Pengaruh Desain Interior terhadap Minat Kunjung Pemustaka di Perpustakaan Tenas Effendy
Universitas Lancang Kuning; Universitas Lancang Kuning; Universitas Lancang Kuning
Abstrak
Penelitian ini mengkaji pengaruh desain interior terhadap minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Tenas Effendy, sebuah topik yang relevan untuk meningkatkan kunjungan pemustaka di perpustakaan umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah desain interior perpustakaan berpengaruh terhadap minat kunjungan pemustaka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Sebanyak 97 pemustaka dipilih sebagai sampel melalui purposive sampling. Analisis data menggunakan uji T dan regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara desain interior dan minat kunjung pemustaka, dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Nilai R square sebesar 0,792 menunjukkan bahwa desain interior berpengaruh sebesar 79,2% terhadap minat kunjung pemustaka, sedangkan 20,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa desain interior memiliki peran penting dalam meningkatkan kunjungan pemustaka dan memiliki implikasi penting untuk perancangan ruang perpustakaan.
Abstract
This study examines the influence of interior design on the interest of visiting library users in Tenas Effendy Library, a topic that is relevant to increasing library visits in public libraries. The purpose of this study was to determine whether the interior design of the library affects the interest of library visitors. This study used descriptive quantitative method, with data collection techniques through observation, questionnaires, and documentation. A total of 97 users were selected as samples through purposive sampling. Data analysis using T test and regression shows that there is a significant influence between interior design and interest in visiting the library, with a significance value of 0.00 <0.05, so that the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. The R square value of 0.792 indicates that interior design has an effect of 79.2% on library patron interest, while the remaining 20.8% is influenced by other factors not observed in this study. The findings suggest that interior design has an important role in increasing library visits and has important implications for library space design.
Keywords:
Desain Interior
· Minat Kunjung
· Perpustakaan Umum
· Pemustaka
Introduction
A. Pendahuluan Sebagai sumber informasi, perpustakaan bertanggung jawab untuk menyimpan dan memproses informasi sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna (Nurhadi, 2020). Oleh karena itu, peran pemerintah daerah dapat berfungsi sebagai fasilitator dalam mendukung kemajuan perpustakaan umum (Sutarno, 2006). Gedung atau ruangan perpustakaan dapat dikatakan baik bila hasil desainnya menarik dan dapat memanfaatkan ruang secara efektif serta nyaman. Untuk itu, perpustakaan perlu memperhatikan luas ruangan, konstruksi bangunan, beban yang ada, intensitas traffic kegiatan perpustakaan dan pemustaka (Nurhadi, 2020). Desain interior perpustakaan memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tujuan edukatif dan kultural. Ruang yang tertata baik akan memberikan kepuasan kepada penggunanya. Penataan yang baik akan membuat pengguna merasa puas secara fisik dan mental. Dalam kondisi ini, orang dapat melakukan aktivitas dengan sehat, senang, aman, dan selamat (Lasa, 2005). Desain interior tidak hanya memberikan dampak positif kepada pengunjung yang sudah tertarik, tetapi juga secara tidak langsung dapat menarik perhatian mereka yang sebelumnya kurang tertarik untuk mengunjungi perpustakaan (Moh. Roby, 2015). Maka dengan demikian seiring meningkatnya minat kunjung, dapat diharapkan bahwa perpustakaan akan menjadi lebih relevan dan berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan literasi serta pendidikan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi lapangan, Perpustakaan Tenas Effendy telah menambahkan beberapa ruangan baru, termasuk ruang mini studio, ruang komunal, dan ruang referensi di lantai 2. Pembangunan ruangan ini selesai pada akhir tahun 2022 dan mulai digunakan pada bulan Maret 2023. Sejak penambahan ruangan baru, jumlah kunjungan fisik ke perpustakaan meningkat signifikan. Pada tahun 2022, rata-rata kunjungan bulanan tercatat sebanyak 627 pemustaka, sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi 1.000 pemustaka per bulan. Salah satu faktor peningkatan ini adalah kunjungan sekolah yang memanfaatkan layanan dan fasilitas baru yang ditawarkan perpustakaan, khususnya ruang mini studio. Ruang mini studio, yang digunakan untuk kegiatan kunjungan sekolah, memiliki lokasi yang harus melewati ruang baca umum. Hal ini menimbulkan potensi gangguan berupa kebisingan yang memengaruhi kenyamanan pemustaka di ruang baca umum. Selain itu, saat kunjungan sekolah berlangsung, suhu udara di ruang baca anak meningkat hingga 26,7°C dengan kelembaban mencapai 78%, yang mengurangi kenyamanan di dalam ruangan tersebut. Di sisi lain, perpustakaan juga mengalami masalah, seperti kebocoran di langit- langit saat hujan lebat. Rembesan air ini mengenai koleksi BI Corner serta area dekat pintu masuk ruang baca umum, yang menyebabkan bercak noda lembab pada beberapa dinding dan langit-langit perpustakaan. Selain itu, perpustakaan belum menyediakan denah atau petunjuk ruangan yang memadai, sehingga menyulitkan pemustaka baru dalam menemukan lokasi ruangan, sering kali menyebabkan kebingungan dan salah arah ketika hendak memasuki ruangan tertentu. Dari fenomena tersebut, timbul permasalahan yang perlu dianalisis yaitu apakah desain interior berpengaruh terhadap minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Tenas Effendy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain interior terhadap minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Tenas Effendy. Manfaat dari penelitian ini adalah Penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai desain interior yang dapat memengaruhi minat kunjung pemustaka di perpustakaan. Berdasarkan penelitian terdahulu (Taneofeto et al., 2023) yang berfokus pada seberapa besar pengaruh desain interior perpustakaan terhadap minat kunjung pemustaka. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa desain interior perpustakaan daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan berpengaruh secara signifikan terhadap minat kunjung masyarakat. Penelitian kedua yang ditulis (Larasati & Juvitasari, 2022) yang bertujuan untuk mengetahui peranan desain interior perpustakaan dalam meningkatkan minat berkunjung pemustaka serta mengetahui kondisi perpustakaan berdasarkan unsur-unsur desain interior perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa desain interior perpustakaan di daerah Trenggalek memiliki dampak positif terhadap usaha meningkatkan minat kunjung masyarakat Penelitian ketiga ditulis oleh (Putri, 2023) yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dan bagaimana desain interior perpustakaan memengaruhi kenyamanan pengguna di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang. Hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa kenyamanan pengguna perpustakaan sangat dipengaruhi oleh desain interiornya. Nilai r square menunjukkan bahwa desain interior perpustakaan berpengaruh sebesar 79,6% terhadap kenyamanan pengguna, dengan faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini memengaruhi 21,4%. Proses desain interior menghasilkan tatanan fisik arsitektural yang dapat memenuhi kebutuhan dasar akan sarana bernaung; memelihara aspirasi dan mengekspresikan ide-ide; mempengaruhi tampilan ruang, perasaan dalam ruang dan kepribadian manusia ketika beraktivitas dalam ruang (Francis D.K. Ching, 2005). Desain interior yang memperhatikan keberagaman minat kunjung pemustaka menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang mendukung berbagai aktivitas, dari membaca hingga berpartisipasi dalam beragam kegiatan (Ahsani, 2016). Perpustakaan umum harus dilihat sebagai tempat yang menyenangkan dan terbuka untuk semua orang, bukan sebagai tempat yang kaku, formal, membosankan, dan hanya diperuntukkan bagi orang atau kelompok tertentu. Di antara hal-hal yang dapat membantu mewujudkan visi perpustakaan umum adalah desain interior perpustakaan yang tepat (Atmodiwirjo et al., 2009). Beberapa aspek desain interior di perpustakaan yaitu 1)tata ruang, 2)pencahayaan, 3)pengudaraan, 4)warna, 5) petunjuk/tanda, 6)aksesibilitas, 7)keamanan dan keselamatan (Atmodiwirjo et al., 2009). Minat seseorang terhadap suatu hal adalah dorongan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan. Jika minat tersebut terkait dengan keinginan dan kebutuhan maka minat tersebut akan lebih jelas terlihat (Sutarno, 2006). Minat kunjung merupakan keinginan dan hasrat dari dalam diri pemustaka untuk datang berkunjung dan memanfaatkan layanan yang disediakan oleh perpustakaan. Perpustakaan harus memberikan layanan dan fasilitas yang baik kepada pemustaka agar dapat digunakan dan dinikmati dengan baik (Tias et al., 2024). Menurut Dahlan dalam (Inabah, 2020), faktor yang membuat pemustaka betah di perpustakaan adalah kenyamanan, kondisi ruangan yang memadai dan lingkungan sosial yang kondusif. Menurut (Sutarno, 2006) dalam (Bastoro & Rumani, 2016) beberapa faktor yang mempengaruhi minat kunjung seseorang, yaitu: 1) Rasa ingin tahu yang tinggi, 2) Keadaan lingkungan yang memadai, 3) Tersedia kebutuhan yang diinginkan. Aspek desain interior menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi minat kunjung. Penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen seperti tata ruang, pencahayaan, pengudaraan, warna, aksesibilitas, serta keamanan berperan dalam meningkatkan minat kunjung di Perpustakaan Tenas Effendy, terutama setelah penambahan ruangan baru. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang dampak desain interior terhadap kunjungan pemustaka. Dengan meningkatnya minat kunjung, perpustakaan menjadi lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat dan memberikan dasar bagi penelitian lanjutan tentang desain perpustakaan.
Method
B. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Peneliti berupaya menggambarkan secara jelas variabel yang diteliti, yakni pengaruh desain interior terhadap minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Tenas Effendy. Populasi rata-rata perpustakaan berjumlah 3013 orang. Untuk menentukan ukuran sampel, digunakan rumus Slovin, yang menghasilkan sampel sebanyak 97 responden. Teknik sampling yang diterapkan adalah purposive sampling, di mana responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2015). Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode yaitu observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Kuesioner disebarkan kepada para pemustaka pada periode Mei hingga Juli 2024. Untuk menganalisis data, penelitian ini menerapkan analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi sederhana, serta uji hipotesis. Pengaruh desain interior terhadap minat kunjung pemustaka diukur melalui 42 pernyataan, yang terdiri atas 31 pernyataan terkait variabel desain interior dan 11 pernyataan terkait variabel minat kunjung. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert dengan lima tingkatan preferensi jawaban, yaitu sangat setuju (5), setuju (4), netral (3), tidak setuju (2), dan sangat tidak setuju (1) (Sugiyono, 2015). Penelitian ini diharapkan memberikan gambaran mengenai pengaruh desain interior dan minat kunjung di Perpustakaan Tenas Effendy.
Discussion
C. Pembahasan Penelitian terhadap desain interior dengan menyebarkan kuesioner yang terdapat 31 item pernyataan valid dengan indikator 1) tata ruang, 2) pencahayaan, 3) pengudaraan, 4) warna, 5) petunjuk/tanda, 6) aksesibilitas dan 7) keamanan/keselamatan. Berikut penjabaran dari hasil jawaban responden yang ditabulasikan pada tabel berikut: Tabel 2 Rekapitulasi Variabel X (Desain Interior) Indikator Variabel X (Desain Interior) 1. Tata Ruang 2. Pencahayaan 3. Pengudaraan Mean 4,37 4,06 4 Kategori Sangat Baik Baik Baik 4. Warna 5. Petunjuk/Tanda 6. Aksesibilitas 7. Keamanan dan Keselamatan Jumlah Rata-rata 4,20 4,13 4,29 4,17 29,22 4,17 Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Baik Sumber: Olahan data Juli 2024 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dideskripsikan pada setiap item pernyataan, dapat ditarik kesimpulan secara menyeluruh dari jawaban yang diberikan oleh responden. Hasil penelitian ini dirangkum dalam tabel di atas, yang menunjukkan bahwa desain interior di Perpustakaan Tenas Effendy berada pada kategori baik, dengan nilai skor rata-rata sebesar 4,17. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa desain interior di Perpustakaan Tenas Effendy telah dirancang dan diimplementasikan dengan baik, sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pemustaka. Selanjutnya, penelitian terhadap minat kunjung dengan menyebarkan kuesioner yang terdapat 11 item pernyataan valid dengan indikator 1) Rasa ingin tahu yang tinggi, 2) Keadaan lingkungan yang memadai, 3) Tersedia kebutuhan yang diinginkan. Berikut penjabaran dari hasil jawaban responden yang ditabulasikan pada tabel berikut: Tabel 3 Rekapitulasi Variabel Y (Minat Kunjung) Indikator Variabel Y Rasa Ingin Tahu (Minat Keadaan Lingkungan Kunjung) Prinsip Kebutuhan Jumlah Mean 4,16 4,34 4,42 12,92 Kategori Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Rata-rata 4,30 Sumber: Olahan data Juli 2024 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dideskripsikan pada setiap item pernyataan, dapat ditarik kesimpulan secara menyeluruh dari jawaban yang diberikan oleh para responden. Hasil penelitian ini dirangkum dalam tabel di atas, yang menunjukkan bahwa minat kunjung ke Perpustakaan Tenas Effendy berada dalam kategori sangat baik, dengan nilai skor rata-rata sebesar 4,30. Skor ini mencerminkan tingginya minat pemustaka dalam mengunjungi perpustakaan Tenas Effendy. Selanjutnya, peneliti melakukan uji analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (desain interior) terhadap variabel terikat (minat kunjung) dapat diprediksi menggunakan analisis regresi linear sederhana, yaitu Y= a + bX. Berikut ini adalah uji analisis regresi linear sederhana: Tabel 4 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 6.016 2.196 2.739 .007 Desain Interior .315 .017 .890 18.999 .000 a. Dependent Variable: Minat Kunjung Sumber: Olahan data Juli 2024 Y = 6,016 + 0,315 X. Koefisien persamaan regresi linear sederhana di atas dapat diartikan sebagai berikut: Konstanta (a) = 6,016 hal ini berarti bahwa apabila desain interior tidak ada peningkatan atau konstan, maka minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Tenas Effendy akan tetap sebesar 6,016. (b) X = 0,315 artinya jika desain interior naik 1% maka minat kunjung akan meningkat 0,315. Hal tersebut menunjukkan jika variabel desain interior berkontribusi positif dan dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif. Sehingga semakin baik desain interior maka semakin meningkat minat kunjung. Setelah melakukan uji regresi, peneliti kemudian melakukan uji parsial (Uji T) yang bertujuan untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak yaitu dengan membandingkan antara t hitung dan t tabel. Jika t hitung > t tabel, maka model regresi yang digunakan dapat diterima. Sebaliknya jika t hitung < t tabel, maka model regresi yang digunakan ditolak. Tabel 5 Hasil Uji T Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 6.016 2.196 2.739 .007 Desain Interior .315 .017 .890 18.999 .000 a. Dependent Variable: Minat Kunjung Sumber: Olahan data Juli 2024 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Sig. untuk pengaruh (parsial) X terhadap Y adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 18,999 > t tabel 1,985 maka dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara desain interior tehadap minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Tenas Effendy. Selanjutnya, uji koefesiensi determinasi (R2) adalah uji untuk mengetahui persentase pengaruh variabel X (desain interior) terhadap variabel Y (minat kunjung). Tabel 6 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summary Model R R Square 1 .890a .792 a. Predictors: (Constant), Desain Interior Sumber: Olahan data Juli 2024 Adjusted R Square .789 Std. Error of the Estimate 3.038 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat pengukuran dilakukan dengan menghitung koefisien determinasi (R2) mendekati 1 maka pengaruh variabel X terhadap Y semakin besar. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai R2 sebesar 0,792 yang berarti bahwa pengaruh variabel desain interior (X) terdapat variabel minat kunjung (Y) adalah sebesar 79,2%. Sedangkan (100% - 79,2%) = 20,8% lagi ditentukan oleh faktor lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.
Conclusion
D. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mengenai pengaruh desain interior terhadap minat kunjung di Perpustakaan Tenas Effendy, dapat disimpulkan bahwa rekapitulasi variabel desain interior menunjukkan skor 4,17 dalam kategori baik, sementara rekapitulasi variabel minat kunjung memperoleh skor 4,30 dalam kategori sangat baik. Selain itu, terdapat pengaruh yang signifikan antara desain interior dan minat kunjung pemustaka, yang ditunjukkan oleh uji T dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Pengaruh desain interior terhadap minat kunjung adalah sebesar 79,2%, sedangkan 20,8% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Sedangkan rekomendasi untuk perpustakaan Tennas Effendy disarankan untuk memperbaiki kualitas desain interior guna meningkatkan kunjungan pemustaka.