Kembali
16
1
2019 Media Informasi Vol 28 · 2 ISSN 2829-2707

Pustakawan Mandiri dalam Pengelolaan Perpustakaan Khusus Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) adalah bagian dari program pendidikan perguruan tinggi yang menjalankan proses belajar-mengajar yang berbasis Evidance Based Medicine (EBM). Untuk menunjang program tersebut, departemen memberikan berbagai solusi, salah satunya adalah program pelayanan perpustakaan ilmu kesehatan khususnya ilmu kebidanan dan kandungan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka pustakawan melakukan studi literasi dari berbagai sumber dengan tujuan dapat terselenggara proses layanan perpustakaan yang efektif sesuai bidang keilmuan. Program tersebut dintaranya integrasi perpustakaan, digitalisasi karya ilmiah, pemetaan sumber informasi dan melaksanakan difusi informasi secara cepat dan tepat. Dengan program tersebut diharapkan terbentuk peran penting dalam proses pengelolaan perpustakaan, yang mampu memenuhi kebutuhan pemustaka untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat dan dapat tercipta pustakawan yang terampil, cakap, dan inovatif dalam menghadirkan layanan-layanan yang memudahkan dalam proses temu kembali informasi secara cepat, tepat dan akurat.
Keywords: pustakawan · pustakawan mandiri · perpustakaan khusus · difusi informasi

Introduction

Arus informasi berjalan dengan cepat seolah bisa diibaratkan sebagai tsunami informasi yang datangnya tiba-tiba dengan jumlah yang sangat besar, banyak dan tak terkendali. Sementara sebagian masyarakat masih banyak yang belum tersadar dalam fenomena tersebut, sehingga masih banyak individu-individu yang termakan oleh informasi yang kurang v a l i d d a n t i d a k b i s a dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kasus khusus dalam bidang kedokteran, informasi terkait perkembangan keilmuan begitu cepat dan harus memiliki keakuratan dalam pelaksanaannya agar nantinya benarbenar bermanfaat dan dapat diterapkan dalam praktik klinik kepada pasien sesuai dengan Standard Oprational Procedur (SOP) dan Evidance Based Medicine (EBM), apalagi yang berkaitan dengan resep dan dosis obat. Hal ini juga berlaku bagi dosen dan mahasiswa dalam proses belajarmengajar guna transfer keilmuan spesialistik yang terbaru. Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakan dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, atau yang popular dengan sebutan Obstetry and Ginekology (Obsgin), merupakan salah satu bagian dari keilmuan kedokteran yang berbasis spesialisasi yang menaungi dua lingkup penting, yaitu sivitas hospitalia dan sivitas akademika. Departemen Obsgin harus bersinergi untuk bekerja dalam bidang klinis, namun harus melakukan pengembangan kelimuan yang dilaksanakan dalam sebuah program studi. Dengan kata lain, komposisi dari departemen ini adalah dokter pendidik klinis (Dokdiknis), paramedis, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang meliuputi pendidikan dokter, pendidikan dokter spesialis dan pendidikan dokter konsultan. Untuk menjalankan operasional dan kegiatan di atas, maka Departemen Obsgin melakukan berbagai langkah untuk menunjang dan memberikan fasilitas dalam pelaksanaan program tersebut, salah satunya adalah memberdayakan perpustakaan sebagai fasilitas penunjang dalam kegiatan klinis dan belajar mengajar ilmu kedokteran, khususnya ilmu kebidanan dan kandungan. Fasilitas penunjang ini berupa bangunan fisik yang dilengkapi dengan berbagai koleksi, baik cetak maupun elektronik yang dikelola oleh pustakawan.

Discussion

Pustakawan sebagai suatu profesi yang profesional dituntut untuk memikirkan kemajuan layanan institusinya, baik perpustakaan yang menjadi tempat kerja maupun lembaga induknya. Hal tersebut juga berlaku bagi pustakawan yang bekerja di perpustakaan perguruan tinggi atau universitas. Mereka dituntut untuk menyelenggarakan program-program kegiatan di perpustakaan yang kreatif dan inovatif (Nasihuddin, 2016). Dengan program ini diharapkan terjadi keselarasan antara pencari ilmu (sivitas akademika dan hospitalia) dengan program studi ilmu kebidanan dan kandungan yang berada di FK-KMK UGM/RSUP Dr. Sardjito. Meskipun perpustakaan hanya dikelola sendiri (mandiri), namun layanan harus prima sesuai dengan kebutuhan pemustaka di lingkungan kampus dan rumah sakit. Beberapa hal yang akan dibahas untuk penyelelarasan antara pustakawan mandiri dengan tugastugasnya pada perpustakaan khusus ini, adalah sebagai berikut: 1. Pustakawan Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan menyebutkan pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta memp u n y a i t u g a s d a n t a n g g u n g j a w a b u n t u k melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Adapun definisi pustakawan menurut organisasi Ikatan Pustakawan Indonesia (Mustar, 2018), pustakawan adalah orang yang memberikan dan melaksanakan kegiatan perpustakaan dalam usaha pemberian layanan atau jasa kepada masyarakat sesuai dengan misi yang diemban oleh badan induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi yang diperolehnya melalui pendidikan. Definisi lain pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi dalam bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi yang dituntut agar mampu melakukan difusi informasi dan melaksanakan p r o f e si n y a d i m a n a p u n pustakawan beraktivitas, dan tidak hanya dibatasi pada instansi tempat bekerja, melainkan tetap bisa melalukan aktivitas di manapun dengan menggunakan media sosial (Mustar, 2018). Pustakawan adalah promotor atas sumber informasi dalam kegiatan promosi informasi kepada masyarakat. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut maka dapat dikatakan bahwa pustakawan adalah orang yang melakukan kegiatan pengelolaan dan layanan dalam bidang perpustakaan, serta mampu menyeba rlua skan informasi secara efektif dan e fisi e n s e s u a i d e n g a n pe rkembangan t eknologi informasi. 2. Perpustakaan Khusus Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain (Un d a n g - u n d a n g , 2 0 0 7 ). P e r p u s t a k a a n k h u s u s menyediakan bahan perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pemustaka di lingkungannya, yang memberikan layanan kepada pemustaka di lingkungannya dan secara terbatas memberikan layanan kepada pemustaka di luar lingkungannya. Menurut Sutjipto d a l a m ( S e p t a , 2 0 0 8 ) , perpustakaan khusus adalah salah satu jenis perpustakaan yang dibentuk ol eh l embaga (pemerintah/swasta) atau perusahaan yang mempunyai misi tertentu dengan tujuan untuk m e m e n u h i k e b u t u h a n lingkungannya, baik dalam hal pengelolaan maupun pelayanan informasi bahan pustaka dalam r a n g k a m e n d u k u n g pengembangan dan peningkatan tugas dan fungsi lembaga yang bersangkutan maupun sumber daya manusiannya. Pe rpust aka an khusus menurut definisi tersebut adalah perpustakaan yang dibentuk oleh lembaga atau instansi yang mempunyai tujuan secara khusus, guna mendukung dalam peningkatan kualitas dan pengembangan lembaga tersebut. Dalam kajian ini, perpustakaan seperti yang dimaksud di atas adalah pelayanan perpustakaan Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM. Berdasarkan bahasan tersebut, maka harus ada langkah konkrit yang harus dilakukan oleh pustakawanan. Langkah tersebut telah dijalankan oleh pustakawan Departemen Ilmu Kesehatan Kandungan dan Ginekologi FKKMK UGM. Kegiatan yang sudah dilaksanakan pustakawan dalam pengelolaan perpustakaan khusus ini adalah sebagai berikut : 1. Integrasi Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM mempunyai program studi yang jumlahnya banyak dengan lokasi yang berbeda-beda. Tercatat ada 33 program studi, yang di dalamnya memiliki perpustakaan dengan koleksi menyesuaiakan dengan bidang keilmuan program studi yang bersangkutan. Untuk m e n u n j a n g k e g i a t a n p emb e l a j a r a n n y a , ma k a P e r p u st a k a a n F a k u l t a s Kedokteran melakukan itegrasi Perpustakaan agar masing-masing program studi saling terhubung, sehingga memudahkan dan mempercepat akses dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Pustakawan mempunyai pe r anan penting da l am penyampaian program integrasi ini kepada dosen dan mahasiswa yang berada di lingkup program studi. Keberadaannya harus mampu menjembatani kebutuhan pemustaka di lingkup prodi untuk mendapatkan informasi yang telah disediakan oleh Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM (FKKMK, n.d.). Berikut beberapa contoh tampilan dari integrasi p e r p u st a k a a n F a k u l t a s K e d o k t e r a n K e s e h a t a n Masyarakat dan Keperawatan UGM yang meliputi tampilan buku cetak dalam integrasi (gambar 1); tampilan koleksi prosiding dalam integrasi (gambar 2); tampilan koleksi buku elektronik (gambar 3) dan tampilan koleksi karya ilmiah (gambar 4). 2. Digitalisasi Karya Ilmiah Ba h a n p e r p u st a k a a n merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah sistem p e r p u st a k a a n , s e h i n g g a keberadaannya harus dilestarikan karena mempunyai informasi yang penting. Bahan perpustakaan disini adalah karya ilmiah dosen dan mahasiswa. Jumlah karya ilmiah yang semakin bertambah sementara keterbatasan ruang menjadikan masalah tersendiri dalam hal temu kembali informasi. Untuk mempercepat temu kembali informasi, baik yang baru tersimpan maupun yang sudah t e rsimpan l ama , penggunaan komputer sangat banyak membantu, sehingga diperlukan sebuah tindakan yaitu digitalisasi karya ilmiah. Tujuan dari digitalisasi karya ilmiah ini adalah sebagai berikut a. Melestarikan kandungan informasi yang ada di dalamnya b. M e n g h e m a t r u a n g penyimpanan c. Memudahkan dalam temu kembali d. Difusi informasi yang cepat dan mudah diakses 3. Melakukan Pemetaan Sumber Informasi Untuk mempermudah proses difusi informasi, maka dilakukan pemetaan koleksi berdasarkan subjek dan sub subjek dengan beberapa kriteria sesuai k e b u t u h a n p e m u s t a k a (Departemen Obsgin FKKMK, n.d.). Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan FKKMK UGM mempunyai 5 sub spesilistik yaitu: a. Divisi Obstetri Ginekologi Sosial Ilmu Obstetri dan Ginekologi Sosial adalah pengembangan obstetri dan ginekologi dan tatalaksananya dengan mengikutsertakan ilmu pencegahan (promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif) sehingga ikut serta memperhitungkan faktor lingkungan yang berkaitan dengan fenomena kematian maternal dan perinatal serta penyakit alat reproduksi wanita. b. D i v i s i K e d o k t e r a n Fetomaternal Kedokteran Fetomaternal merupakan suatu konsep yang luas yang melibatkan berbagai disiplin ilmu Kedokteran Dasar, Klinik, dan Komunitas yang mengkaji sistem, fungsi dan proses reproduksi mulai sejak saat implantasi sampai dengan kehamilan lanjut. Interaksi dari berbagai disiplin ilmu tersebut melahirkan suatu konsep yang mempunyai pandangan dimana buah kehamilan tidak lagi dianggap sebagai bagian dari ibu hamil akan tetapi sudah bisa diperiksa dan dikelola sebagai individu tersendiri (Fetus as a Patient). c. Divisi Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi Merupakan sub spesilisasi dalam bidang obstetri dan ginekologi yang mempelajari kesuburan organ reproduksi dan rekayasa bayi tabung (inseminasi). d. Divisi Onkologi Ginekologi Merupakan subspesilisasi dalam bidang obstetri dan ginekologi yang mempelajari tentang penyakit kandungan seperti kanker, tumor, dan lain-lain. e. Divisi Urogin dan Bedah Rekonstruksi U r o g i n e k o l o g i d a n r e k o n str u k si a d a l a h subspesialisasi dalam bidang obstetri ginekologi yang mempelajari dasar panggul p e r e m p u a n b e s e r t a gangguannya, atau disebut disfungsi dasar panggul. Perpustakaan Obsgin FKKMK melakukan pemetaan koleksi sesuai dengan devisi-devisi yang ada di departemen Obsgin sesuai dengan pola yang berlaku, baik dalam pendidikan maupun dalam pelayanan kepada pasien di ruma sakit. Dengan pemetaan ini terbukti bahwa pencarian sumber informasi lebih terarah, mudah dan dapat menunjang aktivitas sehari-hari di Departemen Obsgin. 4. Difusi Informasi melalui Aplikasi Telegram Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, koleksi perpustakaan pun mengalami perubahan bentuk seperti penggunaan media elektronik e-book dan e-journal. Kemudahan dalam mengakses menjadi alasan pengguna atau pemustaka cenderung memilih media ini sebagai sumber informasi, oleh karena itu pustakawan sebagai pengelola h a r u s t e r a m p i l d a l a m memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sehingga komponen dalam keberhasilan perpustakaan sebagai penyedia dan pelayanan informasi tetap berfungsi dengan baik dan tidak ketinggalan zaman. Perpustakaan yang mengikuti perkembangan harus mengikuti pe rkembangan t eknologi informasi dan komunikasi, karena teknologi informasi dan komunikasi ini dapat digunakan sebagai alat penunjang proses belajar mengajar, penelitian, interaksi sosial media, dan komunikasi atau interaksi dengan dunia global. Dengan adanya teknologi informasi, perpustakaan juga diharapkan memiliki pustakawan yang terampil dalam teknologi informasi dan komunikasi, sehingga bukan hanya fasilitas yang mengikuti perkembangan tetapi pustakawan p u n h a r u s m e n g i k u t i perkembangan tersebut karena pustakawan sebagai pengelola utama perpustakaan. Keterampilan yang dimiliki pustakawan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi selain mempermudah dalam pengelolaan informasi juga s anga t be rpe r an da l am kemampuan menyebarkan informasi. Media elektronik seperti e-book dan e-journal adalah koleksi perpustakaan yang membutuhkan keterampilan teknologi informasi dalam pengelolaannya agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Arus informasi yang semakin cepat dan dinamis serta dukungan akses internet dapat dimanfaatkan oleh pustakawan dalam mengelola dan menyebarkan informasi. Koleksi perpustakaan yang berupa media elektronik dapat disediakan dan disebarkan dengan mudah. Dengan mengandalkan akses internet, koleksi perpustakaan seperti halnya e-book dan ejournal akan dengan mudah didapatkan oleh pemustaka ataupun disebarkan oleh pustakawan melalui media sosial. Dengan cara ini pemustaka dapat menerima informasi yang dibutuhkan dari perpustakaan kapan pun dan di mana pun. Berikut adalah contoh tampilan difusi informasi melalui aplikasi Telegram berupa contoh chat permohonan koleksi e-book (gambar 5) dan contoh pengiriman koleksi e-book kepada pemustaka (gambar 6).

Conclusion

Pekerjaan sehari-hari seorang pustakawan adalah melakukan kampanye supaya orang rajin membaca dan belajar, akan tetapi dirinya sendiri sebagai pustakawan terkadang bermalas-malasan untuk belajar menguasai teknologi informasi yang bisa menopang pekerjaanya sebagai pustakawan. Hal ini tentu tidak boleh terjadi, namun pustakawan harus mempunyai citra diri yang lebih unggul dengan berbagai inovasi dan kreatifitas untuk melakukan pelayanan yang optimal kepada pemustaka, yang harus dimulai dari diri sendiri (Dunia Perpustakaan, n.d.). Pustakawan mempunyai peranan yang penting dalam proses pengelolaan perpustakaan, agar mampu memenuhi kebutuhan pemustaka. Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan perubahan pola belajar pemustaka mengharuskan pustakawan untuk lebih terampil, cakap, dan inovatif dalam menghadirkan layanan-layanan yang memudahkan untuk terjadinya temu kembali informasi secara cepat, tepat dan akurat. Setiap inovasi yang terus dikembangkan oleh pustakawan sudah selayaknya sejalan dengan institusi yang menaunginya agar nantinya bisa menunjang proses kearah yang lebih baik, terjadi keserasian dan sinergi antara lembaga, sivitas hospitalia, sivitas akademika sebagai pemustaka dengan pustakawan. Kinerja pustakawan harus mampu mengimbangi program kerja organisasi yang menaunginya, meskipun dilakukan secara mandiri. Seorang pustakawan harus mempunyai kemauan dan kemampuan untuk mewujudkan keinginan dirinya yang terlihat dari tindakan nyata dan menghasilkan jasa demi pemenuhan kehidupan diri dan sesama. Kemandirian ini akan menyebabkan seseorang mampu kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan setiap kasus dan permasalahan dengan baik yang tujuannya untuk kepuasan pengguna yang dilayaninya (Pustaka Pusdokinfo, n.d.).