Representasi kompetensi pustakawan dalam anime honzuki no gekokujo berdasarkan standar pustakawan SLA
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang; Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang; Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang; Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Abstrak
Penelitian ini merepresentasikan kompetensi pustakawan yang dimiliki oleh Myne dalam anime Honzuki no Gekokujo dengan mengambil pendekatan semiotik sesuai standar kompetensi pustakawan SLA dilihat dari kemampuan profesional (hard skill), dan kemampuan personal (soft skill). serta melihat aspek perilaku dan penampilan Myne di sepanjang serial tersebut. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif analisis konten dengan pendekatan analisis semiotika dengan menggunakan teori Roland Barthes. Teknik pengumpulan data dengan menggunaakan dokumentasi dan studi literatur. Satuan isi cerita yang berkaitan dengan kompetensi pustakawan menurut standar kompetensi SLA dalam cerita animasi sebanyak 10-satuan urut dalam 8-episode dalam bentuk menit. Myne adalah tokoh utama dalam serial animasi tersebut, yang memiliki latar belakang sebagai pustakawan di Jepang sebelum meninggal dan bereinkarnasi di Ehrenfest sebagai RozeMyne atau Myne. Analisis sekuen menunujukan adanya kompetensi Pustakawan SLA dalam anime seperti kemampuan profesional (hard skill) dan kemampuan Personal (Soft Skill) Seperti Mengelola, Memodifikasi, hingga pendistribusian dan pengaplikasian Informasi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik hingga problem sholving. Sedangkan analisis tokoh dan analisis latar menunjukkan adanya perkembangan karakter baik dari tingkah laku, watak, maupun kepribadian seperti haus akan pengetahuan, memiliki literasi dan kreativitas tinggi, pandai bernegosiasi, menjadi edukator yang baik dan melakukakn barter informasi kepada mereka yang membutuhkan infromasi.
Keywords:
kompetensi pustakawan
· pustakawan
· representasi film
· asosiasi perpustakaan khusus (sla)
Introduction
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 menyebutkan pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan kepustakawanan pada bidang perpustakaan. Dalam perumusan dokumen IFLA juga disebutkan bahwa pustakawan merupakan penghubung aktif antara pengguna dan sumber informasi dan pengetahuan yang artinya kemampuan dan kualitas pustakawan harus dijaga dan terus ditingkatkan (Basuki, 2013). Ini berarti selama bekerja sebagai pustakawan, pustakawan tersebut tetap harus meningkatkan dan mengasah kompetensinya. Kompetensi adalah kemampuan setiap individu untuk bekerja, termasuk aspek-aspek seperti pengetahuan, keterampilan, dan perilaku kerja yang selaras dengan standar yang diharapkan (BNSP, 2014). Definisi lain menyatakan bahwa kompetensi adalah sesuatu yang berkaitan dengan pemanfaatan kemampuan dan keterampilan individu untuk mencapai keluaran yang diinginkan (ISO, 2012). Berdasarkan definisi tersebut. terdapat beberapa hal krusial yang terkait menggunakan kompetensi antara lain pengetahuan, perilaku, pemahaman, nilai, talenta atau kemampuan (skill), & minat. Dalam dunia kepustakawanan kompetensi seorang pustakawan juga dapat dilihat dari kreativitas pustakawan tersebut dalam menghadirkan suatu inovasi kepada masyarakat secara luas dengan cara menghadirkan gebrakan-gebrakan baru yang dapat memancing dan menstimulasi minat pemustaka akan keingintahuannya dalam segala hal. Ada sebuah istilah dalam komunikasi yang dapat digunakan untuk memaknai atau menilai suatu karya di dalam media visual. Istilah yang dipakai untuk memaknai suatu karya dalam media visual adalah representasi (Jeffress, 2021). Representasi adalah tempat suatu objek yang dilihat dan kemudian diinterpretasikan sehingga dapat diekspresikan kembali melalui bahasa. (Hall, 1997) mengatakan dalam bukunya yang berjudul Cultural Representation and Signifying Practices, bahwa representasi adalah cara memaknai sesuatu, baik berupa gambar dalam film, anime, maupun kata-kata dalam buku. Representasi adalah proses di mana panca indera seseorang menangkap objek dan kemudian memprosesnya dengan cara yang bermakna. Hasilnya berupa konsep atau ide yang disampaikan dan diungkapkan melalui bahasa. Sementara itu, Chris Barker, dalam bukunya Cultural Studies Theory and Practice, mendefinisikan representasi sebagai kajian utama kajian budaya atau cultural studies yang mengartikan sebagai langkah untuk merekonstrusikan secara sosial tentang penyajian suatu makna pada orang lain atau masyarakat dan oleh masyarakat dalam pemaknaan yang berbeda (Barker, 2000). Hasil penelitian yang berjudul Representasi Perpustakaan dalam Serial Animasi Avatar menemukan bahwa perpustakaan dalam serial tersebut lebih cocok digambarkan sebagai pusat informasi yang mana informasinya lebih dituju ke arah Informasi ke arah pengguna bukan ke dokumen yang berisikan informasi tersebut hal ini dikarenakan dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa perpustakaan dalam serial avatar tersebut hanyalah tempat untuk barter Informasi sehingga dapat dikatakan bahwa perpustakaan tersebut lebih cocok disebut dengan Lembaga pusat informasi (Fauzi & Mayesti, 2019). Perpustakaanya sendiri masih belum menunjukkan semua komponen penting yang seharusnya ada di perpustakaan sedangkan pustakawan dalam serial animasi ini dianggap kurang penting dalam masyarakat yang mana pustakawan sebagai pengelola pustakawan dipandang tidak perlu untuk ditonjolkan. Akan tetapi informasi dalam serial animasi ini merupakan aset yang sangat penting hingga perlu dicari, dilindungi, dan tidak dapat diabaikan karena Informasi tersebut tidak ternilai harganya. Topik penelitian lainnya terdapat pada artikel penelitian karya Dinda Karunia Fitri, Azizatuz Zahro, dan Adi Prasetyawan dalam artikelnya yang berjudul Representasi Pustakawan dan Sikap Pustakawan Dalam Film Pendek The Library (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes) (Karunia Fitri dkk., 2023). Dalam temuan artikel tersebut, perpustakaan yang ditampilkan dalam film pendek “The Library” digambarkan sebagai perpustakaan umum yang masih beroperasi seperti biasa, dari segi teknologi informasi belum digunakan untuk mendukung pekerjaan pustakawan. Selain itu, menurut laporan, perpustakaan juga memiliki banyak koleksi buku cetak, dan rak buku serta rak buku tertata rapi berdasarkan jenisnya untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Sementara itu, sikap pustakawan yang digambarkan dalam film tersebut bisa dibilang tidak sepenuhnya baik. Pada dasarnya, Anne and Boys telah melakukan apa yang dilakukan pustakawan, yaitu melayani dan membantu pengguna mengakses semua koleksi perpustakaan dan menggunakannya. Namun, pustakawan masih memiliki beberapa perilaku buruk ketika berhadapan langsung dengan pemustaka. Secara garis besar, anime Honzuki no Gekokujo ini berkisah tentang kreativitas seorang gadis bernama Myne, yang menggunakan pengetahuan yang ia bawa ke dunia tempat ia dilahirkan kembali untuk memberikan inovasi kepada dunia dengan tingkat literasi yang rendah. Membaca dan menulis di sana hanya dipelajari oleh para elit dunia tersebut, dan pendistribusian kitab-kitab ilmu pengetahuan di dunia tersebut hanya dapat diakses oleh para elit. Jadi di dunia itu, Myne mengatasi rendahnya tingkat pengetahuan dengan mempelajari pengetahuan yang ada di dunia lama, memodifikasinya, dan kemudian mendistribusikan pengetahuan itu ke dalam bahasa yang dapat dipahami semua orang. Myne melakukan daur ulang Informasi dan bahkan menyederhanakan pengetahuan umum di sana dengan cara menafsirkan pengetahuan tersebut sehingga menjadi lebih mudah dipahami oleh orang-orang di sana, sehingga pengetahuan tersebut dapat diakses oleh siapa pun di dunia tersebut, serta juga membuat dan memperkenalkan hal baru yang bersifat publik yang searah dengan perpustakaan atau koleksi yang ada di perpustakaan. Yang mana hal ini membuat peneliti tertarik dan hendak membahas representasi kompetensi tokoh utama dalam cerita tersebut yang Bernama Myne atau Roze Myne sesuai dengan standar kompetensi pustakawan SLA dalam Musim Pertama serial anime Honzuki no Gekokujo, dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Hal ini untuk melihat apakah Myne telah menerapkan kompetensi yang dia miliki ketika masih menjadi pustakawan di dunia lamanya dan diterapkan di dunia barunya. Penelitian ini sangat penting untuk dilakukan dalam penerapan teori-teori tentang perpustakaan dan pustakawan dalam semiotika terkhusus dalam membahas atau mengkaji karya fiksi baik itu karya visual maupun non visual seperti film, Anime, Komik, Novel dan karya-karya fiksi lainnya. Untuk membedah dan menjawab permasalahan pada penelitian ini peneliti akan menggunakan pendekatan semiotika dengan mengaplikasikan teori sintagmatik dan pradigmatik Roland Barthes dan dalam pengaplikasiannya peneliti hanya akan menggunakan analisis sekuen, analisis penokohan dan analisis latar dalam penelitian ini. Penelitian ini menerapkan standar kompetensi pustakawan SLA (Special Library Association) hal ini dikarenakan peneliti ingin menganalisis kompetensi pustakawan yang Myne punya mengingat di kehidupan sebelumnya dia merupakan seorang pustakawan di tempat tinggal asalnya. Hal ini juga dididasari kurangnya sarana dan prasarana tempat kerja seperti perpustakaan di anime tersebut. Yang mana peneliti ingin menganalisis penerapan Standar Kompetensi Pustakawan SLA di kehidupan sehari-hari Myne itu sendiri. Sehingga hasil dari penelitian yang peneliti lakukan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam dunia ilmu perpustakaan, ilmu informasi, kajian semiotika dan bahkan ilmu bahasa dan sastra.
Method
Peneliti menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan semiotika, hal ini dikarenakan apa yang peneliti teliti merupakan sebuah karya naratif (visual) sehingga diperlukan kajian semiotika untuk mengkaji karya naratif tersebut. Semiotika sendiri merupakan suatu kajian tentang tanda. Penggunaan kajian semiotika sendiri sering digunakan untuk penelitian terkait media dan audio visual dan juga karya sastra seperti film, anime, puisi, lagu, sajak dan lain sebagainya (Umaya, t.t.). Sedangkan konten analisis adalah penelitian mendalam terhadap isi suatu informasi dalam media video, audio, atau tertulis. Tujuan dari content analysis adalah untuk menggambarkan karakteristik isi dari suatu pesan. Semua objek yang diteliti akan dipetakan dalam bentuk tulisan atau simbol tertentu agar dapat diinterpretasi lebih lanjut (Content Analysis: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya, 2022). Begitu pula pada konten yang berjenis audio dan visual akan dituangkan kembali dalam bentuk tulisan. Secara garus besar konten analisis adalah Teknik penelitian yang dugunakan untuk mengetahui isi dari suatu pesan dalam segala bentuk media komunikasi. Objek penelitian pada penelitian ini adalah karakter Myne dalam anime honzuki no gekokujo musim pertama yang ditayangkan mulai 3 Oktober 2019 hingga 26 Desember 2019. Serial animasi ini merupakan sebuah serangkaian novel ringan fantasi Jepang, dibuat oleh Miyazaki dan diilustrasikan oleh Yu Shiina. Serial ini tayang online di situs web novelis Shosetsuka ni Narō dari September 2013 hingga Maret 2017 (Myanimelist, t.t.). Serial ini kemudian diakuisisi oleh TO Books dan telah diterbitkan sebanyak 25 volume sejak Januari 2015. Yang kemudian diadaptasi ke dalam serial animasi pada bulan oktober hingga desember 2019. Subjek penelitian yang peneliti teliti pada penelitian ini adalah kompetensi pustakawan yang Myne miliki dan tunjukan selama satu musim anime honzuki no gekokujo. Untuk melihat kompetensinya peneliti meneliti subjeknya dengan menggunakan standar kompetensi pustkawan SLA (Special Library Associations). Teknik pengumpulan data merupakan salah satu tahapan dalam metode penelitian secara ilmiah. Teknik pengumpulan data merupakan metode ilmiah yang dipergunakan dalam pengumpulan data penelitian yang hendak diteliti (Mudjiono, 2011). Pada penelitian ini peneliti menggunakan beberapa cara dalam pengumpulan data antara lain dokumentasi dengan cara menonton serial anime tersebut dan mengelompokkannya sesuai urutan adegan yang mengandung unsur kompetensi pustakawan dilihat dari kemampuan profesional (hard skill) dan kemampuan personal (soft skill), dan studi Pustaka untuk mendapatkan sumber maupun referensi yang dapat membantu penelitian yang peneliti lakukan.
Result
Kompetensi profesional melibatkan pengetahuan praktisi tentang sumber daya informasi, akses, teknologi dan manajemen, dan kemampuan untuk menggunakan pengetahuan ini sebagai dasar untuk memberikan layanan informasi dengan kualitas terbaik.(Abell dkk., 2003) Kompetensi personal mewakili seperangkat sikap, keterampilan, dan nilai yang memungkinkan praktisi bekerja secara efektif dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi, klien, dan profesinya. Kemampuan ini termasuk menjadi komunikator yang kuat, menunjukkan nilai tambah dari kontribusi seseorang, dan tetap fleksibel dan positif dalam lingkungan yang terus berubah.(Abell dkk., 2003) Sedangkan kompetensi intinya adalah meningkatkan pengetahuan dasar mereka melalui praktik dan pengalaman terbaik, dan terus mempelajari informasi produk, layanan, dan manajemen praktik sepanjang karir mereka, dan percaya pada keunggulan dan etika profesional serta nilai dan prinsip profesional.(Abell dkk., 2003) Satuan isi cerita yang berhubungan dengan kompetensi pustakawan menurut standar kompetensi SLA dalam cerita animasi berjumlah sebanyak 10-unit sekuen pada 10-episode dalam bentuk menit. Yang terdiri dari Menit (15:31-17:35) Episode 3, Menit (07:01-09:34) Episode 4, Menit (13:22-15:32) Episode 5, Menit (09:03-11:31) dan (13:18-13:52) Episode 6, Menit (05:37 07:41) Episode 7, menit (05:50-07:32) Episode 10, Menit (03:22-06:58) Episode 14, serta pada menit (06:22-08:35) dan menit (09:32-11:35) episode 23. Table 1. visual, menit, dialog sekuen 15:31-17:35 Episode 3 Visual Menit Sekuen 15:31-17:35 Teks/Dialog Myne: Paman otto..di bagian ini salah, ah.. disini juga. Otto: kau bisa menghitung dik Myne? Padahal tidak bisa membaca. Myne: aku memang tidak bisa membaca, tapi ibu pernah mengajariku tentang angka. Otto: dik Myne, aku mau minta tolong, bisakah kau membantuku? Myne: baiklah, asal kau memberiku batu Tulis dan mengajariku abjad akan aku bantu. Aku ini gadis yang tidak ingin bekerja tanpa upah. Otto: kau sangat menarik dik Myne, tapi apa kau cuma butuh batu tulis saja? Myne: itu cepat sekali habis Otto: begitu ya, kalauu begitu kita sepakat. Sumber: Sekuen anime Honzuki no Gekokujo Musim Pertama, Tahun 2019 Dalam sekeun adegan pada menit 15:31 sampai pada menit 17:35, Ketika hendak berlatih menulis, dia melihat otto yang sedang menghitung dan kemudian melihat operasi perhitungan yang otto lakukan ada yang salah. Hal ini kemudian membuat Myne bertanya dan memperbaiki kesalahan yang otto buat. Hal ini membuat otto sangat terkesan dan dia pun meminta Myne untuk membantunya sebagai asistennya dan mengupahnya dengan batu tulis. Kemampuan Profesional atau hard skill yang Myne tunjukan dalam sekuen ini antara kemampuan verbalnya dalam berkomunikasi dan melakukan negosiasi Terhadap sebuah kepentingan. Sedangkan kemampuan induvidu atau soft skill yang Myne perlihatkan antara lain ketelitiannya dalam mengerjakan suatu pekerjaan yang di tugaskan kepadanya. Visual Menit Sekuen Teks/Dialog 07:01-09:34 Otto: kalu begitu ayo kita mulai, abjad dasar terdiri dari 35 huruf. Ayo belajar cara menulisnya. (melihat Myne), kau belajarnya benar-benar cepat ya dik Myne. Myne: aku lebih suka yang begini dari pada aktifitas fisik. Selain itu paman otto..kupikir sudah waktunya mengakhiri pelajaran soal abjad. Otto: eh, Sudahan? Myne: lihatlah itu mereka sudah mulai gelisah kan, itu artinya mereka sudah tidak focus. Myne: berikutnya belajar angka.. Pelajaran hari ini cukup sampai dsini saja. Sampai pertemuan selanjutnya hapalkan abjad dan angka yang tadi dipelajari. Jika tidak dihapal kalian tidak akan bisa pulang. Otto: dik Myne.. kalu menggunakan cara selembut itu mereka tidak akan bisa menghafalnya. Myne: tidak selembut itu kok.. kalau mereka tidak hapal mereka tidak bisa pulang. Dan jangan samakan aku dengan mereka. Otto: baiklah Sumber: Sekuen anime Honzuki no Gekokujo Musim Pertama, Tahun 2019 Dalam sekuen menit ke 07:01 sampai pada menit ke 09:34, Myne dipekerjakan oleh otto sebagai asistennya di gerbang. Tugas yang Myne kerjakan adalah membantu otto dalam Akuntansi dan juga administrasi disamping itu juga Myne membantu anak-anak yang ingin menjadi prajurit belajar membaca, menulis, dan berhitung di dalam gerbang. Selain itu juga Myne belajar keseluruhan abjad guna mengasah kemampuannya, hal ini dikarenakan lingkungan kerjanya telah berubah. Sebagai seorang mantan pustakawan di dunia lamanya hal ini menuntutnya untuk dapat segera beradaptasi di lingkungan yang baru. Kemampuan profesional yang Myne tunjukan dalam sekuen adegan ini adalah kemampuannya dalam memberikan edukasi kepada orang lain sehingga dia bisa menjadi seorang educator yang baik untuk anak seusianya. Sedangkan kemampuan individu yang dia tunjukan dalam sekuen ini adalah terus mengasah kemampuannya membaca dan menulis dalam Bahasa dunia barunya dan kemampuannya dalam beradaptasi Terhadap liingkungan Kerja barunya. Table 3. visual, menit, dialog sekuen 13:22-15:32 Episode 5 Visual Menit Sekuen Teks/Dialog 13:22-15:32 Myne: tinta, tinta? Apa perlu aku menangkap gurita atau cumi. Dengan ini aku bisa menulis. Gak bakal! Lagi pula laut dimana. abu? Kalau pakai abu mungkin bisa. Efa: tidak boleh, abu itu dipakai untuk membuat sabun, mencairkan es dan banyak lainnya. Myne: kalau jelaga boleh? Efa: wah kau mau bantu bersihin perapiannya? Myne: jelaga dan airnya ga mau nyatu Lutz: gimana kalu dicoba nulis dulu. Myne: makin kabur ya. Kayaknya ga bisa deh. Lutz: terus kau mau apa lagi. Myne: coba dicampur dengan tanah liat. Sumber: Sekuen anime Honzuki no Gekokujo Musim Pertama, Tahun 2019 Dalam sekuen adegan menit 13:22 sampai pada menit 15:32, Untuk merialisasikan idenya dalam membuat papan bamboo yang berbekalkan peradaban cina kuno. Ketika tidak tau menggunakan apa untuk menulis di papan bamboo tersebut dikarenakan tidak adanya tinta di rumahnya, Myne ingin menggunakan jelaga perapian untuk digunakan sebagai alternatif tinta akan tetap Ketika jelaga tersebut dicampur dengan air membuat tinta jelaga tersebut tidak dapat menyatu dengan sempurna sehingga Myne pun berpikir untuk mencampur jelaga tersebut dengan tanah liat sehingga menjadi crayon atau pensil warna. Kemampuan profesional yang Myne tunjukan dalam sekuen ini adalah kemampuan verbal baik dalam berkomunikasi bahkan sampai bernegosiasi. Sedangkan untuk kemampuan individu yang dia tunjukan adalah pengaplikasian Informasi sehingga membaerikan suatu inovasi baru dalam pembuatan kertas. Table 4. visual, menit, dialog sekuen 09:03-11:31 Episode 6 Visual Menit Sekuen Teks/Dialog 09:03-11:31 Benno: jadi kau ingin menjadi pedagang ya? Myne & Lutz: Ya Benno: oh..jadi kau bisa menjual apa? Maksudku Ketika menjadi pedagang apa yang akan kau jual? Myne: itu pilihan keduaku. Pilihan pertama adalah menjadi pengurus buku atau lebih tepatnya pustakawan Benno & Otto: apa kau bilang? Pustakawan? Benno: itu adalah pekerjaan kaum bangsawan. Jadi kau sudah punya ide? Myne: ya, aku ingin membuat dan menjual kertas yang bukan terbuat dari kulit hewan. Benno: kertas yang bukan terbuat dari kulit hewan? Myne: benar, akan kubuat kertas dari tumbuh-tumbuhan. Benno: jadi bagaimana caramu membuatnya? Myne: rinciannya itu rahasia. Benno: aku ingin melihatnya. Apa kau punya yang sudah jadi? Myne: musim panas tahun depan kami akan membuat purwarupanya jadi silahkan ditentukan bisa tidaknya itu digunakan. Benno: menarik, boleh juga Dalam sekuen menit ke 09:03 sampai pada menit ke 11:31, Myne menunjukan skill komunikasinya Ketika membuat kesepakatan dengan benno. Tujuan utama Myne adalah ingin menjadi seorang pustakawan di dunia tersebut akan tetapi pustakawan merupakan pekerjaan yang hanya dimiliki oleh para bangsawan hal ini dikarenakan buku merupakan eksistensi pengetahuan tertinggi. Myne memutuskan membuat kertas sebagai langkah awal dalam membuat bukunya sendiri. Kertas yang di gunakan di dunia tersebut merupakan kertas yang terbuat dari kulit hewan sehingga dia membuat inovasi baru yaitu membuat kertas dari tanaman. Apabila produk ini jadi tidak hanya akan menguntungkan Myne tetapi juga akan menguntungkan benno sebagai pemilik perusahaan gilberta. Table 5. visual, menit, dialog sekuen 13:18-13:52 Episode 6 Visual Menit Sekuen Teks/Dialog 13:18-13:52 Myne: kita butuh alat penguap, pencetak kertas. Pembuatan kertas ada dua Langkah yaitu pengekstrakan serat dan pencetakan. Pertama memotong pohon, selanjutnya diupakan, lalu di kulitin kemudian setelah memisahkan serat-serat yang berguna. Pukul-pukul itu agar menjadi tipis dan lebam. Dan setelah itu saring campuran serat, air dan pati itu dengan pencetak kertas. Dan kemudian letakkan kertasnya lalu di press agar airnya keluar. Terakhir tinggal dikeringkan dan selesai. Sumber: Sekuen anime Honzuki no Gekokujo Musim Pertama, Tahun 2019 Pada menit ke 13:18 sampai pada menit 13:52. Untuk membuat kertas myne membutuhkan pencetak kertas. Tidak tahu membuatnya bagaimana, myne meminta lutz untuk membuat pencetak kertas tersebut sambal menjelaskan Langkah-langkah dalam pembuatakan kertas yakni pengekstrakan serat bahan pokok kertas (pohon, tumbuhan, dll) sampai dengan pencetakan kertas tersebut. Pengetahuan yang ditunjukan myne membuktikan kompetensi yang dia dapatkan Ketika masih menjadi pustakawan dan sebagai motosu urano. Table 6. visual, menit, dialog sekuen 05:37-07:41 Episode 7 Visual Menit Sekuen Teks/Dialog 05:37-07:41 Benno: Tentu saja, aku tidak melakukan ini secara sukarela. Sebagai gantinya, aku ingin resep membuat cairan pengilau rambut. Bagaimana? Myne: Begitu, ya. Jadi Anda menginginkan sebuah jaminan, ya? Benno: Dari mana kau belajar kata itu? Lutz: Jaminan itu apa? Myne: Sesuatu yang kau tahan saat meminjamkan uang pada orang lain. Kalau uangmu 'gak balik, pasti bakal repot, 'kan? Benno: Tapi, resep tidak bisa dijadikan sebagai jaminan, karena itu aku akan membelinya. Myne: Memang benar itu bukanlah kesepakatan yang buruk. Saat Anda bilang "segala yang dibutuhkan", apa itu hanya peralatan? Atau kami juga boleh meminta bahan-bahan? Benno: Silakan saja. Kudengar kalau Lutz sudah berbicara pada beberapa penebang kayu. Kalian mencari pohon dengan kayu yang lembut, 'kan? Myne: Daripada bonus, aku lebih ingin hak untuk memproduksi kertas. Dan hak eksklusif penjualannya adalah milik Lutz. Bonus yang ditambahkan ke upah tak kan berarti jika kami dikeluarkan, benar? Aku tidak ingin dibuang begitu saja jika kalian telah memiliki produk itu. Benno: Kau lebih ingin keamanan pekerjaan daripada keuntungan jangka pendek, ya? Myne: Benar. Apa ada masalah? Benno: Aku kagum padamu karena telah bertekad melindungi kepentinganmu. Sumber: Sekuen anime Honzuki no Gekokujo Musim Pertama, Tahun 2019 Pada menit ke 05:37 sampai pada menit 07:41, benno akan memberikan modal kepada Myne dalam proses pembuatan kertas dari awal hingga akhir akan tetapi benno membutuhkan suatu jaminan dalam artian give and take. Apabila Myne memang hanya seorang anak kecil yang tidak tau apa-apa dia pasti sudah di eksploitasi oleh benno, tetapi berkat skill yang Myne latih sejak masih menjadi pustakawan dan luasnya pengetahuan yang dia miliki membuat benno tidak bisa mengganggapnya sebagai anak kecil biasa saja. Agar kertas yang nantinya Myne buat tidak di monopoli oleh gilberta dia ingin hak ekslusive (hak cipta) ada padanya dan hak ekslusive dalam penjualan kertas diberikan kepada lutz. Hal ini dikarenakan saat ini hanya Myne sendiri yang memiliki cara membuat kertas dan hal tersebut dia lakukan agar nanti tidak dibuang oleh perusahaan benno. Kemampuan profesional atau hard skill yang Myne tunjukan dalam potongan sekuen episode 7 adalah kemampuan Myne dalam berkomunikasi verbal menyuarakan pendepat demi kesejahteraan pekerjaan dan kemampuan dalam bernegosiasi Terhadap suatu kontrak pekerjaan. Sedangkan kemampuan personal atau individu (soft skill) Myne dalam sekuen ini adalah kemampuan dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapi di dunia pekerjaan agar tidak terjadi eksploitasi atau monopoli Terhadap hasil dan pekerjaan yang mereka lakukan. Table 7. visual, menit, dialog sekuen 05:50-07:32 Episode 10 Visual Menit Sekuen Teks/Dialog 05:50-07:32 Benno: Ngomong-ngomong, kami dapat masalah dalam pembuatan sampo sederhana serbaguna. Myne: Ada apa? Benno: Sudah kusuruh para pekerja membuatnya, tapi meski sudah mengikuti petunjukmu, tetap tidak bisa hasilkan yang sama. Apa kau tahu kenapa? Myne: Tapi yah, itu hanya harus menghancurkan buah dan mengekstrasi minyaknya. Benno: Jika tetap begini, aku tidak bisa menjualnya, Itu akan melanggar kontrak sihir. Myne: Jika kontrak sihir dilanggar, apa yang akan terjadi? Benno: Hal yang terburuk itu bisa mengancam nyawamu. Myne: Kau tidak beritahu aku soal itu, tahu! Ah, aku tahu. Pekerja: Apa yang salah? Myne: Kain yang digunakan untuk memeras. Benno: Kainnya? Myne: Yang digunakan di sini kainnya halus dan pori-porinya kecil. Yang ada di rumah kami itu kain murahan yang pori-porinya besar. Dengan menggunakan itu, maka serat buah dan bijinya akan ikut dengan minyak. Itu sangat penting untuk menghilangkan kotoran di rambut. Pekerja: Begitu, ya. Harus pakai kain yang kasar. Myne: Jika memilih bahannya dengan teliti, maka kau bisa membuatnya berkualitas tinggi. Sumber: Sekuen anime Honzuki no Gekokujo Musim Pertama, Tahun 2019 Pada menit ke 05:50 sampai pada menit 07:32. Myne memecahkan masalah yang datang dari pembuatan shampoo yang gilberta buat sesuai dengan resep Myne. Tetapi hasil yang di dapat sangad jauh dari yang diinginkan sehingga Ketika Myne lihat proses pembuatannya memang ada hal yang terlewat sehingga hasilnya gagal. Tidak hanya itu Myne juga mengembangkan produk tersebut sehingga menjadi produk yang berguna bagi masyarakat. Pemecehan masalah merupakan salah satu kompetensi yang harus pustakawan miliki, tidak hanya itu ketelitian dalam mengerjakan suatu hal sangat dibutuhkan di bidang perpustakaan. Hal itulah membuat Myne sangat kritis dalam melakukan suatu pekerjaannya. Kemampuan profesional ataupun hardskill Myne dalam sekuen ini adalah memanfaatkan sumber infromasi terkait pembuatan shampoo serta infromasi untuk pengembangan dan produksinya, kemampuan mengaplikasikan Informasi yang di dapat dan membuat infromasi baru yang kemudian di distribusikan kepada yang membutuhkan Informasi tersebut. Sedangkan kemampuan personal ataupun soft skill yang diperlihatkan dalam sekuen ini adalah kemampuan dalam memechkan suatu masalah yang dihadapi baik masalah dalam diri sendiri ataupun masalah yang dihadapi oleh organisasi di tempatnya bekerja. Visual Menit Sekuen Teks/Dialog 03:22-06:58 Myne: He, Ayah. Kau tahu apa yang pernah terjadi di ibukota? Terjadi gejolak politik, dan posisi bangsawan telah berubah drastis. Kau pernah dengar soal itu? Gunther: Itu tidak ada hubungannya, 'kan? Myne: Ada. Karena jumlah bangsawan berkurang, maka begitu pula dengan mana di gereja. Maka dari itu mereka sangat menginginkanku. Gunther: Aku pernah mendengarnya saat bekerja. Tidak salah lagi jika bangsawan meninggalkan kota. Myne: Jadi yang dibilang Om Benno itu benar. Kalau begitu, mungkin akan berjalan lancar. Om Benno bilang aku ini beruntung. Jika berhasil negosiasi dengan mereka, aku mungkin akan diperlakukan seperti bangsawan. Benno: Mulai saat ini, yang menentukan bisa tidaknya bergabung ke gereja meski terdaftar di Guil Pedagang, hanyalah kau. Kalau begitu, katakan saja kau ingin mempekerjakan yatim piatu di studiomu, untuk tingkatkan kualitas hidup mereka, atau semacamnya. Lakukanlah basa-basi yang bisa hasilkan yang kaubutuhkan! Lalu, pertegas betapa lemahnya kau dan cobalah bernegosiasi untuk mendapat perilaku yang baik. Myne: Itulah yang dia bilang. Gunther: Jadi ada kesempatan untuk negosiasi, ya. Myne: Sepertinya begitu. Karena itu, Om Benno bilang "berjuang demi kehidupanmu" padaku. Gunther: "Berjuang demi kehidupan," ya? Bergantung dari cara pikirmu, itu bisa menjadi harapan. Kurasa itulah maksudnya. Myne: Yang bisa kuberikan adalah uang dan mana. Selain itu, akan kupertegas lemahnya tubuhku, agar mereka memerlakukanku seperti bangsawan. Aku harus bisa mendapat izin menjalankan studioku. Selain itu, aku juga ingin bisa pulang pergi dari rumah. Jika mendapat tiga izin itu, maka bisa dibilang itu kemenangan kita. Sumber: Sekuen anime Honzuki no Gekokujo Musim Pertama, Tahun 2019 Pada menit ke 03:22 sampai pada menit 06:58) episode 14. Myne dan keluarganya berdiskusi terkait hal yang akan terjadi pada Myne Ketika menjadi pendeta magang di gereja. Agar tidak dieksploitasi oleh bangsawan. Myne mengajukan 3 syarat yang harus bangswan terima. Myne menggunakan semua pengetahuannya baik dari kemampuan dalam menyelsaikan suatu masalah dibawah tekanan yang gereja berikan. Dalam pembuatan suatu kesepakatan kedua belah pihak harus saling diuntungkan agar tidak terjadi perpecahan dan eksploitasi untuk salah satu pihak. Table 9. visual, menit, dialog sekuen (06:22-08:35) Episode 23 Visual Menit Sekuen Teks/Dialog 06:22-08:35 Myne: Aku akan merapikan perpustakaan! Ferdinand: Semua dokumen di perpustakaan disusun menurut tanggal diperoleh, mustahil bagimu melakukannya. Myne: kalau begitu, akan kulakukan dengan caraku sendiri Myne: itu benar! Dengan kesempatan ini, akan kususun semuanya dengan caraku! Lalu menjadi perpustakaan untukku sendiri! Aku memang jenius! Myne: tetapi kalau tanpa sistem apa pun, dan hanya menyusun bukunya agar terlihat rapi, memangnya itu tak masalah buatku? Oh iya ini namanya klasifikasi desimal jepang. Akan kugunakan itu sebagai referensi menyusun buku berdasarkan kategori. Myne: baiklah langsung saja, akan kuberi tahu klasigikasi pertama dari sistem KDJ! Tunjukan! 0. Umum 1. Filsafat 2. Sejarah 3. Ilmu sosial 4. Ilmu alam 5. Teknologi 6. Keuangan 7. Seni 8. Bahasa 9. Literatur Myne: umum yang terbaik! Aku suka ilmu alam! Pertama, semua buku yang berserakan akan kupilih berdasarkan 10 kategori itu. Lalu akan kuletakan di rak-rak yang sesuai, dan selesailah langkah pertama. Selanjutnya, memperhatikan lebih detail isinya untuk menjadikan subkategori termasuk hal yang penting, namun kalau subkategorinya tidak sesuai dengan dunia ini berarti tidak bisa digunakan… kalau begitu berarti aku harus ciptakan sistem klasifikadi yang baru! Rasanya aku sudah seperti pustakawan betulan! Myne: serahkan perpustakaan padaku! Gunther: aku agak cemas karena suasana hatimu mendadak jadi baik, tetapi boleh saja, kuserahkan padamu untuk membereskannya. Myne: baik! Ferdinand: ini daftar buku yang kusumbangkan ke perpustakaan, pergunakanlah jika perlu. Agar myne tidak dapat pergi ke festival persembahan pendeta agung menyuruh salah satu pendeta berjubah biru untuk memberikan myne masalah, pendeta berjubah biru tersebut membuat perpustakaan tersebut berantakan dengan cara menjatuhkan seluruh buku dari rak display sehingga buku-buku tersebut berceceran di lantai. Myne melapoorkan hal tersebut ke kepala pendeta dan dia meminta untuk meyerahkan urusan perpustakaan tersebut kepada dirinya. Untuk merapikan semua buku-buku berceran di lantai tersebut myne menggunakan aturan KDJ (Klasifikasi Desimal Jepang) sebuah aturan DDC (Dewey Decimal Classification) versi jepang. Table 10. visual, menit, dialog sekuen (09:32-11:35) Episode 23 Visual Menit Sekuen Teks/Dialog 09:32-11:35 Myne: pertama, pisahkan yang berantakan ke kelompok kertas dan kayu. Setelah itu, susunlah di rak yang sesuai berdasarkan isinya. Gunther: Itu tidak ada hubungannya, 'kan? Myne: itu masuk kategori ilmu sosial jadi susunlah di tempat berlabel 3. Fran: baik. Myne: baiklah, sekarang yang ini… Delia: permisi, myne sama, bisa tidak membacanya selesai beres-beres saja? Myne: ah, maaf aku jadi keasyikan Myne: gil.. buku itu tempatnya bukan disitu akan tetapi di rak atasnya. Gil: oh, maaf Myne: sudah kutetapkan buku yang akan ditaruh di sana. Buku yang ada di daftarnya imam agung tentang dunia lain ini… ada buku- buku tentang sihir! Kira-kira buku tentang sihir itu isinya bagaimana ya? Aku ingin cepat membacanya! Buku tehtang sihir yang mana, ya? Myne: lalu beres-beresnya tetap berjalan. Fran: dengan ini berarti sudah selesai? Delia: ternyata tak memakan banyak waktu ya Fran: ada apa myne sama? Myne; buku-buku sihirnya imam agung semuanya tidak ada. Ferdinand: apa sudah selesai beres beresnya? Myne: kepala pendeta..aku tidak melihat buku-buku yang seharusnya di sini. Ferdinand: semuanya ada di ruanganku jari tidak masalah. Myne: eh jadi begitu ya? Ferdinand: ya, selain itu aku terkejut kamu bisa tahu kalau tidak semua buku di perpustakaan. Myne: aku mengklasifikannya semua berdasarkan kategori, tetapi bagian yang kupersiapkan ternyata kosong Sumber: Sekuen anime Honzuki no Gekokujo Musim Pertama, Tahun 2020 Myne memanggil semua pembantunya yang diberikan oleh gereja kepadanya untuk membantunya melakukan penyusunan ulang buku-buku koleksi yang di cecerkan oleh pendeta berjubah biru yang di tugaskan oleh pendeta agung yang membenci myne. Myne menugaskan para pembantunya untuk menata mengumpulkan semua buku tersebut di lantai kemudian dia mengorganisasikan buku-buku tersebut sehingga nantinya para pembantunya hanya tinggal meletakan dan merapikan buku-buku tersebut ke dalam rak yang telah myne berikan tanda sesuai dengan aturan KDJ (Klasifikasi Desimal Jepang) atau DDC versi jepang. Kemampuan yang direpresentasikan dalam potongan sekuen seperti kemampuan profesional adalah kemampuan untuk mengelola infromasi yang di dapat, kemampuan untuk memanfaatkan infromasi tersebut untuk diri sendiri, dan kemampuan dalam berkomunikasi hingga bernegosiasi dengan atau dalam organisasi ataupun tempat Kerja. Sedangkan kemampuan personal atau soft skill yang direpresentasikan dalam sekuen episode ini adalah kemampuan dalam memecahkan masalah atau problem sholving baik untuk diri sendiri maupun untuk kepentingan organisasi. Dari penjelasan yang peniliti berikan diatas. Dengan menggabungkan ide-ide yang peneliti tampung selama penelitian berlangsung, peneliti memberikan kesimpulan bahwa unsur-unsur yang termasuk ke dalam standar kompetensi berdasarkan standar Kompetensi Pustakawan SLA (Special Library Association) yang terdiri dari pengelolaan organisasi Informasi, mengelola sumber daya Informasi, mengelola layanan Informasi dan penerapan alat dan teknologi Informasi yang termasuk ke dalam kemampuan profesional (Hard Skill). dan Kemampuan dalam pengambilan keputusan, ketelitian, pemecahan masalah, kemampuan komunikasi pada kemampuan personal (Soft Skill). direpresentasikan dengan baik oleh Myne dalam anime Honzuki no Gekokujo musim pertama. B. ASPEK PERILAKU Karakter utama, Myne, memiliki semangat dan keinginan yang besar untuk membaca dan belajar. Ini mencerminkan kecintaan dan semangat yang sering ditemui pada pustakawan, yang ingin terus meningkatkan pengetahuan mereka sendiri dan berbagi pengetahuan dengan orang lain. Dalam beberapa episode yang ditampilkan dikarenakan buku merupakan eksistensi pengetahuan yang tidak semua orang bisa gunakan dan mafaatkan membuatnya haus akan pengetahuan terkhusus pengetahuan-pengetahuan umum baru yang tidak dia ketahui. Myne menunjukkan keterampilan literasi yang tinggi dan kecerdikan dalam membuat buku serta mengatur perpustakaan kecilnya. Ini mencerminkan pentingnya pustakawan untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang literasi dan kemampuan mereka dalam menciptakan lingkungan perpustakaan yang menarik dan inspiratif. Dalam beberapa episode di dalam anime tersebut di tampilkan kemampuan Myne dalam berkomunikasi hal itu digunakan untuk menambah serta mengasah tingkat literasinya yang mana hal ini juga kemudian berefek kepada ke kreatifannya dalam memanfaatkan sumber Informasi yang dia ketahui sehingga kemudian memodifikasi Informasi tersebut agar sesuai dengan Informasi di dunia baru tersebut. Myne menunjukan ketelitiannya dalam melakukan seuatu pekerjaan. Teliti merupakan salah satu hal yang pustakawan wajib miliki hal ini dikarenakan job desk dari pustakawan sendiri sangat banyak yang mana juga melibatkan banyak sekali koleksi. Agar koleksi satu dengan yang lainnya tidak tertukar atau berisi infromasi palsu pustakawan dituntut untuk teliti dalam pekerjaannya. Dalam beberapa episode yang ditampilkan Myne dalam anime terlihat Myne sangat teliti dalam mengerjakan sesuatu hal ini agar apa yang dikerjakannya tidak berantakan ataupun gagal, ketelitian yang ditunjukan oleh Myne di perlihatkan Ketika dia menjadi asisten otto sebagai akuntan di gerbang hal. Pekerjaan akuntan ini juga membutuhkan ketelitian dalam melakukan job desk yang dikerjakan sama dengan pustakawan harus teliti dalam melakukan pekerjaan atau job desk yang dikerjakan. Dalam ceritanya Myne selalu melakukan negosisasi terhadapa suatu pekerjaan yang hendak dan akan dia lakukan. Dalam beberapa sekuen dalam anime karakter Myne selalu melakukan negosiasi sebelum membuat kontrak pekerjaan. Pertama kalinya Myne melakukan negosiasi adalah Ketika dia diminta oleh otto untuk menjadi asistennya dalam pekerjaan akuntan. Negosiasi yang Myne lakukan tidak hanya ada di satu atau dua episode dalam cerita atau anime yang peneliti teliti, negosiasi tersebut dia lakukan hingga episode terakhir musim pertama serial anime honzuki no gekokujo. Seorang pustakawan tidak hanya pandai dalam melakukan pekerjaannya sesuai dengan jobdesk yang ditugaskan tetapi harus pandai dalam melakukan segala hal diluar job desknya sebagai seorang pustakawan. Dalam beberapa adegan dalam anime honzuki no gekokujo Myne dapat berperan sengan sangat baik sebagai educator. Hal ini dapat dilihat berdasarkan Ketika dia menjelaskan sebuah pengetahuan yang orang yang hidup dan tinggal di sana dengan baik dan terstruktur. Tidak hanya itu saja Myne juga sering sekali mengajari mereka metode dalam mengolah sesuatu atau memproduksi sesuatu kepada seseorang layaknya sebagai educator yang baik dan berpengalaman. Myne sering melakukan barter infromasi, dalam sebuah episode diperlihatkan Myne melakukan barter infromasi dengan benno, dan juga frieda. Infromasi yang Myne minta merupakan infromasi umu yang Myne tidak ketahui dan kemudian dia barter dengan beberapa infromasi yang tentunya menguntungkan baik untuk benno maupun dengan frieda. Infromasi merupakan objek yang besar hubungannya dengan profesi pustakawan, hal ini dikarenakan pustakawan merupakan profesi yang mengelola, memanfaatkan, hingga mendistribusikan Informasi bagi mereka yang membutuhkan. Biasanya target infromasi pustakawan adalah para pemustaka atau orang awam yang membutuhkan infromasi. C. ASPEK PENAMPILAN Sosok Myne dalam cerita ini merupakan seorang yang berwawasan luas dan terus mencari pengetahuan-pengetahuan baru yang ada di dunia tersebut. Sehingga dia menjadi seorang yang haus akan ilmu pengetahuan. Myne seorang pekerja keras dan memiliki sifat ulet dan konsisten dalam mengerjakan sesuatu sehingga dia menuntut dirinya sendiri untuk mencari sebuah kesempurnaan ketika melakukan suatu hal. Seorang pustakawan haruslah memiliki sifat ulet, teliti, dan juga konsisten, selain pustakawan bertugas untuk memelihara dan melestarikan bahan pustaka, pustakawan juga bertugas sebagai pusat informasi yang membantu pemustaka yang hendak mencari informasi.
Conclusion
Representasi kompetensi SLA pada anime honzuki no gekokujo terdapat 8 episode dan 10 urutan sekuen yang memuat kompetensi SLA yaitu pengelolaan organisasi informasi, mengelola sumber daya informasi, mengelola layanan informasi dan penerapan alat dan teknologi informasi yang termasuk ke dalam kemampuan profesional (hard skill). dan kemampuan dalam pengambilan keputusan, ketelitian, pemecahan masalah, kemampuan komunikasi pada kemampuan personal (soft skill). Aspek perilaku yang direpresentasikan oleh sosok myne sebagai pustakawan memiliki kenginan dalam belajar hal-hal yang baru, kemampuan literasi dan kreativitas dalam memberikan inovasi-inovasi baru, memiliki kemampuan dalam manajemen koleksi, dan dapat berekolaborasi dengan orang lain, serta memiliki kemampuan dalam pelayanan informasi bagi yang membutuhkan. Sosok Myne juga direpresentasikan dengan caranya berpakaian secara sederhana namun memiliki wawasan luas dan keingintahuan yang tinggi untuk terus mencari pengetahuan pengetahuan baru yang ada di dunia. Sehingga dia menjadi seorang yang haus akan ilmu pengetahuan. Myne seorang pekerja keras dan memiliki sifat ulet dan konsisten dalam mengerjakan sesuatu sehingga menjadikannya seorang yang perfeksionis.