Analisis Strategi Reading Time dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di Perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This research aims to describe an analysis of the application of the reading time strategy in increasing students' reading interest in the Al Istiqamah Simpang Empat West Pasaman High School library. The type of research is quantitative research with descriptive methods. The data analysis technique in this research is by examining the data, tabulating it using the Arikunto distribution formula. The results of the research show that: (a) the reading interest of students at Al Istiqamah Simpang Empat High School, West Pasaman Regency is still low because there is no strategy that can increase students' reading interest which is applied in a structured and systematic manner and carried out seriously and continuously, ( b) after analyzing the reading time strategy at Al Istiqamah Simpang Empat High School, West Pasaman Regency, it appears that it is still not working properly. This can be seen from the three stages of the reading time strategy (habituation, development and learning) which are still rarely implemented, and (c) the reading time strategy is very likely to be implemented at Al Istiqamah Simpang Empat High School, West Pasaman Regency, where one of the main factors supporting the implementation of the reading time strategy The library of Al Istiqamah Simpang Empat High School, West Pasaman Regency, has a large and up-to-date collection.
Keywords:
Reading Time
· library
· program
Introduction
Rendahnya minat baca tentu sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca. Minat adalah keinginan untuk melakukan sesuatu hal dengan penuh kesadaran. Hal tersebut dipertegas oleh Tratma (2016) terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca ada dua,yaitu faktor internal meliputi perasaan, perhatian, dan motivasi, sementara itu faktor eksternal terdiri atas peran guru, orang tua, lingkungan dan fasilitas. Jadi dapat disimpulkan bahwa minat baca berarti keinginan seseorang untuk membaca. Keinginan tumbuh dari diri sendiri tanpa tekanan pihak lain. Menurut Akhtar, dkk. (2019), peserta didik menjadi lebih mudah memahami materi pelajaran serta memiliki kebiasaan membaca. Membaca adalah proses berpikir yang dilakukan dengan sengaja dan bertujuan untuk memahami bahasa tulisan secara keseluruhan. Pada hakikatnya membaca bukanlah suatu bakat atau pembawaan sejak lahir, melainkan suatu proses yang dapat dikembangakan menjadi minat. Dengan demikian penumbuhan minat baca dimulai sedini mungkin, sementara peningkatan minat baca dapat dilakukan di usia sekolah, seperti usia 12 –17 tahun saat berada di bangku SMP sampai SMA. Dimana anak sedang berada di fase penyerapan informasi danmengaitkan informasi dengan pengalaman yang ia miliki. Peningkatan minat baca tidak jauh dari peran perpustakaan sebagai unit penyediaan informasi atau sumber informasi. Dengan demikian siswa diharapkan senantiasa memanfaatkan koleksi perpustakaan dalam rangka meningkatkan minat baca siswa. Dalam merumuskan strategi peningkatan minat baca siswa ada dua model yang patut dipertimbangkan, yaitu model starategi yang didasarkan pada motivasi inrternal (dari dalam diri) dan motivasi eksternal (orang lain). Sedangkan pelaksanaan strategi yang akan dilakukan di perpustakaan SMA Al Istaqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman merupakan salah satu perpustakaan yang mengupayakan strategi pembinaan minat baca siswa. Hal ini dibuktikan bahwa salah SMA Al Istiqamah Barat yang Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat telah menjadi perpustakaan terbaik dari beberapa sekolah di Kabupataen Pasaman Barat yaitu dengan dilakukannya kerjasama dengan perpustakaan umum dalam meningkatkan minta baca siswa dan pemustaka umum yang datang mengunjungi perpustakaan. Strategi yang akan dicoba untukditerapkan adalah strategi reading time karena strategi ini memiliki dimensi yang sesuai dengan dua model yang akan dipertimbangkan untuk meningkatkan minat baca siswa. Dimensi tersebut terdiri dari dimensi edukatif pedagogik, sosio kultur, dan perkembangan psikologis. Berdasarkan observasi awal peneliti, pemanfaatan koleksi dan jumlah kunjungan tergolong rendah. Hal ini ditujunkkan oleh data statistik Juni -Desember 2022 sampai Januari –Juni 2023, rata-rata kunjungan hanya sedikit dari keseluruhan jumlah siswa pada tahun 2022-2023 yang membaca buku setiap harinya. Padahal peneliti juga menemukan data-data mengenai fasilitas perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat tersebut sangat bagus dan mencukupi, yaitu koleksi buku di perpustakaan sebanyak 1445, dengan rincian buku teks (1387 eksemplar), referensi (2822 eksemplar), fiksi (919 eksemplar), non fiksi (131 eksemplar), umum (26 eksemplar). Selain itu peneliti menemukan data mengenai ruangan perpustakaan yang ada di perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat memiliki gedung tersendiri, didalam ruangan terdapat 13 rak buku, lemari dengan label jenis buku, meja dan kursi untuk pengunjung yang ingin membaca didalam perpustakaan. Sarana tambahan juga terdapat 6 komputer 2 speaker dan wifi. Sedangkan kinerja pada pustakawan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat berdasarkan penjelasan dari bapak kepala sekolah menyimpulkan bahwa pustakawan telah berusaha keras untuk memajukan perpustakaan dan menjalankan fungsinya dengan baik.Hal tersebut dapat terlihat dari keramahan yang di berikan oleh pustakawan saat memberikan pelayanan. Serta program kerja yang telah disusun dan akan dilaksanakan selama satu tahun kedepan dan pelayanannya setiap hari kerja pada pukul 07.00 WIB sampai 14.50 WIB. Serta struktur organisasi perpustakaan yang disusun dengan baik. Serta tata tertib dan kebijakan yang harus ditaati oleh pengunjung perpustakaan. Selain itu, berdasarkan observasi awal oleh peneliti, siswa melakukan kegiatan membaca di sekolah karena tuntutan akademik dan berpengaruh terhadap nilai kognitif. Sementara sebagian siswa tidak melakukan kegiatan membaca di rumah karena kurangnya pengawasan dari orang tua. Fenomena tersebut dianggap sebagai masalah rendahnya minat baca, oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai strategi peningkatan minat baca siswa. Berdasarkan latar belakang masalah yang ditemukan, dapat diidentifikasikan beberapa masalah yang dihadapi di perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat yaitu (1) belum adanya diterapkan strategi untuk meningkatkan minat baca siswa di Perpustakaan SMA SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat secara serius dan terprogram dengan baik, (2) perlunya melakukan analisis strategi reading time dalam meningkatkan minat baca siswa Perpustakaan SMA SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat sebagai salah satu alternatif strategi yang baik, (3) harus adanya cara dalam meningkatan minat baca untuk mendukung strategi reading time di Perpustakaan SMA SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat, (4) kurangnya peran guru dalam memberikan tugas dan semangat untuk meningkatkan minat baca siswa di Perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat.
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Tujuan dalam penelitian deskriptif ini yaitu untuk mengumpulkan informasi mengenai analisis strategi reading time dalam meningkatkan minat baca siswa di Perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat. Populasi pada penelitian ini yaitu meliputi jumlah keseluruhan siswa kelas X,XI,XII yang 613 orang, dan sebagai penguat argument makan di tambah dengan guru berjumlah 10 orang, pustakawan berjumlah 1 oramg dan kepala sekolah berjumlah 1 orang. . Untuk mengetahui banyak jumlah sampel penelitian, maka peneliti menggunakan rumus slovin (utama, 2016) diperoleh sampel sebesar 85 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling.variabel yang diteliti yaitu strategi reading time dalam meningkatkan minat baca siswa di perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat. Jenis data yang digunakan primer, sumber data yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu kuesioner, observasi dan wawancara. Uji persyaratan analisis yaitu validasi dan reliabilitas. Teknik analisis data yaitu pemeriksaan, tabulasi menggunakan persentase.
Result & Discussion
Hasil penelitian ini akan diuraikan tiga hal yang berkaitan dengan kegiatan hasil dari penelitian yaitu: (1) deskripsi data; (2)analisis data; (3) pembahasan. Deskripsi data berarti mendeskripsikan data-data yang sudah terkumpul Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan analisis strategi reading time dalam meningkatkan minat baca siswa di Perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat. Kemudian diperoleh dari hasil kuesioner berjumlah 8 pernyataan/pernyataan dengan jumlah sampel 85 orang siswa yang terdiri dari kelas X 28 siswa, XI 29 siswa, X 29 siswa dengan variabel penelitian analisis strategi reading time dalam meningkatkan minat baca siswa di perpustakaan SMA Al Istiqamah. 1. Analisis Strategi Reading Time dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di Perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Perpustakaan membutuhkan sebuah strategi dalam meningkatkan minat baca. Setiap perpustakaan pasti memiliki rencana dan strategi dalam meningkatkan minat baca demikian halnya dengan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat. Dalam meningkatkan minat bacatersebut maka salah satu strategi yang digunakan adalah reading time. Oleh karena itu strategi reading time ini perlu dianalisis. selengkapnya diuraikan di bawah ini. a.Analisis Strategi Reading time oleh Siswa Tabel 1. Distribusi Frekuensi Analisis Strategi Reading Time Untuk Siswa di SMA Al Istiqamah Sipang Empat Kabupaten Pasaman BaratNo Pernyataan Alternatif Jawaban SL KD JR TP F % F % F % F % 1 Setiap jam istirahat saya mengunjungi perpustakaan 16 18,8 29 34,1 36 42,3 4 4,7 2 Saya membaca buku sebelumbelajar dimulai 15 17,6 23 27,0 36 42,3 11 12,9 3 Saya senang membaca dimanapun saya berada 18 21,1 21 24,7 38 44,7 8 9,4 4 Saya menceritakan kembali, cerita yang sudah saya baca 15 17,6 19 22,3 37 43,5 14 16,4 5 Saya membuat tugas resume setelah selesai membaca buku pelajaran 13 15,2 32 37,6 22 25,8 18 21,1 6 Saya membaca 11,7 28 32,9 44 51,7 3 3,5 a buku danmemahami yang telah saya baca 10 7 Saya akan membaca buku selain dari buku teks pelajaran 15 17,6 28 32,9 35 41,1 7 8,2 8 Saya membaca buku ketikamengerjakan tugas dari guru 14 16,4 21 24,7 39 45,8 11 12,9 Jumlah 116 136,4 201 236,4 287 337,6 76 89,4 Rata-Rata (%) 14,5 17,0 25,1 29,5 35,8 42,2 9,5 11,1 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh data dari responden yang memilih jawaban alternatif selalu 17,0%, kadang-kadang 29,5%, jarang 42,2%, tidak pernah 11,1% . hasil pengolahan data menjelaskan bahwa analisis strategi reading time oleh siswa di Perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat. masih dikategorikan tergolong rendah, dikarenakan persentase tertinggi dari banyaknya pernyataan responden yang memilih alternatif jawaban Jarang sebanyak 42,2%. b.Analisis Strategi Reading time Oleh Guru Tabel 2. Distribusi Frekuensi Analisis Strategi Reading Time Untuk Guru di PerpustakaanSMA Al Istiqamah Sipang Empat Kabupaten Pasaman Barat No Pernyataan Alternatif Jawaban SL KD JR TP F % F % F % F % 1 Saya mendapatkan pelatihan dalam meningkatkan minat baca 2 17 4 33,3 4 33,3 2 17 2 Saya meminta siswa untuk membaca sebelum jam pelajaran dimulai kepada siswa 2 17 4 33,3 4 33,3 2 17 3 Saya meminta siswa 17 2 17 5 42 2 17 menceritakan kemabali apa yang telah dibaca 2 4 Saya memberikan tugas untuk meresume buku pelajaran yangtelah mereka baca 2 17 2 33,3 4 33,3 1 8,3 5 Saya memberikan waktu luang kepada siswa untuk membaca dan memahami pelajaran 2 17 4 27 5 42 1 8,3 Jumlah 10 83,3 16 133,3 22 183,3 8 7 Rata-Rata (%) 2 17 3,2 27 4,4 37 1,6 13,3 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh data dari responden yang memilih jawaban alternatif selalu 38,3%, kadang-kadang 41,6%, jarang 11,6%, tidak pernah 8,3% . hasil pengolahan data menjelaskan bahwa analisis strategi reading time oleh guru di Perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat, masih dikategorigan tergolong sedang, dikarenakan persentase tertinggi dari banyaknya pernyataan responden yang memilih alternatif jawaban jarang sebanyak 41,6%. c.Analisis Strategi Reading time Oleh kepala sekolah dan Pustakawan Tabel 3. Distribusi Frekuensi Analisis Strategi Reading Time Untuk Pustakawan dan Kepala Sekolah di Perpustakaan SMA Al Istiqamah Sipang Empat Kabupaten Pasaman BaratNo Pernyataan Alternatif Jawaban SL KD JR TP F % F % F % F % 1 Staf Pustakawan Mengikuti Pelatihan Tentang Meningkatkan Minat Baca 1 50 1 50 0 0 0 0 2 Kepala Sekolah Melaksanakan Kegiatan Atau Program Membaca 1 50 1 50 0 0 0 0 3 Kepala Menyediakan Fasilitas Perpustakaan Dengan Baik 1 50 1 50 0 0 0 0 4 Pustakawan MemberikanApresisasi Kepada Siswa Yang Rajin Ke Perpustakaan 1 50 1 50 0 0 0 0 5 Kepala Sekolah Melibatkan Bapak/Ibu Guru Dalam Kegiatan Kepustakawanan 1 50 1 50 0 0 0 0 Jumlah 5 250 5 250 0 0 0 0 Rata-Rata (%) 1 50 1 50 0 0 0 0 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh data dari responden yang memilih jawaban alternatif selalu 50%, kadang-kadang 50%, jarang 0%, tidak pernah 0% . hasil pengolahan data menjelaskan bahwa analisis strategi reading time oleh kepala sekolah dan pustakawan di Perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat. hasil ini dikategorikan tergolong sedang, dikarenakan persentase tertinggi dari banyaknya pernyataan responden yang memilih alternatif jawaban jarang sebanyak 50%. B. Pembahasan 1. Analisis Strategi Reading time di Perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat a. Tahap Pembiasaan Pada tahapan ini strategi reading time dilaksanakan dengan membiasakan siswa untuk membaca sebelum mata pelajaran dimulai yaitu dengan membaca buku pelajaran. Pada tahap ini siswa dilatih membaca dalam hati, membaca nyaring dan menyimak. Hal ini digunakan untuk meningkatkan rasa cinta membaca di luar pelajaran, meningkatkan rasa percaya diri dan menumbuhkembangkan penggunaan berbagai sumber bacaan. Menurut Wiedarti dalam Dariska (2018, hlm 66) pada tahapan ini kegiatan membaca harus yang menyenangkan di sekolah, hal ini bertujuan untuk menumbuhkan minat terhadap suatu bacaan dan kegiatan membaca. Berdasarkan kisi-kisi kuesioner yang diberikan kepada responden yang berkenaan dengan tahap pembiasaan ini terdapat pada item pernyataan nomor 1 (setiap jam istirahat saya mengunjungi perpustakaan untuk membaca), 2 (saya membaca buku sebelum belajar dimulai), dan 7 (saya akan meluangkan waktu setiap harinya untuk membaca). Dari ketiga item pernyataan itu hampir semua jawabannya dalam rentang kadang-kadang dan jarang yaitu, 34,1 % dan 42,3 %, 27,0 % dan 42,3 % serta 32,9 % dan 41,1 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk tahap pembiasaan ini masih sangat rendah nilainya. Sedangkan dari data kuesioner yang diberikan kepada guru terdapat masih belum sungguh-sungguhnya dan sepenuhnya mereka dalam menerapkan strategi reading dalam tahap pembiasaan ini, hal ini terlihat dari hanya sebagian mereka yang meminta siswa untuk membaca sebelum jam pelajaran dimulai. Dengan demikian pada tahap pembiasaan ini strategi reading belum berjalan dengan semestinya di SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat. Maka pada tahapan pembiasaan ini semestinyalah guru terlibat langsung dalam membiasakan siswanya untuk membaca sebelum pelajaran, baik itu membaca dalam hati, nyaring dan menyimak apa yang sedang dibaca. Sehingga kegiatan membaca ini sudah menjadi kebiasaan bagi siswa.Bahan bacaan yang digunakan sebaiknya buku pelajaran dan buku diluar buku pelajaran sesuaidengan minat siswa. b. Tahap Pengembangan Pada tahapan pengembangan ini pada perinsipnya merupakan kegiatan tindak lanjut dari tahap pembiasaan. Pada tahap ini siswa didorong untuk menunjukkan keterlibatan pikiran dan emosinya dalam proses membaca. Langkah ini dapat dilakukan melalui kegiatan produktif secara lisan maupun tulisan. Kegiatan produktif ini tidak selalu dinilai secara akademik. Misalnya ketika siswa membaca karya sastra cerita pendek. Maka langkah selanjutnya dapat menulis ulang dengan bahasa sendiri. Bagi kelas tinggi bisa saja meringkas atau membuat sinopsis sebuah novel yang dibaca. Merujuk pada kisi-kisi kuisioner yang telah dijelaskan pada bab II, untuk tahap pengembangan ini terdapat pada item pernyataan/pernyataan nomor 4 (saya menceritakan kembali,cerita yang sudah saya baca), 5 (saya membuat tugas resume setelah selesai membaca buku pelajaran) dan 6 (saya membaca buku dan memahami yang telah saya baca). Dari ketiga item pernyataan tersebut jawaban yang diberikan oleh responden dengan jawaban jarang (JR) dan kadang-kadang (KD) adalah sebagai berikut : 43,5 % dan 22,3 %; 25,8 % dan37,6 % serta 51,7 % dan 32,9 %. Dari temuan tersebut terlihat bahwa tahap pengembangan dari strategi reading time belum terlaksana dengan baik dan sempurna di SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat. Hal ini juga terlihat dari jawaban guru yang tentang hal ini, dimana hanya sebagian guru yang menyuruh siswanya untuk meresume dan menceritakan kembali apa yang telah dibaca siswanya. Melalui adanya kunjungan keperpustakaan yang didampingi oleh guru maka siswa dapat membaca dan memahami bacaan yang mengaitkan dengan materi pelajaran yang sedang berlangsung. Hal ini akan menumbuhkan minat untuk membaca bagi siswa. Pada Perpustakan sekolah SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat jumlah kunjungan siswa ke perpustakaan tergolong rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah persentase siswa yang membaca memiliki kategori persentase 42,2%. c. Tahap Pembelajaran Pada tahap ini menurut Wiedarti dalam Dariska (2018) terdapat tagihan akademis yang terkait dengan mata pelajaran serta kegiatannya mendukung pelaksanaan kurikulum. Setiap kegiatan pembelajaran harus diawali dengan membaca, jadi melalui kegiatan membaca dijam pelajaran dilakukan baik awal atau pun akhir dapat memberikan pemahaman pada siswa bahwa kegiatan membaca dapat menambah pengetahuan mereka. Berdasarkan dari kisi-kisi kuesioner yang telah disebarkan pada responden pernyataan yang menggambarkan tahap pembelajaran ini terdapat pada pernyataan nomor 4 (saya menceritakan kembali cerita yang saya baca), 5 (saya membuat tugas resume setelah selesai membaca buku pelajaran), 6 (saya membaca dan memahami yang telah saya baca) dan 8 (saya membaca buku ketika mengerjakan tugas dari guru). Dari keempat jawaban yang dibeikan responden terlihat masih jauh dari yang diharapkan agar tahap ini berjalan dengan semestinya, hal ini terlihat dari nilai dari jawaban responden masih besar pada jawaban kadang-kadang dan jarang, secara berurutan sebagai berikut 22,3 % dan 43,5 %; 37,6 % dan 25,8 %; 32,9 % dan 51,7 %; 24,7 % dan 45,8 %. Dengan demikian terlihat masih minimnya kegiatan pada tahap pembelajaran ini, untuk meningkatkan kegiatan ini agar berjalan dengan baik peran seorang guru sangat diharapkan. Guru harus merencanakan dengan baik, sebab pada tahap ini ada tuntutan akademis sehingga akan berefek pada pencapaian pembelajaran siswa, maka sebaiknya guru memberikan materi pelajaran termasuk membaca buku-buku sesuai dengan pelajaran tersebut. Adapun cara lain guru juga dapat memperlihatkan kepada siswa berupa media, video, atau gambar yang ditampilkan pada vcd, lcd dan sebagainya. Pembelajaran dengan berbagai metode menggunakan media ini akan menjadi pengalaman bagi siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa tahap pembelajaran ini sangat besar peran guru dalam memotivasi siswa untuk dapat selalu membaca, karena akan mendukung pengetahuan mereka dalam menyelesaikan persoalan pembelajaran mereka. Kreativitas guru sangat diharapkan untuk dapat mendorong kegiatan pada tahap pembelajaran ini. 2. Minat Baca Siswa di SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat Pada bagian ini akan dijelaskan minat baca siswa menurut Safari dalam (Ony, Kisyani, dan Wahyu, 2017) terdiri dari empat indikator yaitu perasaan senang. ketertarikan siswa, perhatian siswa, keterlibatan siswa. Berikut penjelasan lebih lanjut: a. Perasaan Senang Perasaan senang seorang siswa yang merasakan senang atau suka terhadap sebuah mata pelajaran, maka siswa tersebut selalu mempelajari ilmu yang disukainya. Tidak ada perasaan terpaksa pada siswa tersebut untuk mempelajari mata pelajaran sesuai dengan bidangilmu yang disukainyatersebut. Dari hasil temuan penelitian perasaan senang ini terwakili dari jawaban item pernyataan nomor 3 (saya senang membaca dimanapun saya berada). Namun hasilnya menunjukkan bahwa kesenangan siswa terhadap kegiatan membaca di SMA Al Istiqamah Simpang Empat Pasaman Barat masih sangat rendah, dimana rata-rata mereka menjawab kadang-kadang dan jarang dengan total nilainya 69,4 %. Menurut Astuti (2013. Hlm. 28) upaya meningkatkan dapat dilakukan sebagai berikut: (a) motivasi orang tua dan guru (b) promosikan gerakan gemar membaca di lingkungan sekolah. (c) memberikan penghargaan untuk anak yang gemar membaca (e) pengemasan buku yangmenarik). Dari uraian di atas dapatlah dijabarkan bahwa minat baca dari siswa di SMA Al Istiqamah Simpang Empat Pasaman Barat masih tergolong rendah, untuk bisa meningkatkan minat baca ini peran guru sangatlah besar di sekolah, seperti yang diunagkapkan oleh Astuti perlu adanya penghargaan untuk anak yang gemar membaca, pengemasan buku yang menari dan tak kalah pentingnya mempromosikan gerakan gemar membaca serta memberikan edukasi kepada siswa tentang penting dan butuhnya kita untuk selalu banyak membaca. b. Ketertarikan Siswa Ketertarikan siswa yang berhubngan dengan gerakan yang dapat mendorong siswa lebih cenderung merasa tertarik pada kegiatan membaca seperti kegiatan mading, puisi dan lomba puisi, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang efektif dilakukan sehingga dapat membangkitkan semangat pada siswa untuk membaca. Pada item pernyataan nomor 1 (setiap jam istirahat saya mengunjungi perpustakaan) jawabannya untuk kadang-kadang dan jarang adalah 34,1 % dan 42,3 %) merupakan pernyataan yang dapat melihat ketertarikan siswa untuk kegiatan membaca ini. Hal ini masih jauh dari yang diharapkan dan perlu adanya cara yang komprehensif untuk meningkatkan ketertarikan siswa terhadap kegiatan membaca. Kegiatan yang diharapkan untuk menarik siswa gemar membaca seperti adanya kegiatan lombalomba dan kegiatan kreatif lainnya. Diharapkan kerjasama guru dan pihak pustakawan dalam melaksanakan kegiatan ini, yang tentunya juga melibatkan siswa dalam kegiatan ini. c. Perhatian Siswa Perhatian siswa merupakan konsentrasi atau aktifitas diri jiwa terhadap pengamatan dan pengertian pemahaman dari teks yang dipahami oleh siswa. Siswa yang memiliki fokus pada satu objek tertentu pasti hal lainnya akan dikesampingkan. Siswa yang memiliki minat akan dengan sendirinya tertarik untut membaca. Pada penelitian ini dapat dilihat dari jawaban responden yang masih sangat rendah terlihat pada item pernyataan nomor 5 dan 6. Masih banyak yang menjawab jarang dan kadang-kadang dengan rata-rata jawaban di atas 70-an %. Hal ini menunjukkan perhatian siswaterhadap kegiatan membaca masih perlu ditingkatkan dengan berbagai strategi yang jitu, salah satunya adalah dengan strategi reading time, yang sangat memungkinkan siswa untuk menumbuhkan perhatian mereka dalam hal membaca. Pada persoalan ini guru harus jeli dalam melihat kecenderungan siswanya, sehingga apa yang diinginkan siswanya dapat diakomodir dengan baik. Sehingga perhatian anak terhadap suatu objek bisa menjadi maksimal dan sesuai dengan yang diharapkannya. d. Keterlibatan Siswa Keterlibatan siswa merupakan ketertarikan akan suatu hal yang mengakibatkan siswa tersebut senang untuk melakukan kegiatan itu dan semangatnya untuk mengerjakannya. Berdasarkan pemaparan di atas maka cara meningkatkan minat baca juga dapat dilakukan sesuai dengan pernyataan Hasyim (Fina, 2021) menyebutkan bahwa ada beberapa cara meningkatkan minat baca, yaitu: (1) bacakan buku sejak lahir. (2) dorong anak bercerita tentang apa yang telah didengar atau dibacanya. (3) ajak anak ke tokobuku atau mengunjungi perpustakaan. (4) membeli buku yang menarik minat anak. (5)sisihkan uang untuk membeli buku. (6) tukar buku dengan teman. (7)hilangkan penghambat seperti playtstation. (8) beri hadiah yang dapat menarik anak untuk membaca. (9) menumbuhkan semangat anak untuk membaca. (10) menyediakan waktu untuk anak membaca. Dari pendapat Hasyim (Fina, 2018) tadi terlihat bahwa keterlibatan siswa untuk meningkatkan minat baca sangatlah penting. Peran guru dan orang tua sangatlah penting, bagi orang tua hendaklah mereka sering mengajak anak mereka untuk mengunjungi toko buku dan berbelanja buku sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anaknya, sehingga mereka terlibat langsung dalam kegiatan membaca mereka. Sedangkan guru diharapkan untuk selalu mendorong siswanya dalam berbagai kegiatan membaca, baik itu membaca buku pelajaran maupun membaca buku non pelajaran yang menarik bagi siswa. Adapun faktor yang mempengaruhi minat baca yaitu gerakan litersi sekolah salah satunya adalah reading time. menurut Faizah dkk (2016) menyatakan bahwa literasi sekolah atau GLS adalah kemampuan dalam memahami, melihat, menyimak, menulis , dan berbicara. Hal ini dapat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca siswa dan potensi siswa dalam kemampuan membaca selama 15 menit sebelum atau sesudah pelajaran dimulai.
Conclusion
Berdasarkan hasil pembahasan mengenai analisis strategi reading time dalam meningkatkan minat baca di perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat dapatlah disimpulkan sebagai berikut: (1)Masih rendahnya minat baca siswa di SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat dikarenakan belum adanya suatu strategi yang dapat meningkatkan minat baca siswa ini yang diterapkan secara terstruktur dan sistematis serta dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan kontinu, (2) Setelah dianalisis terhadap strategi reading time di SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat terlihat masih belum berjalan dengan semestinya. Hal ini terlihat dari tiga tahapan strategi reading time (pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran) masih jarang dilakukan, (3) Strategi reading time sangat mungkin diterapkan di SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat, dimana salah satu faktor utama pendukung terlaksananya strategi reading time dimiliki oleh perpustakaan SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat yaitu tersediannya koleksi yang banyak dan juga mutakhir. Adapun saran yang bisa diberikan agar strategi reading time ini dapat berjalan dengan baik dan sempurna adalah sebagai berikut : (1) Sebaiknya di sekolah SMA Al Istiqamah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat ini diterapkan strategi reading time kareana setiap pembelajaran akan efektif didapatkan setelah membaca dan diharapkan juga kepada guru untuk memberikan motivasi kepada siswa untuk membaca karena guru sangatberpengaruh dalam meningkatkan minat baca siswa. Dan juga guru lebih banyak memberikan tugas sekolah yang membuat siswa mengunjungi perpustakaan untuk membaca dan menyelesaikan tugasnya. (2) Diharapkan kepada pihak guru dan pustakawan untuk mengadakan kegiatan yang mendorong siswa untuk lebih banyak membaca, seperti lomba mading, pembacaan puisi dan membuat karangan bebas yang sangat menarik. Kegiatan ini akan memicu dan memacu keinginan siswa untuk mengunjungi pustaka dan banyak membaca. Sehingga strategireading time ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak yang banyak terhadap minat baca siswa.