5 Enrekang, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan inovasi pustakawan di perpustakaan.

Result & Discussion

Pustakawan perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang terus berupaya mendorong siswa untuk hadir. Pustakawan perlu membuat rencana atau pendekatan inovatif untuk menumbuhkan minat kunjung siswa karena ketika mereka melakukannya, siswa akan lebih tertarik pada perpustakaan. Khususnya di era global ini, kemajuan teknologi sangat cepat sehingga banyak siswa yang lebih tertarik pada internet, handphone dan bermain game dari pada berkunjung ke perpustakaan. Oleh karena itu perlu adanya sebuah inovasi yang dilakukan pustakawan untuk menumbuhkan minat kunjung siswa. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 berisi aturan dan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan perpustakaan. Sedangkan dalam ketentuan kepustakawanaan,tugas perpustakaan,pustakawan,dan penyediaan koleksi untuk memenuhi permintaan pengguna. Menurut UU 43.2007 pasal 1, pustakawan adalah seseorang individu dengan keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan kepustakawanan disebut sebagai pustakawan dan bertugas mengelola dan menyediakan layanan untuk perpustakaan. Menurut Undang-Undang, pustakawan harus memenuhi dua prasyarat berikut: 1) Memiliki keterampilan yang diperoleh melalui instruksi atau pelatihan; 2)Bertanggung jawab untuk mengelola dan menyediakan layanan di perpustakaan. Jelas dari pernyataan sebelumnya bahwa memperoleh pendidikan kepustakawanan yang dapat dicapai melalui pendidikan dan pelatihan adalah prasyarat pertama untuk menjadi pustakawan. Meskipun merupakan syarat awal pendidikan atau pelatihan hanyalah persyaratan untuk menjadi pustakawan ini bukan keharusan untuk ke tingkat profesional. Syarat kedua dimana pustakawan harus memenuhi kewajiban profesional mereka. Sekilas tentang Perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang Salah satu sumber belajar yang membantu menghasilkan kegiatan belajar mengajar yang berkualitas tinggi adalah perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar penting yang perlu dimiliki guru, tenaga kependidikan dan siswa agar dapat menambah dan meningkatkan pengetahuannya. Tujuan utama perpustakaan sekolah adalah untuk mempromosikan pendidikan di kelas, mendorong pertumbuhan minat, keterampilan, dan kebiasaan membaca siswa, berfungsi sebagai sumber informasi dan mendorong siswa untuk membaca untuk kesenangan. Berdasarkan pernyataan diatas maka didirikanlah perpustakaan,terletak disebuah perpustakaan sekolah bernama SMA Negeri 5 Enrekang terletak di Jl. Kemakmuran No. 1 Baraka, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. telah ada sejak berdirinya sekolah pada tahun 1991. Lokasi perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang di dekat lapangan sekolah, perpustakaan ini memiliki ruangan yang sangat tenang. Desain ruangan perpustakaan ini memiliki beberapa rak buku yang di isi oleh koleksi buku fiksi maupun buku pelajaran dan juga di lengkapi meja pustakawan serta meja dan kursi yang digunakan oleh pemustaka saat berkunjung ke perpustakaan. Gambar 1. Perpustakaan Sekolah Keadaan staf perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang Salah satu pemain kunci dalam pelaksanaan tugas teknis dan operasional di unit perpustakaan adalah staf atau karyawan. Di antara pustakawan adalah Pustakawan memiliki masing-masing tanggung jawab mulai dari merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan yang ada di dalam unit perpustakaan. Adapun staf atau pegawai perpustakaan yang ada di perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang adalah sebagai berikut: Tabel 1. Staf Perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang Nama Jabatan Pendidikan Ket. Marham,S.Pd.,M.Pd Kepala Perpustakaan /Pustakawan 1 S2 PNS Darna,S.Pd Pustakawan II S1 Honorer Widyastuti Nura,S.Pd Pegawai S1 Honorer Mustafia,S.Pd Pegawai SI Honorer Sumber: Data Perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang Kualifikasi kepribadian tenaga pustakawan di perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang 1) Luwes 2) Bermoral dan religius 3) Ramah dan mendukung 4) Perspektif yang luas, gairah membaca, dan keterbukaan untuk belajar 5) Tenang dan terbuka terhadap kritik dan rekomendasi 6) Inisiatif, kreatif, inovatif dan enerjik 7) Mampu berkomunikasi lisan dan tulisan 8) Penampilan menarik Tata tertib dan aturan peminjaman buku di perustakaan. Tujuan dari peraturan perpustakaan adalah untuk memastikan bahwa siswa memiliki akses dan hak yang sama atas koleksi bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan. Aturan ini berlaku untuk semua pengguna perpustakaan, tanpa terkecuali. Sebagaimana tata tertib yang dibuat oleh pustakawan SMA Negeri 5 Enrekang. Tata tertib perpustakaan: a. Pengunjung diharap tertib di dalam perpustakaan b. Pengunjung dilarang mengenakan topi didalam ruang perpustakaan c. Pengunjung dilarang membawa tas masuk dalam ruangan perpustakaan d. Pengunjung harus mengembalikan pinjaman buku, majalah, surat kabar sesuai dengan waktu penegembalian e. Diharuskan mengembalikan bahan bacaan ke tempatnya. f. Pengunjung perpustakaan diminta untuk mengisi buku kunjungan. g. Dilarang bagi pengunjung untuk membuat tanda, merusak, atau merobek bagian mana pun dari perpustakaan. h. Pengunjung tidak diperbolehkan makan di area perpustakaan atau membawa makanan atau minuman. i. Dilarang bagi pengunjung untuk mengakses perpustakaan tanpa izin pustakawan. j. Pengunjung tidak diperbolehkan bermain–main di dalam perpustakaan. Koleksi Perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang Koleksi perpustakaan adalah seluruh bahan pustaka baik berupa bahan buku bacaan maupun buku pelajaran yang terdapat di perpustakaan, sebuah perpustakaan harus memiliki koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan. Koleksi perpustakaan memiliki dampak yang sangat besar di perpustakaan sekolah dalam menunjang pelayanan informmasi yang diberikan pada pengguna perpustakaan. Koleksi perpustakaan sekolah dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang apa yang dipelajari siswa,mereka harus mempromosikan pembelajaran di sekolah. Adapun beberapa jenis koleksi yang terdapat di perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang sebagai berikut: 1) Kumpulan buku teks atau bundel, khususnya set buku teks semacam ini yang diperoleh melalui Departemen Pendidikan Nasional dan didanai oleh BOS. 2) Koleksi Fiksi: Koleksi semacam ini terdiri dari buku-buku dengan alur cerita imajiner (atau fiktif); itu terdiri dari buku bergambar, novel, cerita rakyat, dan buku cerita anak-anak. 3) Kliping hasil karya siswa, yaitu kompilasi yang dibuat oleh siswa dari hasil tugas yang diberikan oleh ahli materi pelajaran. Hasil penelitian tentang inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang mengungkap beberapa temuan yang signifikan. Melalui pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, ditemukan bahwa pustakawan telah berhasil mengatasi tantangan meningkatkan minat kunjung siswa dengan pendekatan inovatif yang beragam. Pada temuan pertama, inovasi layanan sirkulasi perpustakaan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman pinjam-baca yang lebih efisien dan menarik bagi siswa, sehingga mendorong mereka untuk lebih aktif menggunakan fasilitas perpustakaan. Melalui inovasi layanan sirkulasi, pustakawan telah berhasil memperkenalkan sistem peminjaman yang lebih fleksibel dan mudah digunakan bagi siswa. Penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya layanan sirkulasi yang lebih efisien, siswa merasa lebih terdorong untuk mengunjungi perpustakaan secara rutin. Kemudahan dalam proses peminjaman dan pengembalian buku serta kejelasan aturan-aturan yang diterapkan juga memberikan kontribusi positif terhadap minat siswa untuk memanfaatkan perpustakaan. Selain itu, inovasi layanan sirkulasi juga dilengkapi dengan promosi yang efektif terhadap koleksi-koleksi baru dan menarik yang tersedia di perpustakaan. Pustakawan aktif menginformasikan siswa tentang buku-buku terbaru atau koleksi-koleksi khusus yang sesuai dengan minat mereka, sehingga menarik perhatian siswa untuk berkunjung dan meminjam buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi layanan sirkulasi perpustakaan ini telah berhasil menciptakan lingkungan perpustakaan yang lebih dinamis dan mengundang bagi siswa. Dengan meningkatnya minat kunjung siswa, perpustakaan menjadi lebih berperan dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Oleh karena itu, inovasi layanan sirkulasi perpustakaan dapat dianggap sebagai langkah yang efektif dalam meningkatkan minat siswa terhadap perpustakaan dan mempromosikan budaya membaca di kalangan pelajar. Pengelolaan koleksi yang efektif juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat kunjung siswa. Pustakawan secara teratur memperbarui koleksi dengan menambahkan buku-buku terbaru dan mengadakan pameran buku tematik untuk memperkenalkan bahan bacaan baru kepada siswa. Selain itu, kerja sama yang erat antara pustakawan dan guru juga terbukti efektif. Dengan mengintegrasikan kunjungan ke perpustakaan dalam kurikulum pembelajaran, siswa menjadi lebih sadar akan sumber daya yang tersedia di perpustakaan dan menghargai pentingnya literasi informasi. berdasarkan usulan dari kepala sekolah dan guru jenis koleksi yang diadakan. Penelitian menunjukkan bahwa program ini telah berhasil menciptakan kebiasaan positif di antara siswa untuk memanfaatkan waktu luang mereka sebelum kelas dimulai dengan membaca. Dengan memberikan akses mudah ke bahan bacaan yang menarik dan relevan, pustakawan telah berhasil menciptakan lingkungan perpustakaan yang ramah dan mengundang. Selain itu, program ini juga telah membantu meningkatkan minat siswa terhadap kegiatan membaca dan memperluas pengetahua Promosi dan komunikasi yang efektif juga berperan dalam meningkatkan minat kunjung siswa. Pustakawan menggunakan berbagai media, termasuk media sosial, papan pengumuman, dan brosur, untuk mempromosikan layanan dan kegiatan perpustakaan kepada siswa. untuk memberikan pengetahuan kepada pemustaka atau siswa baru tentang kegiatan perpustakaan dengan berbagai cara yang sifatnya mengajak siswa baru untuk berkunjung ke perpustakaan dan manfaatkan sumber daya yang tersedia.Hal ini di perkuat oleh pernyataan informan. “Dalam pengembangan koleksi perpustakaan, pustakawan berkoordinasi dengan guru atau kepala sekolah untuk menyediakan koleksi yang diminta guru-guru dengan formulir usulan pengadaan buku. Kepala sekolah memilih dan menyetujui buku yang akan diadakan, kemudian menghubungi penerbit untuk melakukan pemesanan sesuai kebutuhan. Koleksi bacaan perpustakaan dapat berasal dari hibah atau bantuan.”( Marham, Wawancara,Feb 01,2024) “Inovasi yang kami terapkan di perpustakaan meliputi layanan sirkulasi untuk mencatat peminjaman dan pengembalian buku, layanan baca di tempat dengan menyediakan fasilitas meja dan kursi, serta layanan promosi perpustakaan yang dilakukan setiap tahun saat penerimaan siswa baru untuk mengajak mereka berkunjung ke perpustakaan.”( Darna, Wawancara, Feb 01,2024) Gambar 2. Wawancara dengan narasumber Pada temuan penelitian kedua, upaya pustakawan dalam menyediakan sumber koleksi perpustakaan jenis koleksi buku di perpustakaan terbagi dua yaitu buku fiksi ( buku cerita ) dan buku non fiksi (buku pelajaran ), utamanya dengan melakukan pembelian koleksi langsung ke pihak penerbitnya sesuai dengan permintaan dari guru dan siswa. Pengadaan ini dilaksanakan sesuai dengan anggaran yang ada dan di sesuaikan dengan permintaan yang sudah di susun dalam daftar usulan koleksi buku. Hal ini diperkuat oleh pernyataan informan. “Dalam pengembangan koleksi di perpustakaan, pustakawan akan berkoordinasi dengan guru atau kepala sekolah dalam hal penyedian koleksi sesuai permintaan dari guru – guru kelas dengan memberikan blangko formulir untuk mendata usulan pengadaan buku sesuai jumlah yang di butuhkan sementara kepala sekolah akan memilih dan menyetujui buku untuk diadakan,kepala sekolah nantinya akan menghubungi pihak penerbit untuk melakukan pemesanan sesuai jumlah buku yang akan di pesan adapun koleksi bacaan di perpustakaan bersumber dari hibah atau bantuan.” ( Marham,Feb 01,2024) “Dalam upaya pustakawan menyediakan koleksi baru untuk para siswa agar rajin untuk berkunjung ke perpustakaan”(Darna,Feb 01 2024). Pada penemuan ketiga,menggali informasi mengenai tingkat minat siswa untuk pergi ke perpustakaan dalam hal menambah wawasan dan pengetahuan, Seberapa tertarikkah siswa mengunjungi perpustakaan di SMA Negeri 5 Enrekang untuk memperluas pengetahuan dan perspektif?, Bisa dikatakan bahwa tingkat minat siswa berkunjung ke perpustakaan memenuhi persyaratan perpustakaan. Karena dilihat dari tingkat minat siswa dalam mengunjungi perpustakaan walaupun dalam waktu kunjungan siswa di bagi perkelas tiap harinya karena jika tidal menerapkan sistem bagi kelas untuk mengunjungi perpustakaan pemustaka akan membludak di perpustakaan. Hal ini diperkuat oleh pernyataan informan. “Pada minat kunjung siswa di perpustakaan tidak tetap dikarenakan pustakawan membagi tiga kelas perharinya dikarenakan di SMA Negeri 5 Enrekang memiliki 20 kelas,hal ini kami lakukan untuk meminimalisir membludaknya siswa dalam berkunjung ke perpustakaan,akan tetapi jika dilihat dariminat siswa sudah memenuhi kriteria perpustakaan sekolah.”(Marham,Feb 01,2024) “Dari tingkat minat siswa mengunjungi perpustakaan sudah meningkat tiap bulannya". Pada penemuan keempat,menggali informasi mengenai kendala atau hambatan yang di temukan pustakawan yang dapat diuraikan dari hasil penelitian ada beberapa kendala yang di temukan pustakawan yaitu kurangnya pelatihan kepustakawanan koleksi perpustakaan masih terbatas seperti buku fiksi maupun non fiksi, kurangnya keahlian di kalangan pustakawan, sarana dan fasilitas seperti komputer belum memadai sehingga dalam pengimputan buku masih menggunakan sistem manual. “Kendala yang kami temukan sebagai pustakawan yaitu kurangnya ilmu pengetahuan mengenai perpustakaan dalam hal kurangnya pelatihan,fasilitas seperti komputer dan jaringan internet belum ada sehingga menyulitkan kami dalam penginputan buku secara otomasi sehingga kami masih menggunakan sistem manual,koleksi buku bacaan seperti buku fiksi belum memadai sehingga siswa kurang tertarik dalam mengunjungi perpustakaan.”(Marham,Feb 01,2024) “Kendala yang ditemukan kurangnya pelatihan kepustakawanan” (Darna,Feb 01,2024)

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian tentang inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang, dapat disimpulkan bahwa inovasi layanan sirkulasi perpustakaan telah berhasil menciptakan dampak positif yang signifikan. Berikut adalah beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini: Peningkatan Minat Kunjung: Inovasi layanan sirkulasi yang diterapkan oleh pustakawan telah berhasil meningkatkan minat kunjung siswa ke perpustakaan. Dengan menyediakan sistem peminjaman yang lebih efisien dan menghadirkan koleksi-koleksi yang menarik, siswa menjadi lebih termotivasi untuk menggunakan fasilitas perpustakaan secara aktif. Sistem peminjaman yang lebih fleksibel dan mudah digunakan memberikan pengalaman positif bagi siswa. Proses peminjaman dan pengembalian buku yang cepat dan efisien membuat siswa merasa lebih nyaman dan terdorong untuk mengunjungi perpustakaan secara berkala. Promosi dan Informasi: Upaya promosi yang aktif terhadap koleksi-koleksi baru dan menarik serta informasi yang disampaikan secara teratur oleh pustakawan telah membantu menarik perhatian siswa. Pengetahuan yang diberikan kepada siswa tentang buku-buku terbaru atau koleksi-koleksi khusus memperluas wawasan siswa dan mendorong mereka untuk lebih aktif mencari informasi di perpustakaan. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa inovasi pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Enrekang telah membuktikan keberhasilannya dalam menciptakan lingkungan perpustakaan yang lebih mengundang dan berperan dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Langkahlangkah inovatif ini perlu terus didukung dan dikembangkan untuk memastikan perpustakaan tetap menjadi sumber pengetahuan yang relevan dan menarik bagi siswa.