STRATEGI PERPUSTAKAAN DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN SECARA DARING DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Abstract
Circular No.36962/MPK.A/HK/2020 it was decided that online learning and work ing from home are for breaking the chain of the spread of covid19. The application of the online teaching and learning system is a means of proving the professional competence of librarians as a link of information between information sources and information users. The library law number 43 of 2007 states that a librarian is someone who has a competence. Based on several problems that exist in the online learning system in universities, especially at the Raden Intan State Islamic University Lampung (UIN-RIL), this paper raises a problem formulation, namely How Library Strategies Support Online Learning at Raden Intan State Islamic University Lam pung. The method used in this research is qualitative with qualitative descriptive type. This study also reveals attitudes, events, relationships and views that occur in a scope of respondents. This study places more emphasis on the results. This study uses observation and interviews to strengthen the research analysis. Discussion of Library Service Transformation consists of Online Catalog, Circulation thru Service and Institutional Repository, Digital Promotion Information Communication and Mobile Library. Success in learning during a pandemic cannot be separated from the role of libraries and librarians in preparing strategically in providing library collection information or alternative sources of information
Keywords:
Transformation
· Online
· Learning
· Library Strategy
Introduction
Covid 19 sudah lama melanda di tanah ibu pertiwi dan semua provinsi di Indonesia terkena imbasnya, berdasarkan surat edaran dan himbauan masyarakat supaya tidak terkena covid sudah banyak dikeluarkan oleh pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah untuk tetap waspada, menjaga diri dan tetap menerapkan protokol-protokol yang telah ditetapkan oleh dinas kesehatan pusat sesuai dengan Surat Edaran dengan No36962/MPK.A/ HK/2020 dalam melakukan pencegahan dan memutus rantai penyebaran Covid 19 diwajibkan melakukan bekerja di rumah dan pembelajaran via daring/online. Pustakawan menjadi garda terdepan dalam memberikan kemudahan kepada civitas akademika dalam melakukan sistem belajar mengajar secara daring. Teknik belajar mengajar sebagian besar didukung dengan materi digital atau menggunakan komunikasi elektronik mulai dari penyediaan slide atau script dalam bentuk digital hingga lingkungan belajar yang rumit dan interaktif. Bidang pencarian informasi seperti Institutional Repository, e- resources dan Digital library mendapatkan lebih banyak perhatian dan permintaan untuk program akademik yang sesuai semakin meningkat, ini sangat terkait dengan perpustakaan dan peran pustakawan di sini selalu menyediakan fasilitas sarana akses informasi kepada mahasiswa dan dosen dalam melakukan temu kembali informasi baik secara digital / online ataupun secara luring. Diterapkannya sistem belajar mengajar secara daring menjadi ajang pembuktian professional kompetensi pustakawan sebagai penyambung informasi antara sumber informasi dan pengguna informasi. Fungsi pustakawan dalam Undang-Undang RI nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan mengatakan seorang pustakawan dituntut memiliki basis kemampuan atau kompetensi dalam melakukan mengolahan bahan informasi yang dilayanankan kepada segenap pemustaka sesuai dengan peraturan dan koleksi di masing-masing perpustakaan, hal tesebut tak lepas dari sebuah standar nasional yang telah ditetapkan oleh undang-undang perpustakaan baik itu teruntuk perpustakaan umum, khusus, perguruan tinggi ataupun madrasah. Perpustakaan perguruan tinggi diwajibkan memberikan pelayanan yang berstandar nasional, salah satu bentuknya mengenai jumlah koleksi yang dimiliki oleh suatu perpustakaan dalam mewujudkan terlaksanannya proses Tri Dharma di perguruan tinggi semua itu harus sesuai dengan tugas dan peran perpustakaan pada Undang-undang perpustakaan. Stoloff (2007) mengatakan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh (e-learning) bukanlah sebuah rancangan yang baru untuk di zona wilayah universitas. Rancangan ini sudah lama dan dijalankan walaupun belum secara utuh untuk semua mata perkuliahan. Layanan online juga bukan sesuatu yang baru di perpustakaan universitas, khususnya bagi perpustakaan yang bahan bacaannya didominasi dengan bahan bacaan elektronik (e-resources) untuk memenuhi kebutuhan informasinya.(Kalarensi Naibaho, 2020). Cepi Riyana (2019) mengatakan pembelajaran menggunakan sistem online memerlukan tahapan bagi mahasiswa yaitu tahan pertama terletak pada kemampuan mahasiswa dalam menguasai informasi TIK (teknologi Informasi dan Komunikasi) kemampuan ini sangat diperlukan terutama menggunakan pembelajaran daring, tahapan kedua terletak pada kemampuan mahasiswa dalam melakukan kemandirian dalam melakukan penelusuran informasi yang diperlukan, dan tahapan ketiga terletak pada kemampuan mahasiswa dalam menemukan alternatif sumber informasi yang dapat digunakan baik berbentuk offline ataupun online (Kusuma, 2020) Kegiatan belajar mengajar dalam sistem pembelajaran daring mendapatkan komentar yang beragam dari kalangan masyarakat perguruan tinggi baik berasal dari dosen pengajar ataupun mahasiswa, ada yang pro dan kontra. Semua permasalahan tak terlepas dari sistem pembelajaran online seperti ketidak meratanya sinyal komunikasi di berbagai daerah, susahnya mendapatkan referensi-referensi dalam berbentuk digital dan mahalnya harga jual pulsa internet yang harus dikeluarkan oleh civitas akademika. Kesulitan masyarakat perguruan tinggi dalam mendapatkan referesi bahan bacaan tidaklah menjadi hambatan bagi mereka dikalau perpustakaan di tiap masing-masing perguruan tinggi berinovasi dan berpikir untuk sebuah strategi dalam perubahan bentuk layanan dengan melakukan transformasi pelayanan perpustakaan. Transformasi pelayanan yang dimaksudkan yaitu melakukan perubahan bentuk pelayanan koleksi / temu kembali informasi yang awalnya bersifat luring menjadi daring guna memberikan kemudahan dan keyamanan kepada masyarakat dan menyukseskan kebijakan perguruan tinggi dalam kegiatan sistem pembelajaran online. Peran pustakawan di masa pandemic memiliki beberapa dimensi diantaranya yaitu sebagai fasilitator promosi dan informasi kepada civitas akademika universitas dalam menumbuhkan sebuah kesadaran pentingnya informasi yang relevan dan akuran, menjadi garda terdepan dalam melakukan pencegahan informasi hoax atau tidak valid, memberi dukungan kepada segenap peneliti, dan selalu memberikan informasi terbaru atau terkini guna memenuhi kebutuhan informasi bagi civitas akademika terkhusus pada masa pandemic (Ramadhani et al., 2020). Berdasarkan beberapa masalah yang ada pada sistem pembelajaran daring di perguruan tinggi khususnya membantu para civitas akademika dalam proses belajar mengajar di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN-RIL), maka peneliti mengangkat sebuah rumusan masalah mengenai Bagaimana Strategi Perpustakaan Dalam Mendukung Pembelajaran Secara Daring Di UIN Raden Intan Lampung
Method
Pada penelitian ini peneliti menggunakan metodologi kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap masalah mengenai sebuah strategi perpustakaan, maka peneliti menggunakan langkah-langkah yang ditempuh harus relevan dengan masalah yang telah dirumuskan. Fokus pada penelitian terletak pada sebuah strategi perpustakaan, dengan tujuan peneliti dapat membatasi studi kualitatif yang didasarkan pada tingkat kepentingan dari masalah yang dihadapi (Sugiyono 2017) Peneliti dapat menggali data dan mengungkapkan sesuai dengan tema yang telah diambil. Peneliti melakukan analisis terkait strategi perpustakaan dalam mendukung pembelajaran secara daring di universitas islam negeri raden intan lampung. Dalam proses pengumpulan data peneliti melakukan observasi baik melalui media online maupun langsung ke lokasi di bulan Agustus 2021 dan melakukan wawancara langsung kepada pustakawan. Wawancara yang peneliti gunakan wawancara tidak terstruktur. Data yang peneliti dapatkan dari wawancara dan observasi diproses dan dijelaskan dalam penjelasan secara deskriptif.
Result
Beberapa bentuk strategi yang dihasilkan melalui bentuk transformasi pelayanan yang disajikan oleh Perpustakaan UIN RIL dalam memberikan kemudahan kepada para pemustaka dalam mendapatkan informasi selama masa daring, yaitu a) Menyediakan Katalog Online Katalog online merupakan mesin temu kembali informasi yang disediakan oleh lembaga perpustakaan guna memberikan kemudahan ke pengguna untuk mendapatkan koleksi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien. Online Publis Access Catalouge yang sering dikenal dengan OPAC merupakan transformasi pelayanan yang diberikan perpustakaan yang mana dulunya katalog selalu identic dengan berbentuk buku ataupun kertas yang berisikan informasi bibliografi dari sebuah buku, yang tersusun berdasarkan subjek, abjad ataupun tanggal terbit koleksi itu sendiri. Dengan bertransformasinya katalog manual menjadi katalog online memberikan kemudahan pemustaka atau mahasiswa dalam mendapatkan informasi mengenai koleksi yang ingin dipinjam tanpa harus ke perpustakaan perguruan tinggi. Gambar 1: Menunjukkan Katalog Perpustakaan (OPAC) https://lib.radenintan.ac.id/ b) Menyediakan Pelayanan Thru Layanan sirkulasi merupakan layanan yang cukup populer yang dilakukan oleh perpustakaan dengan bentuk melakukan interaksi antara pustakawan dan pemustaka dalam serah terima koleksi yang mau dipinjam oleh pemustaka. Di saat kondisi pandemic, layanan sirkulasi sudah dapat terwakili dengan menggunakan aplikasi google form dalam melengkapi bentuk administrasi pemustaka dalam melakukan peminjaman, dengan menerapkan sistem transaksi drive thru perpustakaan dapat memberikan pelayanan sirkulasi kepada civitas akademika dengan efektif dan inovatif (Suharso et al., 2020) Perpustakaan UIN RIL menggunakan drive thru sebagai salah satu bentuk strategi transaksi layanan sirkulasi dengan metode pesan bawa pulang yang menempatkan pemustaka untuk dapat melakukan peminjaman buku dengan cepat tanpa perlu turun dari kendaraan atau masuk ke lingkungan perpustakaan. Selain itu perpustakaan juga memberikan layanan Delivery Book kepada segenap civitas akademika. Layanan Delivery Book merupakan sebuah layanan inovasi pengantaran buku yang dilakukan oleh perpustakaan kepada pengguna melalui kurir (Go send). c) Menyediakan Institutional Repository Referensi ialah bentuk koleksi sumber informasi yang sangat digunakan di lingkungan civitas akademika dalam menjadikan sebagai rujukan dalam proses belajar mengajar dan dalam penulisan tugas perkuliahan dan proses pembuatan tugas akhir ataupun penelitian ilmiah. Referensi online menjadi alternatif dalam menyelesaikan permasalahan terjadi penutupan layanan perpustakaan secara fisik dikarenakan dampak dari program penerintah dalam pencegahan penularan covid 19. Referensi online yang ditawarkan ke civitas akademika bisa dari koleksi internal universitas ataupun dari koleksi perpustakaan lain yang menjalin kerjasama. Referensi online dapat berupa elektronik buku, elektronik jurnal, elektronik prosiding ataupun elektronik skripsi yang dikemas dalam bentuk e-resources (Saputra, 2020) Repository merupakan bentuk file skripsi atau tugas akhir yang dapat dimanfaatkan oleh pemustaka dalam meningkatkan informasi referensi dalam pembuatan tugas kuliah atau tugas akhir yang dikerjakan oleh mahasiswa civitas akademika di perguruan tinggi. Sepertinya institutional repository di UIN Raden Intan Lampung sudah dalam bentuk website repository menggunakan eprints sebagai aplikasi pendukung dengan situs http://repository.radenintan.ac.id/. Situs ini merupakan situs layanan institutional repository yang dimiliki oleh UIN Raden Intan Lampung yang berisikan kumpulan karya digital dari hasil penelitian atau karya intelektual mahasiswa dan dosen Universitas. Website ini memusatkan pada mengumpulkan, melestarikan dan mematuhi konsep akses terbuka (open access) dalam mengakses koleksi bahan ilmiah yang menampilkan hasil penelitian masyarakat Universitas. Perpustakaan memiliki tanggung jawab dalam membangun, melestarikan, mengelola, memelihara dan menyebarluaskan Repository UIN-RIL ke masyarakat luas. Gambar 2: Menunjukkan Institutional Repository http://repository.radenintan.ac.id/ d) Menyediakan Media Promosi Digital Saat ini cukup banyak perpustakaan perguruan tinggi menggunakan media sosial sebagai wadah dalam melakukan komunikasi informasi dan promosi perpustakaan ke civitas akademika dan ke pemustakanya. Diantaranya perpustakaan Universitas Gajah Mada, Universitas Pendidikan Indonesia, Perpustakaan Instutut Teknologi Surabaya dan Perpustakaan UIN-RIL tentunya. Media sosial selain sangat akrab dengan mahasiswa milenial dan juga media ini sangat mudah digunakan dalam menyampaikan informasi-informasi ke penggunannya. Berikut ini beberapa contoh bentuk promosi yang dilakukan perpustakaan UIN-RIL dalam memberikan informasi ke pemustaka perguruan tingginya. Gambar 3: Menunjukkan Media Promosi Digital e) Menyediakan Library Digital Elektronik book dan elektronik Journal merupakan salah satu strategi yang dapat dilaksanakan dan dioptimalkan oleh perpustakaan dalam mempelancar kegiatan belajar mengajar daring di perguruan tinggi, strategi ini cukup efektif dalam membantu civitas akademika dalam mendapatkan koleksi atau referensi dalam mengerjakan penelitian atau tugas yang diberikan dosen ke mahasiswa. Gambar 4: Menunjukkan Elektronik book dan Jurnal https://perpustakaan.radenintan.ac.id Selain menguatkan koleksi digital elektonik jurnal dan buku perpustakaan juga harus terus melakukan inovasi dalam memberikan kemudahan dan pelayanan secara maksimal dalam mengsukseskan program belajar mengajar daring di perguruan tinggi, yaitu memanfaatkan perangkat teknologi informadi android sebagai sarana pendukung dalam mendapatkan informasi koleksi perpustakaan. Gambar 6: Menunjukkan Mobile Library Mobile library UIN RIL merupakan bentuk sarana dan prasaranan terbaru yang dihadirkan oleh perpustakaan dilingkungan civitas akademika untuk memenuhi minat baca dan informasi dalam mendukung proses belajar mengajar di lingkungan universitas. Cara mendapatkan aplikasi ini civitas akademika cukup mendownloadnya di aplikasi Play Store di Smartphone dan Klik Digilib UIN Raden Intan Lampung. Aplikasi mobil library ini merupakan bentuk kerjama yang dilakukan perpustakaan UIN RIL dengan PT. Enam Kubuku Indonesia
Conclusion
Pembelajaran daring merupakan salah satu bentuk keputusan yang diambil oleh pimpinan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dalam memutus rantai penyebaran covid 19 di lingkungan universitas. Sekaligus mendukung keputusan pemerintah pusat maupun daerah dalam menghambat penyebaran covid 19 di Indonesia. Berdasarkan keputusan yang telah ditetapkan oleh pimpinan universitas, mana segenap pustakawan perpustakaan berupaya memenuhi kebutuhan informasi guna membantu mahasiswa dan dosen dalam mendapatkan informasi referensi guna menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar jarak jauh di universitas. Hal inilah yang membuat perpustakaan berupaya menyusun strategi pembelajaran secara daring dilingkungan universitas. Hal itu dibuktikan dengan tersedianya sebagai jenis fasilitas berbentuk digital dan peminjaman cepat dengan tujuan menghindari adanya kerumunan dan keramaian di lingkungan universitas, khususnya diperpustakaan UIN Raden Intan Lampung. Diantaranya perpustakaan menyediakan Katalog Online guna mempermudah dalam temu kembali informasi, menyediakan repository sebagai sarana intelektual mahasiswa dalam bentuk karya ilmiah dan penelitian, menyediakan layanan Thru, Jurnal elektronik, perpustakaan digital berbentuk mobile library dan menyediakan komunikasi digital menggunakan media sosial guna menampung aspirasi dan usulan yang disampaikan oleh mahasiswa ataupun dosen dalam penyediakan bahan referensi.