Kembali
16
1
2023 Scinary: Science of Information and Library Vol 1 · 2 ISSN 2963-752X

Analisis Manfaat Penggunaan Sistem Informasi Inlislite Versi 3.0 Di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi Dki Jakarta Dengan Metode PIECES

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

This study was aimed to describe the benefits of using the INLISLite information system version 3.0 at the DKI Jakarta Provincial Public Library using the PIECES method. This research is a quantitative research with a descriptive approach. The sample was conducted by random sampling method. Collecting data was conducted by distributing questionnaires to respondents via google form, namely Librarian of DKI Jakarta Provincial Public Library. The statistical method used editing and tabulation. The validity test uses the Pearson product moment formula and the reliability test uses the Cronbach alpha formula. The result of this research showed that the use of the INLISLite information system version 3.0 at the DKI Jakarta Provincial Public Library provides benefits in terms of performance, information, economy, control, efficiency and service, depite there are some efficiency aspects that don’t work.
Keywords: INLISLite · performance · library · automation

Introduction

Perkembangan teknologi dalam bidang informasi saat ini terus mengalami perkembangan yang pesat. Salah satu bentuk dari perkembangan teknologi dalam bidang informasi yaitu adanya kemudahan dalam memperoleh informasi. Tidak hanya kemudahan dalam memperoleh informasi, namun dalam proses pengolahan informasi juga semakin cepat. Teknologi informasi memberikan kemudahan dalam mengelolah, menyimpan, mengakases serta menyebarkan informasi tersebut. Perkembangan teknologi infromasi yang cepat didukung oleh meratanya penggunaan internet. Meratanya internet memudahkan setiap individu untuk menyebarkan informasi baik melalui media sosial maupun website yang tidak memiliki kredibilitas. Hal ini yang menyebabkan perpustakaan tidak kehilangan fungsinya. Informasi yang kredibel menjadi salah satu alasan masyarakat masi pergi ke perpustakaan untuk mencari informasi. Namun, teknologi informasi saat ini mendorong perpustakaan melakukan inovasi, salah satunya dalam penerapan layanan yang mengikut sertakan peran teknologi didalamnya. Memaksimalkan layanan perpustakaan melalui teknologi informasi dengan merubah sistem perpustakaan konvensional ke perpustakaan perpustakaan terotomasi. Perpustakaan terotomasi yang dimaksud adalah perpustakaan yang mengimplementasikan teknologi dalam sistem layanan di perpustakaan. Menurut Fatmawai (2020) perpustakaan perlu menerapkan otomasi karena untuk meningkatkan kinerja pengelola perpustakaan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan perpustakaan yang dikelola. Sementara itu, manfaatnya untuk meningkatkan kecepatan dalam mencatat, menyimpan, menyajikan, menyebarkan dan menemukan kembali informasi. Salah satu penerapan layanan otomasi perpustakaan adalah melalui implementasi perangkat lunak INLISLite. INLISLite adalah singkatan dari integrated library sistem yang dibangun dan dikembangkan secara resmi oleh Perpustakaan Nasional sejak tahun 2001 (Hamid, 2015). INLISLite dibangun dan dikembangkan secara resmi oleh Perpustakaan Nasional RI dalam rangka menghimpun koleksi nasional dalam jejaring Perpustakaan Digital Nasional Indonesia. Selain itu INLISLite juga membantu upaya pengembangan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi di seluruh Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang serah simpan karya cetak dan rekam. Hingga saat ini INLISLite telah berkembang menjadi INLISLite versi 3 Pemanfaatan INLISLite perlu diterapkan oleh perpustakaan yang telah siap menerima perubahan tersebut. Namun pada dasarnya perpustakaan harus memiliki kesiapan dalam perubahan dan perkembangan teknologi saat ini. Penting melakukan inovasi agar perpustakaan terus mengalami perkembangan dan tetap dapat diterima oleh masyarakat. Pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta mengatakan ada beberapa layanan perpustakaan terotomasi yang berbasis INLISLite versi 3, yaitu akuisisi, katalog digital atau OPAC, keanggotaan, sirkulasi, dan statisik perkembangan perpustakaan. Layanan katalog digital atau OPAC dan layanan keanggotaan termasuk bahan penelitian yang akan dilakukan karena layanan tersebut dapat diakses langsung oleh pemustaka. Pustakawan mengatakan bahwa dengan adanya pemanfaatan INLISLite versi 3.0 pada Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta kinerja dan layanan terhadap pemustaka ebih efektif dan maksimal. Namun, tidak dipungkiri juga pemanfaatan serta penerapan INLISLite versi 3.0 di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta masih terdapat kekurangan. Berdasarkan hasil wawancara singkat dengan beberapa pemustaka Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 17 dan 18 Januari 2022. Wawancara tersebut bertujuan untuk mengetahui manfaat yang dirasakan oleh pemustaka terhadap penggunaan sistem informasi INLISLite versi 3.0 di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Dari hasil wawancara singkat tersebut, ternyata masih ada beberapa kendala yang dirasakan ketika menggunakan layanan otomasi berbasis INLISLite versi 3.0. Pertama, adanya kendala dalam pendaftaran keanggotaan secara online. Kedua, layanan OPAC yang digunakan terkadang tidak menampilkan informasi yang dicari, sehingga pemustaka perlu bertanya lagi kepada pustakawan. Ketiga, terjadi kesalahan ketika melakukan proses temu kembali pada OPAC, tiba-tiba kembali pada menu utama karena performancesistem yang kadang tidak stabil. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut. Pertama, adanya kendala dalam pendaftaran keanggotaan secara online dan OPAC yang digunakan terkadang tidak menampilkan informasi yang dicari pada INLISLite versi 3.0 di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Kedua, sistem informasi berbasis INLISLite di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta yang kadang tidak stabil. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mendeskripsikan manfaat penggunaan sistem informasi INLISLite versi 3.0 di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan metode PIECES.

Method

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kuantiatif, karena penelitian ini akan menggambarkan dan mendeskripsikan data. Pendekatan deskriptif adalah metode yang berfungsi mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya (Sugiyono 2016). Kemudian data tersebut didapat dari hasil penyebaran kuesioner yang diperoleh dari subjek penelitian berjumlah 99 orang yang terdiri dari pemustaka Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Data tersebut kemudian diolah dan hasilnya digunakan sebagai acuan untuk menghasilkan kesimpulan. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik kuesioner yang memuat pernyataan seputar variabel yang diteliti. Setelah itu, Kuesioner akan dibagikan kepada seluruh sampel melalui Google Formsebagai data yang akan diolah dalam penelitian. Kemudian data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner diolah dengan cara mentabulasikan jawaban responden ke dalam tabel. Selanjutnya hasil perhitungan yang masih dalam bentuk angka akan dianalisis dan dijelaskan pada pembahasan. Untuk menghitung persentase saat memperoleh data angket digunakan rumus distribusi frekuensi sebagai berikut: P = 100% Keterangan: P = Persentase F = Frekuensi jawaban yang diperoleh N = Jumlah responden

Result & Discussion

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan manfaat penggunaan sistem informasi INLISLite versi 3.0 di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan metode PIECES. Objek penelitian ini adalah Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Dengan jumlah sampel 100 data yang sudah lolos kriteria. Berikut hasil analisis data: Uji InstrumenUji ValiditasValiditas dalam suatu penelitian berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid (Sugiyono, 2015). Dalam menentukan apakah instrumen tersebut valid atau tidak valid dapat digunakan pedoman sebagai berikut : Jika r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel dengan taraf signifikansi 5% maka instrumen dikatakan valid. Jika r hitung lebih kecil dari r tabel dengan taraf signifikansi 5% maka instrumen dikatakan tidak valid. Tabel 1 Hasil Uji ValiditasNO r hitung r tabel N Keterangan 1 0,641 0,1946 100 Valid 2 0,560 0,1946 100 Valid 3 0,483 0,1946 100 Valid 4 0,449 0,1946 100 Valid 5 0,612 0,1946 100 Valid 6 0,744 0,1946 100 Valid 7 0,605 0,1946 100 Valid 8 0,675 0,1946 100 Valid 9 0,633 0,1946 100 Valid 10 0,635 0,1946 100 Valid 11 0,738 0,1946 100 Valid 12 0,802 0,1946 100 Valid 13 0,610 0,1946 100 Valid 14 0,794 0,1946 100 Valid 15 0,801 0,1946 100 Valid 16 0,663 0,1946 100 Valid 17 0,662 0,1946 100 Valid 18 0,679 0,1946 100 Valid 19 0,694 0,1946 100 Valid 20 0,659 0,1946 100 Valid 21 0,744 0,1946 100 Valid 22 0,760 0,1946 100 Valid 23 0,697 0,1946 100 Valid 24 0,575 0,1946 100 Valid 25 0,585 0,1946 100 Valid 26 0,857 0,1946 100 Valid 27 0,743 0,1946 100 Valid 28 0,657 0,1946 100 Valid 29 0,716 0,1946 100 Valid 30 0,703 0,1946 100 Valid 31 0,861 0,1946 100 Valid 32 0,775 0,1946 100 Valid 33 0,827 0,1946 100 Valid Sumber: Data Olahan Penulis, 2022 Berdasarkan dari tabel di atas ditemukan bahwa seluruh item pertanyaan menunjukkan signifikansi dari koefisien korelasi yang lebih besar dari 0,1946. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa seluruh item pertanyaan pada variabel dinyatakan valid atau layak digunakan dan dapat dipercaya untuk mengumpulkan data yang akan digunakan peneliti dalam melakukan penelitian ini. Uji ReliabilitasTabel 2 Hasil Uji ReliabilitasCronbach’s Alpha N Keterangan 0,963 100 Reliabel Sumber : Data Penelitian Diolah 2023 Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas di atas dapat ditemukan bahwa semua variabel mempunyai Cronbach’s Alpha yang lebih besar dari 0,6. Sehingga, semua instrument dapat dikatakan reliabel atau dipercaya, konsisten atau bila digunakan untuk mengukur subyek yang sama memberikan hasil tidak jauh berbeda. Dari hasil data dan beberapa tabel yang ditabulasikan berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dimaksud di lapangan penelitian di atas dapat ditemukan pembahasan data sebagai berikut. Hasil penelitian 2023 di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta yang tersaji dalam angket atau kuisioner menunjukkan bahwa responden masih dalan keadaan baik dan mampu menerima soal angket atau kuisioner yang akan diberikan peneliti. Responden berdominan berjenis kelamin perempuan. Kuisioner disebar pada hari Selasa, 1 November sampai dengan 2 Desember 2022. Dari hasil penelitian dan tabel yang telah ditabulasikan berdasarka n hasil penyebaran kuesioner, peneliti mendapatkan hasil bahwa Hasil dari penelitian ini dilihat dari segi Performance sesuai dengan ungkapan Moeheriono (2012) INLISLite versi 3 memiliki performance yang baik dengan tercapainya tujuan dibangun dan dikembangkannya INLISLite versi 3 diantaranya memberikan kemudahan dan kecepatan dalam mengakses INLISLite versi 3 hal ini didukung dengan hasil dari penelitian yang menujukkan bahwa Menu dan navigasi pada inlislite versi 3 perpustakaan daerah DKI Jakarta yang disediakan dapat dijalankan dengan mudah dan interaktif. Selian itu, pilihan menu dan navigasi yang tersedia pada INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta memudahkan dalam menggunakan layanan OPAC dan layananan keanggotaan. Menu-menu pada INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta dapat memunculkan informasi sesuai dengan yang ada. Selain itu, tersedia instruksi-instruksi pembatalan perintah pada INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta dengan mudah jika diperlukan dan layanan OPAC berbasis INLISLite Versi 3 di Perpustakaan Daerah DKI Jakarta prosesnya cepat ketika diakses. Layanan keanggotaan berbasisi INLISLite Versi 3 di Perpustakaan Daerah DKI Jakarta ketika diaksesprosesnya sangat cepat. Informasi INLISLite versi 3 di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta sudah sesuai dengan teori dari Pangri, Sunardi, dan Umar (2021) informasi yang bernilai yang ditunjukan dari adanya kelengkapan informasi, relevansi informasi, serta kejelasaninformasi. Informasi yang ditampilkan layanan OPAC dan layanan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta jelas dan lengkap. Informasi yang ditampilkan layanan OPAC berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta jelas dan lengkap. Selian itu, responden juga setuju dengan pernyataan bahwa informasi yang ditampilkan layanan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta jelas dan lengkap. Kemudian sebagian besar responden pemustaka juga setuju dengan pernyataan bahwa Setiap informasi yang ditampilkan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta sesuai atau relevan dan informasi yang ditampilkan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta aktual (terupdate) dan terpercaya. Informasi yang ditampilkan melalui layanan OPAC dan keanggotan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta jelas dan mudah dipahami. Kemudian dari segi ekonomi INLISLite versi 3 di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta sangat ekonomis, hal ini didukung oleh kualitas pelayanan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta sesuai dengan biaya yang dikeluarkan instansi. Selanjutnya, Layanan OPAC dan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta tidak dikenakan biaya bagi pemustaka. Selanjutnya dari segi kontrol INLISLite Versi 3 Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta memiliki sistem keamanan yang cukup baik sesuai dengan pernyataan Imbar (2005) dimana sistem memerlukan kontrol untuk mencegah, mendeteksi serta memperbaiki sistem dan sama halnya dengan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta yang memiliki kualitas keamanan sistem dan data serta dan bebas dari kesalahan meskipun masih terdapat error saat menjalankanINLISLite versi 3 hal ini dapat dilihat dari hasil jawaban responden pemustaka setuju dengan pernyataan bahwa Kualitas keamanan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta sangat baik. Kemudian, INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta terbebas dari virus dan data yang disajikan OPAC dan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta tidak mudah dirubah oleh pihak luar. Responden juga setuju bahwa keamanan data diri pada layanan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta terjamin dan aman. Data informasi yang disajikan OPAC dan keanggotan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta dapat diakses dengan mudah oleh pemustaka. Namun, sebagian besar respon tidak setuju dengan pernyataan yang menyatakan bahwa layanan OPAC dan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta tidak mengalami error saat digunakan pemustaka. Kemudian dilihat dari segi effisiensi cukup baik dengan pemanfaatan INLISLite mempercepat temu kembali informasi, hanya saja dari segi pendaftaran anggota pemustaka melalui INLISLite versi 3 pemustaka masih mengalami kesulitan hal ini dilihat dari sebagianbesar responden setuju dengan pernyataan bahwa pemanfaatan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta dapat memberikan layanan yang lebih efektif. Responden juga setuju bahwa bahwa penggunaan layanan OPAC dan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta difungsikan secara maksimal. Selain itu, layanan OPAC berbasis INLISLite Versi 3 di Perpustakaan Daerah DKI Jakarta mempercepat proses temu kembali informasi. Sebagian besar responden tidak setuju dengan pernyataan bahwa layanan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta mempercepat proses pendaftaran secara online. Dilihat dari segi service (pelayanan) INLISLite sudah sangat baik didukung oleh adanya panduan operasional yang memberikan kemudahan dalam mengoperasikan INLISLite versi 3 di Perpustakaan Daerah DKI Jakarta. Sebagian besar setuju dengan pernyataan yang menyatakan bahwa panduan operasional yang disajikan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta melalui layanan OPAC dapat dipahami dengan mudah. Selain itu, panduan operasional yang disajikan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta melalui layanan keanggotaan dapat dipahami dengan mudah dan pemanfaatan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta dapat meningkatkan layanan yang diberikan perpustakaan terhadap pemustaka.

Conclusion

Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diperoleh hasil antara lain: (1) Menu dan navigasi pada inlislite versi 3 perpustakaan daerah DKI Jakarta yang disediakan dapat dijalankan dengan mudah dan interaktif. Selain itu, pilihan menu dannavigasi yang tersedia pada INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta memudahkan dalam menggunakan layanan OPAC dan layananan keanggotaan. (2) Menu-menu pada INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta dapat memunculkan informasi sesuai dengan yang ada. Selain itu, tersedia instruksi-instruksi pembatalan perintah pada INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta dengan mudah jika diperlukan dan layanan OPAC berbasis INLISLite Versi 3 di Perpustakaan Daerah DKI Jakarta prosesnya cepat ketika diakses. (3) Layanan keanggotaan berbasisi INLISLite Versi 3 di Perpustakaan Daerah DKI Jakarta ketika diakses prosesnya sangat cepat. Kemudian, Informasi yang ditampilkan layanan OPAC dan layanan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta jelas dan lengkap Setiap informasi yang ditampilkan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta sesuai atau relevan, aktual (terupdate), terpercaya, jelas dan mudah dipahami. (4) Kualitas pelayanan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta sesuai dengan biaya yang dikeluarkan instansi. Selain itu, layanan OPAC dan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta tidak dikenakan biaya bagi pemustaka. (5) Kualitas keamanan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta sangat baik. Kemudian, INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta terbebas dari virus dan data yang disajikan OPAC dan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta tidak mudah dirubah oleh pihak luar. (6) Keamanan data diri pada layanan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta terjamin dan aman. Kemudian, data informasi yang disajikan OPAC dan keanggotan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta dapat diakses dengan mudah oleh pemustaka. (7) Layanan OPAC dan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta mengalami error saat digunakan pemustaka. Namun, pemanfaatan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta dapat memberikan layanan yang lebih efektif. (8) Layanan OPAC dan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta difungsikan secara maksimal dan dapat mempercepat proses temu kembali informasi. (9) Layanan keanggotaan berbasis INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta tidak mempercepat proses pendaftaran secara online. Namun,panduan operasional yang disajikan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta melalui layanan OPAC dan keanggotaan dapat dipahami dengan mudah dan pemanfaatan INLISLite Versi 3 Perpustakaan Daerah DKI Jakarta dapat meningkatkan layanan yang diberikan perpustakaan terhadap pemustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis ingin memberikan saran sebagai berikut: (1) Untuk penerapan manfaat penggunaan sistem informasi INLISLite versi 3.0 di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan metode PIECES sebaiknya seluruh pegawai perpustakaan diikutsertakan pada kegiatan seminar, pelatihan, dan kegiatan yang berhubungan dengan perpustakaan serta membuat kebijakan seperti berbagi pengetahuan seminggu sekali agar penerapan INLISLite versi 3.0 di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan metode PIECES dapat berjalan dengan baik. (2) Untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi terhadap pemustaka di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta perlu adanya kemampuan dalam bidang IT, melakukan survey atau angket yang diberikan kepada pemustaka tentang tema features layanan informasi yang dibutuhkan dan ikut serta dalam pelatihan atau workshop. Hal tersebut nantinya akan berdampak membuat pustakawan terus mengembangkan ide-ide kreatif yang dimiliki dan dapat mengembangkan INLISLite sesuai dengan kebutuhan pengguna.