Kesesuaian Pemilihan Kata Kunci Penulis pada Publikasi Sustainable Development Goals
Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada
Abstrak
Pemilihan kata kunci yang sesuai dalam abstrak suatu karya ilmiah sangat penting karena dapat mencerminkan isi dari karya tersebut. Kata kunci memainkan peran penting dalam sistem dokumentasi koleksi informasi dan, membantu dalam proses penemuan ulang informasi yang telah dikumpulkan. Oleh karena itu, sangat krusial untuk mencantumkan kata kunci yang sesuai dalam abstrak karya ilmiah. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara kata kunci dalam publikasi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang tercatat di Scopus selama periode 2018-2023 dengan query SDG. Dari total 146 judul publikasi, 55 di antaranya berkaitan dengan SDGs. Namun, 7 dari 55 publikasi SDGs tersebut tidak memiliki kata kunci, sehingga hanya 48 judul publikasi yang dianalisis. Kata kunci dari 48 publikasi tersebut kemudian ditabulasi dan dianalisis, lalu dibandingkan dengan query SDG Scopus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak penulis menggunakan konsep/istilah kata kunci yang bervariasi meskipun topik artikelnya sama. Sebanyak 85,4% kata kunci yang dibuat oleh penulis sesuai dengan query SDG Scopus, sementara 14,6% lainnya tidak sesuai.
Abstract
The selection of appropriate keywords in the abstract of a scientific work is essential because it can reflect the content of the work. Keywords play an essential role in the documentation system of information collection and help in the process of rediscovering the information that has been collected. Therefore, it is very crucial to include appropriate keywords in the abstract of scientific papers. This study aims to evaluate the suitability between the keywords in the Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada's publications registered in Scopus from 2018-2023 with query SDG. From 146 publication titles, 55 are related to SDGs. However, 7 of the 55 SDGs publications did not have keywords, so only 48 titles were analysed. The keywords of the 48 publications were tabulated and analyzed, then compared with the SDG query Scopus. The results showed that many authors used different keyword concepts/terms despite the same article topic. 85.4% of the keywords created by the authors were by the SDG Scopus query, while the other 14.6% were not.
Keywords:
Author keywords
· SDGs
· Quality education
· SDGs publication
Introduction
Kata kunci adalah kata atau frasa yang berfungsi sebagai perwakilan dari suatu informasi. Selain itu, satu kata kunci juga mampu mendeskripsikan informasi dengan detail. Sesuai dengan definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring, kata kunci diartikan sebagai kata atau frasa yang merepresentasikan konsep atau ide yang telah disampaikan atau yang menjadi ciri khas suatu era atau kelompok. Kata kunci memiliki peran krusial sebagai elemen utama dalam menarik minat pembaca dan memperluas jangkauan suatu teks dalam konteks teks dan optimasi mesin pencari. Kata kunci bisa diartikan sebagai kata atau frasa yang merepresentasikan esensi dari suatu teks atau artikel. Kata kunci juga berfungsi sebagai penghubung antara konten yang dibuat dengan pencarian yang dilakukan oleh pengguna internet. Keuntungan dari penggunaan kata kunci pada sebuah teks adalah memberikan petunjuk dan informasi tentang topik yang dibahas, serta meningkatkan peluang teks tersebut untuk ditemukan oleh pembaca. Kata kunci dalam era digital, berperan penting dalam pencarian dan penyebaran informasi. Kata kunci memudahkan kita dalam menemukan data dan fakta secara cepat dan akurat melalui internet. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring adalah sumber yang berharga, menyajikan definisi yang akurat dan dapat dipercaya untuk jutaan kata dalam bahasa Indonesia. KBBI daring membantu dalam memahami makna, penggunaan, dan ejaan yang benar dari kata-kata, yang sangat berguna dalam konteks akademis dan sehari-hari. Dengan KBBI daring, komunikasi menjadi lebih efektif dan efisien, terutama dalam penulisan dan penyampaian informasi. Kata kunci adalah kata atau frasa yang mewakili konsep atau ide yang telah disebutkan atau yang menandai suatu era atau kelompok. Dalam konteks teks dan optimasi mesin pencari, kata kunci berfungsi sebagai elemen penting dalam menarik perhatian pembaca dan memperluas jangkauan teks. Penelitian ini penting dilakukan untuk meningkatkan reputasi Universitas Gadjah Mada (UGM) di kancah global, khususnya dalam pemeringkatan perguruan tinggi oleh Times Higher Education (THE) Impact Ranking. Melalui penelitian ini juga diharapkan bisa mendorong peningkatan jumlah dan dampak publikasi di UGM yang berwawasan SDGs (Sustainable Development Goals)/TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Seperti diketahui, THE Impact Ranking merupakan lembaga pemeringkatan yang mengukur kontribusi universitas-universitas di dunia berdasarkan 17 tujuan SDGs sebagai target untuk dicapai tahun 2030. Ketujuh belas tujuan SDGs tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. Sumber: https://www.sdg2030indonesia.org/ Gambar 1. Tujuh Belas Tujuan SDGs Sustainable Development Goals Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pencapaian target SDGs yang diintegrasikan ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kehadiran perguruan tinggi sebagai pusat pengetahuan (center of excellence) membantu pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi hingga pelaporan rencana aksi TPB/SDGs di Indonesia. Wujud nyata peran perguruan tinggi dilaksanakan dengan pembentukkan SDGs Center yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk salah satunya di UGM. UGM memiliki komitmen menjadi perguruan tinggi yang memproduksi pengetahuan, mewujudkan pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang unggul dan inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa. Implementasi SDGs di UGM di bidang pendidikan dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), dimana mahasiswa dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang isu-isu SDGs. Beberapa perguruan tinggi bahkan telah membuat kebijakan tentang pedoman penggunaan kata kunci SDGs pada penelitian dan dalam penulisan publikasi ilmiah. Penelitian dan publikasi ilmiah yang berhubungan dengan 17 tujuan pada SDGs merupakan salah satu bentuk kontribusi peneliti dan perguruan tinggi dalam upaya mewujudkan ke-17 tujuan SDGs. Setiap tujuan memiliki serangkaian kata kunci yang terkait dengan target dan indikator yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kata kunci untuk masing-masing 17 tujuan SDGs tersebut digunakan untuk memetakan tema/topik publikasi institusi/lembaga pada basis data Scopus. Penelitian-penelitian yang terkait dengan kajian kata kunci, dengan berbagai metode telah digunakan dalam penelitian terdahulu, diantaranya adalah dengan metode analisis statistik penggunaan kata, peninjauan sintaksis dan tata bahasa, serta penyesuaian dengan karakteristik yang relevan dengan terminologi domain. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Arini dkk. (2019) menciptakan modul web sederhana yang dapat menggunakan frekuensi kata untuk menghasilkan kata kunci secara otomatis. Kata kunci yang dihasilkan dapat digunakan dalam artikel dan dapat dibandingkan dengan kata kunci lain dalam artikel tersebut hasilnya hampir sama. Rahayu dan Sensusiyati (2020) melakukan penelitian tentang kata kunci yang digunakan dalam artikel yang diterbitkan di Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia dari tahun 2017 hingga 2019. Dari total 46 artikel yang dipublikasikan, terdapat 165 kata kunci. Kata kunci yang terdiri dari dua kata adalah yang paling banyak, yaitu 82 kata kunci (49,69%). Namun, hanya ada 5 kata kunci (3,05% dari total) yang terdiri dari lebih dari empat kata. Selain itu, ada kata kunci yang bukan dalam bahasa Indonesia, kata kunci dalam format singkatan, kombinasi antara singkatan dan kata, dan kata kunci dengan nama kota, kabupaten, atau provinsi. Filariasis adalah subjek yang paling banyak diteliti. Hu dkk. (2018); (Choi dkk., 2011) telah melakukan penelitian mengenai analisis kata kunci yang berfokus pada bidang tertentu dan hasil indeks Google. Penelitian ini merupakan bagian dari studi bibliometrik, di mana kata kunci yang diberikan oleh publikasi biasanya tidak hanya berguna untuk pencarian kembali, tetapi juga untuk menggambarkan dan membangun struktur pengetahuan dalam bidang penelitian. Dalam proses menemukan kata kunci, berbagai teknik telah digunakan, termasuk analisis statistik penggunaan kata, sintaksis, tata bahasa, atau karakteristik yang sesuai dengan terminologi domain. Oleh karena itu, Hu dan timnya menawarkan pendekatan baru dalam analisis kata kunci, yang tidak hanya berdasarkan metode-metode tersebut, tetapi juga melibatkan pendekatan semantik. Dalam studi mereka, Hu dkk. (2017) juga merujuk ke penelitian Wang dkk. (2012) yang menggunakan sinonim dalam analisis co-word dengan tesaurus sebagai alat analisis, serta Feng dkk. (2017) melalui konsep pemetaan ontologis. Metode ini berbasis pengetahuan, di mana akurasi identifikasi sinonim dijamin, tetapi detail pada istilah baru atau yang jarang disebut (biasanya tercantum dalam artikel jurnal) dinilai masih kurang. Oleh karena itu, metode berbasis komputasi melalui rekaman historis akan lebih mudah diidentifikasi. Grant (2010) berpendapat bahwa kata kunci yang sesuai dan konsisten dapat digunakan untuk meningkatkan representasi konten artikel dan pencarian literatur. Setelah penulis berusaha keras membuat teks artikel, sangat wajar jika mereka mengharapkan artikelnya dibaca secara luas. Dalam konteks akademis, kata kunci berfungsi untuk mewakili isi artikel dan memainkan peran penting dalam proses pencarian kembali informasi. Di satu sisi, Chen (2014) telah menemukan adanya pola dalam perilaku dan pemikiran analis pemberi tag dan ahli saat menetapkan kata kunci. Akan tetapi, dalam penelitian yang dilakukan oleh Bratt (2018), terdapat beberapa permasalahan dalam analisis kata kunci yang ditampilkan dalam visualisasi pendidikan, seperti isu relevansi, ketidaklengkapan taksonomi, penggunaan kamus yang tidak standar, serta representasi bidang ilmu yang beragam dan kurang memadai. Sebagai solusi, Bratt menyarankan penggunaan strategi pencarian, koleksi digital alternatif, dan visualisasi informasi dengan menggunakan alat yang interaktif. Bekhuis (2015), dalam penelitiannya menekankan pentingnya memilih kata kunci dari Medical Subject Headings (MeSH) saat menulis artikel di bidang kesehatan, dengan tujuan untuk meningkatkan visibilitas dalam basis data. Pada umumnya, penggunaan kata kunci yang tepat dapat memperbesar peluang artikel ditemukan, meningkatkan visibilitas jurnal, dan jumlah sitiran. Akan tetapi, seringkali kata kunci dalam teks abstrak pada beberapa jurnal dan laporan penelitian tidak mencerminkan isi dokumen yang relevan. Sharma dan Mediratta (2002) telah meneliti masalah ini pada Indian Journal of Pharmacology terkait relevansi kata kunci yang digunakan. Kata kunci dianggap relevan jika muncul dalam teks abstrak atau judul artikel. Dalam penelitian mereka, terdapat 9 artikel lengkap yang seharusnya mencakup kata kunci dan abstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 9 artikel tersebut memiliki kata kunci yang sebagian besar muncul di dalam teks abstrak atau judul. Kata kunci dalam 5 artikel ini, jika digunakan sebagai kunci pencarian artikel terkait dalam basis data kesehatan MEDLINE, akan memudahkan penelusur dalam mendapatkan informasi yang diinginkan. Luis-Millian dan timnya (2018) telah melakukan penelitian untuk mengevaluasi frekuensi dan dinamika kata kunci penulis dalam Ilmu Olahraga (Sport Sciences Category/SSC) yang terdaftar di Web of Science selama 2001–2006. Selama periode tersebut, kata kunci ‘rehabilitation’ dan ‘exercise’ muncul secara konsisten, mencakup 1,5 dari total kata kunci. Selain itu, ada penambahan 21.662 kata kunci baru selama periode yang sama, yang mencakup 42,31% dari total kata kunci yang dipublikasikan. Sementara itu, Eungi (2017) melakukan penelitian dengan tujuan mengidentifikasi area penelitian yang beragam dalam Perpustakaan dan Ilmu Informasi (Library Information Science-LIS) melalui analisis kesamaan dan perbedaan antara jurnal LIS dalam hal karakteristik kata kunci. Penelitian ini dilakukan selama 2004-2016, dengan kata kunci dari 6 jurnal internasional diambil dari basis data Scopus dan kata kunci dari 4 jurnal Korea diambil dari basis data RISS. Karakteristik kata kunci ditentukan dengan memeriksa kata kunci yang paling sering digunakan dalam konteks jurnal internasional dan jurnal Korea. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) analisis frekuensi kata kunci menentukan tema penelitian utama dan kata kunci yang mencerminkan karakteristik unik Korea; b) secara umum, kata kunci yang digunakan dalam jurnal Korea mencerminkan perpustakaan sebagai topik utama, sementara kata kunci dalam jurnal internasional mencerminkan bibliometrik dan penelusuran informasi sebagai subjek penelitian utama; c) tema umum dari setiap set data jelas terlihat dalam kata kunci spesifik yang sering digunakan, dan d) beberapa kata kunci mencakup nama negara atau wilayah tertentu karena lingkup penggunaannya. Implikasi penting dari penelitian ini adalah bahwa kata kunci yang paling sering digunakan dapat mewakili subjek Library Information Science dengan cukup baik. Kata kunci artikel dapat beragam karena mencerminkan apa yang dianggap penulis sebagai kata yang paling penting dan relevan dengan karya ilmiahnya. Penulis juga dapat menjelaskan topik penelitian mana dalam suatu bidang yang populer atau kurang populer. Kajian tentang analisis kata kunci telah banyak dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan sumber data dan metode yang berbeda-beda. Sri Arini dkk. (2019) menciptakan modul web sederhana yang dapat menggunakan frekuensi kata untuk menghasilkan kata kunci secara otomatis. Rahayu dan Sensusiyati (2020) mengindentifikasi frekuensi kata kunci, kata kunci yang bukan dalam bahasa Indonesia, kata kunci dalam format singkatan, kombinasi antara singkatan dan kata, dan kata kunci dengan nama kota, kabupaten, atau propinsi. Hu dkk. (2018); (Choi dkk., 2011) melakukan penelitian mengenai analisis kata kunci yang berfokus pada bidang tertentu dan hasil indeks Google. Wang dkk. (2012) menggunakan sinonim dalam analisis co-word dengan tesaurus sebagai alat analisisnya, sedangkan Feng dkk. (2017) malakukan analisis melalui konsep pemetaan ontologis. Bekhuis (2015) menekankan pentingnya memilih kata kunci dari Medical Subject Headings (MeSH) saat menulis artikel di bidang kesehatan. Sharma dan Mediratta (2002) meneliti relevansi kata kunci yang digunakan. Kata kunci dianggap relevan jika muncul dalam teks abstrak atau judul artikel. Sementara itu Luis-Millian dkk. (2018), melakukan penelitian untuk mengevaluasi frekuensi dan dinamika kata kunci penulis dalam Ilmu Olahraga. Dan Eungi (2017) melakukan analisis kesamaan dan perbedaan antara jurnal LIS dalam hal karakteristik kata kunci. Kajian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sri Arini dkk. (2019); Rahayu & Sensusiyati (2020); Hu dkk. (2018); (Choi dkk., 2011); Wang dkk. (2012)[ Bekhuis (2015); Sharma dan Mediratta (2002); Luis-Millian dkk. (2018), dan Eungi (2017). Perbedaannya terletak pada sumber data dan metode analisis yang digunakan. Kajian ini menggunakan sumber data publikasi SDGs Fakultas Psikologi UGM di Scopus tahun 2018-2023, dan dianalisis dibandingkan dengan Query SDG Scopus. Metode yang digunakan pada kajian ini sama dengan kajian yang dilakukan oleh Suhendani dkk. (2013) tetapi berbeda sumber datanya. Suhendani dkk. menggunakan sumber data prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Reaktor dengan sampel seluruh artikel yang terdapat pada prosiding yang diterbitkan oleh PRSG tahun 2009, 2010 dan 2011, dianalisis dengan membandingkan kata kunci yang dibuat seorang penulis dengan yang terdapat pada thesaurus INIS. Ramadhani dan Nugraheni (2024), melakukan pemetaan publikasi SDGs dengan tujuan untuk mengetahui tren publikasi, mengetahui tren istilah pada judul, dan mengetahui tren istilah yang digunakan dalam abstrak artikel tentang SDGs dengan menggunakan analisis bibliometrik. Berkaca dari penelitian sebelumnya, tujuan dari kajian yang dilakukan oleh penulis adalah untuk mengetahui kesesuaian antara kata kunci yang dibuat oleh seorang penulis pada publikasi SDGs di Scopus dibandingkan dengan query SDG Scopus. Kajian yang dilakukan oleh penulis ini berawal dari identifikasi publikasi SDGs UGM yang dilakukan oleh penulis pada Februari 2024. Penulis menemukan beberapa judul publikasi yang topik utamanya membahas tentang kesejahteraan subjektif (subjective well-being), sesuai topiknya publikasi ini seharusnya dapat masuk dalam tema SDGs 3 (Good health and well-being/Kehidupan sehat dan sejahtera), dan artikel lain yang topik utamanya membahas tentang studi pelacakan jejak lulusan (tracer study) seharusnya masuk tema SDGs 4 (Quality education/Pendidikan berkualitas), tetapi kedua artikel tersebut tidak mendapat klaim sebagai publikasi berwawasan SDGs. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana penulis menemukan kata kunci yang cocok/sesuai dengan query SDG Scopus. Selain itu, penentuan kata kunci yang sesuai akan memfasilitasi penyebaran hasil penelitian kepada peneliti lain, mempercepat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memudahkan proses dokumentasi dan pencarian kembali informasi.
Method
Kajian ini menggunakan metode analisis isi kata kunci suatu dokumen. Dokumen yang dianalisis diperoleh dari publikasi Fakultas Psikologi UGM di Scopus tahun2018-2023 yang diunduh pada Maret 2024 dengan menggunakan SciVal. Data yang terkumpul kemudian ditabulasi pada worksheet yang dibuat menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel untuk membantu dalam interpretasi hasil penelitian. Dari total 146 judul publikasi yang diperoleh, diidentifikasi publikasi yang berfokus pada SDGs. Dari 146 judul tersebut, terdapat 55 judul publikasi yang berhubungan dengan SDGs, dan dari 55 judul tersebut, 7 judul publikasi tidak memiliki kata kunci. Publikasi tanpa kata kunci tersebut dikeluarkan, sehingga jumlah publikasi yang akan dianalisis menjadi 48 judul publikasi. Kata kunci yang dibuat oleh penulis kemudian dianalisis sehingga akan diketahui kesesuaian dalam penentuan kata kunci antara konsep kata kunci yang dibuat oleh penulis dengan kata kunci yang terdapat pada query SDG Scopus. Query merupakan suatu kapabilitas dalam mengekstrak data dari basis data untuk diproses lebih lanjut, biasanya berasal dari berbagai tabel dalam basis data itu sendiri. Query juga dapat didefinisikan sebagai sebuah pertanyaan atau permintaan informasi tertentu dari basis data yang ditulis dalam format khusus. Sebagaimana disampaikan oleh Bedard-Vallee, dkk. (2023) Elsevier telah menciptakan query pencarian SDG yang bertujuan untuk membantu peneliti dan lembaga dalam melacak dampak suatu penelitian dan menunjukkan perkembangan dalam mencapai tujuan SDG sejak 2018 (Gambar 2). Pada tahun 2023, SDGs menggunakan query pencarian dan algoritma Machine Learning/ML yang sama dengan pemetaan SDG Elsevier 2022, namun dengan sedikit perubahan pada lima SDG, yaitu SDG 1, 4, 5, 7, dan 14. Dalam hal ini, query disederhanakan dengan menghapus daftar pengecualian berdasarkan identifikasi jurnal. Daftar pengecualian ini biasanya berisi ribuan item untuk menyaring konten di jurnal yang bukan merupakan inti SDGs. Sumber: https://elsevier.digitalcommonsdata.com/datasets/y2zyy9vwzy/1 Gambar 2. Query Sustainable Development Goals (SDG) Scopus 2023
Discussion
Berdasarkan hasil analisis data terhadap 48 judul publikasi SDGs, ditemukan empat kriteria kata kunci publikasi SDGs yaitu: kriteria (A) publikasi yang memiliki kata kunci yang cocok dengan query SDG, kriteria (B) publikasi yang memiliki kata kunci yang memiliki makna sama dengan query SDG, kriteria (C) publikasi yang memiliki query SDG yang terdapat di judul artikelnya, dan kriteria (D) publikasi yang query-nya terdapat di abstrak. Temuan kriteria kata kunci publikasi SDGs pada kajian ini diilustrasikan pada Gambar 3. A Kata kunci Sesuai Query SDG B Kata kunci Makna Sama Query SDG C Query pada Judul Query SDG D Query dalam Abstrak Query SDG Sumber: dokumentasi pribadi (2024) Gambar 3. Kriteria Kesesuaian Kata kunci Publikasi SDGs Data kriteria publikasi yang memiliki kata kunci yang cocok dengan query SDG (kriteria A) sebanyak 17 judul dan publikasi yang memiliki kata kunci yang memiliki makna sama dengan query SDG (kriteria B) sebanyak 24 judul dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2. Tabel 1. Publikasi SDGs Kriteria A Judul Publikasi SDG Kata Kunci Query SDG The Role of the Community Environment in Addressing Klitih (Juvenile Delinquency) in Yogyakarta 16 environment, society, juvenile delinquency (Klitih) society Psychotherapeutic Dimensions of an Islamic-Sufi-Based Rehabilitation Center: A Case Study 3 psychotherapy, mental health, sufism, islamic psychology, Indonesia mental health An explorative study of beliefs in two groups of community health promoters of adolescent reproductive health in Indonesia: informed by theory of planned 3,5,17 adolescent’s reproductive, health,Tengger community health promoters, theory of planned behavior healthbehavior The fluid power: constructing the concept of power in community-based tourism in Indonesia 8,12 power interplay, community-based tourism, community enterprise, cross sector interorganizational relationship community-based tourism Disability representation in Indonesian disaster risk reduction regulatory frameworks 11 disability terminology, representation, laws, DRR, Indonesia DRR The effect of passenger interaction on situation awareness and driving performance in sleep-deprived condition 3 driving performance, drowsy driving, sleep deprivation, passenger interaction, situation awareness awareness Cyberbullying in relation to empathy and friendship quality 16 cyberbullying, empathy; FDG; friendship quality cyberbullying Bridging the divide: understanding collaborative action in disability-inclusive disaster risk reduction through sociocultural activity theory 10,11, 17 socio-cultural activity theory, collaboration, Indonesia, disabled people’s, organizations, DRR DRR People with disabilities as key actors in community-based disaster risk reduction 11,17 disabled people’s organization, disability-inclusive, disaster risk reduction, cross-sector collaboration, multiple case study, socio-cultural activity theory, Indonesia disaster risk reduction Mental health training needs analysis in Thailand, Indonesia, and Cambodia: Challenges and opportunities 4,17 Training Needs Analysis, Thailand, Cambodia, Indonesia, mental health Indonesia, mental health The longitudinal effects of education on depression: Finding from the Indonesian national survey 17 education, depression, longitudinal study, cross-lagged panel model, longitudinal effects of education on depression education quality The quest of finding the self in the Bedhaya: Unraveling the psychological significance of the Javanese sacred dance 17 bedhaya, javanese classical dance, javanese culture, Indonesia, the self, symbolism, aesthetics, cultural psychology, archetype Indonesia Exploring the perceived challenges and support needs of Indonesian mental health stakeholders: a qualitative study 17 mental health services, support needs, perceived challenges, qualitative research, Indonesia Indonesia Support needs and experiences of people bereaved by suicide: Qualitative findings from a cross-sectional british study of bereaved young adults 3 suicide, bereavement, support, grief, unmet needs, qualitative research suicide The Role of the Community Environment in Addressing Klitih (Juvenile Delinquency) in Yogyakarta 16 environment, society, juvenile delinquency (Klitih) society Emotion regulation and empathy as mediators of self-esteem and friendship quality in predicting cyberbullying tendency in Javanese-Indonesian adolescents 16 cyberbullying, self esteem, friendship quality, emotion regulation, empathy cyberbullying Suicide first aid guidelines for Indonesia: a Delphi consensus study 3,17 suicide prevention, guidelines, gatekeepers training, first aider, delphi, Indonesia, LMIC, South-East Asia suicide, access to care Indonesia Tabel 2. Publikasi SDGs Kriteria B Judul Publikasi SDG Kata Kunci Query SDG Drivers’ Decision-Making When Experiencing a Traffic Conflict: A Scoping Review 3 drivers’ decision-making, information processing, traffic conflict, evasive action, scoping review traffic accident Student perception of online learning activities during COVID-19 pandemic: Psychological constraints and factors 3 COVID-19; e-learning; perspective; phenomenology; practicum disease Exploring connections between teacher interpersonal behavior, student motivation and competency level in competence-based learning environments 4 competence-based; vocational education; competency level; · intrinsic motivation; teacher interpersonal behavior education A qualitative exploration of stigma experience and inclusion among adults with mild to moderate intellectual disability in an Indonesian context 4,17 intellectual disability, stigma, inclusion, discrimination, Indonesia discriminaty Shame as a cultural index of illness and recovery from psychotic illness in Java 17 shame, psychotic illness, recovery, Javanese mental health Factors inhibiting the psychological recovery process of children in conflict with the law 3,17 psychological recovery, children in conflict with the law, restorative justice psychological well-being Indonesian Faculty Barriers in Providing Help to College Students in Distress 3,17 student well-being, distress, suicide, self-harm, higher education institution, helpgiving youth well-being Pictorial stimuli: An innovative way to assess adolescents' vocational interest 4 pictorial stimuli, vocational interest, Holland’s theoretical construct education quality Stanford-Binet Intelligence Scale Form L-M Predictive Power on Academic Achievement 4 academic achievement, intelligence test, predictive validity, Stanford-Binet form L-M test education quality Classification of Learning Styles in Multimedia Learning Using EyeTracking and Machine Learning 4 classification, eye-tracking, learning styles, machine learning, multimedia learning learning opportunity Exploring the factor structure of environmental attitudes measure in a sample of Indonesian college students 12 environmental attitudes, factor analysis, Multidimensional Rasch Model, validation environmental pollution The influence of adolescent-parent career congruence and counselor roles in vocational guidance on the career orientation of students 4 career orientation, career congruence, vocational guidance, employability, career, students equal opportunities Is training effective to develop individual’s soft skills in organizations? Empathic communication training on friendly and helpful behavior in private hospital 4 empathic communication, soft skill, training, training effectiveness, pre-test, posttest teacher training The Development of Psychoeducational Module of Dental Management for Primary Caregivers and Teachers of Autism Children: A Qualitative Study in Special Region of Yogyakarta, Indonesia 17 preventive, autism, psychoeducation, module, dental health health Validating an Indonesian version of the what is happening in this class? (wihic) questionnaire using a multidimensional rasch model 17 confirmatory factor analysis, learning environments, multidimensionality, Rasch model, validation, WIHIC questionnaire Environments “My Neighbor, My Friend": The Relevance of Support, Closeness, and History of Relations in Neighborhood Friendship 10 friendship, neighborhood, support, closeness, history of relations trade of relation Applying a person-centered capability framework to inform targeted action on Disability Inclusive Disaster Risk Reduction 11,16 capability approach, disability, community engagement, collaboration, emergency management urban emergency shelters, engagement TXT-tool 4.062-1.1 community hazard maps for landslide risk reduction 4,16,17 community participation, hazard map, risk management, simple procedure for mapping socio-cultural condition participation in management The body against the tides: a pilot study of movement-based exploration for examining Burmese refugees’ resilience 4,10 resilience, refugee, Burmese, dance/movement therapy, movement elicitation education quality Stereotype Threat, Intergenerational Contact, and Performance among the Elderly across Cultures: A Comparative Study of France and Indonesia 17 elderly, intergenerational relations, memory, stereotype international cooperat, international collab, international partnership Exploring the public stigma of substance use disorder through community-based participatory research 3,16 substance use disorder, stigma, community-based participatory research mental health, participation in management Mainstreaming global mental health: Is there potential to embed psychosocial well-being impact in all global challenges research? 4 global development, global mental health, LMIC, mainstreaming, psychosocial well-being, sustainable development goals education quality Progressive view on social justice: Netizen opinions about social justice warrior 5,10 Social Justice Warrior, SJW, sentiment analysis, content analysis gender injustice, gender injustices, social exclusion Validasi Modul “Kelasku Menyatu Tanpa Batas” untuk Mengubah Sikap Guru terhadap Pendidikan Inklusif 4,10 barrier; inclusive education; students with disabilities; teacher education quality, students with disability Sumber: Scopus (14/3/2024) Definisi Kata kunci Rifai (2011) menjelaskan bahwa kata kunci biasanya diletakkan setelah abstrak dan biasanya terdiri dari sekitar delapan kata. Sumber kata kunci bisa berasal dari judul, abstrak, isi teks, atau thesaurus dari disiplin ilmu yang relevan. Kata kunci adalah frasa yang merepresentasikan konsep atau ide yang menjadi ciri khas suatu era atau kelompok. Sementara itu, istilah, berdasarkan definisi kamus, adalah kata atau gabungan kata yang secara tepat mengekspresikan makna konsep, proses, kondisi, atau karakteristik unik dalam bidang tertentu. Sementara itu, menurut Amilia (2020), kata kunci adalah kata atau frasa yang mencakup konsep utama dari sebuah tulisan. Kata kunci adalah kata atau frasa yang digunakan untuk mewakili informasi, dan bisa lebih dari satu kata kunci untuk mendeskripsikan informasi tersebut. Kata kunci bisa dibuat sendiri atau mencari kata atau frasa yang dapat mendeskripsikan informasi tersebut. Keuntungan dari kata kunci dalam teks termasuk kemampuan untuk menarik perhatian pembaca potensial dan meningkatkan jumlah kunjungan ke halaman tersebut. Ketika kata kunci ditempatkan secara strategis dalam teks, baik di judul, sub judul, atau isi konten, maka teks tersebut menjadi lebih mudah ditemukan oleh pembaca. Menurut Reitz (2012), kata kunci merupakan kata atau frasa yang signifikan dan menonjol dalam judul, subjek, catatan isi, abstrak, atau teks dari tampilan pada katalog daring dan basis data bibliografi. Kata kunci ini dapat diaplikasikan sebagai istilah pencarian untuk mencari semua tampilan yang mengandung kata kunci tersebut. Definisi lainnya menjelaskan kata kunci sebagai kata yang digunakan sebagai kunci kode, atau kata atau frasa yang menonjol yang digunakan untuk mendeskripsikan isi dokumen. Dari kedua fungsi tersebut, terlihat jelas bahwa kata kunci memegang peran penting dalam proses penelusuran. Secara umum, jumlah kata kunci yang ideal dalam abstrak adalah 3-10 kata, tergantung pada panjang dan kompleksitas karya ilmiah. Jika jumlah kata kunci terlalu sedikit, pembaca atau mesin pencari mungkin kesulitan menemukan karya ilmiah tersebut, sementara jika jumlah kata kunci terlalu banyak, karya ilmiah tersebut mungkin tampak tidak fokus atau tidak spesifik. Siswadi (2013) mengemukakan bahwa dalam penulisan kata kunci, ada beberapa istilah lain yang harus diperhatikan, seperti: 1) sinonim; 2) akronim; 3) singkatan; 4) bahasa lain; 5) istilah yang lebih luas; 6) istilah yang lebih spesifik; 7) istilah yang berkaitan; 8) istilah dalam bahasa Latin (ilmiah); 9) bentuk jamak dan tunggal, dan 10) variasi dalam pengejaan. Pentingnya memperhatikan istilah-istilah ini dikarenakan: 1) biasanya satu topik artikel ditulis oleh banyak penulis dari berbagai negara; 2) beberapa penulis mungkin menggunakan istilah lain untuk satu kata kunci tertentu. Penentuan istilah kata kunci lain ini tergantung pada keinginan penulis, dan 3) informasi dari satu topik mungkin hanya ditulis dalam satu atau dua paragraf dalam satu artikel. Oleh karena itu, meskipun kata kunci yang ditulis hanya dibahas sedikit dalam satu artikel, bagi penelusur ini merupakan bagian penting yang akan dikutip. Pemilihan Kata kunci Menurut Suhendani, dkk. (2013), kata kunci biasanya dapat ditemukan melalui bahasa alami atau diambil dari kosakata yang dikendalikan dalam tesaurus. Kata kunci yang berasal dari bahasa alami dan ditentukan oleh penulis biasanya bukan istilah standar, sehingga istilah yang digunakan mungkin tidak sama atau konsisten dengan penulis lain meskipun merujuk pada hal yang sama. Oleh karena itu, kata kunci dari bahasa alami dapat berfungsi sebagai “lead-in terms” atau istilah pengarah (non-deskriptor) dan dapat digunakan sebagai petunjuk ke deskriptor dalam tesaurus. Dalam menetapkan kata kunci (deskriptor) dari sebuah tulisan ilmiah, pertama-tama perlu dilakukan analisis subjek untuk mengidentifikasi subjek dari tulisan ilmiah tersebut, lalu menentukan kata-kata yang dianggap paling menonjol. Kata-kata tersebut merupakan konsep dan berfungsi sebagai pengarah untuk mencocokkan istilah yang ada dalam thesaurus. Istilah yang dipilih adalah yang paling sesuai dan spesifik, bukan istilah yang memiliki makna luas atau umum, sehingga istilah atau deskriptor tersebut benar-benar merepresentasikan isi dari karya ilmiah yang menonjol sebagai kata-kata kunci. Kata-kata kunci tersebut merupakan suatu konsep. Dengan menentukan kata kunci yang sesuai, pembaca akan lebih mudah memahami isi dari artikel penelitian tersebut. Data kriteria publikasi yang memiliki query SDG yang terdapat di judul artikel (kriteria C) sebanyak 5 judul, dan publikasi yang query-nya terdapat di abstrak (kriteria D) sebanyak 2 judul dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. Tabel 3. Publikasi SDGs Kriteria C Judul Publikasi SDG Kata Kunci Query SDG Adaptation for harmony: A thematic analysis study of internet parental monitoring strategy in Indonesian context 17 digital engagement, digital literacy, parental monitoring strategy, parenting, thematic analysis Indonesian Validation of training module to increase self-efficacy of adolescent peer counselors in Indonesia 17 adolescent peer counselor, basic counseling training, counselor self-efficacy, peer counselors Indonesia Evaluating psychometric properties of the Muslim Daily Religiosity Assessment Scale (MUDRAS) in Indonesian samples using the Rasch model 17 adaptation, factor analysis, MUDRAS, muslim religiosity, partial credit model, Rasch model Indonesian A Rasch and factor analysis of an Indonesian version of the Student Perception of Opportunity Competence Development (SPOCD) questionnaire 17 factor analysis; Rasch modeling; rating scale model; Student Performance Opportunity of Competence Development (SPOCD) questionnaire Indonesian Psychological Meaning of Spiritual Experiences of Naqsyabandiyah Khalidiyah in Kebumen, Indonesia 17 psychological meaning, spiritual experience, and Naqsyabandiyah Khalidiyah tarekat Indonesia Sumber: Scopus (14/3/2024) Tabel 4. Publikasi SDGs Kriteria D Judul Publikasi SDG Kata Kunci Query SDG The Benefit of Using a Psychoeducation Program Integrated with Quranic Values to Mathematics Anxiety Among Students 17 mathematics anxiety, psychoeducation, qur’anic values Indonesia The dynamic of performing social relations amongst managers and supervisors: A thematic analysis 17 thematic analysis, managerial, qualitative, social relationship, supervisory Indonesia Sumber: Scopus (14/3/2024) Berdasarkan Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3, dan Tabel 4, terlihat bahwa variasi dalam penulisan kata kunci masih cukup luas, dan banyak penulis menggunakan berbagai istilah yang berbeda untuk topik yang sama. Selain itu, banyak kata kunci yang dibuat belum sesuai dengan istilah yang ada dalam query SDG Scopus. Hal ini terjadi karena penulis belum mengetahui cara menentukan kata kunci yang sesuai dan pedoman apa yang harus digunakan sebagaimana pendapat dari Rahayu dan Sensusiyati (2020) bahwa kata kunci yang dibuat oleh seorang penulis dapat berbeda karena mewakili apa yang menurut penulis merupakan kata paling penting dan tepat. Seorang penulis bahkan dapat menjelaskan topik penelitian mana dalam suatu bidang yang popular atau kurang populer. Dalam kajian ini, ditemukan 5 judul publikasi yang query SDG-nya tidak terdapat di kata kunci artikel tetapi terdapat di judul, dan ada 2 judul publikasi yang query SDG-nya terdapat di abstrak artikel. Berdasar pada data kata kunci publikasi SDGs, sebagian besar menggunakan kata kunci yang berasal dari judul artikel. Dan apabila ditinjau dari karakteristiknya, kata kunci yang dibuat oleh penulis pada publikasi SDGs ini: 1) terdiri dari satu atau dua kata; 2) mengandung kata yang spesifik dan unik, serta 3) bersifat menyeluruh tetapi ada kata kunci yang tidak sesuai dengan query SDG Scopus. Salah satu metode yang harus dipahami oleh seorang penulis dalam menentukan kata kunci dalam abstrak dikemukan oleh Siswadi (2013) yaitu sebagai berikut: (1) Mencari kata kunci dari judul penelitian adalah langkah awal dalam menentukan kata kunci untuk abstrak. Judul penelitian biasanya berisi kata kunci yang relevan. Misalnya, dalam penelitian berjudul “Rancangan Sederhana Penentuan Modulus Puntir Batang Besi untuk Pembelajaran Peserta Didik”, dua kata kunci utama yang dapat diambil adalah modulus puntir dan besi; (2) Mempertimbangkan perspektif pembaca adalah langkah kedua dalam menentukan kata kunci untuk abstrak. Penulis harus mempertimbangkan kata kunci mana yang mungkin dicari pembaca untuk menemukan penelitian mereka, dan (3) Kata kunci harus ada di abstrak dan judul penelitian. Penulis perlu berhati-hati dalam memilih kata kunci, yang harus disertakan dalam paragraf abstrak.
Conclusion
Kata kunci memiliki peran krusial dalam sistem dokumentasi pengumpulan informasi, berkontribusi dalam proses penemuan kembali informasi yang telah terkumpul. Oleh karenanya, sangatlah penting untuk memasukkan kata kunci yang sesuai dalam abstrak suatu artikel ilmiah. Kata kunci yang dipilih dan ditentukan diharapkan dapat merepresentasikan isi dari artikel ilmiah yang ditulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak penulis dalam membuat kata kunci menggunakan berbagai konsep dan istilah yang beragam untuk topik artikel yang identik. Implikasinya adalah data jumlah publikasi berwawasan SDGs yang didapatkan oleh aplikasi mesin pencari tidak akan optimal. Hal ini diduga karena penulis belum memahami cara menentukan kata kunci yang tepat sesuai dengan pedoman yang ada. Dan berdasarkan hasil analisis data ditemukan sebanyak 85,4% kata kunci yang dibuat oleh penulis sesuai dengan query SDG Scopus (publikasi SDGs kriteria A dan B), dimana 50% diantaranya menggunakan kata kunci yang memiliki makna yang identik. Sementara itu, 14,6% kata kunci yang dibuat oleh penulis tidak sesuai dengan query SDG Scopus (publikasi SDGs kriteria C dan D). Keterbatasan Penelitian Mengingat bahwa studi ini merupakan pendekatan baru antara kata kunci pada publikasi SDGs yang dibuat oleh seorang penulis yang kesesuaiannya dibandingkan dengan query SDG Scopus tentunya mempunyai keterbatasan, diantaranya adalah jumlah sampel yang diambil hanya dari satu unit kerja yang tentunya masih belum menggambarkan keadaan sesungguhnya. Saran Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan mengidentifikasi query SDG Scopus tidak hanya pada kata kunci artikel saja tetapi juga pada judul dan di dalam abstrak artikel dan menggunakan sampel yang lebih besar.