HUBUNGAN IMPLEMENTASI PROGRAM GEMBOK CINTA RBU DENGAN MINAT KUNJUNG MASYARAKAT (STUDI DESKRIPTIF KORELASIONAL DI TAMAN BACA MASYARAKAT RUMAH BACA UJUNGBERUNG)
Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia
Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh minat kunjung masyarakat khususnya remaja yang rendah. Hal ini mendorong pengelola TBM Rumah Baca Ujungberung untuk membuat program kreatif dan inovatif yang diberi nama Gembok Cinta RBU. Permasalahan umum yang dikaji dalam penelitian yang dilakukan adalah bagaimana hubungan implementasi program Gembok Cinta RBU dengan minat kunjung masyarakat di TBM Rumah Baca Ujungberung. Program Gembok Cinta RBU merupakan program yang dibuat oleh TBM sebagai salah satu upaya untuk menarik minat kunjung masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan program Gembok Cinta RBU dengan minat kunjung masyarakat ke TBM memiliki hubungan yang kuat.
Abstract
This conducted research is underpinned by lack of youth's visit interest. In this stance, it triggers manager of TBM Rumah Baca Ujungberung creates innovative and creative program entitled Gembok Cinta RBU (RBU Love Lock). The general concern that is studied in this conducted research is on how the relation between Gembok Cinta RBU program implementation and the interest of citizen's visit to TBM Rumah Baca Ujungberung. Gembok Cinta RBU program is a program created by TBM to boost citizen's visit interest. This conducted study uses quantitative approach in which employing correlational descriptive method. The result shows that there is sturdy relation between Gembok Cinta RBU Program and the interest of citizen's visit to TBM.
Keywords:
Love Lock Program
· Interest of citizen's visit
· Reading Garden For The Community (TBM)
Introduction
Pendidikan pada dasarnya merupakan usaha sadar untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan bimbingan atau latihan bagi peranannya di masa mendatang. Usaha untuk meningkatkan mutu SDM melalui pendidikan, pemerintah telah mengupayakan pemerataan di berbagai sistem pendidikan. pendidikan yang dilakukanpun tidak hanya melalui jalur pendidikan formal, terdapat juga pendidikan nonformal. Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstuktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sedangkan pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara fleksibel. Pendidikan nonformal memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, untuk membelajarkan SDM sebagai subjek pembangunan masyarakat. Program pendidikan nonformal diarahkan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat yang belum menyelesaikan ataupun tidak pernah mengikuti pendidikan di lembaga formal, buta aksara, dan warga masyarakat lain yang kebutuhan pendidikannya tidak dapat terpenuhi melalui jalur pendidikan formal. Mengenai pendidikan nonformal, Undang - Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 25 ayat 1 menyebutkan bahwa “pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah atau pelengkap dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat”. Untuk penyelenggaraan layanan pendidikan nonformal, serta untuk pengembangan dan implementasi program pendidikan sepanjang hayat melalui jalur pendidikan nonformal dapat diselenggarakan pada lembaga-lembaga teknis, salah satu lembaga yang mendukung program pendidikan sepanjang hayat yaitu Taman Baca Masyarakat (TBM). Pada hakikatnya keberadaan Taman Baca Masyarakat sangat penting karena secara langsung ikut berperan serta dalam membangun masyarakat mengenal dan memanfaatkan informasi, untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta merupakan salah satu indikator atau ukuran tentang tingkat kemajuan masyarakat di sekitarnya. Pengertian TBM menurut Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam Acuan Taman Baca Masyarakat (2010, hlm. 5) mengemukakan bahwa : “Taman Baca Masyarakat yang selanjutnya disebut TBM merupakan sarana peningkatan budaya membaca masyarakat dengan ruang yang disediakan untuk membaca, diskusi, bedah buku, menulis, dan kegiatan sejenis lainnya yang dilengkapi dengan bahan bacaan, berupa: buku, majalah, tabloid, koran, komik, dan bahan multimedia lain, yang dilengkapi dengan ruangan untuk membaca, diskusi, bedah buku, menulis, dan ruang multimedia, serta pengelola yang berperan sebagai motivator”. Melihat pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa TBM merupakan suatu lembaga yang menyediakan berbagai informasi dari berbagai sumber untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan untuk menunjang pembudayaan kegemaran membaca masyarakat. TBM juga merupakan tempat yang dapat melibatkan partisipasi masyarakat sebagai penunjang kegiatan yang dilaksanakan oleh TBM, sehingga menjadi wahana yang berperan dalam menumbuhkan cipta, karya, dan karsa manusia. Oleh karena itu, TBM harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara menyediakan koleksi, layanan, fasilitas serta menyelenggarakan program sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat sekitar, sehingga masyarakat tertarik untuk berkunjung dan memanfaatkan TBM. Kegiatan yang biasa dilakukan oleh TBM menurut Holik (2014, hlm. 5) yaitu: “a) Kegiatan membaca di tempat dengan menyediakan koleksi yang sesuai dengan pemustaka serta ruangan yang nyaman, b) Meminjamkan buku, c) Pembelajaran d e n g a n me n g g u n a k a n b e r b a g a i pendekatan, d) Praktik keterampilan dengan buku keterampilan yang ada, e) Melaksanakan kegiatan literasi, f) dan lomba-lomba”. Salah satu TBM yang sudah melaksanakan kegiatan tersebut yaitu TBM Rumah Baca Ujungberung (RBU) yang berada di bawah naungan PKBM Bina Cipta Ujungberung yang bertempat di Jalan Andir Kaler No. 05 RT. 06 RW. 03 Kelurahan Cigending Kecamatan Ujungberung Kota Bandung. TBM RBU berperan aktif dalam mendukung program pemerintah dalam mengembalikan buku sebagai media informasi. salah satu bentuk kegiatan literasi atau program yang dicanangkan TBM RBU sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat agar m e m b a c a b u k u k e m b a l i , d a n meningkatkan tingkat kunjungan masyarakat adalah melalui program Gembok Cinta RBU “(Gerakan Membaca Buku Orang-orang Kreatif melalui Catatan Inspiratif Tanpa Akhir” di Rumah B a c a U j u n g b e r u n g ) , d e n g a n memfasilitasi pembaca melalui pojok novel, pojok komik, dan pojok karya umum sebagai media penunjang kegiatan. Program Gembok Cinta RBU di bentuk pada tahun 2015 yang merupakan salah satu bentuk langkah nyata TBM untuk meningkatkan gemar membaca masyarakat khususnya generasi remaja, yang secara intensitas kehadiran dan daya kunjung masih sangat rendah. Pembuatan program ini merupakan langkah inovasi dari pengelola yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi masyarakat agar gemar membaca dan meningkatnya tingkat kunjungan masyarakat khususnya remaja ke TBM RBU. Program Gembok Cinta RBU dapat dikatakan juga sebagai salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mendukung pendidikan keaksaraan fungsional atau literasi dasar karena rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi, membaca, menulis, dan mempresentasikan hasil resensi. Dalam Razak (2014, hlm. 465) dijelaskan bahwa: “semua negara anggota UNESCO (termasuk Indonesia) pada persidangan antara bangsa tentang kependudukan dan pembangunan di Cairo (1994) dan persidangan Dakkar (2000) berkomitmen untuk menyelesaikan masalah buta huruf menjelang tahun 2015. Program yang digulirkan yaitu Program Literasi Fungsian (Malaysia)/ Keaksaraan fungsional (Indonesia) yang merupakan p r o g r am b a g i me n g emb a n g k a n keusahawan warga belajar (community st u d i ) d a l a m m e n g u a s a i d a n menggunakan keterampilan menulis, membaca, mengira, berfikir, mengamati, mendengar, dan berbicara, yang berorientasi, pada kehidupan sehari-hari dan persekitaran warga belajar”. Begitupun dengan rangkaian kegiatan program Gembok Cinta RBU diawali dengan membaca buku, menulis resensi buku, dan penyajian hasil resensi. Adapun bagi masyarakat yang berhasil menyelesaikan lima hasil bacaan berikut r e s e n si n y a , a k a n me n d a p a t k a n penghargaan yang berupa sebuah “gembok” yang akan dipasang di sebuah rangka kawat berbentuk love yang disimpan di halaman depan TBM RBU. Penghargaan yang diberikan ini sederhana namun memberikan arti lebih bagi yang berhasil membuat karya, penghargaan diberikan bukan hanya dilihat dari hasil karya yang dibuat, melainkan lebih kepada proses yang dilewatinya. 1. Proses membaca buku Membaca merupakan kegiatan kompl eks dan dis enga j a untuk melisankan kata-kata atau paparan tertulis yang disertai dengan menafsirkan makna dari sebuah tulisan. Menurut Tarigan (2013, hlm. 7), membaca adalah “suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis”. proses membaca dikemukakan oleh Tomkins & Hoskisson (dalam Syamsi, hlm. 1-2) mengungkapkan bahwa “Proses membaca meliputi: persiapan untuk memba c a , memba c a , me r e spon, mengeksplorasi teks, dan memperluas interpretasi”. Tujuan pada kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan, menambah wawasan d a n p e n g e t a h u a n s e r t a menumbuhkembangkan penggunaan berbagai sumber bacaan yang ada di TBM. 2. Proses menulis resensi Me n u l is me r u p a k a n s u a t u keterampilan berbahasa yang terpadu dan bertujuan untuk menghasilkan tulisan. Menulis resensi buku tidak hanya sekedar menuliskan kalimat-kalimat dalam tulisan, tetapi bagaimana seorang penulis mampu mengetahui ikhtisar isi buku, keunggulan atau kelemahan buku, dan mampu membahasakan buku secara persuasif kepada pembaca. Menurut Wiyanto (2008, hlm. 39) struktur resensi buku terdiri dari “judul resensi, data buku, pembukaan, tubuh atau isi pernyataan dan penutup resensi buku”. Tujuan meresensi buku untuk memberikan informasi atau pemahaman tentang apa yang diungkapkan dalam sebuah buku, memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku itu pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak, dan membantu pembaca dalam memilih buku yang dikehendaki. 3. Penyajian hasil resensi Penyajian hasil resensi ini dilakukan untuk melatih keberanian berbicara di depan umum. Arti berbicara menurut Arsjad (1988, hlm. 17) adalah “kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau mengucapkan kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan, pikiran, gagasan, dan perasaan”. Pada umumnya tujuan utama berbicara adalah untuk berkomunikasi, dan dalam presentasi pada umumnya terdiri dari tiga bagian yaitu introduksi, inti, dan simpulan”. Pada saat melakukan persentasi, dalam memilih kata-kata yang akan disampaikan harus jelas, tepat, dan menarik. Kata-kata yang jelas antara lain menggunakan istilah spesifik, sederhana, dan menggunakan kata dengan hemat. Selain itu juga harus memperhatikan faktor kebahasaan dan non kebahasaan. Salah satu tujuan dibuatnya Program Gembok Cinta RBU yaitu untuk meningkatkan minat kunjung masyarakat khususnya remaja. Minat pada dasarnya suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat kunjung adalah kecenderungan hati yang tinggi atau dorongan untuk berkunjung ke suatu tempat. Kunjungan masyarakat ke TBM merupakan suatu kegiatan atau aktivitas berkunjung yang dilakukan oleh masyarakat untuk memanfaatkan berbagai sumber informasi, fasilitas, layanan, serta mengikuti kegiatan atau program yang diselenggarakan oleh TBM. Studi yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional tahun 2010 terhadap TBM (dalam Khayatun, 2011, hlm. 11) mengungkapkan bahwa: “Daya tarik suatu taman bacaan berkaitan dengan lima faktor, yaitu: (1) pelayanan yang ramah, sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan taman bacaan; (2) bahan bacaan yang beragam, semakin banyak ragam bacaan, semakin banyak masyarakat yang berminat untuk datang ke taman bacaan, bacaan yang menarik minat masyarakat adalah agama, komik, dan keterampilan; (3) tempat sederhana sehingga membuat masyarakat lebih akrab, yang penting bersih dan cukup luas; (4) koleksi terus diperbarui; dan (5) bahan bacaan bersifat popular, tidak terlalu serius, dan disertai dengan ilustrasi gambar”. Melihat penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa minat kunjung Taman Baca Masyarakat (TBM) dipengaruhi oleh tiga faktor, diantaranya: 1. FaktorPelayanan Layanan atau jasa merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam sebuah Taman Baca Masyarakat (TBM). Layanan minimal yang harus ada adalah layanan peminjaman dan pengembalian. Layanan di TBM juga merupakan suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dengan memanfaatkan segala komponen TBM untuk mencapai kepuasannya. Salah satunya dengan mengadakan program Gembok Cinta RBU, apabila program tersebut dapat membe rikan pe l ayanan t e rba ik, diharapkan mampu memberikan kepuasan kepada pengunjung yang ditandai dengan peningkatan minat kunjung. Pada prinsipnya tenaga pengelola dan relawan TBM yang memberikan layanan harus memiliki kehandalan, daya tanggap, dapat berkomunikasi dengan baik, dan memiliki sikap sopan-santun, perhatian, serta memiliki sifat ramah. TBM yang baik adalah yang dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pengunjungnya. Keberhasilan TBM dalam melayani masyarakat penggunanya dapat terlihat dari jumlah orang yang memanfaatkan TBM setiap harinya. 2. FaktorKoleksi Keberadaan koleksi atau bahan pustaka di TBM harus dimaknai tidak hanya sebatas benda statis, melainkan sebuah sumber daya atau aset yang dapat d i g u n a k a n u n t u k k e p e n t i n g a n pemberdayaan masyarakat secara luas. Koleksi yang lengkap, beragam, dan terus diperbaharui merupakan salah satu faktor pendorong yang kuat bagi masyarakat untuk berkunjung ke TBM. Hal ini dikarenakan, koleksi merupakan kompenen utama yang dibutuhkan oleh masyarakat sebagai pengunjung untuk mencari informasi. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional tahun 2010 terhadap TBM (dalam Khayatun, 2011, hlm. 11) koleksi yang mampu memberikan rasa puas sehingga masyarakat ingin berkunjung kembali untuk memberdayakan TBM ialah 'bahan bacaan yang beragam/ keberagaman koleksi dan bahan bacaan yang terus diperbaharui/ kemutakhiran koleksi serta sifat dari bahan bacaan itu sendiri'. 1. FaktorTempat Faktor tempat merupakan salah satu faktor yang dapat menarik daya kunjung masyarakat. Menurut Yusuf (2005, hlm 95) terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai tempat yaitu luas, lokasi dan penataan ruangan yang secara khusus meliputi kegiatan-kegiatan seperti tata ruang, dekorasi, penerangan, dan ventilasi. Penyelenggaraan TBM dikatakan berhasil salah satunya dapat dilihat dari tingkat kunjungan masyarakat dalam memanfaatkan TBM. Semakin banyak jumlah pengunjung setiap harinya, maka semakin baik dan berhasil pula TBM tersebut. Hal ini sangat berkaitan dengan k e p u a s a n y a n g d ir a s a k a n o l e h pengunjung. Kepuasan dapat di dapatkan dari pelayanan yang diberikan, sumber informasi yang lengkap dan bervariasi, f a si l i t a s y a n g m e m a d a i , d a n menyelanggarakan program yang inovatif. Rangkaian kegiatan program G e m b o k C i n t a R B U d a l a m pelaksanaannya membutuhkan Sumber daya seperti koleksi, tempat, dan layanan. K omp o n e n - k omp o n e n t e rs e b u t diharapkan dapat saling mendukung satu sama lain, agar masyarakat dengan adanya program Gembok Cinta RBU yang didukung oleh faktor koleksi, tempat, serta pelayanan yang diberikan ol eh penge lol a dapa t membua t masyarakat semakin tertarik untuk berkunjung dan memanfaatkan TBM.
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan rumus korelasi spearman rank. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Rw. 03 kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung, yaitu sebagai tempat lokasi dimana berdirinya TBM Rumah Baca Ujungberung (RBU). Penelitian ini dilakukan terhadap masyarakat usia remaja, berdasarkan data kependudukan pada tahun 2016 remaja berjumlah 320 orang, dengan sampel 76 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan angket. Data yang diperoleh berbentuk kuantitatif, kemudian data tersebut dianalisis dengan mengunakan analisis deskriptif.
Result & Discussion
Kegiatan yang dilakukan di TBM untuk mencapai visi misi tentunya harus inovatif dan kreatif, agar masyarakat t e rt a rik untuk be rkunjung dan memanfaatkan TBM sebagai media belajar maupun mengembangkan keterampilan, dan salah satu tujuan utama TBM pada dasarnya untuk mendukung program pendidikan keaksaraan di lingkungan masyarakat. Strategi yang dapat dilakukan dalam mendukung program pendidikan keaksaraan, bisa diwujudkan dengan program-program yang disertai dengan aktivitas yang dapat menarik minat masyarakat, seperti halnya kegiatan yang dilakukan oleh TBM Rumah Baca Ujungberung yaitu membuat program Gembok Cinta RBU (Gerakan Membaca Buku Orang-Orang Kreatif melalui Catatan Inspiratif Tanpa Akhir di Rumah Baca Ujungberung). Program ini selain dibuat untuk mengembangkan budaya baca juga untuk menarik minat kunjung masyarakat. Penelitian mengenai hubungan antara program Gembok Cinta RBU (X) dengan Minat Kunjung Masyarakat (Y) menggunakan uji korelasi dengan rumus Spearman Rank, karena jenis data yang digunakan ialah data ordinal. Adapun perhitungan korelasi dilakukan dengan bantuan IBM SPSS Statistic 22 dengan hasil perhitungan adalah sebagai berikut ini. Tabel 1 Uji Korelasi Variabel X dengan Variabel Y Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa nilai koefisen korelasi yang didapatkan sebesar 0,668 sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi program Gembok Cinta RBU dengan minat kunjung masyarakat apabila diinterpretasikan pada kriteria pedoman koefisen korelasi dan berada pada tingkat hubungan yang kuat (0,60 – 0,799). Sedangkan untuk hasil signifikansi diperoleh sebesar 7,723. Artinya t hitung 7,723 > t tabel 1,992. Berdasarkan hasil perhitungan maka Hipotesis Nol (H ) ditolak dan Hipotesis 0 Kerja (H ) diterima. Jadi dapat 1 disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Implementasi Program Gembok Cinta RBU dengan Minat Kunjung Masyarakat ke Taman Baca Masyarakat (TBM) Rumah Baca Ujungberung. Program Gembok Cinta RBU dibuat oleh TBM dimaksudkan untuk menarik minat kunjung masyarakat yang mana rangkaian kegiatan yang dilakukan pada program Gembok Cinta RBU perlu didukung oleh faktor pelayanan, koleksi, dan tempat. Sehingga program tersebut dapat berjalan secara optimal dan masyarakat tertarik untuk berkunjung ke TBM. Dalam penelitian ini, terdapat tiga indikator yang mendukung kegiatan program Gembok Cinta RBU yaitu proses membaca, proses menulis, dan penyajian hasil resensi (berbicara). Kemudian akan berhubungan dengan minat kunjung masyarakat yang dilihat dari faktor pelayanan, faktor koleksi, dan faktor tempat sebagai komponen pendukung kegiatan program Gembok Cinta RBU. Program Gembok Cinta RBU merupakan sebuah program kreatif dan inovatif yang pada awalnya dibuat oleh TBM sebagai salah satu bentuk pengembangan minat baca. Program ini dapat dikatakan juga sebagai program literasi dasar untuk masyarakat, atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan pendidikan keaksaraan fungsional. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap masyarakat usia remaja yaitu usia 12-21 tahun, bahwa program Gembok Cinta RBU berada dalam kategori baik dinilai berdasarkan tiga indikator yang diadopsi dari pernyatakaan yang dikemukakan dalam Razak di atas. Hasil penelitian terhadap ke tiga indikator tersebut akan diuraikan di bawah ini: P r o s e s M e m b a c a B u k u . Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan bahwa indikator proses membaca buku menunjukkan hasil yang baik. Dengan demikian proses membaca buku yang telah dilakukan sebagaian besar sudah baik sesuai tahapan. Proses membaca buku yang dilakukan mencakup pemahaman mengenai tujuan dan manfaat membaca terlebih dahulu, dilanjutkan dengan persiapan membaca, pelaksanaan membaca, dan memperluas interpretasi. Kegiatan membaca yang dilakukan salah satunya untuk mendapatkan informasi ataupun pengetahuan. Pada program Gembok Cinta RBU kegiatan memb a c a t i d a k h a n y a u n t u k mendapatkan informasi tetapi juga sebagai modal untuk menulis resensi. Proses Menulis Resensi. Secara keseluruhan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan indikator proses menulis resensi termasuk ke dalam kategori baik. Pada dasarnya kegiatan menulis memiliki manfaat besar bagi kehidupan. Selain untuk mengembangkan daya pikir dan nalar, kegiatan menulis resensi pada program Gembok Cinta RBU terbukti dapat menjadikan masyarakat lebih kreatif, dan untuk membagikan pengetahuan kepada orang lain. Pada saat menulis resensi buku tidak hanya sekedar menuliskan kalimatkalimat dalam tulisan, tetapi masyarakat dituntut untuk mampu mengetahui ikhtisar isi buku, keunggulan atau kelemahan buku. Walaupun pada pelaksanaannya masih ada masyarakat yang belum mengetahui cara menulis resensi. Disinilah peran pengelola dan relawan TBM untuk membantu dan membimbing agar masyarakat yang mengikuti program Gembok Cinta RBU dapat menulir resensi dengan baik. Pe n y a ji a n Ha si l Re s e n si (Be r b i c a r a ). H a si l p e n e l i t i a n menunjukkan bahwa penyajian hasil resensi berada dalam kategori baik. Hanya saja kegiatan ini tidak diwajibkan bagi semua masyarakat yang mengikuti program Gembok Cinta RBU. Penyajian hasil resensi dalam kegiatan program Gembok Cinta RBU dilihat dari kemampuan mempresentasikan hasil resensi, dan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mempresentasikan hasil resensi. Kemampuan mempresentasikan hasil resensi dapat dikatakan juga sebagai kemapuan berbicara. Kemampuan berbicara menurut Arsjad (1988, hlm. 17) adalah “kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau mengucapkan kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan, pikiran, gagasan, dan perasaan”. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum dengan memperhatikan faktor kebahasaan dan nonkebahasaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas interpretasi terhadap buku yang telah dibacanya. Kemudian minat masyarakat pada dasarnya tidak akan timbul, tumbuh, dan berubah begitu saja tanpa adanya interaksi manusia terhadap objek tertentu, karena minat terbentuk dalam hubungan dengan suatu objek. Minat kunjung adalah kecenderungan hati yang tinggi atau dorongan untuk berkunjung ke suatu tempat. Maka dari itu bahwa kunjungan masyarakat ke TBM merupakan kegiatan atau aktivitas berkunjung yang dilakukan oleh masyarakat untuk memanfaatkan berbagai sumber informasi, fasilitas, layanan, serta mengikuti kegiatan atau program yang diselenggarakan oleh TBM. Program Gembok Cinta RBU merupakan salah satu program yang dibuat untuk menarik minat kunjung masyarakat. Dalam pelaksanaan program tersebut dibutuhkan Sumber daya yang mendukung. Pengelola TBM juga hendaknya mengetahui faktor-faktor apa saja yang membuat masyarakat ingin berkunjung ke TBM. Dapat disimpulkan berdasarkan studi yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional tahun 2010 terhadap TBM (dalam Khayatun, 2011, hlm. 11), bahwa faktor pelayanan, koleksi dan tempat menjadi hal utama yang dapat menarik minat kunjung masyarakat untuk mengikuti program Gembok Cinta RBU. Hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai minat kunjung masyarakat ke TBM Rumah Baca Ujungberung dilihat dari indikator tersebut berada dalam kategori baik. Penjelasan hasil penelitian mengenai masing-masing indikator tersebut akan dijelaskan di bawah ini. Faktor Pelayanan TBM. Layanan TBM merupakan suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan segala komponen TBM untuk mencapai kepuasannya. Salah satunya dengan mengadakan program Gembok Cinta RBU, apabila program tersebut dapat memberikan pelayanan terbaik, diharapkan mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat yang ditandai dengan peningkatan minat kunjung. Layanan yang baik adalah layanan yang memberikan rasa senang dan puas kepada pengunjung, serta layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan mayoritas masyarakat mengatakan senang berkunjung ke TBM karena pengelola TBM selalu bersikap sopan dan dapat membantu dalam mencari informasi yang dibutuhkan untuk mengikuti program Gembok Cinta RBU. Berdasarkan penelitian juga masyarakat mengatakan setuju bahwa program gembok cinta merupakan program unik dan menarik yang membuat masyarakat penasaran sehingga berkunjung ke TBM, dan hasil penelitian menunjukkan indikator layanan berada dalam kategori baik. F a k t o r K o l e k si . K o l e k si merupakan kompenen utama yang dibutuhkan pengunjung. Koleksi yang lengkap, beragam, dan terus diperbaharui merupakan salah satu faktor pendorong yang kuat bagi masyarakat untuk berkunjung ke TBM. Hal ini selaras dengan hasil jawaban responden yang mayoritas menjawab bahwa koleksi novel dan bergambar, serta kualitas koleksi yang masih baik menjadi daya tarik utama untuk berkunjung. Kemudian untuk meningkatkan minat kunjung masyarakat dengan adanya program Gembok Cinta ini, TBM Rumah Baca Ujungberung perlu memperhatikan kualitas koleksinya untuk digunakan. Koleksi yang berkualitas dan beragam akan membuat masyarakat tertarik untuk berkunjung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor koleksi berada dalam kategori baik sebagai salah satu indikator untuk menarik minat kunjung masyarakat. Faktor Tempat. Tempat sangat mendukung untuk melakukan segala aktivitas yana akan dilakukan. Tempat yang bersih dan nyaman akan membuat seseorang merasa betah untuk berada di dalamnya. Begitupun dengan TBM Rumah Baca Ujungberung, mayoritas remaja mengatakan luas ruang baca yang memadai dan desain ruang yang menarik membuatnya senang berkunjung ke TBM. Faktor tempat merupakan salah satu faktor yang dapat menarik daya kunjung masyarakat. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa faktor tempat berada pada kategori baik.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara implementasi program Gembok Cinta RBU dengan minat kunjung masyarakat di TBM RBU. Hal tersebut dapat dilihat dari pelaksanaan program Gembok Cinta RBU yang berada dalam kategori baik dan memiliki hasil yang signifikan, yang terdiri dari proses membaca buku, proses menulis resensi, Vol. 4, No. 1, Mei 2017 K emu d i a n mi n a t k u n j u n g masyarakat khususnya remaja juga meningkat untuk berkunjung ke TBM dilihat dari faktor pelayanan TBM, koleksi, dan tempat, yang merupakan komponen pendukung untuk pelakanaan program Gembok Cinta RBU. Taman Baca Masyarakat Rumah Baca Ujungberung (RBU) dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat serta memacunya menjadi gemar baca dan menulis, serta meningkatkan minat k u n j u n g a n m a s y a r a k a t d a l a m memanfaatkan TBM, pengelola TBMRBU termotivasi untuk memperkaya program-program yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan nyata yang menarik di masyarakat, salah satunya program Gembok Cinta RBU. Tahapan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam program gembok cinta ini meliputi proses membaca buku, menulis resensi buku, dan penyajian hasil resensi (berbicara). Proses membaca buku yang dilakukan meliputi persiapan membaca, pelaksanaan membaca dan 1. memperluas Interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan proses membaca buku berada pada kategori baik, dan masyarakat remaja sebagai responden lebih senang membaca buku fiksi seperti novel untuk mengikuti kegiatan program Gembok Cinta RBU. 2. Kemudian untuk indikator proses menulis resensi dalam penelitian yang dilakukan membahas mengenai manfaat menulis serta ingin mengetahui pemahaman masyarakat mengenai struktur resensi buku dan Langkah-langkah menulis resensi sebagai rangkaian dari program Gmbok Cinta RBU. Berdasarkan hasil penelitian diketahui masih ada masyarakat yang belum mengetahui cara menulis resensi. Walaupun demikian mayoritas remaja sebagai responden mengetahui struktur resensi buku hanya saja dalam pelaksanaannya belum semua struktur resensi tersebut dituangkan dalam tulisan. 1. Mengenai indikator penyajian hasil resensi (berbicara) dibahas m e n g e n a i k e m a m p u a n mempresentasikan hasil resensi dan pemahaman terhadap faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mempresentasikan hasil resensi ataupun berbicara. Dari data penelitian diketahui bahwa sebagian besar remaja mengatakan bahwa ia selalu menunjukkan sikap tenang saat menyampaikan hasil resensi dan me r a s a p e r c a y a d iri k e ti k a mempresentasikan hasil resensi di depan umum. Dapat dikatakan Implemenasi program Gembok Cinta RBU sudah baik dan dapat diterima oleh masyarakat k h u s u s n y a r ema j a d i Rw. 0 3 dilingkungan TBM itu berada. Hal ini juga dapat dilihat dari tujuan pelaksanaan program Gembok Cinta RBU yang sudah dapat tercapai. Kemudian jumlah kunjungan masyarakat khususnya remaja yang pada awalnya dapat dikatakan rendah, saat ini sedikit demi sedikit meningkat setelah dilaksanakannya program Gembok Cinta RBU. Hal ini didukung pula oleh hasil angket yang diisi oleh responden khususnya pada pernyataan yang b e r k a it a n d e n g a n k e t e rt a ri k a n masyarakat mengunjungi TBM, yaitu dilihat pada indikator pelayanan TBM, koleksi, dan tempat. Adapun simpulan masing-masing indikator sebaigai berikut: 1. Faktor pelayanan TBM juga berpengaruh terhadap meningkatnya minat kunjung masyarakat. Pengelola TBM dapat membantu masyarakat dalam mencari informasi yang dibutuhkan untuk mengikuti program Vol. 4, No. 1, Mei 2017 Gembok Cinta RBU sehingga membuat masyarakat senang berkunjung ke TBM. Kemudian layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sikap sopan dan cekatan pengelolapun membuat masyarakat senang berkunjung ke TBM, dan Program Gembok Cinta adalah program yang menarik di TBM RBU. 2. Faktor Koleksi juga sangat penting untuk menarik masyrakat. Beragamnya koleksi yang tersedia, serta kualitas dan sifat koleksi yang bagus dan layak digunkan membuat masyarakat tertarik mengikuti program Gembok Cinta RBU dan senang berkunjung ke TBM untuk memanfaatkan koleksi yang tersedia. 3. Kemudian faktor tempat memiliki p e r a n p e n t i n g j u g a d a l a m meningkatkan minat kunjung masyarakat. Lokasi TBM yang sangat strategis dan mudah dijangkau, membuat masyarakat khususnya remaja senang berkunjung ke TBM untuk mengikuti program Gembok Cinta RBU. Kemudian ruang baca yang didesain sangat menarik membuat nyaman masyarakat yang berkunjung ke TBM. Berdasarkan penelitian juga menunjukkan ke tiga indikator tersebut berada dalam kategori baik. Artinya, adanya pelaksanaan program Gembok Cinta RBU dapat meningkatkan minat kunjung masyarakat khususnya remaja ke TBM Rumah Baca Ujungberung.