Kembali
16
1
2025 Tik Ilmeu: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 9 · 2 ISSN 2580-3662

Strategi Motivasi Literasi Menulis Pemustaka melalui Program Professor Goes to Library: Studi di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Penelitian ini mengkaji efektivitas program Professor Goes to Library sebagai inisiatif strategis untuk meningkatkan motivasi dan literasi penulisan akademik pengguna di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Program ini hadir sebagai respons terhadap masalah rendahnya motivasi menulis mahasiswa, terbatasnya bimbingan akademik, kurangnya akses terhadap mentor ahli, serta fasilitas penunjang penulisan ilmiah yang belum memadai. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif melalui metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan mahasiswa, pustakawan, dan profesor yang berpartisipasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program ini secara signifikan meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah, memperbaiki pemahaman mereka terhadap struktur penulisan akademik, serta memperkuat keterampilan sitasi dan pengembangan gagasan. Interaksi langsung dengan profesor menciptakan suasana belajar yang lebih personal, terbuka, dan berorientasi pada solusi, sehingga mampu mengatasi kesenjangan bimbingan akademik yang sebelumnya dialami pengguna. Program ini juga memberikan nilai tambah bagi pustakawan dan profesor melalui penguatan peran edukatif serta peningkatan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran aktif dan literasi. Meskipun masih menghadapi beberapa tantangan—seperti promosi yang terbatas, fasilitas yang kurang memadai, dan ketiadaan evaluasi berkelanjutan—program ini terbukti memiliki potensi kuat sebagai model inovatif dalam peningkatan literasi penulisan akademik di perpustakaan perguruan tinggi.

Abstract

This study examines the effectiveness of the Professor Goes to Library program as a strategic initiative to enhance users’ motivation and academic writing literacy at the UIN Sunan Kalijaga Library. The program responds to persistent issues of low student motivation to write, limited academic guidance, restricted access to expert mentors, and inadequate facilities supporting scientific writing. Employing a qualitative case study design, data were gathered through in-depth interviews, observations, and documentation involving students, librarians, and professors engaged in the program. The findings indicate that the initiative substantially increases students’ motivation and confidence in producing scientific work, improves their understanding of academic structure, and strengthens their skills in citation and idea development. Direct interaction with professors fosters a more personal, open, and solution-oriented learning atmosphere, effectively addressing gaps in academic mentoring previously faced by users. The program also provides added value for librarians and professors by reinforcing their educational roles and enhancing the library’s position as an active learning and literacy hub. Although challenges remain—such as limited promotion, facility constraints, and the lack of continuous evaluation—the program demonstrates strong potential as an innovative model for improving academic writing literacy in higher education libraries.
Keywords: Writing Literacy · Library · Learning Motivation · Professor Goes to Library · Academic Guidance

Introduction

Di era digital saat ini, literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menulis, berpikir kritis, dan memanfaatkan informasi secara produktif. Membaca merupakan proses pengolahan bacaan secara kritis-kreatif yang dilakukan pembaca untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang bacaan (Sakirani dkk., 2022). Salah satu aspek penting dari literasi di perguruan tinggi adalah bagaimana pemustaka (mahasiswa, dosen, pengguna perpustakaan) terdorong untuk menulis karya ilmiah atau tulisan yang berkualitas (Sholihah & Sulastri, 2019). Dalam konteks perpustakaan perguruan tinggi, lembaga ini memiliki peran strategis sebagai fasilitator literasi informasi dan penulisan. Sebagai penyedia koleksi, ruang baca, layanan dan program-pendukung lainnya, perpustakaan dapat menjadi motor dalam meningkatkan motivasi membaca serta literasi menulis pengguna (Afghani dkk, 2022). Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa pustakawan harus mampu membangun rasa saling percaya dengan pemustaka, serta membangun pengalaman baru yang menyenangkan, yang membuat pemustaka akan mudah dalam layanan literasi perpustakaan. Menangapi tantangan tersebut, Professor Goes to Library yang dilaksanakan oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hadir sebagai sebuah inovasi layanan perpustakaan yang menghadirkan para profesor untuk berdialog langsung, dialog langsung yang difasilitasi dalam program tersebut diharapkan mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif mahasiswa, karena dalam konteks pendidikan tinggi, liteasi menulis merupakan keterampilan esensial yang menuntut kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif (Budianto dan Ardianto 2025). Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menulis karya ilmiah secara akademis dan sistematis (Yanti, Suhartono, dan Hiasa 2018). Tantangan tersebut muncul akibat rendahnya motivasi menulis, kurangnya bimbingan akademik, dan terbatasnya akses terhadap mentor yang kompeten (Heriyudanta, 2021). Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi mahasiswa dalam menulis dan dukungan institusional yang diberikan oleh perpustakaan. Di sinilah urgensi inovasi layanan perpustakaan menjadi penting untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Sebagai respon terhadap tantangan tersebut, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengembangkan program inovatif bertajuk Professor Goes to Library. Program ini dirancang oleh Dr. Labibah Zain, MLIS, untuk menghadirkan profesor dari berbagai bidang keahlian guna memberikan bimbingan, konsultasi, serta motivasi langsung kepada mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Melalui pendekatan kolaboratif antara pustakawan, profesor, dan pemustaka, kegiatan ini menciptakan lingkungan literasi yang interaktif dan solutif. Program ini sejalan dengan hasil penelitian Yuliani (2023) yang menegaskan pentingnya sinergi antara tenaga akademik dan perpustakaan dalam meningkatkan literasi menulis di perguruan tinggi (Supriatna, Wiwin Yuliani, n.d.) Meskipun sejumlah penelitian telah menyoroti pentingnya peran perpustakaan dalam mendukung literasi informasi, studi yang menyoroti peran kolaboratif antara profesor dan perpustakaan dalam konteks peningkatan literasi menulis masih sangat terbatas. Hal ini menjadi celah penelitian (research gap) yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada peran pustakawan dalam mendukung literasi informasi, tetapi belum banyak yang mengeksplorasi bagaimana integrasi peran akademisi, khususnya profesor, dapat memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi menulis. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga mengoptimalkan perannya melalui implementasi program Professor Goes to Library dalam meningkatkan motivasi literasi menulis pemustaka. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model kolaboratif antara perpustakaan dan sivitas akademika dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang bertujuan untuk memahami secara mendalam implementasi dan dampak program Professor Goes to Library di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Subjek penelitian terdiri atas pemustaka mahasiswa, profesor, serta pustakawan yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Metode ini di pilih karena sesuai untuk menguji implemntasi kegiatan Professor Goes to Library secara langsung dan kompleks, termasuk interaksi secara langsung antara professor dengan pemustaka baik mahasiswa, dosen, maupun pustakawan, serta implemantasi kegitan Professor Goes to Library dalam meningatkan motivasi yang cenderung lebih efektif di pahami memalui narasi, makna dan pengalaman langsung di lapangan. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan gambaran mendalam terkait kegiatan yang di laksanakan secara kompleks. Data dikumpulkan melalui observasi secara langsung, di kegitan Professor Goes to Library yang berlokasi di lantai satu Perpsutakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, wawancara secara mendalam kepada dua pustakawan dan lima mahasiswa serta tiga Proesor yang bertugas pada kegiatan Professor Goes to Library, serta dokumentasi yang mencakup pelaksanaan kegitan Professor Goes to Library. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan relevansi peran mereka terhadap fokus penelitian, penilitian di lasanakan pada tanggal 20 Maret 2025. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan dengan wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi kegiatan secara sistematis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai proses pelaksanaan dan persepsi para pihak terkait. Wawancara mendalam di lakukan secara semi-terstruktur dengan pertanyaan terbuka yang menggali pengalaman dan pandangan responden terkait penerapan kegiatan Professor Goes to Library serta proses kegiatan Professor Goes to Library yang mendukung motivasi menulis pemustaka. Observasi dilakukan dengan mengamati kegiatan Professor Goes to Library menggunakan pedoman observasi terstruktur untuk memastikan kegiatan Professor Goes to Library berpengaruh terhadap memotivasi menulis pemustaka. Data hasil pengumpulan kemudian direduksi, disajikan dalam bentuk narasi, tabel, atau grafik, dan dianalisis dengan membandingkan temuan terhadap kegitan Professor Goes to Library guna menghasilkan temuan yang dapat memberikan gambaran kegiatan yang dukungan motivasi menulis pemustaka.

Discussion

Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, literasi menulis menjadi salah satu kemampuan yang sangat penting untuk dikuasai, terutama di lingkungan akademik (Ilham et al., 2024). Bahasa merupakan salah satu perkembangan yang harus di stimulasi, dalam literasi tentu memerlukan pemahaman dan kesadaran dasar. Bahasa dalam perkembangan literasi adalah sebuah pondasi yang diharapkan menjadi meningkat daya baca dan tulis bagi generasi penerus dengan diadakannya optimalisasi. Karena tolak ukur sebuah Negara maju yaitu budaya menulis dan membaca (Zainuddin et al., 2022). Literasi menulis tidak hanya mencerminkan kemampuan individu dalam menuangkan ide dan gagasan secara sistematis, tetapi juga menjadi indikator kualitas intelektual dan produktivitas akademik. Namun, tantangan dalam mengembangkan literasi menulis masih dirasakan oleh banyak pemustaka, seperti keterbatasan motivasi, minimnya akses terhadap bimbingan ahli, dan kurangnya pemahaman tentang teknik penulisan yang baik. Menyadari pentingnya literasi menulis bagi perkembangan akademik, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga menghadirkan sebuah program inovatif bertajuk kegiatan Professor Goes to Library. Program ini dirancang untuk memberikan ruang interaksi langsung antara pemustaka dan para profesor dari berbagai bidang keahlian. Melalui kegiatan ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan informasi, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat pembelajaran aktif yang memotivasi pemustaka untuk meningkatkan keterampilan menulis mereka. Pembahasan dalam artikel ini akan menggali lebih dalam bagaimana Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga mengoptimalkan perannya melalui program Professor Goes to Library untuk mendukung peningkatan literasi menulis pemustaka. Selain itu, akan dibahas pula relevansi program ini dalam membangun budaya literasi yang kuat di lingkungan akademik serta dampaknya terhadap kualitas pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Awal Tercetusnya Program Professor Goes to Library Perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan memiliki peran strategis dalam memfasilitasi kebutuhan literasi pemustaka, termasuk keterampilan menulis. Salah satu inovasi yang menarik untuk dibahas adalah program "Professor Goes to Library" yang diinisiasi oleh Dr. Labibah Zain, MLIS, selama masa jabatannya sebagai kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan peran dosen dengan aktivitas di perpustakaan, tidak hanya sebagai sumber informasi tetapi juga sebagai mentor dalam peningkatan literasi menulis. Hal ini menyoroti urgensi kolaborasi antara perpustakaan dan akademisi dalam mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa. Pelaksanaan Kegiatan Professor Goes to Library 1. Prof. Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd Kegiatan pertama Professor Goes to Library dilaksanakan pada Rabu, 3 April 2024, dengan menghadirkan Prof. Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd., yang merupakan Guru Besar dalam Bidang Manajemen Pendidikan Islam di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. program yang ditawarkan oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga didedikasikan untuk semua pemustaka. Professor Goes to Library adalah program yang mengundang profesor dari berbagai bidang keahlian. Pemustaka memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para profesor guna berkonsultasi dan berdiskusi mengenai topik yang dipilih. Program ini dilaksanakan di lantai satu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. 2. Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.S.I., Ph.D Edisi kedua Professor Goes to Library dilaksanakan pada Jumat, 19 April 2024, dengan menghadirkan Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.S.I., Ph.D., yang merupakan Guru Besar dalam Bidang Kajian Gender di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan mengangkat tema tentang Penelitian dalam Bidang Kajian Gender. Professor Goes to Library adalah salah satu program unggulan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang dirancang untuk seluruh sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Program ini menghadirkan profesor dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, memberikan kesempatan kepada pemustaka untuk berinteraksi langsung melalui konsultasi dan diskusi sesuai dengan tema yang diusung. Diskusi ini diadakan di lantai satu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, menciptakan ruang dialog yang produktif antara pemustaka dan profesor. 3. Prof. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag Edisi ketiga Professor Goes to Library, yang dilaksanakan pada 29 April 2024, menghadirkan Prof. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag., seorang Guru Besar dalam Bidang Ilmu Fiqih dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga. Tema yang diusung dalam edisi ini adalah Pengembangan Fikih Maqasidi. Program Professor Goes to Library dirancang untuk memberikan kesempatan kepada pemustaka Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga agar dapat berinteraksi langsung dengan para profesor dari berbagai bidang keahlian. Melalui program ini, pemustaka dapat berdialog, berkonsultasi, dan berdiskusi terkait tema yang diangkat. Kegiatan ini secara rutin diselenggarakan di lantai satu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, menciptakan ruang interaksi ilmiah yang mendukung pengembangan wawasan akademik pemustaka. Program Professor Goes to Library dilaksanakan di lantai satu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hingga saat ini, program telah dilaksanakan dan mendapatkan respons positif dari para pemustaka. Program ini menghadirkan para profesor dari berbagai bidang keahlian untuk memberikan konsultasi, bimbingan, dan diskusi terkait tema-tema tertentu. Pemustaka dapat bertatap muka langsung dengan para profesor, sehingga tercipta interaksi yang lebih personal dan solutif. Salah satu kegiatan dalam program ini adalah kunjungan Prof. Imam Machali, yang memberikan arahan kepada mahasiswa mengenai penulisan karya ilmiah, termasuk artikel dan esai akademik. Diskusi ini sangat relevan untuk membantu mahasiswa mengatasi kendala yang mereka hadapi selama proses belajar. Kegiatan Professor Goes to Library kini telah menjadi program yang terjadwal dan rutin dilaksanakan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Jadwal pelaksanaan dirancang agar mahasiswa dari berbagai jenjang dan program studi dapat mengikuti sesi ini sesuai kebutuhan mereka. Konsistensi program ini memberikan kesempatan berkelanjutan kepada pemustaka untuk mendapatkan manfaat dari kehadiran para profesor. Berikut manfaat bagi Pemustaka: 1. Bimbingan Langsung: Pemustaka, baik mahasiswa S1, magister, maupun doktor, mendapatkan bimbingan langsung dari para profesor yang ahli di bidangnya. 2. Motivasi Akademik: Interaksi dengan profesor memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam menulis karya ilmiah. 3. Solusi Akademik: Mahasiswa dapat mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi selama perkuliahan dan mendapatkan solusi konkret. Bagi para professor ada manfaat yang dapat diperoleh para profesor dari kegiatan Professor Goes to Library di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga: 1) Meningkatkan Peran sebagai Edukator Kegiatan ini memberikan platform bagi profesor untuk berbagi keahlian dan pengetahuan mereka secara langsung dengan mahasiswa. Hal ini memperkuat peran mereka sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mendukung pengembangan akademik mahasiswa di luar ruang perkuliahan. 2) Meningkatkan Interaksi dengan Mahasiswa Melalui konsultasi dan diskusi yang diadakan, profesor memiliki kesempatan untuk lebih memahami kebutuhan, tantangan, dan aspirasi mahasiswa dalam bidang akademik, sehingga dapat menyesuaikan pendekatan pengajaran mereka di masa depan. 3) Memperluas Jangkauan Pengaruh Akademik Dengan menjadi bagian dari program ini, profesor dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa di berbagai bidang, tidak hanya yang berada di fakultas atau program studi mereka sendiri, tetapi juga dari latar belakang akademik yang berbeda. 4) Mengembangkan Citra Profesional Berpartisipasi dalam kegiatan ini meningkatkan visibilitas dan reputasi profesor di kalangan sivitas akademika, menegaskan keahlian mereka di bidang tertentu dan memperkuat kontribusi mereka terhadap institusi. Dampak program terhadap motifasi menulis pemustaka Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan mahasiswa dan pustakawan yang terlibat langsung dalam kegiatan Professor Goes to Library, peneliti mengamati adanya peningkatan jumlah mahasiswa yang kembali ke perpustakaan untuk melanjutkan tulisan mereka setelah mengikuti sesi konsultasi, seprti pada tanggal 19 april 2025 peserta mengalami peningkatan yang pada sebelunya hanya 7 mahasiswa dan pada tanggal 19 April 2025 menjadi 12 mahasiswa . Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan profesor di perpustakaan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan memantik semangat menulis. Pustakawan menilai kegiatan ini sangat efektif karena menjembatani kesenjangan yang selama ini dirasakan pemustaka, yaitu minimalnya akses terhadap mentor yang dapat memberikan arahan langsung terkait proses menulis ilmiah bagi pemustaka. Keterlibatan profesor dalam program ini juga memperkuat fungsi mentoring akademik yang sebelumnya belum terwadahi secara optimal. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berdialog langsung dengan profesor dari berbagai disiplin ilmu, sehingga bimbingan yang diterima menjadi lebih relevan dan kontekstual terhadap bidang kajian mereka. Interaksi langsung tersebut tidak hanya memberikan umpan balik terhadap karya ilmiah mahasiswa, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri serta kesadaran akan pentingnya kegiatan menulis sebagai bagian integral dari budaya akademik. Secara keseluruhan, pustakawan sepakat bahwa Professor Goes to Library Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa dan perpustakaan, tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para profesor sebagai bagian dari komunitas akademik. Program ini sangat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan menulis dan memotivasi mereka untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung berdiskusi dengan para profesor, yang jarang mereka dapatkan di luar ruang kelas.Sebagai contoh, selama kunjungan Prof. Imam Machali, mahasiswa diarahkan untuk memahami teknik penulisan artikel ilmiah, yang mencakup struktur penulisan, tata bahasa akademik, dan cara mengutip sumber dengan benar. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan dalam proses belajar mereka. Program ini memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengembangan literasi akademik. Dengan menghadirkan profesor, perpustakaan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung budaya belajar dan diskusi ilmiah. Selain itu, program ini meningkatkan daya tarik perpustakaan sebagai tempat yang tidak hanya menyediakan referensi, tetapi juga layanan konsultasi akademi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi literasi menulis di kalangan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga disebabkan oleh minimnya bimbingan akademik, terbatasnya akses terhadap mentor yang kompeten, serta kurangnya wadah yang mampu memfasilitasi pengembangan kemampuan menulis ilmiah secara berkelanjutan. Kondisi ini sejalan dengan temuan Maulana & Medan yang menjelaskan bahwa tantangan utama dalam peningkatan literasi menulis mahasiswa terletak pada lemahnya pendampingan akademik dan motivasi intrinsik (Maulana, 2021). Oleh karena itu, inisiatif Professor Goes to Library hadir sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui pendekatan kolaboratif antara profesor, pustakawan, dan pemustaka dalam membangun lingkungan literasi yang interaktif dan solutif. Peran Perpustakan sebagai Lernning Commons Perpustakaan modern kini tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi telah berevolusi menjadi pusat pembelajaran aktif yang berperan penting dalam mengembangkan keterampilan literasi informasi dan menulis. Melalui program Professor Goes to Library, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga berhasil memosisikan dirinya sebagai penghubung antara mahasiswa dan sumber daya akademik, baik berupa dosen, koleksi ilmiah, maupun ruang diskusi ilmiah. Kehadiran profesor di perpustakaan memberikan warna baru dalam layanan literasi, karena mahasiswa dapat memperoleh bimbingan langsung dari ahli di bidangnya. Hal ini sejalan dengan pendapat yang menegaskan bahwa inovasi layanan berbasis interaksi sosial di perpustakaan dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan akademik, serta rasa memiliki terhadap lingkungan belajar (Riska nurul izah, 2021). Program Professor Goes to Library terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi menulis mahasiswa. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, sebagian besar peserta mengaku lebih percaya diri dalam menulis artikel ilmiah setelah mengikuti sesi konsultasi dengan profesor. Mereka juga memahami struktur penulisan ilmiah, penggunaan bahasa akademik, serta etika sitasi dengan lebih baik. Pendampingan yang dilakukan secara langsung oleh profesor membantu mahasiswa mengatasi kendala dalam proses penulisan, seperti kesulitan menentukan topik, mengorganisasi ide, dan melakukan analisis sumber pustaka. Meskipun demikian, pelaksanaan program ini masih menghadapi beberapa tantangan. Beberapa di antaranya adalah kurangnya sosialisasi kepada mahasiswa, keterbatasan fasilitas pendukung seperti ruang konsultasi dan waktu professor dalam mengisi kegiatan tersebut, serta belum adanya sistem evaluasi berkelanjutan terhadap hasil kegiatan. Kondisi ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam aspek manajemen program agar manfaatnya dapat menjangkau lebih luas. keberhasilan program literasi di perguruan tinggi sangat bergantung pada strategi promosi, konsistensi pelaksanaan, dan dukungan institusional yang berkesinambungan. Secara teoretis, temuan penelitian ini memperkuat pandangan bahwa kolaborasi antara profesor dan perpustakaan dapat menjadi model baru dalam pengembangan literasi akademik di era digital. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun budaya menulis ilmiah yang berkelanjutan. Dengan menghadirkan profesor sebagai mentor, program Professor Goes to Library berhasil menciptakan sinergi antara pembelajaran formal dan informal yang mendukung peningkatan mutu akademik mahasiswa. Program ini dapat menjadi inspirasi bagi perpustakaan lain di Indonesia untuk mengembangkan layanan literasi berbasis mentoring, kolaborasi, dan interaksi akademik langsung antara dosen dan mahasiswa.

Conclusion

Berdasarkan pembahasan mengenai implementasi program Professor Goes to Library di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, dapat disimpulkan bahwa program ini menjadi inovasi strategis yang efektif dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan literasi menulis pemustaka. Kehadiran profesor di lingkungan perpustakaan membuka akses yang lebih inklusif dan personal terhadap bimbingan akademik, sehingga mampu menjembatani kesenjangan yang selama ini dirasakan mahasiswa terkait minimnya pendampingan penulisan ilmiah. Melalui interaksi langsung, mahasiswa memperoleh arahan komprehensif terkait struktur penulisan, teknik sitasi, pengembangan ide, hingga pemahaman metodologis, yang secara nyata meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas karya ilmiah mereka. Pustakawan juga merasakan dampak positif berupa peningkatan kunjungan mahasiswa yang kembali melanjutkan tulisan setelah sesi konsultasi, yang menunjukkan terbentuknya suasana belajar yang kondusif dan berorientasi pada pengembangan literasi akademik. Bagi profesor, program ini memperkuat peran edukatif, memperluas pengaruh akademik, serta meningkatkan citra profesional di kalangan sivitas kampus. Meskipun demikian, beberapa kendala seperti kurangnya sosialisasi, keterbatasan fasilitas, dan kebutuhan evaluasi berkelanjutan masih perlu dibenahi agar program ini mencapai efektivitas yang lebih luas. Secara teoretis, temuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara perpustakaan dan profesor merupakan model layanan literasi yang relevan di era digital, serta berpotensi menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lainnya dalam menciptakan ekosistem literasi menulis yang berkelanjutan dan berdaya guna.