Analisis Desain Sistem Informasi Terintegrasi dan User Interface pada Sistem Informasi Sekolah (SISKO) di Perpustakaan SMA Negeri 1 Yogyakarta
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstract
SISKO was developed since 2005 in SMA Negeri 1 Yogyakarta through the assistance of Kamadeva developer under the auspices of PT. Indonesia Mandiri. The interesting side of this research is SISKO as an integrated information system between the school administration module and the Library, SISKO will be reviewed from the analysis of its library information system design. The research method through a descriptive qualitative research approached, namely by conducted field observation techniques, direct interviews and collected available data. Based on the results of the informa tion system design analysts showed the relationship between data or entities with each other. The focus of the analysis of the design of the library information system at SISKO also showed the detailed process flow especially in circulation services at SMA Negeri 1 Yogyakarta Library. SISKO viewed from the back end through its user interface can run well.
Keywords:
SISKO
· information system design
· library
· user interface
Introduction
Teknologi informasi era saat ini terus berkembang pesat bahkan melampui dari apa yang manusia bayangkan. Teknologi informasi saat ini juga tidak sebatas berhubungan dengan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan pengguna (brainware) akan tetapi keterlibatan jaringan internet bahkan teknologi awan (cloud) sudah sangat familiar. Hal ini menandai bahwa revolusi industri 4.0 benar-benar menjadi nyata dan masuk ke semua lini kehidupan, tidak terkecuali perpustakaan. Perpustakaan akan terus mengalami perubahan, yang mau tidak mau dituntut untuk mengubah paradigma lama tentang perpustakaan. Melihat fenomena tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi perpustakaan itu sendiri. Hal ini karena perpustakaan yang pada awalnya dimaknai sebagai sebagai salah satu organisasi sumber belajar yang menyimpan, mengelola, dan memberikan layanan bahan pustaka baik buku maupun non buku kepada masyarakat tertentu maupun masyarakat umum.1 Dimana pada saat itu teknologi yang bersentuhan dengan perpustakaan sangat minim. Merunut pengertian tersebut memang tidak salah jika perpustakaan diartikan demikian, namun paradigma lama tersebut mulai tersisih dengan paradigma baru bahwa perpustakaan saat ini sebagai sumber informasi dan pengelola informasi.2 Tentunya dalam hal pengelolaan informasi tersebut diperlukan teknologi informasi di perpustakaan yang memungkinkan operasional perpustakaan menjadi efisien secara waktu dan tenaga.3 Hal ini tercermin dari maraknya sentuhan teknologi modern di per pustakaan bahkan instansi yang menaunginya. Penggunaan komputer yang massif dan ditambah dengan adanya sistem informasi terpadu maka memerlukan peran pustakawan dalam menganalisa desain sistem informasi Perpustakaan yang sesuai dan sistem integrasi yang baik. Selain itu penggunaan komputer dalam ranah pendidikan sudah menjadi hal jamak dan bertransformasi dalam berbagai bentuk, misalnya saja penggunaan komputer ketika pembelajaran hingga kegiatan administrasi pengajaran dan pengelolaan ketatausahaan sekolah. Sehingga pemanfaatan komputer sebagai media penunjang pendidikan menjadi hal yang vital dari segi efektivitas dan efisiensi yang dicapai.4 Pada praktiknya pemanfaatan komputer tersebut dari hari ke hari semakin pesat, terlebih perkembangan sistem informasi maupun software yang digunakan dalam hal mendukung pendidikan. Salah satunya dengan adanya software terintegrasi dengan sistem sekolah bahkan menjadi satu kesatuan dengan perpustakaan. Meskipun ada beberapa software perpustakaan yang terpisah seperti SLIMS, IBRA, GDL, SIPRUS, LibSys, dan lain sebagainya, nyatanya penghematan anggaran maupun pengelolaan biasanya menjadi alasan sekolah untuk menggunakan sistem yang terintegrasi, seperti SISKO (Sistem Informasi Sekolah). Menariknya SISKO juga menjadi bagian dari sistem informasi yang digunakan di Perpustakaan SMA Negeri 1 Yogyakarta. SISKO sendiri dikembangkan sejak tahun 2005 di SMA Negeri 1 Yogyakarta melalui bantuan developer Kamadeva dengan naungan PT. Indonesia Mandiri.5 Sebagai sistem informasi yang berbayar, proses pengembangannya tetap mengikuti keinginan dari pihak SMA Negeri 1 Yogyakarta, termasuk dalam modul otomasi perpustakaannya. Selain itu dari sisi interface, yang mana sistem ini telah berusia 14 tahun sejak pertama kali digunakan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana sistem informasi tersebut yang ditinjau dari analisis desain sistem informasi perpustakaannya yang terintegrasi. Diharapkan hasil analisis ini akan memberikan gambaran mengenai pemanfaatan SISKO sehingga dapat dijadikan pijakan untuk pengembangan berikutnya
Method
. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini melaui metode pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, yaitu dengan melakukan teknik observasi lapangan, wawancara langsung serta mengumpulkan data yang tersedia. Penelitian kualitatif dilakukan agar pengamatan dan kajian yang dilakukan mampu diungkap secara ilmiah sehingga studi kasus dilakukan mendalam serta terperinci. Sedangkan lokasi penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Teladan SMA Negeri 1 Yogyakarta, bertempat di Jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto 10, Wirobrajan, Yogyakarta. b. Langkah-langkah Penelitian 1) Teknik Pengumpulan Data Jenis dan sumber data primer digunakan pada penelitian kualitatif berupa data utama atau primer dengan mekanisme wawancara dan observasi langsung dengan pustakawan atau pengelola sistem informasi sekolah terkait dengan SISKO pada Perpustakaan SMA N 1 Yogyakarta. Sedangkan yang dimaksud data sekunder, berupa data pendukung penulisan dalam makalah ini. Maksud dari data skunder ini adalah berupa dokumentasi dan dokumen terkait. 2) Teknik Analisis Analisis sistem merupakan suatu teknik pemecahan masalah dengan penguraian bagian-bagian dari komponen guna mempelajari seberapa baik komponen tersebut bekerja dan beinteraksi dalam mencapai tujuan. Melalui pendekatan teknik analisis sitem tersebut maka penelitian ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan melihat beberapa bagian perancangannya dengan alat seperti DFD, ERD, dan lain sebagainya. Sedangkan tahapan SDLC terdiri dari 4 tahapan, yaitu; perencanaan, analisis, perancangan, dan implementasi yang dilihat dari sisi user interfacedengan berfokus pada sistem atau modul perpustakaan yang digunakan