Kembali
16
1
2023 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 3 · 1 ISSN 2797-2275

Metode dan Teknik Supervisi Pendidikan di Mal UINSU

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Abstrak

: Jurnal ini mengulas tentang Metode dan Teknik Supervisi Pendidikan di MAL UINSU. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dan teknikyang dilakukan oleh Kepala Sekolah sebagai supervisor yang diimplementasikan dalam supervisi pendidikan di MAL UINSU Medan. Metode dan teknik supervise pendidikan adalah cara dan alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhir dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Adapun instrument penelitiannya adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sumber data dari hasil penelitian ini adalah hasil wawancara Kepala Sekolah MAL UINSU yaitu Dr. Zunaidar Sinaga M.Pd. hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa metode atau pendekatan yang dilakukan kepala sekolah selaku supervisor pendidikan disesuaikan berdasarkan karakteristik kinerja yang dimilki masing-masing guru demi mencapai tujuan pendidikan yang direncanakan. Metode yang digunakan adalah tindakan langsung, cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat langsung.

Abstract

This journal reviews the Methods and Techniques of Educational Supervision at the UINSU MAL. This study aims to determine the methods and techniques carried out by the Principal as a supervisor which are implemented in educational supervision at MAL UINSU Medan. Methods and techniques of educational supervision are the methods and tools used by supervisors to achieve the goals of the supervision itself which in the end can make teaching improvements according to the situation and conditions. The research instruments are observation, interviews and documentation studies. The source of the data from the results of this study was the results of interviews with the Principal of the MAL UINSU School, namely Dr. Zunaidar Sinaga M.Pd. the results of the research conducted show that the method or approach used by the principal as an educational supervisor is adjusted based on the performance characteristics of each teacher in order to achieve the planned educational goals. The method used is direct action, a way of approaching problems that are direct.
Keywords: Metode · Teknik · Supervise pendidikan

Introduction

Dalam dunia pendidikan salah satu yang tidak bisa dilupakan adalah supervisi. Supervisi sangat dipentingkan keberadaannya untuk memantau atau mengawasi setiap kegiatan dan kinerja yang dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan keefektifan dan efesiensinya dalam melakukan atau melaksanakan tugas yang bersangkutan di lembaga tersebut. Awal pertama supervisi hanya digunakan dalam lingkungan sekolah yaitu oleh kepala sekolah terhadap bawahannya seperti guru dan staf di sekolah, seiring berjalanannya waktu dan berkembang pesatnya dunia pendidikan dengan beberapa permasalahan yang muncul, sehingga supervisi pendidikan meluas tidak hanya didunia pendidikan saja tetapi berhubungan dengan dunia pemerintahan yang menaungi pendidian. Misalnya kemendikbud atau kemenag dengan menjadikan sesorang sebagai supervisor dalam hal mengawasi kinerja dan segala bentuk kegiatan yang ada dalam proses belajar mengajar di sekolah, terutama mengawasi tugas kepala sekolah. Peningkatan kualitas pendidikan tidak lepas dari peran guru sebagai pendidik yang secara sengaja mengantarkan anak didiknya menuju kedewasaan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, supervisi pendidikan harus diterapkan di semua lingkup sekolah dengan pelaksanaannya dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor. Kepala sekolah dapat menumbuhkan semangat kerja yang baik bagi guru. Tujuan supervisi adalah program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran dan usaha perbaikan belajar dan mengajar tersebut ditujukan kepada pencapaian tujuan akhir dari pendidikan, yaitu pembentukan kepribadian para tenaga pengajar secara maksimal. Proses interaksi dan hubungan antara guru dengan murid merupakan proses pendidikan. Agar dapat menjalin hubungan yang baik, guru perlu mengenal murid dengan baik terutama dalam kegiatan belajar mengajar di suatu sistem di mana guru dan murid aktif terlibat di dalamnya. Kegiatan mengajar bagi para guru selalu dihadapkan pada tantangan dan masalah yang mengitari mereka. Untuk mengatasi masalah dan menghadapi berbagai tantangan dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru, maka mereka memerlukan bantuan dari seseorang yang ahli di bidang pengajaran. Orang tersebut adalah seorang supervisor, seperti pengawas sekolah, kepala sekolah, dan rekan guru di sekolah yang mampu melaksanakan tugas sebagai supervisor. Seorang supervisor dapat menggunakan berbagai teknik supervisi pengajaran dalam upaya mengatasi masalah dan tantangan yang dihadapi guru.(Abbas, 2018.) Teknik supervisi yang digunakan oleh supervisor tidak didasarkan pada jenis model dan teknik tertentu, tetapi didasarkan pada masalah-masalah utama yang dihadapi oleh guru dalam mengajar yang harus diperbaiki. Teknik supervisi yang digunakan oleh supervisor tergantung pada masalah dan tantangan apa yang dihadapi dalam kegiatan mengajar. Seperti masalah yang berkaitan dengan menyusun dokumen pengajaran, yaitu mengelaborasi standar isi menjadi silabus yang sering dikenal dengan penyusunan silabus atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), menyusun rencana pembelajaran, menyusun evaluasi hasil belajar menggunakan tes yang standar, menyusun kontrak belajar, dan dokumen pengajaran lainnya yang diperlukan oleh guru untuk melaksanakan kegiatan pengajaran . Dalam pengawasan akademik, pengawas menggunakan teknik-teknik khusus untuk membantu guru mengatasi kesulitan dalam menjalankan aktivitas mengajar seperti penyampaian materi pengajaran, penentuan materi ajar, penggunaan model dan strategi serta metode mengajar, penggunaan alat peraga dan media pendidikan, penggunaan sumber belajar, komunikasi pembelajaran, penggunaan alat praktikum di laboratorium dan aktivitas lain yang terkait dengan implementasi pengajaran. Agar dapat membantu guru mengatasi kesulitan dalam menyusun dokumen pembelajaran dan saat implementasi pembelajaran, pengawas memerlukan teknik pengawasan yang sesuai dan efektif dalam menyelesaikan masalah.(Maimunah, 2020.)

Method

Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian kualitatif, proses dan makna lebih ditekankan dengan menggunakan landasan teori sebagai pedoman untuk memfokuskan penelitian berdasarkan fakta di lapangan. Prosedur analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan salah satu teknik analisis data kualitatif. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini kami para peneliti, kami para peneliti menjadikan Madrasah Aliyah Laboratorium (MAL) UINSU Medan sebagai objek penelitian mengenai “Metode dan Teknik Supervisi Pendidikan Di Mal Uinsu". Informan penelitian ini adalah Kepala Madrasah tersebut yaitu Dr. Zunaidar Sinaga M.Pd.

Result & Discussion

Hasil dari wawancara dan observasi yang telah kami lakukan di MAL UINSU menunjukkan bahwa metode atau pendekatan yang dilakukan kepala sekolah selaku supervisor pendidikan disesuaikan berdasarkan karakteristik kinerja yang dimilki masing-masing guru demi mencapai tujuan pendidikan yang direncanakan. Metode yang digunakan adalah tindakan langsung, cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat langsung. Pendekatan secara langsung tersebut misalnya memberikan arahan langsung, sudah tentu pengaruh perilaku supervisor sebagai pemimpin sekolah lebih dominan itu akan di contoh oleh guru - guru. Dan juga ada pendekatan tidak langsung tadi contoh nya misalnya saat sering mendengar kesah, lesuh dan keluhan dari guru dan saya hanya mendengar kan dulu dan baru mencari solusi atas permasalahan tsb, dan terkadang mendengar nya itu tidak langsung misalnya menggunakan chat sosmed, handphone, email dll. Lalu dapat diketahui bahwa cara yang dilakukan agar proses pelaksanaan supervisi pendidikan di madrasah tersebut dapat dilakukan dengan baik. Menurut pendapat narasumber “suatu aktifitas atau kerjaan kita terlebih dahulu membuat perencanaan sesuatu perbuatan jika tidak melakukan perencanaan terlebih dahulu bisa sih bisa tercapai tapi tidak dengan hasil yang maksimal atau tidak sesuai expetasi kita, jadi cara agar saya melangsungkan pelaksanaan supervisi saya membuat perencanaan terlebih dahulu saya mematangkan rencana yang saya buat atau bisa di bilang menyusun program rancangan pelaksanaan supervisi yang tidak lain tujuan untuk membantu guru dalam meningkatkan keprofesionalannya. Kemudian melakukan pengadaan pelaksanaan program supervisi pendidikan, dan melakukan pengontrolan atau pengawasan dan yang terakhir melakukan evaluasi". Menurut pendapat narasumber yang didapat melalui hasil wawancara mengenai teknik supervisi pendidikan yang dilakukan di madrasarah tersebut adalah melalui dua cara yaitu secara individu dan kelompok. Secara individu dilakukan melalui kunjungan kelas pada saat guru megajar atau bisa kita sebut dengan observasi, percakapan pribadi dan penilaian. Teknik kelompok misalnya seperti pertemuan orientasi guru baru, rapat guru, lokarya, seminar, symposium, panitia penyelenggara serta sharing experience. Alasan narasumber memilih metode dan teknik supervisi pendidikan tersebut dikarenakan ini yang sangat mudah digunakan atau cara yang laternatif dalam menautkannya dengan program supervisi pendidikan, dengan metode tadi ini bisa memberi pengaruh yabg signifikan cepat mencapai tujuan dari pelaksaan supervisi pendidikan. Untuk selanjutnya langkah yang dilakukan narasumber sebagai kepala madrasah agar para guru dan staf disekolah tersebut dapat meningkatkan kompetensi mereka dapat dilakukan dengan : 1). Menyarankan para guru-guru melanjutkan studinya ketingkat yang lebih tinggi, 2). Mengikuti kegiatan pelatihan guru seperti KKG, Mgmp dll. 3).Mengikuti workshop 4).Mengikuti seminar - seminar lokal maupun nasional, dan 5).Mengadakan gerakan guru membaca (G2M).Untuk melihat tingkat keprofesionalan para guru-guru tersebut kepala madarasah melakukannya dengan cara bagaimana guru tersebut menyampaikan materi pembelajaran nya dengan bagus dan menggunakan mimik wajah yang semangat serta senang / gembira dan kedua yaitu bagaimana cara dia menyusun bahan ajar dan ketiga yaitu guru tersebut memiliki kompetensi yang meliputi psikomotorik (kepintaran), sikap atau memiliki akhlakul karimah yang baik serta sosial yang tinggi, dan pastinya dia mengikuti ujian / pelatihan untuk mendapatkan sertifikat guru nya begitu dan terakhir guru itu wajib dituntun karena diera 4.0 ini guru terampil dalam menggunakan sosial media dan media pembelajaran. Jika guru misalnya tidak di katakan professional maka guru tersebut melakukan pembinaan dengan mengikuti kegiatan- kegiatan yang bernuansa pendidikan cuma itu saja sih metode pelatihan guru tsb. Dalam setiap program pengawasan yang dilakukan kepala madrasah terhadap bawahannya pasti ada tantangan. Adapun tantangan yang dihadapi yaitu 1).Masih ada guru yang enggan atau belum siap untuk di supervisi, 2).Kesibukan kepala sekolah dan guru sehingga guru berhalangan hadir diwaktu pelaksanaan supervisi dan ada pula yang berhalangan hadir karena sakit, izin dan mengikuti pelatihan, dan 3).Pemahaman guru tentang supervisi pendidikan, 4).Dan masih ada guru yang kurang termotivasi dalam teknik mengajar. Upaya yang dapat saya lakukan dalam memecahkan problem ini saya melangsungkan pertemuan tatap langsung ke pada semua guru untuk merunding kembali pelaksanaan supervisi ini dan bagaimana saya bisa menyampaikan metode dan teknik saya jika mendapatkan tantangan seperti itu makanya mencari cara alternatif untuk menerapkan metode dan teknik yang telah saya susun agar pelaksanaan supervisi ini berjalan dengan baik.

Conclusion

Supervisi pendidikan adalah bantuan yang diberikan kepada personel pendidikan untuk mengembangkan proses pendidikan yang lebih baik. Personel pedidikan dimaksud meliputi; kepala sekolah, guru, dan petugas sekolah lainnya termasuk staf administrasi. Dalam menjalankan tugasnya personel sekolah sering menghadapi masalah-masalah pendidikan, oleh karena itu pengawas sekolah perlu melakukan bimbingan dan pengarahan dalam bidang administratif maupun akademik khususnya perbaikan pada aspek pengelolaan pengajaran yang dilakukan guru. Tujuan supervisi pendidikan adalah adalah memberikan layanan dan bantuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Fungsi dari supervisi pendidikan adalah untuk memotivasi idealisme para guru dan mengupayakan fasilitas begitu juga sebagai media pembelajaran yang akomodatif agar proses pembelajaran berjalan lancar dan sempurna. Untuk metode supervisi pendidikan ada dua yaitu langsung dan tidak langsung (1) Metode Langsung (direct method). Bila seorang supervisor menghadapi orang-orang yang disupervisi tanpa perantara atau media, maka dikatakan bahwasanya dia mengunakan metode langsung, baik dilakukan secara individu maupun kelompok. Misalnya konsultasi pribadi/kelompok, pertemuan guru bidang studi dan sebagainya; (2) Metode tak langsung (indirect method). Bila seorang supervisor menghadapi orang-orang yang disupervisi menggunakan alat/benda perantara dalam melaksanakan supervisi, maka hal tersebut dengan metode supervisi tidak langsung. Dari hasil penelitian MAL UINSU menerapkan metode langsung (direct method) Teknik yang dilakukan dalam supervisi pendidikan dilakukan secara individu dan kelompok. Secara individu dilakukan melalui kunjungan kelas pada saat guru megajar atau bisa kita sebut dengan observasi, percakapan pribadi dan penilaian. Teknik kelompok misalnya seperti pertemuan orientasi guru baru, rapat guru, lokarya, seminar, symposium, panitia penyelenggara serta sharing experience. Adapun tantangan yang dihadapi yaitu 1).Masih ada guru yang enggan atau belum siap untuk di supervisi, 2).Kesibukan kepala sekolah dan guru sehingga guru berhalangan hadir diwaktu pelaksanaan supervisi dan ada pula yang berhalangan hadir karena sakit, izin dan mengikuti pelatihan, dan 3).Pemahaman guru tentang supervisi pendidikan, 4).Dan masih ada guru yang kurang termotivasi dalam teknik mengajar.