Kembali
16
1
2022 Media Informasi Vol 31 · 2 ISSN 2829-2707

Pemanfaatan Basis Data Elektronik di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada pada Masa Pandemi Covid-19

Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Pandemi Covid-19 membawa dampak yang begitu luas kepada seluruh tatanan kehidupan manusia di dunia, tidak terkecuali di dunia Pendidikan. Pola pembelajaran yang sebelumnya berbasis luring, secara tiba-tiba harus digantikan dengan pola pembelajaran secara daring. Institusi pendidikan tak terkecuali pendidikan tinggi harus dapat menyesuaikan perubahan ini dengan cepat. Transformasi digital yang sebelumnya sudah dilakukan harus dilakukan dengan lebih cepat. Perpustakaan sebagai salah satu ujung tombak penyedia sumber daya akademik bagi sivitas akademika, juga harus mengikuti situasi yang ada. Transformasi digital yang dilakukan perpustakaan sudah terjadi sejak jauh sebelum pandemi. Hal ini dilakukan dengan penyediaan sumber daya elektronik berupa e-journal, e-book, e-theses, e-databases, dan bentuk elektronik lainnya. Sumber daya elektronik tersebut disediakan dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan dari semua fakultas dan sekolah yang ada. Tulisan ini mencoba mendeskripsikan tren pemanfaatan basis data elektronik yang disediakan oleh Perpustakaan UGM dalam masa pandemi (tahun 2020-2021). Data usage statistic dari penyedia basis data elektronik memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan secara signifikan pemanfaatan basis data elektronik pada masa pandemi. Beberapa basis data berbasis multi disiplin terlihat secara konsisten lebih banyak dimanfaatkan oleh sivitas akademika seperti ScienceDirect, Taylor and Francis Journal, Springer Journals, Sage Journals, dan Emeralds Journals. Basis data elektronik lintas fakultas juga terlihat lebih banyak pemanfaatannya dibandingkan basis data bidang ilmu tertentu. Di sisi lain, terdapat beberapa penurunan pemanfaatan basis data elektronik dari penyedia tertentu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi lebih dalam tren pemanfaatan basis data elektronik di Universitas Gadjah Mada.

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a broad impact on the entire fabric of human life in the world, including education. The Learning patterns that were previously offline-based suddenly had to be replaced with online learning patterns. Educational institutions, including higher education, should be able to adapt to these changes quickly. The digital transformation process in libraries must be carried out faster than ever. As spearheads providing academic resources for the academic members, Universitas Gadjah Mada (UGM) library should follow the existing situation. The digital transformation carried out by UGM's library already occurred long before the pandemic. These could be seen from the availability of electronic resources such as e-journals, ebooks, e-theses, e-databases, and other electronic sources. The availability of electronic resources in the library has taken into account the needs that exist in both faculties and schools at Universitas Gadjah Mada. This paper wants to describe the trend of using electronic databases provided by the UGM Library during the pandemic (2020-2021). The statistics data from electronic database providers show that electronic database usage increased during the pandemic. Several multidisciplinary databases were used by academics significantly, such as ScienceDirect, Taylor and Francis Journal, Springer Journals, Sage Journals, and Emerald Journals. Electronic databases providing cross-faculty are more widely used than databases for specific disciplines. On the other hand, there has been some decline in the utilization of electronic databases for particular providers. Further research is needed to more deeply evaluate trends in the usage of electronic databases at Universitas Gadjah Mada.
Keywords: Electronic databases · electronic journal · electronic book · electronic resources · pandemic · covid-19

Introduction

Pandemi Covid-19 yang mewabah hampir melanda tiga perempat negara di dunia telah membawa perubahan pada pola aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat. Prosedur protokol kesehatan dikeluarkan oleh WHO dan juga lembaga kesehatan pemerintah seperti penggunaan masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak (Physical distancing). Physical distancing merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 yang lebih luas. Physical distancing dilakukan sebagai satu-satunya cara karena belum ada obat yang dapat digunakan secara efektif dalam pengobatan Covid-19. Physical distancing dilakukan dengan membatasi tatap muka langsung dan mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lainnya. Physical distancing membawa implikasi pada seluruh aspek kehidupan sebab seluruh aktivitas kontak fisik berhenti. Mulai dari aspek sosial, budaya, keamanan, ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Implikasi physical distancing pada aspek pendidikan memaksa pembelajaran tatap muka ditiadakan. Perguruan tinggi maupun sekolah-sekolah meniadakan kegiatan pembelajaran tatap muka langsung. Untuk menjamin proses pembelajaran selama pandemi Covid-19 tetap berlangsung berbagai lembaga pendidikan melakukan inovasi pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Hal terpenting agar pembelajaran secara daring dapat berlangsung dengan lancar dan baik ketersedian sumber-sumber belajar sangat dibutuhkan. Sumber-sumber belajar yang tersedia juga harus dapat diakses secara online karena layanan langsung di perpustakaan juga ditiadakan. Sumber-sumber belajar yang tersedia secara daring di perguruan tinggi sangat penting dalam membantu proses pembelajaran secara daring. Tersedianya sumber-sumber belajar secara daring tidak hanya untuk mendukung pembelajaran secara daring, tetapi juga digunakan untuk mendukung penelitian dosen. Dosen selama pandemi Covid-19 tetap melaksanakan kegiatan penelitian. Dukungan sumber-sumber belajar yang dapat diakses secara daring sangat dibutuhkan. Sumber-sumber belajar yang dapat diakses secara daring tersedia dalam bentuk basis data elektronik seperti jurnal elektronik (e-journal), buku elektronik (e-book), dan sebagainya. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada guna memenuhi kebutuhan sumber-sumber belajar yang dapat diakses secara daring oleh sivitas akademika dengan melanggan basis data elektronik. Basis data elektronik dapat diakses sivitas akademika dari manapun dan kapanpun melalui Single Sign On (SSO). Tersediannya basis data elektronik tersebut membantu sivitas akademika dalam memenuhi kebutuhan sumber-sumber belajar selama pandemi Covid-19. Melihat kondisi tersebut, tulisan ini akan mencoba memberikan gambaran tentang tren pemanfaatan basis data elektronik yang disediakan Perpustakaan UGM selama pandemi Covid-19. Penelitian sejenis juga sudah dilakukan oleh beberapa peneliti seperti Aswinna dan Rahmi (2021) yang meneliti penggunaan sumber daya elektronik sebelum dan selama pandemic di Perpustakaan Universitas Indonesia. Inman dan Tarterson (2022) dari East California University juga melakukan kajian bagaimana penggunaan basis data electronic selama pandemi dengan memanfaatkan data yang berasal dari Open Athens. Penelitian dengan metode survei dilakukan oleh Veer dan Panda (2021) dari Chandigarh University yang mengkaji pemanfaatan basis data elektronik selama pandemi di Chandigarh University Library. Fokus pembahasan dalam tulisan ini adalah basis data elektronik yang dilanggan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada serta tren pemanfaatannya. Sumber data dalam penulisan ini dari statistik penggunaan basis data elektronik yang dilanggan oleh Perpustakaan UGM. Data statistik pengguna basis data elektronik tersebut diperoleh dari penyedia basis data elektronik. Data yang dianalisis adalah data saat pandemi Covid-19 yaitu pada tahun 2020 dan 2021.

Discussion

Pandemi Covid-19 Dikutip dari worldometers.info (19 Agustus 2022) pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) sampai saat ini telah mencapai 598,792,883 kasus dan angka kematian mencapai 6,466,198 kematian di seluruh dunia. Begitu cepat dan masifnya penyebaran World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Upaya untuk pencegahan dan penyebaran Covid-19 senantiasa dilakukan. WHO mengeluarkan protokol kesehatan yang digunakan sebagai panduan bagi negara-negara untuk pencegahan penularan. Satu diantara protokol kesehatan yang dikeluarkan WHO tentang physical distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 yang lebih luas. Physical distancing dilakukan dengan membatasi jarak interaksi, tatap muka langsung dan mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lainnya. Physical distancing satu-satunya cara yang dilakukan untuk mencegah penularan dan penyebaran pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan Covid-19 belum ada obat yang secara efektif dapat digunakan untuk pengobatan. Protokol physical distancing diterapkan hampir di semua negara. Bahkan beberapa negara dalam menerapkan physical distancing dengan melakukan lockdown menutup total negara atau kota dari masuk dan keluarnya orang dari satu tempat ke tempat lainnya. Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19 dengan mengeluarkan beberapa kebijakan baik berupa keputusan presiden, peraturan pemerintah, peraturan menteri, hingga instruksi menteri. Kebijakan pemerintah tersebut secara umum membatasi aktifitas dan mobilitas masyarakat. Adapun batasan-batasan yang termuat dalam kebijakan tersebut diantaranya adalah kebijakan PSBB, PSBB Transisi, PSBB Ketat, PPKM Jawa-Bali, PPKM Mikro, dan PPKM Darurat. Secara umum tabel berikut ini memperlihatkan pola pembatasan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan sebagai akibat kebijakan yang ada. Tabel 1. Kebijakan Pembatasan Sosial KEBIJAKAN PEMBATASAN BELAJAR & SEKOLAH PSBB 100% WFH dan belajar daring PSBB Transisi 50% WFH dan 100% belajar daring PSBB Ketat 75% WFH dan 100% belajar daring PPKM Jawa-Bali 75% WFH dan 100% belajar daring PPKM Mikro 50% WFH dan 100% belajar daring PPKM Darurat Sektor kritikal 100% WFO dengan protocol Kesehatan ketat, 100% belajar daring, sektor non esensial 100% WFH, sektor esensial 50% WFO. Sumber: Adopsi dari Ikmal (2021) Kebijakan pembatasan sosial atau physical distancing membawa implikasi pada seluruh aspek kehidupan. Mulai dari aspek sosial, budaya, keamanan, ekonomi, pendidikan dan lainlain. Selama pandemi Covid-19 aktivitas pembelajaran tatap muka langsung dihentikan. Kebijakan sekolah atau perguruan tinggi seluruh siswa atau mahasiswa belajar dari rumah yaitu secara daring. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran daring mengadopsi konsep e-learning. Menurut Findyartini (2020) e-learning adalah kegiatan proses belajar pendekatannya dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajaran tidak hanya dilakukan dengan satu jenis teknologi saja, tetapi merupakan gabungan dari berbagai media dan teknik menggunakan komunikasi teknologi informasi yang tersedia. Universitas Gadjah Mada juga melakukan berbagai penyesuaian selama masa pandemi tahun 2020-2021 dengan melakukan pembelajaran secara daring melalui aplikasi e-learning (eLok). Data yang didapatkan dari naskah Memorandum Akhir Jabatan Rektor UGM tahun 2022 terlihat bahwa pembelajaran secara daring melalui eLok mengalami peningkatan yang signifikan. Data tahun 2019 (sebelum pandemi) memperlihatkan terdapat 651 kelas pembelajaran daring, dan meningkat dengan signifikan pada masa pandemi yakni tahun 2020 sebanyak 3.670 dan tahun 2021 sebanyak 3.991 (Mulyono, 2022). Gambar satu di bawah ini memperlihatkan grafik pertumbuhan kelas pembelajaran daring melalui eLok. Sumber: Mulyono (2022) Gambar 1. Pertumbuhan Kelas Daring (e-LOK) Keberhasilan pembelajaran daring tidak hanya ditentukan pada tersedianya teknologi informasi dan komunikasi saja. Pembelajaran daring perlu memperhatikan capaian pembelajaran yang dituju, karakteristik mahasiswa, staf pengajar yang terlibat, dan ketersediaan sistem yang mendukung. Satu diantara dukung sistem ketersediaan konten sebagai sarana penunjang pembelajaran daring. Tersediannya sumber-sumber belajar yang dapat diakses secara online sangat membantu, baik mahasiswa atau dosen dalam pembelajaran daring. Basis data elektronik akan memudahkan dosen dan mahasiswa untuk akses sumber-sumber belajar yang dibutuhkan, baik untuk pembelajaran maupun penelitian kapanpun dan dari manapun. Basis Data Elektronik di Perpustakaan UGM Merujuk Peraturan Rektor Universitas Gadjah Mada nomor 809/P/SK/HT/2015 tentang struktur organisasi dan tata kelola (governance) fakultas di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada berfungsi sebagai penyelenggaraan layanan kepustakaan di UGM. Satu diantara fungsi Perpustakaan UGM adalah mengelola sumbersumber informasi untuk menunjang kegiatan akademik di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk melakukan fungsi dalam mengelola sumbersumber informasi. Diantaranya kegiatan untuk mengadakan, memproses, menyediakan, dan memberikan sumber-sumber informasi, guna mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi pada sivitas akademika UGM. Proses untuk mengadakan sumber-sumber informasi, baik dalam format cetak maupun digital. Adapun berbagai jenis bentuk sumber-sumber informasi, antara lain; buku, majalah/jurnal, prosiding, karya ilmiah, jurnal elektronik, dan basis data elektronik lainnya. Secara umum basis data elektronik dimaknai sebagai himpunan rekaman atau data yang terstruktur di dalam sebuah komputer sehingga sebuah program dapat mengakses rekaman atau data tersebut untuk menjawab suatu query. Basis data merupakan metode yang dipilih untuk penyimpanan aplikasi besar yang digunakan bersama-sama, multiuser dimana dibutuhkan koordinasi antar banyak user, (Pradana, 2021). Menurut Helmud (2021) basis data adalah perwujudan sejumlah fakta yang saling berkaitan tersimpan dalam storage yang tersusun secara sistematis guna memenuhi kebutuhan tertentu. Sedangkan menurut pendapat Sitinjak (2020) basis data merupakan store yang berbagai himpunan informasi secara sistematis agar mudah untuk digunakan. mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya berdasarkan best practice atau cara-cara yang sudah teruji baik. Basis data merupakan suatu sistem yang berbasis pada perangkat lunak dapat digunakan untuk mengelola data dengan fungsi dan tujuan tertentu. Penggunaan database untuk mengelola data banyak manfaat yang dapat diperoleh. Menurut Bahar (2019) beberapa manfaat basis data diantaranya adalah mengurangi duplikasi data (data redundancy), hubungan data dapat ditingkatkan, mengurangi pemborosan tempat simpanan luar, dan integritas, independensi dan konsistensi data dapat selalu terjaga. Basis data sebagai suatu sistem yang digunakan untuk manajemen data dengan fungsi dan tujuan tertentu penggunaannya mengalami perkembangan yang pesat. Satu diantaranya untuk mengelola berbagai sumber daya elektronik (e-journal, e-book, dan lain-lain) disebut dengan basis data elektronik. Hadirnya basis data elektronik membawa perubahan dan kemajuan yang cukup signifikan di perpustakaan. Basis data elektronik berfungsi menghimpun data dan memelihara informasi khususnya yang terdapat dalam berbagai bentuk sumber daya elektronik. Basis data elektronik secara umum menghimpun sumber daya elektronik berupa ejournal, e-book, e-proceeding, dan sejenisnya dari berbagai penerbit dalam suatu sistem. Basis data elektronik menghimpun berbagai sumber daya elektronik yang diklasifikasikan berdasarkan dokumen elektronik agar terorganisir sedemikian sehingga pemustaka dapat mudah menggunakan informasi elektronik yang tersedia. Basis data elektronik (terutama ejournal) mulai populer di Indonesia era tahun 2000-an. Basis data elektronik dikembangkan oleh perusahaan dari luar negeri sebagai bentuk inovasi dari terbitan cetak. Perusahan besar yang selama ini berkecimpung dalam bisnis publikasi cetak beralih ke basis data elektronik. Basis data elektronik umumnya berisi publikasi elektronik terbitan luar negeri berbahasa inggris. Basis data menyediakan artikel-artikel yang dapat diakses secara naskah lengkap, baik artikel tidak berbayar atau berbayar. Artikel berbayar untuk mendapatkan naskah lengkap harus membayar setiap artikel yang dibutuhkan atau berlanggan basis data. Basis data elektronik untuk memudahkan pengguna dalam mencari informasi atau artikel jurnal dilengkapi dengan fasilitas pencarian. Fasilitas pencarian tersedia baik dalam pencarian basic maupun advance. Fasilitas pencarian basic pengguna dapat mengetikkan semua kata atau istilah yang akan digunakan dalam pencarian ke dalam kolom pencarian. Pencarian advance pengguna dapat menggunakan dengan mengkombinasikan beberapa istilah atau kata kunci. Biasanya fasilitas pencarian advance tersedia alat bantu untuk pencarian dengan menggunakan boolean operator. Boolean operator penggunaan kata bantu yang dapat digunakan untuk mengkombinasikan lebih dari satu istilah pencarian atau kata kunci, yaitu AND, OR dan NOT. Basis data elektronik semakin berkembang dan populer penggunannya terutama di kalangan perguruan tinggi. Basis data elektronik dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran dan penelitian di perguruan tinggi. Hampir semua perguruan tinggi besar pasti telah berlangganan basis data elektronik. Hal ini dikarenakan adanya kemudahan akses yang tidak dibatasi tempat dan waktu. Tersediannya basis data elektronik untuk mahasiswa atau dosen memberikan kemudahan akses terhadap berbagai referensi dari manapun. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada menyediakan berbagai basis data elektronik untuk memenuhi kebutuhan sivitas akademikanya. Basis data elektronik yang disediakan terdiri dari berbagai bidang disiplin ilmu seperti humaniora, kesehatan dan kedokteran, sains, teknik, agro dan multi disiplin. Beberapa basis data elektronik yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gadjah Mada diantaranya adalah ScienceDirect Freedom Collections, Springer Nature, Taylor and Francis Journals/Ebooks, Oxford Online Journals, Cambridge University Press Journals, Sage Premier Journals, Emerald Journals, JSTOR, Ebscohost, Proquest, ClinicalKey , The Cochrane Library, IEEE xplore, dan lain-lain. Basis data elektronik yang disediakan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada dapat diakses oleh sivitas akademika melalui berbagai fasilitas akses seperti website perpustakaan, Summon Web Scale Discovery, dan Direct Access (ezproxy.ugm.ac.id) menggunakan Single Sign ON (SSO). Tersedianya akses melalui SSO memudahkan sivitas akademika jika membutuhkan informasi atau artikel pada database elektronic di manapun berada pada masa pandemi Covid-19. Tren Pemanfaatan Basis data elektronik di Perpustakaan UGM Pembagian basis data elektronik berdasarkan klaster Perpustakaan Universitas Gadjah Mada sebagai representasi dari universitas setiap tahun menyediakan tidak kurang dari 17,5 Miliar untuk keperluan langganan atau pembelian basis data elektronik bagi sivitas akademika. Perpustakaan UGM dalam proses penentuan langganan berusaha untuk melakukan keseimbangan kebermanfaatan yang akan diterima oleh semua sivitas akademika di UGM. Saat ini terdapat empat klaster yang digunakan sebagai dasar untuk melihat proporsi langganan, yakni klaster sosio humaniora, klaster sains Teknik, klaster kesehatan, dan klaster agro. Perpustakaan UGM memfokuskan pada ketersediaan basis data elektronik yang menyediakan sumber daya multidisiplin (multi klaster). Hal ini bertujuan memenuhi proporsi kebutuhan tiap-tiap bidang ilmu. Basis data elektronik yang berisi sumber daya elektronik dari multi disiplin diantara adalah Sciencedirect, Taylor and Francis Journal, Springer Journals, Sage Premier Journals, Emerald Journals, Proquest Research Library, Ebsco Academic Search Complete, Oxford Online Journals, Cambridge Journals, dan Sage Research Methods. Selain tentu saja langganan piranti indexing journals dan penelusuran basis data elektronik seperti Scopus dan Summon Web Scale Discovery. Beberapa basis data elektronik juga ada yang sifatnya lintas klaster atau dapat dimanfaatkan oleh dua klaster atau lebih seperti IEEE xplore, Clinicalkey, Osiris, Proquest ABI/INFORM, Ebsco Business Source Complete, ACS Publication, Wiley Journal, dan Nature. Selain beberapa juga dimanfaatkan oleh lintas fakultas dalam satu klaster misal JSTOR, CABI Compendium, Westlaw, The Cochrane Library, APS dan AIP, Oxford Islamic Studies, and Tissue Engineering. Pemanfaatan basis data elektronik tahun 2020-2021 Salah satu yang menjadi dasar evaluasi keberhasilan perpustakaan dalam menyediakan sumber daya perpustakaan adalah bagaimana tingkat pemanfaatan dalam mendukung proses pembelajaran dan penelitian di institusi induknya. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada telah menginvestasikan hampir 85% anggaran untuk keperluan penyediaan sumber daya perpustakaan dalam bentuk basis data elektronik. Pada masa awal pandemi tahun 2020 hingga akhir tahun 2021, peran basis data elektronik dalam mendukung pembelajaran daring bagi sivitas akademika menjadi semakin penting. Hal ini dilihat dari peningkatan penggunaan secara signifikan dimana pada tahun 2020 terdapat 2.839.825 yang diunduh dan meningkat secara signifikan pada tahun 2021 sebanyak 3.373.371 unduhan. Secara lengkap data statistik artikel yang diunduh oleh sivitas akademika UGM selama dua tahun terakhir terlihat pada tabel dua di bawah ini. Tabel 2. Data Statistik Unduh Artikel Basis Data Elektronik UGM tahun 2020-2021 NO NAMA E-JOURNAL 2020 2021 1 SCIENCE DIRECT Freedom Collection 1.280.816 1.764.610 2 JSTOR JOURNALS 293.507 293.579 3 Taylor and Francis Journals (ALL) 124.804 185.794 4 SPRINGER Online Journals 140.615 179.641 5 IEEExplore (ALL) 186.018 164.454 6 SAGE Premier Journal 115.580 133.195 7 EMERALD Database Full 123.300 125.877 8 Clinical Key (ALL) 101.009 110.506 9 OSIRIS (Document Download) 103.200 101.425 10 PROQUEST: ABI/INFORM Collection 102.166 89.115 11 PROQUEST Research Library (PRL) 52.041 38.137 12 EBSCO: Business Source Complete 43.433 34.655 13 ACS Publications 25.307 30.495 14 EBSCO: Academic Search Complete 34.203 23.328 15 OXFORD Online Journals 31.614 19.318 16 CAMBRIDGE Journal 13.159 18.167 17 Wiley Journal Total 8.682 17.984 18 ASCE Research Library 7.993 9.734 19 Westlaw 3.789 6.501 20 Sage Research Methods 20.069 6.053 21 WILEY: The Cochrane Library 4.339 5.114 22 Nature.com 12.487 4.694 23 CABI Compendium 3.996 2.974 24 APS Publications 3.174 2.867 25 AIP Publications 2.347 2.800 26 ASME Consortium Journals package 1.036 1.713 27 OXFORD Islamic Studies 941 446 28 Tissue Engineering A, B, C 92 130 29 SIAM Journals Online 111 65 TOTAL AKSES (DOWNLOAD) 2.839.828 3.373.371 Sumber: Data primer, 2022 Data statistik di atas memperlihatkan bahwa tren pemanfaatan basis data multi disiplin terlihat pemanfaatannya jauh lebih baik dibandingkan dengan basis data yang fokus pada satu dua bidang ilmu. Tabel dua di atas memperlihatkan bahwa delapan dari sepuluh basis data elektronik yang dilanggan merupakan basis data yang dapat dimanfaatkan oleh lintas disiplin atau fakultas/sekolah. Basis data Science Direct, JSTOR Journals, Taylor and Francis Journals, Springer Journals dan IEEExplore secara konsisten merupakan basis data yang tingkat pemanfaatannya lebih tinggi dibanding basis data lainnya. Namun untuk IEEE xplore ada kecenderungan penurunan akses dari tahun sebelumnya. Hal ini juga terlihat pada penelitian yang dilakukan oleh Aswinna dan Rahmi (2021) di Perpustakaan Universitas Indonesia yang menunjukkan bahwa basis data Science Direct, Taylor and Francis, Springerlink, Emerald, dan Sage Journals adalah basis data lintas disiplin yang menunjukan konsistensi pemakaian lebih tinggi dibanding basis data lintas disiplin lainnya. Satu hal yang sama terkait pemanfaatan basis data di Universitas Indonesia pada tahun 2020 juga diperlihatkan adanya basis data bidang tertentu (lintas disiplin dalam klaster sama) yang pemakaiannya tinggi yakni JSTOR dan the Clinical Key (Aswinna dan Rahmi, 2021). Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Veer dan Panda (2021) memperlihatkan kesamaan pemakaian yang tergolong tinggi untuk basis data IEEE antara Universitas Gadjah Mada dan Chandigarh University. Beberapa basis data terlihat mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yakni IEEExplore, Osiris, Proquest ABI/INFORM, Proquest Research Library, Ebsco Business Source Complete, Ebsco Academic Search Complete, Oxford Online Journals, Westlaw, Sage Research Methods, Nature, CABI Compendium, APS Publications, Oxford Islamic Studies dan SIAM Journals Online. Penurunan angka pemanfaatan ini perlu dilakukan evaluasi kembali secara mendalam untuk mengetahui penyebab utamanya. Beberapa penyebab penurunan ini dapat dipengaruhi oleh turunnya minat terhadap riset yang digunakan melalui basis data tersebut, ataupun dikarenakan adanya gangguan akses yang terjadi terutama untuk akses secara jarak jauh melalui ezproxy yang sering terjadi. Hal lain yang dapat diambil dari data yang ada adalah bahwa kecenderungan basis data yang berasal dari penyedia yang terkenal dan mempunyai modal besar serta jaminan kualitas memiliki pemanfaatan yang lebih besar. Artinya tingkat kepercayaan pengguna terhadap ‘nama besar’ dan mutu sumber asal sangat mempengaruhi pemanfaatan atau tren yang ada di Universitas Gadjah Mada.

Conclusion

Kajian awal dengan menggunakan data dari sumber yang cukup terbatas ini setidaknya memberikan beberapa kesimpulan. Pertama, tren pemanfaatan basis data elektronik di Universitas Gadjah Mada secara umum mengalami peningkatan pada dua tahun masa pandemi. Kedua, tren pemanfaatan basis data yang menyajikan sumber daya elektronik dari bidang multi disiplin mempunyai kecenderungan lebih tinggi dibandingkan dengan basis data yang mempunyai kekhususan bidang. Ketiga, pemanfaatan basis data elektronik yang berasal dari penerbit atau penyedia yang sudah mempunyai ‘nama besar’ mempunyai kecenderungan dipilih oleh sivitas akademika sebagai sumber yang penting untuk dijadikan bahan referensi. Dan keempat, penurunan tren pemanfaatan basis data elektronik dari beberapa penyedia dan bidang ilmu perlu diteliti lebih lanjut penyebab utamanya, hal ini penting sebagai bahan evaluasi langganan atau pembelian oleh perpustakaan. Dari beberapa kesimpulan di atas, maka penulis memberikan beberapa saran. Pertama, perlu ada kajian lebih mendalam pada tren pemanfaatan basis data elektronik untuk tiap bidang ilmu atau basis data tertentu dengan rentang waktu yang lebih luas, missal 5 tahun terakhir. Kedua, perlu ada evaluasi lebih mendalam terhadap basis data elektronik yang mengalami penurunan pemanfaatan, sehingga diketahui secara lebih pasti penyebab penurunan tersebut. Ketiga, perlu kajian lebih luas untuk melihat efisiensi anggaran yang dikeluarkan dengan pemanfaatan yang dilakukan oleh sivitas akademika Universitas Gadjah Mada. Penurunan yang terjadi berpotensi pada inefisiensi anggaran yang telah dikeluarkan. Keempat, sosialisasi ketersediaan basis data elektronik harus dilakukan secara terus menerus baik oleh perpustakaan pusat maupun utamanya oleh perpustakaan fakultas atau sekolah sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Dan kelima, tulisan ini adalah kajian awal yang masih sederhana, sehingga perlu didukung dengan penelitian atau kajian selanjutnya yang lebih komprehensif dan menjangkau seluruh bagian untuk mengevaluasi sebuah tren pemanfaatan.