REFLEKSI HADITS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN REFERENSI DALAM MEMBANTU MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI PEMUSTAKA DI PERGURUAN TINGGI
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Di dalam hadits, Rasulullah SAW telah menganjurkan kepada umat islam agar saling membantu dan memudahkan kesulitan yang dihadapi oleh muslim lainnya. Hadits tersebut dapat direfleksikan ke dalam berbagai kegiatan di perpustakaan. Dalam hal ini lebih difokuskan kepada pelayanan referensi di perpustakaan perguruan tinggi. Selaras dengan hadits tersebut, bahwasanya layanan referensi juga dapatmenyelesaikan berbagai kesulitan yang dihadapi oleh pemustakadanmemudahkan setiap kesulitan yang dialami oleh pemustaka.Refeleksi hadits terhadap kegiatan perpustakaan, khususnya pada layanan referensi di perpstakaan, dalam artikel ini dikaji menggunakan metode studi kepustakaan. Sehingga, refleksitas diantara keduanya akan dianalisis menggunakan berbagai literatur yang terkait dengan topik tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuibagaimana refleksi hadits terhadap kualitas pelayanan referensi dan untuk mengetahui dampak yang diberikan oleh pengimplementasian refleksi hadits terhadap kualitas pelayanan referensi dalam membantu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka di perguruan tinggi</p>
Abstract
In the hadith, Rasulullah SAW had advocated for Muslims to help each other and facilitate the difficulties faced by other Muslims. The hadith can be reflected in library. In varions activities in the library. In this casemore focused on reference services in the college harmony with the hadith, that reference services can also solve varions difficulties faced by the user and facilitate any difficulties experienced by the user. Reflexes of hadith on library activities, especially in reference services in the library, in this article are reviewed using the library study method. Thus, the reflexity between the two will be analyzed nsing various literature related to the topic.The purpose of this study is to know how the implementation of the hadith reflection and to Fkenow the impact given by the implementation of the badith reflection on the guality of reference services in helping meet of the information needs of the users in the college.
Keywords:
Hadith Reflections
· Service Quality
· Reference Services
· Information Needs
· College Library
Introduction
Perpustakaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh kegiatan di perguruan tinggi. Bahkan dalam pelaksanaan tridharma perguran tinggi tersebut, tetaplah harus diiringi dan bersanding dengan perpustakaan. Oleh sebab itulah, secara visi maupun misi dari perpustakaan harus sesuai dengan visi dan misi perguruan tingginya, agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai. Pada dasarnya, perpustakaan harus mampu memberikan informasi yang lengkap, cepat dan seakurat mungkin yang sesuai dengan kebutuhan pemustakanya. Hal tersebut tentunya berhubungan dengan pelayanan (service) di perpustakaan perguruan tinggi. Tidak akan maksimal tujuan dan fungsi dari perpustakaan, tanpa adanya pelayanan, karena perpustakaan selalu identik dengan hal tersebut. Ada beragam pelayanan di perpustakaan, yaitu layanan sirkulasi, layanan layanan pendidikan pemakai (wser education), layanan penelusuran informasi dan referensi, literatur, layanan layanan penyebarluasan informasi (dissemination), penyebaran informasi terseleksi, layanan penerjemahan, layanan fotokopi, layanan anak, remaja, layanan kelompok pembaca khusus, layanan perpustakaan keliling, pameran, membuat analisis kepustakaan, statistik perpustakaan, penyuluhan sebagainya." mengenai perpustakaan, publisitas, dan Seluruh layanan yang ada di perpustakaan dibuat dengan tujuan utama, yaitu untuk membantu pemustaka dalam memperoleh seluruh informasi yang dibutuhkannya. Bahkan di dalam satu hadits, terdapat anjuran untuk membantu dan menyelesaikan kesulitan yang sedang dihadapi oleh oranglain serta memudahkan kesulitan mereka. Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Hurairah Radhiallahw’anhu, dari rasulullah shalallahualai wasalam bersabda : “Siapa dari yang Rasulullah menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu Siapa menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, nasabnya.”(Riwayat Muslim)® hal itu tidak akan dipercepat oleh Hadits tersebut menyatakan bahwa Allah akan selalu menolong hambanya yang menolong saudaranya dan di dalam hadits itu telah disebutkan berbagai sikap seseorang kepada orang beserta dengan ganjaran yang diterimanya dari Allah SWT. Dari penjelasan hadis lainnya di atas, terdapat beberapa poin penting yang dapat direfleksikan kepada perpustakaan terkait tentang layanan yang terdapat di perpustaakaan, khususnya perpustakaan perguruan tinggi, yaitu: 1. 2. 3. 4. o Menyelesaikan berbagai kesulitan yang dihadapi oleh pemustaka Memudahkan setiap kesulitan yang dialami oleh pemustaka Menutup aib (kekurangan/ketidaktahuan) yang dimiliki oleh pemustaka Sebagai wadah dalam menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu Tempat untuk membaca, mempelajari buku dan menelaah kitab-kitab Allah. di Oleh sebab itu, berdasarkan berbagai sikap yang dianjurkan oleh Rasulullah dalam haditsnya dan direfleksikan ke dalam seluruh kegiatan perpustakaan, maka penulis akan lebih fokus membahas tentang layanan referensi di perpustakaan. Sehingga, adapun judul artikel yang penulis Referensi Fustakaloka: Jurnal Kgjian Unformasi dan Pecpustakaan Volume 11 No. 1, Juni 2019 angkat adalah Dalam “Refleksi Hadits Terhadap Kualitas Pelayanan Membantu Pemustaka di Perguruan Tinggi”. Memenuhi Kebutuhan Informasi Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis membuat rumusan masalah yaitu: “bagaimana refleksi hadits dan dampaknya terhadap kualitas pelayanan referensi dalam membantu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka di perguruan tinggi?”” dan adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana refleksi hadits terhadap kualitas pelayanan referensi dan untuk mengetahui dampak yang diberikan oleh pengimplementasian refleksi hadits terhadap kualitas pelayanan referensi dalam membantu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka di perguruan tinggi.
Discussion
Adapun metodologi penelitian yang digunakan penulis adalah metode riset ataupun studi koleksi kepustakaan. Riset pustaka merupakan kegiatan penelusuran yang membatasi penelitiannya hanya pada bahanbahan perpustakaan saja tanpa perlu memerlukan riset ke lapangan.’ Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan analisis tethadap kajian-kajian dan teori yang terdapat di dalam bahan-bahan rujukan yang digunakan dalam penelitian tersebut. KAJIAN LITERATUR 1. Pengertian Layanan Referensi Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Dari sejak perpustakaan berbentuk konvensional ke bentuk Aybrid, lalu ke bentuk digital Perpustakaan telah dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan, pusat informasi, tempat pelestarian khazanah budaya bangsa, penelitian, hingga rekreasi serta layanan jasa lainnya. Hal tersebut terus berproses secara alamiah menuju ke kondisi dan tingkat perbaikan yang signifikan, meskipun masih belum memuaskan berbagai pihak.* Perpustakaan pada dasarnya mempunyai tiga kegiatan pokok, yaitu Pertama, mengumpulkan (fo co/lect) semua informasi yang sesuai dengan bidang kegiatan, visi dan misi organisasi, serta masyarakat yang dilayaninya. Kedua, melestarikan, memelihara dan merawat seluruh koleksi yang ada di perpustakaan, agar tetap dalam keadaaan baik, utuh, layak pakai dan tidak cepat rusak, baik karena pemakaian maupun karena usianya (7o preserve). Ketiga, menyediakan dan menyajikan informasi agar siap dipergunakan (fo make availlable) seluruh koleksi yang dihimpun di perpustakaan untuk dipergunakan pemustakanya.” Di perpustakaan, keberadaannya di terdapat perpustakaan, referensi, dalam bahasa inggris layanan yaitu yang layanan berasal menjadi kata benda “rgference” yang dari berarti kata sangat referensi kerja “7o vital KKata refer” kepada, menyebut. Reference sering diartikan dengan acuan atau rujukan karena menunjuk jenis koleksi memberikan referensi informasi ini serta memang sengaja dipersiapkan untuk penjelasan dalam tertentu. Pelayanan referensi (reference service) adalah kegiatan kerja yang berupa hal-hal pemberian bantuan kepada pemustaka menemukan informasi yang dibutuhkannya.® perpustakaan untuk Layanan referensi merupakan salah satu kegiatan pokok di perpustakaan untuk pengguna. Kegiatan mendayagunakan layanan referensi koleksi meliputi referensi jasa kepada penunjukan, penemuan kembali dan penelusuran informasi, serta bimbingan pengguna.” Layanan referensi merupakan suatu kegiatan untuk membantu pemustaka perpustakaan dalam rangka menemukan informasi yaitu dengan cara menjawab pertanyaan dengan menggunakan koleksi referensi, serta memberikan bimbingan untuk menemukan dan memakai koleksi referensi.” Layanan dasar pada layanan referensi dibagi menjadi lima,” yaitu: Pemberian informasi umum Pemberian informasi khusus Bantuan dalam menelusuri dokumen Bantuan dalam menggunakan katalog Jasa bantuan menggunakan buku rujukan Pustakawan pada layanan referensi dituntut agar memiliki keterampilan dalam menjawab pertanyaan dari pemustaka secara efektif dan juga efisien untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka tersebut. Layanan referensi salah satu kegiatan pokok yang dilakukan di perpustakaan yang khusus melayani ataupun menyajikan informasi dan koleksi referensi kepada para pemustaka, baik pemustaka secara benar-benar diinginkannya. Koleksi Referensi formal telah maupun non-formal. memperoleh Sehingga informasi yang Koleksi referensi (reference collection), biasanya disimpan dalam ruang khusus yaitu ruang referensi, berupa kumpulan atau kelompok koleksi pustaka yang terdiri dari bahan-bahan pustaka dan karyakarya yang bersifat (informative/ referencial) ~ memberitahu atau menunjukkan mengenai informasi tertentu. Selain itu, juga disusun secara sistematis (alfabetis) untuk digunakan sebagai alat petunjuk atau konsultasi dan biasanya di punggung koleksi diberi tanda “R” sebagai simbol koleksi referensi. Adapun yang menjadi kelompok koleksi referensi di perpustakaan yaitu a.Kamus/ dictionary b.Ensiklopedi/ encyclopedia c.Buku pegangan / handbook d.Buku tahunan/yearbook e.Direktori/ directory f.Buku petunjuk/manual g. h. i j. k. 1. Biografi/ biggraphy Bibliografi/ bibliography Indeks/index Almanak/almanac Terbitan berseri/serial Terbitan pemerintah/goverment publication Jadi, sebagai seluruh acuan utama koleksi referensi seorang tersebutlah yang digunakan pustakawan dalam memberikan pelayanan referensi kepada pemustaka di perpustakaan tersebut. Selain dapat itu, menyediakan berupa: a. apabila perguruan tinggi berbasis agama islam sumber rjukan Al-Quran dan terjemahannya . c. Tafsir Quran dan Hadits dalam koleksi referensinya Sumber primer hadits, seperti Shahih Muslim, Shahih Bukhari, dan sebagainya. d. 3. Koleksi non cetak, seperti Maktabah Syamilah, Lidwa maupun Wagfea. Tujuan Layanan Referensi Adapun tujuan dari layanan referensi'! sebagai berikut: a. b. c. Mengarahkan pemakai/pengunjung perpustakaan menemukan informasi yang dibutuhkan dengan tepat dan cepat Memampukan pemakai/pengunjung perpustakaan menelusur informasi dengan menggunakan informasi yang lebih luas berbagai pilihan sumber Memampukan pemakai/pengunjung perpustakaan menggunakan setiap koleksi referensi dengan lebih tepat guna 4. Fungsi Layanan Referensi Adapun fungsi-fungsi dari layanan referensi' sebagai berikut: Fungsi Supervisi/Pengawasan Petugas referensi dalam hal ini dapat mengamati pengunjung, baik dalam hal kebutuhan informasi yang mereka perlukan maupun latar belakang sosial dan juga tingkat pendidikan mereka. Misalnya saaja bagi perpustakaan sekolah, kita harus dapat mencarikan sumber referensi yang tepaat dan aktual untuk memberikan informasi kepada para siswa maupun guru sekolah yang ingin mendapatkan jawaban sebuah pertanyaan. Fungsi Informasi Fungsi informasi terpenting dari pada layanan referensi ialah memberikan informasi kepada pemakai. Memberikan informasi ini dimaksudkan untuk memberikan jawaban terhadap pertanyaan singkat maupun penelusuraan informasi yang luas dan mendetail sesuai dengan bahan-bahan yang dibutuhkan. Dalam hal ini tepat. petugas harus dapat menjelaskan sumber-sumber yang Fungsi Bimbingan Petugas referensi harus dapat menyediakan guna memberikan bimbingan kepada pemakai perpustakaan. Misalnya waktu saja dalam hal penggunaan katalog perpustakaan, alat-alat audio visual, buku-buku referensi serta bahan pustaka lainnya. Fungsi Instruksi/petunjuk Pemberian instruksi disini bukan saja dimaksudkan sebagai cara untuk memperkenalkan kepada pemakai tentang bagaimana menggunakan perpustakaan yang baik, akan tetapi ditujukan juga kepada wusaha untuk menggairahkan dan meningkatkan penggunaan perpustakaan itu sendiri. Fungsi Bibliografis Untuk keperluan penelitian atau mengenai bacaan yang baik dan menarik maka petugas referensi perlu secara teratur menyusun daftar bacaan atau bibliografi. Pelayanan Referensi Pada jenis umumnya, pelayanan referensi dibedakan menjadi 3 layanan referensi dasar, yang secara teori ketiga jenis tersebut berdiri terpisah, namun dalam prakteknya terkadang dilakukan secara bersama-sama. Ketiga jenis layanan referensi® tersebut antara lain sebagai berikut : a. b. c. Layanan informasi Layanan ini, dilakukan dengan cara menjawab pertanyaan- pertanyaan pengguna sesuai kebutuhan informasi mereka mulai dari informasi yang sangat sederhana sampai dengan informasi yang sangat kompleks, melayani kebutuhan informasi pengguna dengan cara melakukan kerjasama, silang layan dan lain-lain. Pembelajaran (instructional) yaitu memberikan petunjuk dan pengajaran kepada pengguna untuk dapat menemukan letak informasi (locate information) yang dibutuhkan secara mandiri atau membantu pengguna untuk memilih dan menggunakan alat bantu (reference tools) yang tersedia seperti menggunakan berbagai koleksi referensi, perpustakaan, database online, internet, dan sebagainya. katalog Bimbingan (guidance), pada prakteknya bimbingan diartikan sama dengan pembelajaran. Oleh karena itu, pustakawan sebagai penyaji informasi perlu memahami tingkat kebutuhan pemustaka agar dapat memberikan informasi yang tepat guna dan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemustaka tersebut. Adapun tingkatan dari kebutuhan yang dimiliki oleh pemustaka antara lain: a. b. ¢. d. 6. Memerlukan informasi sekilas/ Catching np information Memerlukan informasi untuk kepentingan rutin/ Everyday need Memerlukan informasi mutakhir/ Current information Kebutuhan informasi yang mendalam/ Executive information Kegiatan Pelayanan Referensi Ada berbagai kegiatan yang dilakukan dalam pelayanan pada bagian layanan referensi. Kegiatan pelayanan referensi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu kegiatan pokok dan kegiatan penunjang," masing-masing sebagai berikut : 1.Kegiatan Pokok Pelayanan Referensi. Memberikan informasi yang bersifat umum, baik mengenai perpustakaan yang bersangkutan pada umumnya maupun khususnya mengenai Unit Pelayanan Referensinya. Memberikan informasi yang bersifat spesifik/khusus, untuk diperlukan bahan pustaka kolektif referensi yang ada di perpustakaan yang bersangkutan dan bahkan di perpustakaan lain, atau konsultasi (minta informasi) kepada para pustakawan di perpustakaan-perpustakaan tersebut. Memberikan bantuan menelusur informasi sampai ditemukan informasi yang dibutuhkan para pemakai/pengunjung baik melalui bahan pustaka koleksi referensi perpustakaan yang bersangkutan maupun perpustakaan yang lain. Memberikan bantuan untuk menelusur bahan pustaka koleksi referensi yang perpustakaan diperlukan dengan oleh para menggunakan pemakai/pengunjung katalog, bibliografi, komputer (kalau ada), dan alat-alat penelusuran lainnya. Memberikan ~ bantuan pengarahan pemakai/pengunjung perpustakaan kepada untuk para menemukan pokok-pokok bahasan pengetahuan tertentu yang terdapat di dalam bahan pustaka koleksi referensi. Memberikan bimbingan (kalau perlu secara klasikal dan formal) kepada untuk a. mengenal para pemakai/pengunjung perpustakaan berbagai jenis bahan pustaka koleksi referensi, mengetahui bagaimana cara menggunakan masingmasing, dan mengetahui cara mememilih yang tepat untuk menemukan atau mencari informasi yang mereka masingmasing butuhkan. Kegiatan Penunjang Pelayanan Referensi. Menjalin - hubungan kerja sama yang bak dengan perpustakaan lain dan/atau lembaga pemberi layanan jasa informasi lain, dalam bidang kegiatan pemberian layanan jasa penggunaan informasi. Menyelenggarakan pendidikan secara formal dan klasikal untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para pemakai/pengunjung perpustakaan tentang bagaimana cara memilih bahan pustaka koleksi referensi yang tepat dan berbobot ilmiah sesuai dengan kebutuhan, tentang bagaimana pula cara menggunakan untuk mencari/menemukan informasi yang dikehendaki. Memperkenalkan koleksi perpustakaan kepada masyarakat umum dengan cara menyelenggarakan pameran perpustakaan (kalau perlu bekerja sama dengan para agen penyalur barangbarang/alat-alat yang informasi) dan bersangkutan dengan teknologi menerbitkan bibliografi perpustakaan yang berisi bahan koleksi apa saja. Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan statistik pelaksanaan kegiatan pelayanan referensi dalam bentuk tabeltabel - . dan grafik-grafik, untuk digunakan sebagai bahan informasi ataupun sebagai bahan untuk pembuatan laporan. Untuk menunjang tugas-tugasnya maka petugas layanan . referensi harus memenubhi syarat™ a. 16 S sebagai berikut: Menguasai koleksi referensi; Petugas harus menguasai koleksi referensi, pertanyaan. b. dan cara menggunakannya untuk menjawab Cakap; Petugas referensi harus dapat menganalisis pertanyaan karena kadang-kadang penanya kurang jelas dalam mengajukan pertanyaan. c. d. e. 7. Bersedia membantu orang lain; karena pengunjung sering rewel, maka petugas referensi harus sabar dan berusaha mau menolong mereka dengan senang hati. Menguasai teknik-teknik bimbingan; karena dengan menguasai teknik bimbingan pembaca akan lebih mudah menghadapi segala macam sifat dan sikap penanya. Ramah dan tekun; Sikap ini memberikan nilai tambah bagi petugas pelayanan referensi. Faktor Suksesnya Pelayanan Referensi Adapun beberapa faktor yang menyebabkan pelayanan referensi di suatu perpustakaan'’ adalah: a. Kelengkapan Koleksi Kesuksesan dalam memberikan pelayanan suksesnya referensi, sangat dipengaruhi oleh kelengkapan koleksi maupun sumber-sumber sarana bibliografi yang ada di perpustakaan tersebut. Terutama dalam memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan bantuan koleksi sumber bahan rujukan. Kemampuan Petugas Referensi Seorang petugas referensi dituntut untuk dapat memberikan bantuan yang tepat, cepat, dan akurat kepada pengguna. Dalam melaksanakan tugas tersebut seorang pustakawan referensi harus memiliki keahlian dan kemapuan sebagai berikut: Wawasan dan pengetahuan umum Kemampuan dalam bahasa asing, seperti Inggris dan Arab. Agar pustakawan 3) 6) ) ) ) dapat membantu pemustaka yang membutuhkan koleksi dengan berbahasa tersebut Pengetahuan tentang macam, cara dan penggunaan koleksi referensi Pengetahuan bidang perpustakaan. Kemampuan untuk memahami kebutuhan pemustaka Kemampuan di bidang teknologi informasi (IT) Kemampuan berkomunikasi dengan baik. Adanya koleksi yang lengkap tentang bahan rujukan dan didukung dengan adanya SDM (Sumber Daya Manusia) atau petugas referensi yang baik memuaskan. maka akan diperoleh suatu layanan yang Kolaborasi Memelihara hubungan baik dengan pemustaka dan sejawat, baik di dalam maupun di luar perpustakaan sangat penting bagi seorang pustakawan referensi. Kamus Webster mendefenisikan kolaborasi sebagai bekerja bersama dengan bersama-sama terutama dalam upaya intelektual. Pengukuran Transaksi Layanan Referensi Agar orang lain, atau dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pemustaka yang ada di perguruan tinggi atau dalam hal ini mencakup mahasiswa, dosen maupun staf, diperlukan suatu pengukuran yang dapat menjadi tolak ukur dalam melakukan evaluasi palayanan. Transaksi referensi (reference transaction) dapat didefenisikan sebagai permintaan informasi yang diajukan oleh pemustaka kepada pustakawan bagian layanan referensi yang memerlukan koleksi perpustakaan untuk kebutuhan mereka, baik yang disampaikan secara langsung (face to face) maupun tidak langsung atau melalui surat, email, pesan dan telepon. Adapun pertanyaan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah pertanyaan yang berkaitan tentang bagaimana penggunaan katalog perpustakaan, terkait penelusuran informasi maupun literatur, bimbingan kepada pemustaka, pertanyaan seputar informasi fakta dan data, serta pertanyaan yang bersifat referensi lainnya." Agar dapat memperoleh data yang diperlukan untuk melakukan pengukuran transaksi layanan referensi, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1. 2. Pustakawan harus mencatat seluruh transaksi yang ada pada bagian layanan referensi selama setahun. Apabila tidak memiliki data transaksi, maka pustakawan dapat melakukan survey dengan pengambilan sampel di hari-hari maupun bulan-bulan sibuk dan juga sepi. Selama proses pengambilan data tersebut, pustakawan harus mencatat seluruh transaksi referensi yang terjadi Dalam pencatatan transaksi yang ada pada layanan referensi, harus dilakukan oleh pustakawan itu sendiri. Untuk mencatat transaksi referensi, pustakawan dapat menggunakan contoh formulir yang ada di bawah ini sebagai acuan," yaitu: Keterangan: 1. 2. 3. Pustakawan wajib mengisi nama perpustakaan, no. lembar kerja, tanggal dan periode pencatatan transaksi referensi tersebut. Pencatatan transaksi menggunakan metode #ly yaitu dengan membubuhkan garis hitungan pada setiap kolom yang sesuai (). Setiap akhir bulan atau akhir masa pencatatan, hitung jumlah garis yang telah dicatat pada setiap kolom dan catatkan jumlah garis tersebut pada kolom yang berada di sebelah kanan (kolom yang bertuliskan A, B, dan C). 4. o Hitung Reference Transaction perCapita dan Reference Fill Rate dari layanan referensi berdasarkan data tersebut. Hasil dan data dapat dilaporkan kepada penanggung jawab layanan atau kepada kepala perpustakaan untuk dievaluasi kembali. Number dapat of Reference Transaction merupakan total angka dari penjumlahan seluruh pencatatan transaksi referensi yang ada di bagian pelayanan referensi di perpustakaan, baik itu jumlah pertanyaan referensi yang dijawab dirujukkan kepada (terselesaikan), perpustakaan jumlah pertanyaan referensi yang lain, maupun jumlah pertanyaan referensi yang tidak dapat dijawab oleh pustakawan bagian referensi. Sedangkan untuk jumlah transaksi referensi yang berhasil diselaikan atau dijawab oleh pustakawan disebut dengan Nuwber of Reference Transaction Completed (yang berada pada kolom A). Untuk mendapatkan total angka dari Nuwmber Transaction dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:*® of Reference Number of Reference Transaction= A + B + C (C1+C2+C3+C4) Keterangan: 1. 2. Jumlahkan terebih dahulu keseluruhan dari garis (7/h) yang terdapat di setiap kolom (A, B dan C). Pada kolom C, terlebih dahulu jumlahkan seluruh sub total dari kolom C1, C2, C3 dan C4. Maka jumlah tersebut akan menjadi jumlah dari kolom C. Selain itu, yang perlu dihitung berdasarkan pencatatan transaksi referensi adalah Reference Transaction per Capita (RTpC) yaitu jumlah ratarata dari pelayanan referensi yang telah diberikan perpustakaan kepada setiap pemustaka selama periode satu tahun. Adapun rumus yang dapat digunakan untuk dapat menghitung nilai dari Reference Transaction perCapita®™ adalah RToC pt Keterangan: ART = yang ART = P _Annnal Number of Reference Transaction merupakan jumlah transaksi ada pada layanan referensi dan telah diberikan kepada pemustaka selama periode satu tahun. JP = Jurisdiction perguruan Population tinggi merupakan tersebut yang jumlah wajib dari populasi oleh perpustakaan, dalam hal ini adalah mahasiswa, dosen dan dilayani staf. RTpC = Reference Transaction perCapita merupakan nilai rata-rata dari pelayanan referensi yang telah diberikan kepada setiap pemustaka selama periode satu tahun. Selain menghitung jumlah dari Nuwber of Reference Transaction dan Reference Transaction perCapita, juga terdapat Reference Fill Rate yang dihitung berdasarkan data dari formulir pencatatan transaksi referensi. Reference Fill Rate merupakan total persentase dari jumlah pertanyaan yang dapat dijawab terhadap total pertanyaan refensi yang diterima. Adapun rumus yang dapat digunakan untuk dapat menghitung nilai dati Reference Fill Rat#*adalah RTC = Number of Reference Transaction Complered merupakan jumlah dari transaksi referensi yang berhasil deselesaikan atau dijawab oleh pustakawan. TRT = Total Number of Reference Transaction merupakan jumlah transaksi dari layanan referensi selama periode satu tahun. RFR manfaat = Reference Fill Rate merupakan jumlah persentase dari keseluruhan transaksi yang terdapat pada layanan referensi dan dapat diselesaikan oleh pustakawan. sangat Pengukuran yang dilakukan pada pelayanan referensi memiliki yang signifikan. Hal tersebut berguna untuk dapat mengevaluasi kinerja pustakawan pada bagian layanan referensi dan juga dapat meningkatkan pelayanan pada bagian tersebut. Sehingga pelayanan yang diberikan pihak perpustakaan pada pemustaka dapat lebih maksimal. Selain itu, perpustakaan dapat mengoreksi atau mengevaluasi dan menganalisis kekurangan dan kelebihan yang dimiliki pada layanan referensi tersebut. yang Berdasarkan pada acuan formulir pencatatan transaksi referensi digunakan tersebut, pustakawan atau kepala perpustakaan dapat mengetahui kelebihan pustakawan pada layanan referensi melalui sejumlah pertanyaan referensi yang dapat dijawab atau yang berhasil diselesaikan oleh dan diperbaharui melalui dapat sejumlah mengetahui pertanyaan kekurangan referensi yang tidak perlu berhasil diselesaikan atau dijawab oleh pustakawan, baik disebabkan oleh koleksi referensi yang tidak lengkap atau bahkan tidak dimiliki, maupun berbagai faktor lainnya. Sehingga, layanan referensi kepala dapat perpustakaan dan pustakawan pada bagian meningkatkan pelayanan di bagian referensi dengan memperbaharui penyebab kekurangan yang dimiliki pada bagian pelayanan tersebut. Jadi, pemustaka dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Apalagi di lingkungan perguruan tinggi dengan populasi yang menjadi pemustakanya sangat beragam, baik dari segi disiplin ilmu maupun status mereka (mahasiswa, dosen dan staf). Maka, kebutuhan informasinya pun akan beragam pula. Selain itu juga diperlukan ketelitian serta kesigapan dalam menganalisis informasi yang dibutuhkan. Sehingga, sikap dalam mengambil keputusan dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna juga perlu untuk dievaluasi kembali. Oleh sebab itu, pustakawan di bagian layanan referensi dituntut untuk lebih memaksimalkan layanan tersebut dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustakanya dengan melakukan berbagai evaluasi di beberapa bagian yang memerlukan perbaikan, baik dari skill pustakawan itu sendiri, maupun dari segi fasilitas dan sumber-sumber referensi yang dapat menjadi pendukung keefektifan dan keefesienan layanan referensi. DAMPAK IMPLEMENTASI REFLEKSI HADITS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN REFERENSI Adapun dampak dari pengimplementasian refleksi hadits terhadap kualitas pelayanan referensi bagi pemustaka di perguruan tinggi adalah 1. 2. 3. Menyelesaikan berbagai kesulitan yang dihadapi oleh pemustaka Dengan berbagai kemampuan baik dari segi &7/ (keterampilan), knowledge (pengetahuan) maupun bebavionr (perilaku), maka pustakawan di bagian layanan referensi akan mampu memberikan pelayanan referensi kepada pemustaka di perguran tinggi secara maksimal. Dengan memanfaatkan sumber atau koleksi referensi yang ada di perpustakaan dan juga berbagai kompetensi yang dimiliki, maka pustakawan dapat membantu menyelesaikan kesulitan yang dihadapi oleh dibutuhkannya, pemustaka serta terkait membantu tentang memberikan informasi petunjuk pemustaka dapat menyelesaikan permasalahannya secara mandiri. Memudahkan setiap kesulitan yang dialami oleh pemustaka Untuk dapat yang agar memberikan kemudahan kepada pemustaka dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka yang beragam, maka pustakawan dapat mengarahkan pemustaka dalam mencari serta menemukan informasi yang relevan dengan keinginannya, selain itu juga membantu menelusur informasi dengan menggunakan berbagai sumber atau koleksi referensi maupun menggunakan berbagai sumber referensi yang lebih luas, dan membimbing pemustaka agar dapat menentukan koleksi referensi yang tepat dengan kebutuhannya. Menutup aib (kekurangan/ketidaktahuan) yang dimiliki oleh pemustaka Salah satu kecakapan yang harus dimiliki oleh seorang pustakawan terkhusus ~ bagian referensi adalah menjaga setiap privasi pemustakanya, sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan di antara pemustaka dan pustakawan. Pada bagian referensi, pada umumnya akan dikunjungi oleh pemustaka yang membutuhkan bantuan dalam hal pencarian informasi. Bahkan, tidak sedikit pula yang datang untuk berkonsultasi terkait hal-hal yang menyebabkan kesulitan dan ketidaktahuannya terhadap sesuatu hal. Oleh sebab itu, pustakawan perlu memahami agar memberikan kenyamanan kepada pemustaka dengan tidak menyebarkan
Conclusion
Pelayanan referensi merupakan salah satu kegiatan yang benarbenar partisipan dalam membantu dan memudahkan pemustaka dalam mencari dan menemukan bahan pustaka maupun informasi yang dibutuhkannya. Hal tersebut juga benar-benar telah menggambarkan refleksitas hadits yang di dalamnya terdapat anjuran dari Rasulullah SAW untuk membatu kesulitan yang dihadapi orang lain dan memudahkan urusan orang tersebut. Begitu referensi. pulalah Setiap yang terdapat di dalam kegiatan pelayanan pemustaka yang mengalami kendala dan memiliki beragam pertanyaan tentang informasi yang maka pustakawan dibagian layanan referensi akan membatu, baik dalam bentuk dibutuhkannya, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih membingungkan para pemustaka, maupun membantu memecahkan permasalahan berdasarkan kompetensi, keterampilan maupun keahlian yang dimiliki oleh pustakawan tersebut. Sehingga, eksistensi dan kerelevanan antara hadits Rasulullah SAW dengan pelayanan referensi di perguruan tinggi, saling bersentuhan secara signifikan. Jadi, dari sudut pandang agama maupun dari segi sosial, perpustakaan mampu terorganisit dan juga memainkan lebih terarah. perannya Dalam dengan hal ini, sangat apik, dan perpustakaan saling bersanding, bukan saling menindih satu sama lain dalam perannya di dalam kehidupan bersosial. agama dan Bahkan perpustakaan dapat mengukur secara jelas, seberapa maksimal dan sukses pelayanan referensi yang diberikan kepada pemustaka di perguruan tinggi berdasarkan rumusan yang telah ditentukan. sehingga, kegiatan layanan referensi tersebut dapat terus dievaluasi dan ditingkatkan dari waktu ke waktu