Kembali
16
1
2025 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 5 · 2 ISSN 2797-2275

Penerapan Aplikasi Inlislite dalam Meningkatkan Layanan Perpustakaan di Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang penerapan aplikasi INLISLite dalam meningkatkan layanan perpustakaan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas dan efisiensi INLISLite, mengidentifikasi tantangan dalam penerapannya, serta melihat kontribusinya terhadap kepuasan pengguna. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa INLISLite meningkatkan efektivitas layanan perpustakaan, seperti percepatan proses peminjaman dan kemudahan akses data koleksi. Namun, masih ditemukan kendala teknis dan keterbatasan kompetensi pengguna. Kendati demikian, aplikasi ini mampu mendukung peningkatan kualitas layanan dan transformasi digital perpustakaan.

Abstract

This research discusses the implementation of the INLISLite application in improving library services at Universitas Muhammadiyah Makassar. The study aims to analyze the effectiveness and efficiency of INLISLite, identify challenges in its implementation, and examine its contribution to user satisfaction. This qualitative study employed a sociological approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings show that INLISLite has significantly enhanced the effectiveness of library services, including faster book lending processes and better access to collection data. However, challenges remain, such as technical constraints and limited user competence. Nonetheless, the application supports service quality improvement and digital transformation.
Keywords: INLISLite · library services · user satisfaction · digital transformation

Introduction

Perpustakaan merupakan bagian penting dalam menunjang kegiatan akademik dan pembelajaran di perguruan tinggi. Seiring berkembangnya teknologi informasi, perpustakaan dituntut untuk memberikan pelayanan yang lebih efektif, cepat, dan berbasis digital. Salah satu bentuk implementasi dari digitalisasi perpustakaan adalah penggunaan sistem otomasi seperti INLISLite. INLISLite adalah aplikasi otomasi perpustakaan yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk mendukung pengelolaan koleksi, peminjaman, pengembalian, serta penyediaan katalog digital. Universitas Muhammadiyah Makassar telah mengimplementasikan aplikasi ini guna meningkatkan kualitas layanan dan mempercepat akses informasi oleh mahasiswa dan dosen. Namun, dalam penerapannya ditemukan beberapa tantangan, antara lain keterbatasan pelatihan pengguna, hambatan teknis, serta kurang optimalnya infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penerapan aplikasi INLISLite, kendala yang dihadapi, dan kontribusi aplikasi ini terhadap kepuasan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui efektivitas dan efisiensi penggunaan INLISLite; (2) mengidentifikasi kendala teknis dan non-teknis dalam implementasi aplikasi; serta (3) mengevaluasi dampak penerapan aplikasi terhadap kualitas layanan dan kepuasan pengguna perpustakaan.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian adalah di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar. Peneliti menggunakan pendekatan sosiologis untuk memahami interaksi sosial yang terjadi dalam implementasi aplikasi INLISLite. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pustakawan dan pengguna perpustakaan, serta observasi langsung terhadap penggunaan aplikasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi dan laporan sistem perpustakaan. Teknik analisis datadilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode.

Result & Discussion

1. Efektivitas dan Efisiensi INLISLite dalam Layanan Perpustakaan Penerapan INLISLite di Universitas Muhammadiyah Makassar telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam efektivitas dan efisiensi layanan. Proses peminjaman, pengembalian, pencarian koleksi, hingga pengelolaan data buku menjadi lebih cepat dan terstruktur. Hal ini diakui oleh pustakawan, yang menyatakan bahwa dengan sistem ini, layanan menjadi lebih ringan dan hemat waktu karena semua data tersimpan dalam satu sistem, termasuk riwayat peminjaman, denda, dan status buku. Penggunaan OPAC (Online Public Access Catalog) memungkinkan mahasiswa mengecek ketersediaan buku tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Sebagaimana diungkapkan oleh Hera Suhaera, mahasiswa bisa mengecek buku secara daring, yang sebelumnya harus dilakukan dengan manual dan sering terjadi kesalahan pencatatan. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh (Lestari, 2019) yang menemukan bahwa INLISLite meningkatkan efisiensi layanan sirkulasi dan katalogisasi serta mempermudah akses informasi koleksi secara mandiri oleh pengguna. 2. Hambatan dan Tantangan dalam Penerapan INLISLite Meskipun membawa banyak manfaat, penerapan INLISLite masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah gangguan teknis seperti pemadaman listrik, ketergantungan terhadap jaringan internet, serta aplikasi yang masih menggunakan versi lama (v.2), yang belum mendukung fitur-fitur lanjutan secara optimal. Ibu Nursinah, kepala perpustakaan, menyebutkan bahwa ketika sistem mengalami maintenance, seluruh proses layanan bisa terhambat karena aplikasi tidak dapat digunakan (Nuraeni, 2025). Kendala lainnya adalah keterbatasan dalam pelatihan pustakawan. Beberapa pustakawan masih kesulitan memahami fitur lanjutan, dan hanya mengandalkan pamflet panduan dasar. Hal ini menjadi penghambat dalam optimalisasi penggunaan sistem. Dalam konteks literatur, penelitian oleh (Hidayah, 2017) menegaskan bahwa optimalisasi sistem perpustakaan digital hanya bisa dicapai jika didukung oleh pelatihan dan pemahaman teknis dari pustakawan. Selain itu, keamanan sistem menjadi perhatian penting. Beberapa informan menyebut bahwa tidak adanya sistem keamanan berlapis seperti otentikasi ganda membuat data rawan manipulasi atau gangguan sistem. 3. Kontribusi INLISLite terhadap Kepuasan Pengguna INLISLite memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dibanding sistem sebelumnya (Simpums dan SLiMS). Hal ini ditandai dengan meningkatnya kecepatan pencarian buku, peminjaman, serta akses informasi yang lebih mudah dan mandiri. Mahasiswa seperti M. Putra Mauluddin menyatakan sangat terbantu dengan sistem ini karena pencarian informasi jadi lebih cepat dan efisien. Kepuasan pengguna juga dipengaruhi oleh ketersediaan koleksi digital yang bisa diakses dengan cepat dan sistem pencarian berbasis keyword yang akurat. Sistem ini mendukung pencarian referensi akademik seperti jurnal dan artikel ilmiah melalui satu pintu. Penelitian (Permatasari, 2020) mendukung temuan ini dengan menyatakan bahwa INLISLite tidak hanya meningkatkan akurasi statistik perpustakaan, tetapi juga mempermudah pelaporan tahunan dan pemantauan kebutuhan pemustaka. Namun demikian, beberapa mahasiswa menyampaikan bahwa keterbatasan koleksi fisik dan tidak tersedianya fitur sinopsis buku di katalog menjadi hambatan minor dalam pencarian referensi. Ini menandakan bahwa selain sistem informasi, kualitas isi koleksi juga menjadi faktor penting dalam kepuasan pengguna. 4. Analisis Kritis dan Keterkaitan dengan Teori Berdasarkan teori Service Quality dari (Parasuraman et al., 1988), kualitas layanan ditentukan oleh dimensi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Dalam konteks ini, INLISLite telah memenuhi beberapa aspek tersebut, terutama dalam hal keandalan (sistem lebih cepat dan akurat), daya tanggap (akses OPAC 24 jam), dan bukti fisik (sistem komputerisasi terpadu). Secara institusional, keberadaan INLISLite memperkuat transformasi digital universitas. Sistem ini juga mendukung arah kebijakan nasional dalam mendigitalisasi perpustakaan pendidikan tinggi sebagaimana diarahkan oleh Perpustakaan Nasional RI dan Kemendikbud RI. 5. Kesimpulan dari Pembahasan a. Efektivitas dan efisiensi penerapan INLISLite sangat tinggi, terbukti dari proses layanan yang lebih cepat dan minim kesalahan. b. Kendala yang dihadapi mencakup gangguan teknis, keterbatasan pelatihan SDM, dan versi sistem yang belum diperbarui. c. Kontribusi terhadap kepuasan pengguna sangat nyata, baik dari segi kecepatan, kemudahan akses, maupun peningkatan pengalaman pengguna. Oleh karena itu, INLISLite layak untuk terus dikembangkan dan diperluas jangkauan fungsinya sebagai tulang punggung layanan perpustakaan berbasis digital

Conclusion

Penerapan aplikasi INLISLite di Universitas Muhammadiyah Makassar terbukti mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan perpustakaan. Aplikasi ini mempermudah pengelolaan koleksi, mempercepat proses sirkulasi, dan meningkatkan akses informasi bagi pengguna. Kendala seperti keterbatasan pelatihan, infrastruktur, dan hambatan teknis dapat diatasi melalui pelatihan rutin dan pengembangan infrastruktur teknologi. Disarankan kepada pihak universitas untuk terus memperbarui sistem, meningkatkan kompetensi teknis pustakawan, dan melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi aplikasi agar manfaatnya dapat terus dirasakan secara optimal.