Kembali
16
1
2014 Edulibinfo Vol 1 · 2 ISSN 2541-3279

IMPLEMENTASI SOFTWARE SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEMS (SLiMS) PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH Studi Deskriptif pada Perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Software Senayan Library Management Systems (SLiMS) pada perpustakaan sekolah. Software Senayan merupakan salah satu contoh penerapan teknologi di perpustakaan. Penelitian ini dilakukan di Perpustakan SMA Negeri 2 Kota Bandung di jalan cihampelas Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian berjumlah 9 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perencanaan implementasi Software Senayan pihak sekolah SMA Negeri 2 Kota Bandung membentuk perencanaan tertulis dengan melakukan konsultasi pada ahli software, melakukan analisis SWOT, serta menetapkan sasaran dan target, 2) proses instalasi Software Senayan dapat dilakukan oleh tenaga pengelola perpustakaan, sedangkan pemeliharaan dilakukan hanya ketika software ataupun hardware rusak tidak ada tindakan pencegahan, 3) Software Senayan memberikan dampak yang postif, yaitu pelayanan dan pengolahan koleksi lebih cepat, proses temu kembali informasi lebih mudah, kinerja pustakawan lebih efesien dan efektif serta terjadi peningkatan kunjungan perpustakaan dan, 4) kendala yang dihadapi yaitu sumber daya manusia yang kurang baik kuantitas maupun kualitas serta fasilitas seperti minimnya jumlah komputer pada perpustakaan SMANegeri 2 Kota Bandung.

Abstract

This research is a descriptive research aimed to describe the implementation Senyan Software Library Management Systems (Slims) in the school library. Software senayan is one example of the application of technology in libraries. This research was conducted in SMAN 2 Bandung Library at cihampelas road, Bandung west java. This research used a qualitative method with descriptive approach. Informants in this research amounted to 9 were determined using purposive sampling technique. Generally, the results showed that 1) planning of software senayan implementation school SMAN 2 Bandung establish a written plan with expert consultation on software, perform SWOT analysis, as well as set goals and targets, 2) Software installation process can be carried out by skilled Senayan library manager, while maintenance is performed only when the software or hardware is damaged no precautions, 3) software senayan positive impact, namely the collection and processing services faster, process information retrieval easier, more efficient performance and effective librarian and an increase in visit the library and, 4) the constraints faced is a lack of human resources in both quantity and quality as well as facilities such as the number of computers is less in the library SMAN 2 Bandung.
Keywords: Software · SLiMS · School Library

Introduction

Perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung merupakan perpustakaan yang telah mengubah sebagian cara kerja mereka dengan menggunakan teknologi, khususnya pada bagian layanan perpustakaan. Perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung pada tahun 2007 pernah meraih juara 1 perpustakaan sekolah terbaik tingkat nasional. Pada saat itu perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung telah memanfaatkan teknologi y a it u s o ftwa re u n t u k k e g i a t a n perpustakaan, dan OPAC untuk membantu siswa dalam menelusur informasi, akan tetapi Software tersebut m e n g a l a m i k e r u s a k a n y a n g mengakibatkan semua data koleksi yang dimiliki perpustakaan SMANegeri 2 Kota Bandung hilang. Kemudian pada pada bulan Februari 2014 perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung mulai merencanakan kembali implementasi otomasi perpustakaan, d ima n a imp l eme n t a si o t oma si p e r p u s t a k a a n i n i d e n g a n mengimplementasikan software senayan pada perpustakaan. Software senayan yang digunakan yaitu software senayan versi cendana. Senayan merupakan Open Source software (OSS) berbasis web untuk meme n u h i k e b u t u h a n a u t oma si perpustakaan (library automation) skala kecil hingga skala besar.Sama halnya seperti kartu katalog, senayan ini berisi data bibliografis perpustakaan yang tersimpan dalam hardisk suatu komputer (local database). Local database ini merupakan bahan dasar untuk OPAC. Kelebihan dari software senayan yaitu dapat membantu penelusuran informasi lebih cepat, kelebihan ini seharusnya menjadi daya tarik pengelola p e r p u s t a k a a n u n t u k mengimplementasikan software senayan. Implementasi merupakan salah satu bagian dari proses manajemen. Implementasi merupakan sebuah proses. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) implementasi merupakan pelaksanaan dan penerapan program. Dalam sebuah proses pelaksanaan dan penerapan, hal pertama yang harus diperhatikan yaitu fungsi-fungsi manajemen terutama pada perencanaan dan bagaimana pengelolaannya. Implementasi bukan hanya sekedar aktivitas, akan tetapi suatu kegiatan yang telah terencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perencanaan merupakan titik awal dari berbagai aktivitas atau program dalam s ebuah organis a si yang s anga t menentukan keberhasilan organisasi tersebut. Dalam Lasa (2008, hlm. 56) perencanaan merupakan aktivitas yang menyangkut pembuatan keputusan tentang apa yang akan dilakukan, bagaimana cara melaksanakan, kapan pelaksanaannya, dan siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya. P e r p u st a k a a n m e m e r l u k a n perencanaan dalam pengelolaan, meliputi bahan pustaka, sumber daya manusia, dana, gedung dan sistem. Tanpa adanya perencanaan, maka tujuan yang akan di capai tidak akan jelas. Sumber daya manusia merupakan faktor utama yang mendukung kegiatan dalam perpustakaan. Tahapan perencanaan meliputi Penetapan visi dan misi, menjelaskan keadaan perpustakaan dan identifikasi kemudahan merupakan awal dari perencanaan. Lasa (2008, hlm. 60) mengemukakan bahwa “...langkah awal dalam proses perencanaan perpustakaan antara lain penetapan visi, misi, tujuan, perumusan keadaan sekarang, identifikasi k emu d a h a n d a n h amb a t a n d a n pengembangan perencanaan.” Setelah perencanaan terbentuk tahapan selanjutnya adalah pengelolaan software senayan itu sendiri. Pengelolaan me rupakan bagi an da ri s ebuah perencanaan, dimana kegiatan yang telah direncanakan dikaji kembali untuk diketahui bagaimana kelanjutan atau tindak lanjut dari kegiatan tersebut. P e n g e l o l a a n s o f t w a r e d i perpustakaan seperti proses intalasi software di perpustakaan, sosialisasi software tersebut serta pemeliharaan dari software tersebut. Pemeliharaan software merupakan proses dimana sistem setelah digunakan oleh pengguna diperbaiki kerusakannya, dan menyesuikan dengan kebutuhan pengguna. Lientz dan Swanson mengemukakan bahwa “.. terdapat 3 komponen dalam pemeliharaan software, 3 komponen tersebut antara lain 1) pemeliharaan korektif, 2) pemeliharaan adaptif, dan 3) pemeliharaan perfektif.” Pengelolaan software senayan yang baik dapat memberikan dampak yang positif bagi perpustakaan. Setiawan (2009, hlm. 23) mengemukakan bahwa “...sebuah software memberikan dampak yang sangat besar, baik lembaga maupun kehidupan sehari-hari. Dampak tersebut antara lain: 1) lebih efesien dalam waktu, 2) memudahkan dalam pencarian data, 3) membantu operasional dalam proses bisnis, dan 4) dapat memberikan layanan tanpa dibatasi ruang dan waktu.” Akan tetapi pada kenyataannya proses implementasi software senayan pada perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak yang menjadi faktor penghambat atau kendala dalam mengimplementasikan software senayan. Kendala yang dihadapi yaitu minimnya fasilitas perpustakaan dan terbatasnya sumber daya manusia yang mengerti akan teknologi. Permendiknas No. 25 tahun 2008 d i k e m u k a k a n b a h w a : “ S e t i a p perpustakaan sekolah/madrasah memiliki s e k u r a n g - k u r a n g n y a s a t u t e n a g a perpustakaan sekolah/madrasah yang berkualifikasi SMA atau yang sederajat dan bersertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari l emb a g a y a n g d it e t a p k a n o l e h pemerintah”. Berdasarkan hal tersebut maka secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses implementasi software senayan pada perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung. Sedangkan secara khusus tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan perencanaan implementasi software senayan pada perpustakaan SMANegeri 2 Kota Bandung, 2) mendeskripsikan pengelolaan software senayan pada perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung, 3) mendeskripsikan dampak dari implementasi software senayan pada perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung, dan 3) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi software senayan pada perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode kualitatif digunakan untuk meniliti kondisi perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung dalam mengimplementasikan software senayan. Hal ini sesuai dengan Sugiyono (2011, hlm. 9) yang mengemukakan bahwa “...kualitatif digunakan untuk meneliti suatu obyek secara alamiah, kualitatif lebih me n e k a n k a n ma k n a d a ri p a d a generalisasi.” Sedangkan pendekatan d e s k r i p t i f d i g u n a k a n u n t u k mengumpulkan data sebanyak-banyaknya mengenai implementasi software senayan pada perpustakaan sekolah. Lokasi penelitian ini adalah Perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung yang beralamat di Jalan Ciwalk Bandung. Subjek dalam penelitian ini adalah sivitas akademika SMA Negeri 2 Kota Bandung dengan menggunakan teknik pusrposive sampling dimana dihasilkan 6 orang informan. Sugiyono (2014, hlm. 68) mengenai teknik purposive sampling yaitu “teknnik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.” Oleh karena itu, maka ketentuan atau pertimbangan subjek yag ditetapkan dalam penelitian ini adalah anggota dari sivitas akademika SMA Negeri 2 Kota Bandung, mengerti tentang perkembangan perpustakaan dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Sehingga, sampel tersebut dapat dijadikan sebagai informan dalam penelitian ini. Berikut merupakan tabel sampel dalam penelitian ini: Tabel .1.1 DaftarSubjek Penelitian Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Intrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman dokumentasi. Terdapat beberapa langkah untuk proses pengolahan data dalam penelitian ini, langkah tersebut sebagai berikut: · Setelah proses penelitian, data yang telah terkumpul diolah sehingga mendapatkan jawaban yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini, serta mencari kesesuaian antara hasil penelitian dan kenyataan dilapangan; · Melakukan penyimpulan data untuk membuat rangkuman. Hal ini dilakukan untuk membuat abstrak dalam penelitian · Tahap terakhir yaitu, menyusun hasil dari pengolahan data penelitian ke dalam format yang tersusun secara sistematis agar didapat hasil yang dapat digunakan untuk proses analisis data dalam penelitian ini.

Result & Discussion

Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki tahapan pengimplementasian yang baik karena memperhatikan perncanaan sampai pengelolaan yang baik. Sedangkan secara khusus hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan Implementasi Software Senayan Perencanaan dirancang oleh seorang pengambil kebijakan pada suatu lembaga, yaitu kepala sekolah. Akan tetapi, dalam membuat perencanaan kepala sekolah tidak dapat membuat sendiri, harus dikoordinasikan dengan yang lainnya. Ha l t e rs ebut dil akukan aga r perencanaan yang telah direncanakan tidak merugikan sebagian pihak. Bentuk perencanaan dalam menerapkan software senayan pada perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung adalah sebagai berikut: Tabel 1.2 Bentuk perencanaan penerapan software senayan Tabel diatas menunjukkan bahwa bentuk perencanaan dalam implementasi software senayan adalah sebagai berikut: Pertama, diperlukan konsultasi kepada ahli. Ahli tersebut dapat berasal dari ahli software senayan dan pustakawan ahli dalam bidang teknologi sebanyak 3 orang. Konsultasi ini bertujuan untuk me n g emb a n g k a n w a w a s a n d a n p e n g e t a h u a n t e n a g a p e n g e l o l a perpustakaan mengenai Software senayan. Kedua, perlu analisis SWOT oleh kepala sekolah dan tenaga pengelola perpustakaan. Analisis SWOT ini bertujuan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang dan ancaman oleh penerapan software senayan pada perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung. Ketiga, menetapkan sasaran dan target oleh kepala sekolah dan tenaga pengelola perpustakaan. Penetapan sasaran dan target ini bertujuan untuk mengetahui tujuan yang akan dicapai dengan adanya software senayan. 2) Pengelolaan Software Senayan Pengelolaan software senayan merupakan pemeliharaan yang dilakukan pada software tersebut. Bukan hanya pemeliharaan saja, akan tetapi proses intalasi, sosialisasi software senayan dan frekuensi waktu dalam menggunakan software senayan merupakan tahapan pengelolaan dari software senayan. Pengelolaan software senayan pada perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung ditujukan untuk memelihara software senayan agar tetap dapat digunakan dan diperbarui sesuai dengan perkembangan software tersebut. Berikut merupakan langkah yang dilakukan oleh pihak perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung dalam melakukan instalasi software senayan: 1. Klik shortcut xampp pada desktop, atau klik star – xampp, sehingga akan tampil box sabagai berikut. 2. Klik start pada apache dan MySql. 3. Salin (copy) file senayan ke ke C://xampp/htdocs. 4. Membuat database dengan cara membuka browser dan ketikkan alamat localhost/phpmyadmin pada browser 5. Ketikan senayan pada kota create new database. Jika pembuatan database berhasil, maka nama database yang dibuat akan muncul pada samping kiri 6. Mengimpor file ke database senayan dengan cara pilih menu impor – browse – pilih file dengan tipe sql 7. Klik star – notepad - run as administator. 8. B u k a f i l e C:\xampp\htdocs\senayan\sysconf ig.inc.php 9. Rubah senayandb dengan senayan, senayanuser dengan root dan password_senayanuser dengan admin, lalu save. 10. Setting privilege di database senayan 11. Klik edit previlege, kemudian ketikkan admin pada kolom password dan re-type. 12. Klik go 13. Klik let's start the instalation, 14. Tuliskan senayan pada kotak database name, root pada kotak database username dan admin pada kotak database password. Kemudian klik ok Perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung juga melakukan sosialisasi software senayan kepada seluruh sivitas akademika SMA Negeri 2 Kota Bandung terutama siswa siswi SMA Negeri 2 Kota Bandung. Selain disosialisasikan, software senayan juga dilakukan pemeliharaan, dimana pemeliharaan software tersebut dengan melakuan, 1) pemeliharaan adaptif dengan cara melakukan install ulang terhadap sistem operasi, 2) pemeliharaan korektif dengan cara melakukan instalasai anti virus, melakukan scaning setiap hari setalah digunakan, dan melakukan backup data untuk mencegah hilangnya data yang telah dimasukkan sebelumnya, dan 3) pemeliharan perfektif dengan cara mengikuti perkembangan software senayan/ update software senayan agar siswa tidak merasa bosan dengan tampilan yang sama. Hal tersebut sesuai dengan Lientz dan Swanson yang mengemukakan bahwa “.. terdapat 3 komponen dalam pemeliharaan Software, 3 komponen tersebut antara lain 1) pemeliharaan korektif, 2) pemeliharaan adaptif, dan 3) pemeliharaan perfektif.” 3) Dampak dari implementasi Software Senayan Implementasi software senayan ini memberikan dampak yang positif yang dirasakan baik oleh tenaga pengelola perpustakaan, guru maupun siswa. Dampak yang dirasakan antara lain, 1) dalam pelayanan dan pengolahan koleksi waktu yang dibutuhkan relatif lebig cepat; 2) siswa mudah dalam melakukan temu kembali informasi; 3) kinerja pustakawan lebih efesien dan efektif; dan 4) statistik kunjungan ke perpustakaan relatif lebih meningkat. Supriyanto (2008, hlm. 23) mengemukakan bahwa “penerapan teknologi di perpustakaan seperti penerapan software di perpustakaan memberikan dampak antara lain: 1) mengefesienkan dan mempermudah pekerjaan; 2) memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna; dan 3) meningkatkan citra organisasi.” Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi di perpustakaan memberikan dampak yang positif, dampak tersebut yaitu; dalam memberikan layanan relatif lebih cepat, tepat dan akurat. 4) Kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi Software Senayan Kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi software senayan pada perpustakaan SMANegeri 2 Kota Bandung yaitu minimnya fasilitas perpustakaan dan sumber daya manusia yang mengerti teknologi. Pada perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung minimnya fasilitas menjadi kendala dalam implementasi software senayan. Poerwadimato dalam (Achmad, dkk., 2012, hlm.11) mengemukakan bahwa “fasilitas merupakan segala yang memudahkan pe rka r a (ke l anc a r an tuga s) ” . Perpustakaan tidak akan berjalan t a n p a a d a n y a f a silit a s y a n g mendukung. Perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung memiliki 3 orang tenaga pengelola perpustakaan yang tidak berlatar belakang perpustakaan dan informasi dan tidak pernah mengikuti pelatihan tentang perpustakaan. Sedangkan dalam Permendiknas No. 25 tahun 2008 disebutkan bahwa: “ S e t i a p p e r p u s t a k a a n sekolah/madrasah memiliki sekurangkurangnya satu tenaga perpustakaan sekolah/madrasah yang berkualifikasi SMA atau yang sederajat dan bersertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah”. Tinggi rendahnya kualitas sumber daya manusia dapat meningkatkan atau menurunkan citra perpustakaan di mata masyarakat. Rendahnya pendidikan pust akawan akan mempengaruhi produktivitas kerja pustakawan tersebut. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ali dalam Lasa (2008, hlm. 67) yang mengemukakan bahwa: “...terdapat 83,33% pemakai perpustakaan tidak puas dan hanya 16,67% pamakai perpustakaan yang merasa puas atas p r o d u k t i v i t a s / p e l a y a n a n pustakawan”. Selain sumber daya manusia, fasilitas perpustakaan juga harus mendukung untuk pene r apan teknologi informasi di perpustakaan. Fasilitas merupakan sarana dan prasana yang dapat membantu dalam kegiatan perpustakaan. Hal ini sesuai dengan Poe rwadima to da l am (Achmad, dkk., 2012, hlm.11) yang mengemukakan bahwa “fasilitas merupakan segala yang memudahkan pe rka r a (ke l anc a r an tuga s) ” . Perpustakaan tidak akan berjalan t a n p a a d a n y a f a silit a s y a n g mendukung.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dan telah dipaparkan pada BAB IV, dapat disimpulkan bahwa Software Senayan mampu membantu kegiatan perpustakaan baik pelayanan maupun pengolahan bahan pustaka. Beberapa simpulan berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, diantaranya sebagai berikut: 1.Perencanaan implementasi Software Senayan Dalam perencanaan implementasi Software Senayan perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung cukup baik, karena pihak sekolah SMA Negeri 2 Kota Bandung membentuk perencanaan secara tertulis, dengan melakukan konsultasi pada ahli Software, melakukan analisis SWOT serta menetapkan sasaran dan target. 2 . P e n g e l o l a a n S o f t w a r e SenayanPengelolaan software senayan yang dimulai dengan proses intalasi software senayan dapat dilakukan oleh tenaga pengelola perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung. Sedangkan pemeliharaan yang dilakukan oleh tenaga pengelola perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung terhadap software senayan hanya dilakukan ketika terjadi kerusakan baik pada hardware maupun software yang digunakan. Dengan kata lain tidak dilakukan tindakan pencegahan terhadap kerusakan yang mungkin terjadi pada hardware maupun software. 3. Dampak dari implementasi Software Senayan Software senayan memberikan d a m p a k y a n g p o s i t i f p a d a perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung. Dampak yang diberikan antara lain: 1) pelayanan dan pengolahan koleksi lebih cepat, 2) proses temu kembali informasi lebih mudah, 3) kinerja pustakawan lebih efektif dan efesien, dan 4) kunjungan perpustakaan lebih meningkat. 4. Kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi Software Senayan Kendala yang dihadapi oleh perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung dalam implementasi software senayan yaitu, sumber daya manusia dan fasilitas perpustakaan. Sumber daya manusia yang belum mencukupi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas dalam memahami ilmu perpustakaan. Sedangkan fasilitas yaitu minimnya jumlah komputer yang ada di perpustakaan SMA Negeri 2 Kota Bandung.