Kembali
16
1
2023 Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan dan Informasi Vol 2 · 1 ISSN 2829-0690

STRATEGI PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Universitas Islam Makassar

Abstrak

Penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan perpustakaan nasional Republik Indonesia. Standar koleksi merupakan salah satu dari enam standar yang telah ditetapkan oleh perpustakaan nasional. Perpustakaan perguruan tinggi perlu menerapkan strategi pengembangan koleksi untuk menjaga mutu dan memenuhi standar koleksi. Metode penulisan penelitian pustaka (Library Research), yang dimana seluruh aktivitas penelitian yang berkenaan dengan pembahasan dengan tekhnik mengumpulkan literatur atau bahan Pustaka yang berkaitan Hasil tulisan ini yakni Proses kegiatan pengembangan koleksi perpustakaan meliputi analisis kebutuhan informasi pemustaka, seleksi bahan pustaka, dan pengadaan bahan pustaka. Strategi pengembangan koleksi perpustakaan perguruan tinggi yakni menjalin komunikasi yang baik antara pustakawan dengan pimpinan atau stakeholder, menetapkan skala prioritas pengadaan koleksi sesuai kebutuhan, dan kemas ulang informasi.
Keywords: Pengembangan koleksi perpustakaan

Introduction

Perguruan tinggi merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institusi atau universitas. Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu perguruan tinggi perlu memperoleh fasilitas penunjang yang baik, salah satunya adalah perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi perlu memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan perpustakaan nasional. Standar perpustakaan yang harus dipenuhi antara lain standar koleksi, standar sarana dan prasarana, standar pelayanan, standar tenaga perpustakaan, standar penyelenggaraan dan standar pengelolaan perpustakaan. Pengembangan koleksi menjadi penting karena untuk memenuhi standar koleksi perpustakaan. Berdasarkan Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, pasal 24 ayat 2 Perpustakaan perguruan tinggi memiliki koleksi baik jumlah judul dan jumlah eksempalrnya yang mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berkaitan dengan jumlah koleksi perpustakaan perguruan tinggi diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2014 tentang pelaksanaan UU no 43 tahun 2007 pada pasal 13 (3) jumlah koleksi pada perguruan tinggi paling sedikit 2.500 (dua ribu lima ratus) judul. Standar koleksi tersebut sebagai “pengawas” untuk tercapainya fungsi perpustakaan perguruan tinggi yakni sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Berdasarkan data Perpustakaan Nasional yang termuat dalam Paparan Kepala Perpustakaan Nasional RI pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI, 2 Desember 2022, jumlah Perpustakaan Perguruan tinggi sebanyak 2.057. Penyelenggaraan Perpustakaan perguruan tinggi tersebut diharapkan dilaksanakan sesuai dengan standar. Pemenuhan standar pengelolaan perpustakaan akan berbeda-beda karena berkaitan dengan anggaran. Pada perpustakaan perguruan tinggi maju misalkan Universitas Indonesia (UI), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Ahmad Dahlan, dengan kemampuan anggaran yang dimiliki tentu tidak mengalami kendala berarti dalam pemenuhan standar koleksi. Berbeda dengan perpustakaan perguruan tinggi swasta yang memilki kemampuan anggaran yang terbatas, tentu harus memiliki strategi pengembagan koleksi untuk memenuhi standar koleksi yang telah ditetapkan. KAJIAN PUSTAKA A. Pengembangan Koleksi Pengembangan koleksi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk menjaga agar koleksi perpustakaan tetap mutakhir dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Menurut Reitz (2004), Pengembangan koleksi adalah rangakaian proses perencanaan dan pembangunan koleksi berdasarkan asas manfaat dan keseimbangan bahan pustaka dalam satu periode kerja. Reitz membagi proses pengembangan koleksi menjadi perumusan kriteria koleksi, perencanaan untuk berbagai sumber daya, dan penggantian barang yang hilang atau rusak. Definisi lain dari pengembangan koleksi adalah menurut Gabriel (1995), yaitu sebuah proses sistematis membangun koleksi perpustakaan untuk melayani kegiatan belajar mengajar, penelitian, rekreasi dan kebutuhan lain dari pengguna perpustakaan. Proses ini meliputi analisis kebutuhan pemustaka, seleksi bahan pustaka dan pengadaan bahan pustaka Tujuan pengembangan koleksi perpustakaan perguruan tinggi menurut Sutarno HS (2006), 1) Menambah jumlah koleksi, 2) meningkatkan jenis bahan bacaan, dan 3) meningkatkan mutu sesuai dengan kebutuhan masyarakat pemakai B. Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan merupakan bagian integral dari kegiatan tridarma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Fungsi perpustakaan sebagaimana disebutkan dalam peraturan kepala perpustakaan nasional tentang standar nasional perpustakaan perguruan tinggi tahun 2017 yakni: 1. Fungsi pendidikan Perpustakaan sebagai sumber belajar sivitas akademika, oleh karena itu koleksi harus mendukung pencapaian pembelajaran. 2. Fungsi penelitian Salah satu fungsi dari Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah mendukung pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika melalui penyediaan informasi dan sumber-sumber informasi untuk keperluan penelitian Dosen dan mahasiswa. Diharapkan melalui fungsi penelitian, karya-karya penelitian yang dilakukan oleh civitas akademik akan semakin berkembang. 3. Fungsi Informasi Perpustakaan perguruan tinggi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Terkadang memang tidak semua informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka dapat dipenuhi, Untuk itu dibutuhkan peran pustakawan yang bisa memberikan arahan kemana sebaiknya mencari informasi yang dibutuhkan. Misalnya dengan menggunakan layanan rujukan dan media Internet. 4. Fungsi rekreasi Perpustakaan perguruan tinggi juga berfungsi sebagai tempat rekreasi. Rekreasi merupakan aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang secara sengaja sebagai kesenangan atau untuk kepuasan, umumnya dalam waktu senggang. Diharapkan perpustakaan perguruan tinggi menjadi tempat yang menyenangkan. 5. Fungsi Pelestarian Tujuan utama dari fungsi pelestarian bahan perpustakaan di semua perpustakaan di Indonesia adalah untuk melestarikan bentuk fisik bahan perpustakaan dengan mempertahankan bentuk aslinya Tujuan perpustakaan perguruan tinggi meliputi: 1. Menyediakan bahan perpustakaan dan akses informasi bagi pemustaka untuk kepentingan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; 2. Mengembangkan, mengolah, dan mendayagunakan koleksi; 3. Meningkatkan literasi informasi pemustaka; 4. Mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi; 5. Melestarikan bahan perpustakaan, baik isi maupun medianya.

Method

Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian pustaka (Library Research), yang dimana seluruh aktivitas penelitian yang berkenaan dengan pembahasan dengan tekhnik mengumpulkan literatur atau bahan Pustaka yang berkaitan. Peneltian Pustaka juga merupakan suatu proses aktivitas yang ilmiah yang dimaskudkan untuk mendapatkan solusi dari masalah yang ditemukan. Kemudian kegunaan dari jenis penelitian ini adalah untuk menemukan pemahaman dan pengetahuan dari beberapa permasalahan yang ditemukan serta mampu memeberikan jalan keluar untuk menyelesaikan suatu problem. Dalam penulisan ini yang menggunakan penelitian pustaka sebagai objek dalam penelitian dengan cara membaca dan menganalisisnya, kemudian dalam penulisan ini, penulis juga mengunakan pendekatan peneliatian kualitatif yaitu suatu penelitian yang tersusun secara sistematis yang diterapkan dalam mengkaji atau menelaah pada objek yang mempunyai latar belakang alamiah tanpa melakukan pemalsuan data didalamnya. Metode penelitian kualitatif ini biasa juga dikatakan sebagai metode yang natural dan alamiah, sehingga banyak peneliti yang menggunkan jenis penelitian ini dalam menyelesaikan suatu pennasalahan yang ada.

Discussion

A. Proses Pengembangan Koleksi Pengembangan perpustakaan perguruan tinggi dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: 1. Analisis kebutuhan informasi pemustaka Dalam melakukan analisis kebutuhan pemustaka, perlu diidentifikasi kebutuhan informasi sesuai kategori pemustaka. Kategori pemustaka perpustakaan perguruan tinggi yaitu Dosen, Tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Langah selanjutnya yaitu mengidentifikasi subyek informasi yang diinginkan oleh Dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.Subyek yang diingikan akan berkaitan dengan program studi dan fakultas di perguruan tinggi. Jenis koleksi yang diinginkan diantarannya koleksi tercetak, koleksi elektronik dan koleksi digital. Hasil identifikasi kebutuhan informasi pemustaka kemudian dikumpulkan untuk diolah dan dianalisis 2. Seleksi bahan pustaka Proses seleksi bahan pustaka setelah dilakukan analisis kebutuhan informasi pemustaka. Hasil analisis kebutuhan informasi pemustaka kemudian diseleksi dengan menggunakan alat seleksi meliputi: a. Kurikulum atau Satuan acara perkuliahan (SAP) b. Usulan pemustaka, melalui sebaran questioner offline maupun online c. Bibliografi nasional Indonesia d. Katalog penerbit 3. Pengadaan bahan pustaka Pengadaan bahan pustaka di perpustakaan perguruan tinggi dapat dilakukan dengan cara: a. Pembelian Perpustakaan melakukan pembelian bahan pustaka. Pembelian bahan pustaka dilakukan di penerbit buku, toko buku offline maupun online, melalui perorangan. b. Hadiah atau hibah Hadiah atau hibah adalah pemberian (dengan sukarela) yang mengalihkan hak atas sesuatu kepada orang lain. Hadiah atau hibah buku di perpustakaan perguruan tinggi yakni alumni, dosen dan tega kependidikan dan bantuan dari perpustakaan nasional c. Tukar menukar Menjalin kerja sama dengan instansi lain, dalam kerja sama tersebut termuat point tentang tukar menukar bahan pustaka B. Strategi Pengembangan Koleksi perpustakaan perguruan tinggi Koleksi yang baik adalah koleksi yang melalui proses dan tahapan pengadaan yang panjang, berikut strategi pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi: 1. Menjalin komunikasi yang baik dengan pimpinan atau stakeholder Keberadaan Perpustakaan sebagai unit pelaksana tugas di perguruan tinggi menggambarkan tentang tugas dan wewenang perpustakaan tersebut. Pelaksanaan dan penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi sangat bergantung akan perhatian pimpinan perguruan tinggi. Perpustakaan harus menjalankan tugas dan fungsi nya dengan baik sehingga citra perpustakaan menjadi bagus di mata pemustaka dan tentunya pimpinan perguruan tinggi. Kinerja bagus yang ditunjukan oleh perpustakaan akan memberikan kepercayaan dan perhatian pempinan. Komunikasi terbaik dengan pimpinan adalah dengan menunjukan kinerja terbaik. 2. Menentukan skala prioritas pengadaan bahan pustaka Dalam pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka tentu diperhatikan kemampuan anggaran yang dimiliki oleh perpustakaan. Ketika perpustakaan tidak memiliki anggaran yang cukup untuk pembelian semua buku yang dibutuhkan oleh pemustaka, maka harus dilakukan skala prioritas. Bahan pustaka yang belum bisa dibeli kemudian dibuatkan desiderata yakni menyusun bahan pustaka yang belum diadakan untuk kemudian diadakan pada gelombang selanjutnya. 3. Menjalin kerja sama dan berkolaborasi Pengembangan koleksi bisa dilakukan dengan menjalin kerja sama dan berkolaborasi. Kerjasama bisa dilakukan antar perpustakaan perguruan tinggi lainnya atau antar perpustakaan diluar perguruan tinggi asalkan saling menguntungkan. Contoh kerja sama yakni kerjasama pengadaan koleksi, kerjasama pertukaran dan redistribusi. 4. Kemas ulang informasi Kegiatan kemas ulang informasi merupakan salah satu kegiatan yang menganalis suatu informasi yang nantinya akan disajikan ke dalam bentuk yang lebih cocok dan mudah dimengerti oleh masyarakat. Pustakawan dapat memanfaatkan dan mendayagunakan secara maksimal teknologi informasi yang ada untuk mengemas informasi, misalnya penggunaan internet. Jika demikian, maka kemas ulang informasi dapat diartikan sebagai kegiatan download informasi tertentu (misalnya: artikel) yang dibutuhkan melalui internet (misalnya: bentuk PDF, HTML, DOC, TXT, PS) dengan bantuan mesin pencari (search engine) lalu dikumpulkan dan dikemas lagi ke dalam media berbentuk lain (misalnya: CD) untuk disajikan kepada pengguna. Saat ini dengan berkembangnya teknologi informasi di bidang perpustakaan dokumentasi dan informasi, bentuk kemasan informasi dapat dilakukan dengan lebih bervariasi. Tidak melulu secara tercetak saja namun juga dapat dikemas secara digital. Misalnya: CD edukatif, CD teknologi tepat guna, buku elektronik (e-book), majalah elektronik (e-journal), maupun kliping elektronik (e-klip).

Conclusion

Pengembangan koleksi perpustakaan merupakan kegiatan rutin dan berkesinambungan demi memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Proses kegiatan pengembangan koleksi perpustakaan meliputi analisis kebutuhan informasi pemustaka, seleksi bahan pustaka, dan pengadaan bahan pustaka. Strategi pengembangan koleksi perpustakaan perguruan tinggi yakni menjalin komunikasi yang baik antara pustakawan dengan pimpinan atau stakeholder, menetapkan skala prioritas pengadaan koleksi sesuai kebutuhan, dan kemas ulang informasi.