MANAJEMEN MAHASISWA PART-TIME: BEST PRACTICE PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan tentangmanajemenmahasiswa part-time yang telah dilakukan oleh Perpustakaan UINSunan Kalijaga. Hal ini perlu disampaikan karena masih banyak perpustakaanPerguruan Tinggi di Indonesia yang belum memberdayakan mahasiswanya untukikut bersama-sama mengelola perpustakaan melalui kegiatan mahasiswa part-time.Dalam makalah yang ditulis berdasarkan best practice ini akan dijelaskan berbagaihal dalam pengelolaan mahasiswa part-time, yaitu mulai dari (1) perencanaanprogram; (2) pelaksanaan program; (3) hasil pelaksanaan program; (4) sistemmonitoring dan evaluasi; (4) dampak pelaksanaan program; sampai pada (5)perubahan sebagia akibat pelaksanaan program.Berdasarkan hasil penelitian ini,maka diketahui bahwa program rutin kegiatan mahasiswa part-time di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga ini tidak hanya bermanfaat bagi perpustakaanUIN Sunan Kalijaga dalam memperlancar kegiatan layanan, tetapi program inijuga bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri, yaitu selain membuat mereka menjadimerasa bangga, juga membuat mereka menghargai waktu, membagi waktu belajardan bekerja. Selain itu, bagi yang sudah bekerja setelah lulus, pengalaman selamamenjadi mahasiswapart-timejuga menjadi modal yang berharga dalam bekerja</p>
Abstract
The aim of this paper is to explain the part-time student management that has been done by UIN Sunan Kaljjaga Library. It needs to be submitted becanse many college libraries in Indonesia haven't empower their students to participate together to manage the library through part-time student activities. In this paper that based on best practice will be explained varions things in part-time student management, from (1) program planning (2) program implementation; (3) program implementation result; (4) monitoring and evaluation system; (5) program implementation impact; until (6) change as a result of the implementation of the program. Based on this research, noted that part-time students routine program activities in UIN Sunan Kalijaga Library is not only nseful for UIN Sunan Kaljjaga Library to facilitate the service activity, but this program is useful for the students themselves, which in addition will make them proud, also make them appreciate the time, manage their time for study and work. Moreover, for them who have been working after graduation, the experience during being a part-time student also becomes a valnable asset in working.
Keywords:
Part-time student
· part-time management
· UIN Sunan Kaljaga Library
· best practice
Introduction
Menurut Agus Rusmana perpustakaan bukan merupakan hasil karya perseorangan melainkan hasil sebuah kerja tim di bawah manajemen yang baik (the right man in the right place).* Semua unsur yang ada di dalamnya, mulai dari pengadaan koleksi, pengolahan, pemeliharaan koleksi, layanan pemustaka, teknologi informasi, administrasi, pengembangan SDM, hingga pemeliharaan gedung semua merupakan hasil kerja kolektif. Untuk mendukung kelancaran semua sistem, maka perlu didukung manajemen yang baik yang di dalamnya termasuk adanya SDM yang berkompeten dengan jumlah yang mencukupi. Standar Nasional Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi (SNP)’ merupakan dasar acuan dalam pendirian, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan. Di dalamnya berisi tentang standar koleksi perpustakaan, standar sarana prasarana, standar pelayanan perpustakaan, standar tenaga perpustakaan, standar penyelenggaraan, dan standar pengelolaan. Jumlah tenaga yang diperlukan, untuk jumlah mahasiswa 500 orang diperlukan satu orang pustakawan dan satu orang staf. Idealnya bukan hanya jumlah mahasiswa yang menjadi standar dalam penentuan jumlah tenaga pengelola perpustakaan, tetapi jumlah pengunjung pun seharusnya juga menjadi pertimbangan. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga sebagai perpustakaan perguruan tinggi memiliki jumlah mahasiswa sebanyak +£20.000 (dua puluh ribu) orang. Berdasarkan standar seperti tersebut di atas, maka seharusnya Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga memiliki 40 orang pustakawan dan 40 orang staf, tetapi pada kenyataannya tenaga yang dimiliki hanya 21 orang pustakawan dan 20 orang staf. Keadaan ini masih ditambah dengan jumlah pemustaka yang berkunjung yang mencapai 1.500 orang per hari. Untuk lebih jelasnya sebagai perbandingan dapat dilihat dalam bagan berikut ini: Perpustakaan UIN SNP Mahasiswa | Pustakawan | Mahasiswa | Pustakawan +staf +20.000 21420 +staf 20.000 40+40 Pengunju ng hari +1.500 Di antara 41 orang SDM yang ada, yang bertugas di layanan ada 16 orang dengan perincian sebagai berikut: Layanan Koordinator Layanan Informasi Kunci locker Sirkulasi-pengembalian Referensi Serial Skripsi Sirkulasi-peminjaman Iranian & Corner Tandon & sirkulasi Lokasi Bidang | Lantai 2 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 2 Lantai 2 Jumlah SDM 1 pustakawan 1 pustakawan + 1 staf 2 staf 1 pustakawan + 1 staf 1 pustakawan 1 pustakawan Lantai 2 | 1 pustakawan + 1 staf Lantai 3 | 1 pustakawan + 1 staf Saudi Arabia | Lantai 3 1 pustakawan Lantai4 | 1 pustakawan + 1 staf Berdasarkan data di atas, maka menurut SNP jumlah tenaga yang ada di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga masih kurang. Sementara itu, pemerintah memberlakukan kebijakan moratorium PNS. Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, penerimaan difokuskan untuk guru-guru, tenaga medis, dan aparat penegak hukum. Lebih lanjut Yuddy mengatakan bahwa pemerintah belum berencana melaksanakan pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berbagai posisi, baik untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)4. Sebelum ada kebijakan moratorium, pengadaan pustakawan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga juga sangat sulit. Lima orang pustakawan yang sudah pensiun, belum memperoleh penggantinya hingga saat ini. Berdasarkan hal tersebut, agar layanan dapat berjalan dengan lancar, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga sejak tahun 2011 berusaha menambah SDM, yaitu dengan mengangkat mahasiswa parr-time yang dipilih dari berbagai jurusan. Dua puluh lima orang mahasiswa dari berbagai strata dari D3 hingga S2 tersebut diangkat dengan SK Rektor yang berlaku selama satu tahun. Mereka bertugas di bagian shelving dan layanan siang hari pada saat pegawai istirahat, satu orang di antara mereka adalah mahasiswa difabel yang khusus bertugas di Difabel Corner. Makalah yang ditulis berdasarkan lest practice Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga ini menarik untuk disampaikan karena belum banyak Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia yang memberdayakan mahasiswanya dalam pengelolaan perpustakaan. Dalam makalah ini akan disampaikan langkah-langkah yang dilakukan oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam manajemen mahasiswa part-tine. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah: langkah-langkah apa yang dilakukan oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam manajemen mahasiswa part-time? Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui langkahlangkah yang dilakukan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam manajemen mahasiswa part-tine. Manfaat penelitian ini adalah: 1) 2) # Bagi Perpustakaan Perguruan Tinggi penelitian ini dapat menjadi masukan atau wawasan dalam program pengelolaan mahasiswa part-tine. Bagi Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga penelitian ini dapat menjadi arsip program kegiatan mahasiswa part-time yang dapat menjadi dasar untuk evaluasi manajemen mahasiswa part-time pada masa-masa yang akan datang. Makalah ini ditulis berdasarkan best practice yang telah dilakukan Perpustakaan UIN (d) Sunan Kalijaga. Menurut Titik Sunarti Widyaningsih® yang petlu disampaikan dalam pembahasan sebuah penelitian yang berdasar best practice adalah: (a) Perencanaan program; (b) Pelaksanaan program; (c) Hasil pelaksanaan program; Sistem monitoring dan evaluasi; (¢) Dampak pelaksanaan program; dan (f) Perubahan sebagai akibat pelaksanaan program (sebelum dan sesudah) B. Kajian Pustaka 1. 5 Kajian Pustaka Ada beberapa penelitian yang telah dilakukan tentang mahasiswa part-time, antara lain adalah: a. Penelitian yang dilakukan oleh Atica Pranidya Widyaningtyas dan Eko Darminto®. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan motivasi berprestasi pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Penelitian yang mengambil sampel mahasiswa program studi Psikologi angkatan 2008 fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya sejumlah 30 orang ini hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara kepuasan kerja dengan motivasi berprestasi pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. b. Penelitian oleh Achmad Hipjillah dan Nurul Badriyah' Penelitian yang dilakukan di sebuah café di Malang yang seluruh pekerjanya adalah mahasiswa yang bekerja paruh waktu, dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi tingkat konsumsi dan prestasi akademik terhadap mahasiswa bekerja paruh waktu. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya keterkaitan antara tingkat konsumsi dengan prestasi akademik mahasiswa bekerja paruh waktu, sebaliknya ada keterkaitan antara tingkat konsumsi dengan upah/gaji serta antara tingkat prestasi akademik dengan manajemen waktu, dukungan perusahaan serta motivasi prestasi. c. Penelitian di sebuah universitas di Inggris oleh David Robotham®. Penelitian dilakukan untuk menguji konsekuensi dari mahasiswa yang terlibat dalam kerja part-time. Hasil penelitian menemukan bahwa pekerjaan part-time menjadi modal pengalaman bagi mahasiswa. Dalam penelitian juga ditemukan ~ bahwa beberapa mahasiswa lebih suka menghabiskan waktunya untuk bekerja daripada tinggal di kelas. Manfaat yang diperoleh adalah dapat meningkatkan manajemen waktu dan kelompok. meningkatkan keterampilan dalam bekerja Berdasarkan ketiga penelitian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pekerjaan part-time tidak mengganggu studi mahasiswa, menambah pengalaman, dapat membagi waktu, meningkatkan ketrampilan dalam bekerja kelompok, menambah financial mahasiswa. Penelitian-penelitian tersebut semua dilakukan kepada mahasiswa yang beketja part-time di tempat lain, bukan di lembaga tempat studinya, atau bukan di perpustakaan. Sedangkan makalah ini berdasar best practice yang telah dilakukan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam mengelola mahasiswanya untuk menjadi sahabat perpustakaan dalam bentuk kerja part-fime, yaitu khususnya untuk membantu kegiatan shelving atau menata kembali buku yang telah dipinjam atau dibaca ke dalam rak. 2. Landasan Teori Ada beberapa teori yang akan dipergunakan sebagai acuan dalam makalah ini, antara lain adalah manajemen, mahasiswa parttime, dan perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. a. Manajemen 1) Ada bermacam-macam definisi manajemen, antara lain adalah yang telah dikutip oleh Irham Fahmi’: Manajemen merupakan suatu rangkaian aktivitas (termasuk perencanaan dan pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber-sumber daya organisasi (manusia, finansial, fisik, dan informasi) untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien. (Ricky W. Griffin) 2) 3) Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. (George R. Terry dan Leslie W.Rue) Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (James A.F. Stoner) Sementara itu, menurut Koontz dan O’Donnel® fungsi manajemen meliputi penempatan sumber perencanaan, daya pengorganisasian, manusia, bimbingan, dan pengendalian. Lebih lanjut dijelaskan bahwa perencanaan adalah manajemen yang harus ada, menentukan sasaran yang harus dicapai dan tindakan-tindakan yang harus diambil untuk mencapainya. Pengorganisasian melibatkan identifikasi dan pengelompokkan aktivitas yang harus dilakukan, membaginya antara karyawan serta menciptakan hubungan wewenang dan tanggung jawab di antara mereka. Penempatan SDM menjadi fungsi yang sangat penting karena adanya perkembangan teknologi yang sangat cepat, pertumbuhan organisasi, dan perilaku manusia yang kompleks. Di dalamnya meliputi pengisian struktur organisasi dengan tenaga melalui proses seleksi yang tepat dan efektif, penilaian dan pengembangan SDM untuk mengisi peran-peran yang yang dirancang ke dalam struktur organisasi itu. Bimbingan adalah aspek interpersonal suatu manajemen yang secara langsung berurusan dengan memperngaruhi, mengarahkan, supervisi, dan memotivasi. Pengendalian adalah tindakan untuk memastikan bahwa kinerja aktual diarahkan pada kinerja yang diharapkan. Manajemen SDM atau manajemen kepegawaian merupakan pengambilan langkah-langkah tertentu sedemikian rupa sehingga SDM sebagai unsur terpenting dalam setiap organisasi benar-benar berperan sesuai dengan posisi sentralnya dalam kehidupan organisasional'’. Langkah-langkah tersebut meliputi perencanaan tenaga kerja, rekruitmen, seleksi, penempatan, sistem imbalan, pembinaan, dan pengembangan karir. Selanjutnya, dijelaskan lebih jauh bahwa dalam perencanaan SDM yang perlu diperhatikan adalah mengenai jumlahnya, komposisinya yang menyangkut jenis kelamin, usia, dan berbagai karakteristik biografikal lainnya, serta kualifikasi dalam latar belakang pendidikan yang dapat menggambarkan tingkat keahlian dan keterampilan yang dimiliki. Mahasiswa Part-time Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia”> mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, sedangkan parr-time atau paruh waktu artinya adalah seperdua waktu atau sebagian waktu. Jadi mahasiswa part-time adalah para mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Tenaga kerja paruh waktu biasanya memiliki waktu bekerja yang lebih pendek daripada standard waktu bekerja penuh dalam seminggu”. Tujuan siswa mengikuti ketja parr-time, menurut Robinson selain untuk tujuan finansial juga agar merasa merdeka dan akan membantu dalam mendapatkan pekerjaan setelah sekolah'. Sementara itu, menurut beberapa mahasiswa yang pernah menjadi mahasiswa part-time Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, motivasi mereka menjadi mahasiswa part-time antara lain adalah agar keluar dari zona nyaman dan aman, dapat menambah pengalaman sebagai bekal dalam bekerja nantinya setelah selesai kuliah, dapat meluangkan waktu lebih banyak untuk ke perpustakaan, dapat berpikir ox of the box karena bekerja di perpustakaan padahal bukan mahasiswa dari jurusan Ilmu Perpustakaan, dapat bertemu dan bertukar pikiran dengan banyak orang dari berbagai disiplin ilmu, dan lain-lain®. Selanjutnya, dari hasil wawancara tersebut juga diketahui bahwa pekerjaan part-fime tidak mengganggu mahasiswa dalam menempuh kuliahnya. Hal ini terbukti dari masa studi yang ditempuh tepat waktu. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa bekerja part-time memiliki nilai yang positif bagi mahasiswa. Creed & Patton bahkan menyarankan agar kerja part-time dapat dimasukkan dalam program sekolah untuk menjadi salah satu c. 16 pengalaman dalam pengembangan karir . Perpustakan UIN Sunan Kalijaga Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga termasuk dalam jenis perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada di lingkungan perguruan tinggi, universitas, sekolah tinggi, akademi dan pendidikan tinggi lainnya, yang pada hakikatnya merupakan bagian integral dari suatu perguruan tingginya'. Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi perpustakaan perguruan tinggi merupakan unsur penunjang perguruan tinggi yang bersama-sama dengan unsur penunjang lainnya berperan serta dalam melaksanakan tercapainya visi misi perguruan tingginya, yaitu dengan cara melaksanakan tugas dalam hal mengembangkan koleksi, mengolah dan merawat bahan perpustakaan, memberi layanan, serta melaksanakan administrasi perpustakaan.'® Sementara itu, Sulistyo-Basuki mendefinisikan perpustakaan perguruan tinggi sebagai perpustakaan yang berada di bawah pengawasan dan pengelolaan suatu perguruan tinggi yang bertujuan untuk membantu perguruan tinggi tersebut dalam mencapai tujuannya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat."” Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga terletak di jalan Marsda Adisucipto Yogyakarta, terdiri dari empat lantai dengan luas 7400 m? didukung oleh satu orang Kepala, 20 orang pustakawan, dan 21 orang staf. Untuk membantu kelancaran layanan, terutama dalam melakukan shelving, perpustakaan dibantu oleh 25 orang mahasiswa part-time yang diambil dari mahasiswa berbagai fakultas, dari D3, S1, dan S2. Penentuan mahasiswa part-time dilakukan melalui seleksi, mulai dari seleksi administratif, wawancara, hingga praktek.
Discussion
Ada dua kegiatan yang saling berkaitan dalam program mahasiswa part-time Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, yaitu seleksi mahasiswa part-time dan shelving mahasiswa part-time. Untuk memilih mahasiswa part-time, maka sebelumnya diadakan seleksi. Lebih lanjut mengenai manajemen program mahasiswa part-time, maka sebagaimana telah disampaikan di depan bahwa dalam pembahasan ini akan dibagi dalam beberapa program sebagai berikut: (A) Perencanaan Program, (B) Pelaksanaan Program, (C) Hasil Pelaksanaan Program, (D) Sistem Monitoring dan Evaluasi, (E) Dampak Pelaksanaan Program, dan (F) Perubahan Sebagai Akibat Pelaksanaan Program. Penjelasan masing-masing sub bab tersebut adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan Program Perencanaan program yang dilakukan adalah: a. Menyusun TOR (Ter of Reference) kegiatan b. Memasukkan butir kegiatan dan anggaran ke dalam RKAKL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga) c. Menyusun pedoman penerimaan mahasiswa part-time d. Menyusun panitia seleksi penerimaan mahasiswa parr-time e. f. Menyusun tim penilai Membuat pengumuman penerimaan mahasiswa part-tine” 2. Pelaksanaan Program Setelah semua persiapan dilakukan, maka kegiatan selanjutnya adalah Pelaksanaan Program. Tahapan kegiatannya adalah sebagai berikut: a. Menerima berkas lamaran calon peserta seleksi b. Melakukan seleksi administratif, peserta yang tidak memenuhi persyaratan langsung dinyatakan gugur. Syarat pendaftaran: minimal smt 4 bagi S1, mengumpilkan KHS, sertifikat user education, surat keterangan dokter, tinggi badan, foto, nomor hp c. Mengumumkan mahasiswa yang lolos seleksi administrasi d. Mengumumkan waktu pelaksanaan tes e. Melaksanakan tes. Tes meliputi tiga ranah, yaitu ranah kognitif (pengetahuan keperpustakaan), afektif (sikap, penampilan, motivasi), dan motorik/keterampilan (shelving, penelusuran web, opac, dan e-resources) f. Penguji merekap nilai seluruh peserta g. Panitia mengumpulkan nilai seluruh penguji dan membuat rangking h. Dilaksanakan rapat yudisium yang diikuti oleh seluruh penguji dan panitia. Yudisium disusun berdasarkan rangking nilai, ketersebaran peserta dari seluruh fakultas, keseimbangan jumlah laki-laki dan perempuan, pertimbangan tinggi badan dan penampilan atau sikap i. j- Mengumumkan hasil seleksi di web dan papan pengumuman perpustakaan.. Antara pelaksanaan tes dan pengumuman hasil seleksi berjarak sekitar 4-5 hari. Dalam pengumuman sekaligus disampaikan undangan untuk mengikuti pembekalan yang dilaksanakan 2-3 hari setelah pengumuman hasil seleksi. Melaksanakan pembekalan bagi seluruh peserta yang telah lolos seleksi. Materi pembekalan meliputi motivasi, job deskripsi layanan, pengenalan sistem teknologi informasi perpustakaan, parktek shelving, praktek layanan. k. Mahasiswa part-time yang baru terpilih sebanyak 24 orang mulai mengikuti mahasiswa parr-time yang lama untuk praktek shelving dan layanan pada jam istirahat selama satu bulan (pada bulan Desember). Sedangkan 1 orang mahasiswa difabel bertugas di difabel corner. 1. Mahasiswa melaksanakan shelving, layanan siang, difabel corner selama satu tahun m. Secara insidental mahasiswa juga diminta membantu kegiatankegiatan perpustakaan, seperti seminar, bedah buku, pengolahan buku baru, download e-book & e-journal, digitalisasi Tugas Akhir, dan lain-lain. 3. Hasil Pelaksanaan Program Hasil dari pelaksanaan program seleksi mahasiswa part-time adalah terpilihnya 25 (dua puluh lima) orang mahasiswa dari berbagai jurusan yang selama setahun akan melaksanakan kegiatan shelving, jaga layanan difabel corner, jaga layanan siang hari pada jam istirahat pegawai, dan-kegiatan-kegiatan insidental lainnya. Sementara itu, hasil pelaksanaan program shelving adalah terlaksananya kegiatan shelving oleh mahasiswa selama setahun. Mahasiswa part-tme yang melakukan tugas shelving sebanyak 24 orang, setiap hari dibagi dalam 3 shift (pagi, siang, malam), setiap shift yang dilaksanakan oleh 8 orang melaksanakan shelving selama 2 jam, kemudian ditambah satu jam layanan pada siang hari pada jam istirahat pegawai. . Sistem Monitoring dan Evaluasi Setiap selesai melaksanakan suatu program kegiatan, maka dilakukan evaluasi agar dapat dilakukan perbaikan di masa yang akan datang. Sistem seleksi mahasiswa part-#we dari tahun ke tahun juga mengalami evaluasi. Pada awal pelaksanaan program seleksi mahasiswa part-time, setiap peserta menghadapi tiga orang penguji. masing-masing ranah (kognitif, afektif, keterampilan) diuji oleh satu orang penguji. dengan sistem yang seperti itu, pelaksanaan tes memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, untuk menghemat waktu dan anggaran, pada pelaksanaan berikutnya ranah kognitif dan afektif digabung menjadi satu diuji oleh satu orang penguji. Selain teknis pelaksanaan tes, materi yang diujikan juga mendapat evaluasi. Demikian juga dengan materi pembekalan serta teknik pembekalan juga selalu dievaluasi pelaksanaannya. Semua program selalu dilakukan evaluasi agar dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien serta memperoleh hasil yang lebih baik. Untuk memonitor pelaksanaan kegiatan ~shelving yang dilaksanakan mahasiswa part-time, maka setiap bulan Koordinator Bidang Layanan Pemustaka sebagai koordinator yang bertanggungjawab atas kegiatan part-time, mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh mahasiswa part-time sebulan sekali. Dalam rapat koordinasi tersebut akan dibahas tentang kendala, masalah yang dihadapi, serta motivasi untuk selalu membangun team work yang kompak. Selain itu, monitoring juga dilakukan secara rutin dengan berkomunikasi dengan para mahasiswa baik melalui tatap muka dan dialog langsung setiap harinya atau melalui media sosial (whatsaapp, sms, facebook, bbm). Dalam sistem penganggaran di RKAKL juga selalu dievaluasi, mulai dari honor Rp 6.000,00 (enam ribu rupiah) per jam, naik menjadi Rp 7.000,00 (tujuh ribu rupiah), dan sekarang menjadi transport Rp 20.000,00 (duapuluh ribu rupiah) per hari. Sistem penganggaran ini mengikuti regulasi anggaran yang berlaku di UIN Sunan Kalijaga. 5. Dampak Pelaksanaan Program Program kegiatan mahasiswa parr-time ini memiliki dampak positif bagi kedua belah pihak, baik Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga maupun mahasiswa sendiri. Bagi Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, layanan jadi dapat berjalan dengan lancar. Sementara itu, bagi mahasiswa keikutsertaan mereka dalam program mahasiswa part-time dapat menjadi pengalaman yang berharga yang dapat menjadi bekal bagi masa depannya setelah lulus kuliah. Mahasiswa juga merasa bangga karena dapat menjadi bagian dari perpustaan yang besar seperti Perpustakaan UIN Sunaan Kalijaga. Pekerjaan menjadi mahasiswa part-time ternyata juga tidak mengganggu mereka dalam menyelesaikan studinya, sebaliknya mereka justru dapat menghargai waktu dan membagi waktu antara bekerja, belajar, dan bersosialisasi. Lebih lanjut mengenai pendapat beberapa mahasiswa tentang keikutsertaannya menjadi mahasiswa part-time akan disertakan dalam lampiran. 6. Perubahan Sebagai Akibat Pelaksanaan Program Program kegiatan mahasiswa parr-time membawa perubahan yang cukup signifikan bagi Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga khususnya dan UIN Sunan Kalijaga pada umumnya. Secara garis besar, keberadaan mahasiswa part-time di perpustakaan telah membuat layanan menjadi lancar. Secara spesifik, keberadaan mahasiswa part-time dapat memberi pengaruh yang positif di beberapa kegiatan di perpustakaan. Di bawah ini akan disampaikan secara singkat perbandingan keadaan antara sebelum program parttime diberlakukan dan setelah program dijalankan, antara lain adalah: Kegiatan Shelving Sebelum program | Sesudah program Pada layanan akhir Layanan pada jam | Tidak ada layanan istirahat siang Pada saat pegawai jam | Sehari 3x (selama 6 jam) Layanan dilakukan oleh mahasiswa part-tinme Perpustakaan tutup rapat Seleksi buku Layanan seperti biasa dilakukan ‘mahasiswa part-time oleh Dilakukan oleh dosen Dilakukan oleh dosen, dan pustakawan Promosi perpustakaan pustakawan, mahasiswa Dilakukan oleh bagian | Mahasiswa Informasi Perpustakaan dan part-time ikut mempromosikan
Conclusion
Berdasarkan uraian dan penjelasan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Keberadaan mahasiswa part-time sangat membantu kelancaran layanan perpustakaan. b. Pengalaman menjadi mahasiswa part-time perpustakaan juga menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa.. Karena pentingnya keberadaan mahasiswa part-time di perpustakaan, maka hendaknya pimpinan universitas dapat ikut mendukung agar program ini dapat berjalan terus di perpustakaan. d. Program mahasiswa part-time yang telah dilakukan oleh perpustakaan ini akan sangat baik jika dimasukkan dalam kurikulum sebagai bekal untuk mempersiapkan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja.