Kembali
16
1
2017 Warta Perpustakaan Pusat UNDIP Vol 10 · 2 ISSN 0126-4559

RESENSI BUKU LIBRARY LIFE STYLE (Trend dan ide Kepustakawanan)

N/A

Introduction

Istilah pustakawan (library) dari dulu hingga abad modern ini senantiasa masih menjadi perdebatan. Fenomena yang pernah diteliti oleh Korneliza Pert pada tahun 2002 terhadap masyarakat Kroasia tentang profesi yang diminati, dari tujuh yang ditawarkan maka pustakawan menduduki peringkat ke enam (hal 12). Satu fenomena yang masihkan relevan untuk dibahas ketika memasuki abad ke 21 ini. Buku Library Life Style ini membahas tentang kondisi para pengelola “buku” yang oleh disebut dengan pustakawan. Bahkan Laksmi dalam pengantarnya jelas menyebutkan sebagai sebuah buku yang menguraikan tentang perkembangan perpustakaan dari masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Dari sejarah dan berdasarkan sejarah maka lahir pemikiran dan konsep kedepan tentang perpustakaan yang mestinya tidak lagi dianggap minor dan dipinggirkan melainkan peran dan fungsinya senantiasa digaungkan sebagai sesuatu yang amat penting dalam membantu menyediakan sarana mencerdaskan bangsa dan meningkatkan intelektual seseorang. Hal yang paling penting adalah penerapan budaya organisasi. Penulis mensitasi pendapat Brown (1998) yang menguraikan sepuluh penyebab munculnya budaya organisasi yaitu influence of a dominant leader; company history and tradition; technology, products and service, industry and its competitor, customers, company expectations, information and control system; legislation and company environment,procedur and policies serta rewards system and measurement (hal 13-16). Uraian tentang hal tersebut menjadi bagian yang menarik untuk disikapi baik oleh pustakawan, pengelola perpustakaan maupun pengambil kebijakan.Namun demikian benturan antara keinginan dan kenyataan, kemauan dan realitas, harapan dan kenyataan tak selamanya berjalan beriring, sehingga benturan, kendala senantiasa dihadapi oleh pustakawan.Untuk itu penulis yang juga telah menulis buku Psikologi Perpustakaan ini mengajak pustakawan untuk menghadapi tantangan. Karena tantangan adalah pintu pertama kesuksesan, semakin orang berani mendekati tantangan maka kesuksesan akan terbuka sebaliknya jika menjauhi tantangan maka keberhasilan akan menjauh. Itulah sebagian uraian yang terdapat pada bab III dengan sub judul Soft skill menjadi perlu untuk disimak dan diresapi.Menghadapi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat juga dibahas dalam bab X, hal mana pemanfaatan open access menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagai kemajuan perpustakaan agar tidak tergerus oleh jaman, sehingga menumbuhkan dan meningkatkan pemahaman pustakawan tentang peran pentingnya TI.Secara keseluruhan buku yang terdiri atas sepuluh bab ini patut untuk di pahami isinya sebagai bahan permenungan pustakawan kedepan meskipun tidak dicetak dalam format mewah karena hanya dengan kertas buram serta tidak dilengkapi dengan gambar maupun ilustrasi. (yy)