Kembali
16
1
2022 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 24 · 3 ISSN 2685-7138

TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN KHUSUS BERBASIS INKLUSI SOSIAL : INOVASI PERPUSTAKAAN PERTANIAN

Kementerian Pertanian; Kementerian Pertanian; Kementerian Pertanian; Kementerian Pertanian

Abstrak

Sejalan dengan perkembangan tugas pokok organisasi, perpustakaan khusus mengalami perubahan dan pengembangan layanan dengan bertransformasi melalui perluasan ragam pemustaka. Dan Dengan adanya program perpustakaan berbasis inklusi sosial seluruh elemen masyarakat mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama, untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya. Makalah ini bertujuan memberikan informasi inovasi Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) dalam program Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial (PKBIS), bersinergi dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP), penyuluh memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam pembangunan pertanian karena berhubungan langsung dengan petani. Berikut kegiatan PKBIS PUSTAKA;1. Koordinasi dan Sosialisasi di BPP dan di desa, 2. Penataan Perpustakaan BPP Cibungbulang dan Perpustakaan Desa Benteng, dengan pemberian koleksi, lemari buku, penunjukan pengelola perpustakaan, penataan buku, dll. 3. Peningkatan keterampilan dan kompetensi penyuluh BPP Cibungbulang dan petani melalui bimbingan teknis pembuatan video, grading ubi, budidaya ubi, pengelolaan perpustakaan, dll, dan Literasi, penyampaian informasi kepetani berbasis publikasi PUSTAKA terkait budidaya ubi dan tanaman lainnya, lomba story telling 4. Peningkatan nilai tambah usaha petani melalui workshop dan bimbingan teknis usaha tani, 5. Pelatihan penanggulangan hama ubi. Kajian ini dilakukan dengan metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan data secara sistematis dengan mengambil sumber data dari laporan kegiatanPKBISCibungbulang semester 1. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei s.d. Agustus 2022. Hasil kajian menunjukkan penyuluh dan petani merespon secara positif kegiatan PKBIS PUSTAKA dengan mengaplikasikan hasil bimtek, tim posluhdes dalam pelaksanaan di lapangan penyuluhan ke petani membawa buku-buku dan brosur, dan penayangan video sebagai bagian dari literasi peningkatan pengetahuan petani. Dapat disimpulkan bahwa program PKBIS PUSTAKA dapat meningkatkan pengetahuan penyuluh dan petani.

Abstract

In line with the development of the main tasks of the organization, special libraries undergo changes and development of services by transforming through the expansion of the variety of users. Andwiththe library program based on social inclusion, all elements of society get equal treatment and get equal opportunities, to improve their quality of life and welfare. This paper aims to provide information on the innovation of the Center for Library and Agricultural Technology Dissemination (PUSTAKA) in the Social Inclusion-Based Special Library (PKBIS) program, in synergy with the Agricultural Extension Center (BPP), extension workers have a strategic role as the spearhead in agricultural development because they are directly related to farmers. . Following are the activities of PKBISPUSTAKA; 1. Coordination and socialization at BPP and in the village, 2. Arrangement of theCibungbulang BPP Library and Benteng Village Library, by providing collections, bookcases, appointing library managers, arranging books, etc. 3. Improve the skills and competencies of BPPCibungbulang extension workers and farmers through technical guidance on video production, sweet potato grading, sweet potato cultivation, library management, etc., and Literacy, information delivery to farmers based on LIBRARY publications related to yam cultivation and other crops, story telling competitions 4. Increasing the added value of farmer's farming through workshops and technical guidance on farming, 5. Training on controlling sweet potato pests. This study was conducted using a descriptive method, namely by collecting data systematically by taking data sources fromthereport on the activities of the PKBIS Cibungbulang semester 1. The data collection was carried out inMays.d. August 2022. The results of the study showed that extension workers and farmers responded positively to PKBIS PUSTAKA activities by applying the results of technical guidance, the posluhdesteam in the implementation of the extension field to farmers brought books and brochures, andshowing videos as part of literacy in increasing farmers' knowledge. It can be concluded that thePKBIS PUSTAKA program can increase the knowledge of extension workers and farmers.
Keywords: PKBIS · Perpustakaan khusus · inklusi sosial · inovasi pertanian · PUSTAKA

Introduction

Sejalan dengan perkembangan tugas pokok organisasi, perpustakaan khusus juga mengalami perubahan dan pengembangan layanan dengan bertransformasi melalui perluasan ragam pemustaka. Hal ini memungkinkan hilangnya batas-batas fungsi dan cakupan pemustaka dalam perpustakaan khusus (Sembiring & Wijayanti, 2020), walaupun menurut Undang Undang No. 43 tahun 2007 Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga masing-masing. Seiring dengan perkembangan kebutuhan informasi masyarakat, pelayanan perpustakaan khusus tidak hanya ditujukan kepada staf lembaga, pemangku kebijakan dan stakeholder lingkungan di mana perpustakaan berinduk. Perpustakaan khusus juga dapat diartikan secara luas dengan memberikan pelayanan kepada pemustaka yang membutuhkan subjek yang sesuai dengan kekhususannya. Dengan demikian diharapkan keberadaan perpustakaan dapat menjadi bagian solusi masalah bagi semua lapisan masyarakat. Seluruh elemen masyarakat perlu mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama sebagai warga negara, terlepas dari perbedaan apapun, dan inklusi sosial adalah upaya menempatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal (Program peduli, 2015). Program perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan transformasi pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pengguna perpustakaan. Pengangguran, kemiskinan dan ketahanan pangan merupakan tantangan yang muncul akibat pandemi covid-19, yang perlu diantisipasi oleh berbagai pihak tak terkecuali oleh perpustakaan, program inklusi sosial menjadi jawaban untuk perpustakaan bertransformasi dalam pengelolaan layanannya, dengan melibatkan seluruh jenis perpustakaan, tidak hanya menjadi tugas perpustakaan umum dan perpustakaan desa saja, tapi seluruh jenis perpustakaan berkepentingan untuk terlibat dan berperan aktif turun ke lapangan untuk bersinergi membantu individu dan masyarakat untuk membangun kepercayaan diri, mengasah keterampilan, berjejaring antar komunitas, bahkan pendampingan untuk membuka peluang bisnis bagi masyarakat dengan berbasis informasi dan pengetahuan dari perpustakaan(Sutarsyah, dkk. 2021) . Ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani menjadi target kebijakan Kementerian Pertanian, hal ini sejalan dengan program inklusi sosial yang melibatkan peran aktif masyarakat lewat bermacam aktivitas transformasi pengetahuan (transfer knowledge), seperti pelatihan, tutorial, dan pendampingan kegiatan yang memiliki nilai ekonomis, dan berdampak pada kesejahteraan. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) sebagai salah satu unit kerja di Kementerian Pertanian berkepentingan untuk mendukung mewujudkan ketahanan pangan dan gizi bagi 270 jiwa juta jiwa masyarakat di Indonesia dengan pemberdayaan masyarakat khususnya peningkatan pengetahuan untuk kesejahteraan petani dengan kegiatan literasi pertanian. PUSTAKA berperan sebagai institusi penyedia sumber informasi khusus bidang pertanian untuk didayagunakan oleh masyarakat yang menjadi target layanannya petani dan penyuluh pertanian. perpustakaan memiliki peran sosial yang penting sebagai repositori pengetahuan, pengembangan pendidikan, dan sebagai ruang komunitas fisik yang dapat diakses secara bebas oleh petani dan penyuluh seperti yang dinyatakan Fujiwara et al. (2019), bahwa perpustakaan harus memiliki fungsi yang strategis dalam kehidupan dan harus dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Program pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial pada umumnya dikembangkan di perpustakaan desa. Perpustakaan desa merupakan salah satu jenis perpustakaan umum yang berkedudukan di suatu desa/kelurahan sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat yang berada di suatu wilayah pedesaan. Perpustakaan melalui program berbasis inklusi sosial telah melakukan transformasi menjadi perpustakaan yang mampu mengembangkan berbagai jenis layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sebagai target pelayanan perpustakaan (Komariah et al., 2021). Namun demikian sebagai perpustakaan khusus, PUSTAKA juga mempunyai peran tidak hanya sebagai pusat informasi pertanian saja tetapi juga sebagai pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkomitmen pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat terutama petani dan penyuluh. Program inklusi sosial yang dilakukan PUSTAKA diharapkan dapat mendorong petani dan masyarakat untuk dapat mengaplikasikan IPTEK dan meningkatkan wawasan masyarakat atau petani mengenai bidang pertanian dan dapat berdampak secara langsung pada peningkatan kesejahteraan. Inklusi sosial yang dilakukan Pustaka dengan pelibatan masyarakat dan stake holder yaitu:(1) menyediakan bahan informasi pertanian dengan berbagai format kepada petani dan penyuluh di beberapa lokasi potensi pertanian; (2) melakukan bimbingan literasi dalam rangka transformasi pengetahuan pertanian agar dapat diimplementasikan oleh masyarakat petani dan penyuluh; (3) memfasilitasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dan penyuluh dengan menghadirkan pakar di bidangnya sesuai kebutuhan petani dan penyuluh serta menjadi jembatan dengan berbagai komunitas di sekitar lokasi kegiatan yang dapat menambah pengetahuan atau keterampilan mereka dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungannya; dan (4) memfasilitasi kegiatan di lingkungan tersebut dengan menyediakan tempat berkumpul dan berkegiatan. Di samping itu melalui Perpustakaan Berbasis inklusi sosial yang telah dicanangkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI atau Bappenas pada tahun 2018, PUSTAKA sebagai perpustakaan khusus bidang pertanian mendukung mewujudkan kesejahteraan petani dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai subsistem sosial dalam kemasyarakatan sehingga layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah layanan perpustakaan dengan pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan juga kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan termasuk petani. Transformasi PUSTAKA menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial diharapkan menjadi wahana rujukan informasi untuk mencari solusi permasalahan, perpustakaan merupakan fasilitator pengembangan potensi pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan bahan informasi yang relevan, perpustakaan menjadi market space atau tempat masyarakat mengembangkan potensi dirinya, perpustakaan harus memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam melayani masyarakat, pustakawan merupakan agen informasi yang menjembatani antara masyarakat dengan informasi yang dibutuhkan. Salah satu kegiatan tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang sudah dilaksanakan PUSTAKA sejak tahun 2019 adalah di Taman Baca Dramaga PUSTAKA dengan kegiatan; (1) menyediakan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) dengan beragam koleksi buku, majalah; (2) berbagai bimbingan teknis (hidroponik taman, pembuatan media tanam) di pekarangan;(3) pendampingan Kelompok Wanita Tani untuk Pekarangan Pangan Lestari di sekitar taman baca; dan (4) livetour taman baca untuk mengenalkan Taman Baca pada masyarakat yang lebih luas. Berdasarkan hasil evaluasi, pengembangan Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial (PKBIS) di Taman Baca Dramaga Cukup berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan masyarakat sekitar terutama dalam pemenuhan kebutuhan sayuran yang ditanam di pekarangan mereka. Pengembangan program perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk mendukung misi Kementerian Pertanian mensejahterakan petani, pada tahun 2022 PUSTAKA mengembangkan program Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial di lima lokasi baru terpilih, yaitu; Cibungbulang, Gunungputri, Leuwiliang, Nguter Sukoharjo, dan Jatinom Klaten. Pada tulisan ini fokus kegiatan PKBIS yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cibungbulang. Pemilihan Balai Penyuluhan Pertanian sebagai salah satu lokasi pengembangan PKBIS tidak terlepas peran strategis penyuluh sebagai ujung tombak dalam pembangunan pertanian karena berhubungan langsung dengan petani; sebagai agen perubahan; sebagai pihak yang memberdayakan petani dalam melaksanakan usaha pertaniannya. Lebih jauh lagi penyuluh bukan hanya “alat” alih/tranfer teknologi atau menyampaikan informasi mengenai inovasi pertanian dari peneliti ke petani, namun membantu petani dalam pengambilan keputusan. Pemilihan BPP Kecamatan Cibungbulang sebagai pusat aktivitas dan kegiatan PKBIS dikarenakan BPP Cibungbulang merupakan salah satu BPP terpilih yang sudah menerima bantuan khusus sarana dan fasilitas data center dan termasuk sebagai salah satu sentra produksi tanaman Pangan dan hortikultura. Sebagai lokasi pengembangan PKBIS, PUSTAKA ikut serta memberdayakan dan meningkatkan literasi pertanian para petani di wilayah binaan BPP. Tujuan PKBIS yaitu : (1) mengembangkan Perpustakaan BPP Cibungbulang dan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) Desa Benteng, (2) meningkatkan keterampilan dan kompetensi penyuluh BPP Cibungbulang melalui bimbingan teknis dan Literasi, (3) meningkatkan nilai tambah usahatani petani Desa Benteng melalui workshop dan bimbingan teknis usahatani yang dikembangkan kelompok tani. KAJIAN PUSTAKA Literasi untuk Kesejahteraan Penelitian terdahulu terkait dengan literasi untuk kesejahteraan yang dilakukan oleh Sutarsyah dkk (2021) menyatakan peran lain PUSTAKA tidak hanya sebagai pusat informasi pertanian saja tetapi juga pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat, sementara penelitian Rachman dkk (2019) Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan fokus pada layanan pemberdayaan masyarakat dengan berbasis pemanfaatan koleksi perpustakaan (literasi) dengan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menyatakan literasi merupakan faktor esensial dalam upaya membangun fondasi yang kokoh bagi terwujudnya masyarakat berpengetahuan dan berkarakter, selain itu literasi juga merupakan bentuk cognitive skillsyang tercermin pada kemampuan mengidentifikasi, memahami, dan menginterpretasi informasi yang diperoleh untuk ditransformasikan kedalamaktifitas kegiatan produktif yang memberi manfaat sosial, ekonomi, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Menurut UNDP dalam education for all global monitoring report (2006:144 dalam Renstra Perpustakaan Nasional) menjelaskan adanya hubungan yang kuat antara pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan manusia melalui literasi. Literasi merupakan bentuk cognitive skills yang tercermin pada kemampuan mengidentifikasi, memahami, dan menginterpretasi informasi yang diperoleh untuk ditransformasikan kepada aktifitas kegiatan produktif yang memberi manfaat sosial, ekonomi, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Masyarakat berpengetahuan atau masyarakat literat menjadi pondasi sosial yang sangat kokoh untuk mendorong proses transformasi masyarakat menuju kehidupan yang sejahtera serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki watak kosmopolitanisme dan berkarakter dalam budaya (Renstra Perpustakaan Nasional 2020-2024). Mencapai masyarakat literet, berikut beberapa tingkatan literasi menuju kesejahteraan meliputi: (1) mengumpulkan, kemampuan mengumpulkan sumber sumber bahan bacaan, (2) memahami, kemampuan memahami apa yang tersirat dari yang tersurat, (3) mengemukakan, kemampuan mengemukakan ide atau gagasan baru, teori baru, dan kreativitas serta inovasi baru hingga memiliki kemampuan menulis buku, (4) menciptakan, kemampuan menciptakan barang atau jasa yang bermutu yang bisa dipakai dalam kompetisi global. Transformasi Perpustakaan Mendukung Kesejahteraan Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa harus hadir sebagai sistem sosial yang inklusif di masyarakat yang dapat terjangkau secara terbuka, mudah dan murah dengan basis teknologi informasi untuk peningkatan budaya literasi masyarakat untuk kesejahteraan (Renstra Perpustakaan Nasional 2020-2024). Beragam kegiatan berikut berperan dalam program inklusi perpustakaan, meliputi: (1) transfer Pengetahuan, membangun akses pengetahuan di berbagai tempat (2) partisipasi, meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berkegiatan dan berbagi pengalaman praktis di perpustakaan untuk memperluas transformasi pengetahuan, (3) inklusif, menguatkan empati pemustaka yang beragam kondisi. Ramah difable dan menolong kaum marjinal dan sektor informal, (4) kesejahteraan, memastikan kesehatan dan kesejahteraan komunitas. Dalam waktu dekat, pustakawan harus menjadi mitra utama kesejahteraan masyarakat. Fungsi perpustakaan adalah sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan kebudayaan bangsa, dan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat (life long learning), demokratis, berkeadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan. Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 2015 tentang tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) menyebutkan sebagai berikut: tujuan pembangunan berkelanjutan salah satunya adalah kesehatan dan kesejahteraan yang baik, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan dan konsumsi dan produksi yang dapat dipertanggungjawabkan. Program SDGs yang diamanahkan PBB sangat sesuai dengan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah program dimana perpustakaan bisa digunakan oleh siapa saja tanpa mengenal gender, agama, suku, dan ras. Program Inklusi sosial mengembangkan fungsi perpustakaan menjadi ranah publik sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, belajar kontekstual dan berlatih keterampilan hidup. Perpustakaan khusus berbasis inklusi sosial merupakan kegiatan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat umumdalammengembangkan potensi wilayah denganmelihat keragaman budaya yang ada serta kemauan untuk menerima perubahan, menawarkan kesempatan untuk berusaha dalam mendapatkan ilmu pengetahuanserta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pusat perpustakaan dan penyebaran teknologi pertanian (PUSTAKA) padatahun 2022 akan mengembangkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dengan mendorong pemerintah DesaBenteng untuk mengembangkan kegiatan Posluhdes yang sudah didirikan satu bulan yang lalu. Diharapkan Posluhdes ini akan menjadi wadah penyuluh pertanian, petani, pelaku usaha di pedesaan sebagai tempat berdiskusi, merencanakan, melaksanakan serta sebagai tempat mendiseminasikan informasi pertanian. Kegiatan di Desa Benteng yang dapat mendukung kegiatan perpustakaan khusus berbasis inklusi sosial adalah adanya peraturan presiden tentang alokasi atau penggunaan anggaran dana desa untuk program ketahanan pangan. Pada tahun 2022, Desa Benteng telah mengalokasikan anggaran untuk beberapa usaha taninya. Sosialisasi dibuka oleh Kepala Desa Benteng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor dan dihadiri oleh aparat desa, Ketua Gapoktan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari BPP Cibungbulang, Direktur BUMDes, Ketua Dan pengurus Pos Penyuluhan Desa(Posluhdes), dan perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Method

Kajian ini dilakukan dengan metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan data secara sistematis dengan mengambil sumber data dari laporan kegiatan PKBIS Cibungbulang semester satu. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei s.d. Agustus 2022. Hasil pengumpulan data kemudian diolah secara deskriptif. Dalam kajian ini juga dilengkapi dengan studi literatur yang ditelusuri dari berbagai sumber. Berdasarkan dari hasil penelusuran yang sesuai kemudian dideskripsikan untuk mendukung pembahasan dan pengambilan keputusan. Tahapan Penerapan Inklusi Sosial Pengembangan Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial (PKBIS) di PUSTAKA diawali dengan baseline survai yang sudah dilaksanakan selama bulan Januari s.d. Februari 2022 dengan pengumpulan data: (1) Identifikasi potensi wilayah Cibungbulang; (2) Identifikasi permasalahan petani dan penyuluh wilayah Cibungbulang; dan (3) Identifikasi kebutuhan petani dan penyuluh BPP Cibungbulang; dan (4) Penentuan lokasi program PKBIS dan rekomendasi kegiatan di PKBIS yang sudah ditentukan. Identifikasi dilakukan terhadap sasaran lokasi PKBIS di salah satu desa terpilih yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dan diberdayakan kelompok tani dan ditingkatkan usahataninya; identifikasi kebutuhan penyuluh terhadap peningkatan keterampilan dan kompetensi dalam mendukung penyuluhan di lapangan; dan identifikasi pengembangan perpustakaan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cibungbulang. Berdasarkan hasil survai, program PKBIS akan berpusat di BPP Wilayah Cibungbulang dan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) Desa Benteng dengan target sasaran kegiatan PKBIS yaitu: Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) BPP Kecamatan Cibungbulang, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Benteng. Metode kegiatan PKBIS yang dilakukan dengan memberikan pelatihan, bimbingan teknis, literasi informasi dan pertanian, pelatihan serta pendampingan untuk: (1) pengelolaan Perpustakaan BPP Cibungbulang dan pembentukan Posluhdes Di Desa Benteng. (2) Peningkatan Keterampilan dan kompetensi penyuluh BPP Cibungbulang dalam mendukung penyuluhan di lapangan, dan (3) peningkatan nilai tambah usahatani Gapoktan Desa Benteng dengan basis komoditas tanaman pangan dan hortikultura (padi, ubi jalar, dan sayuran). Tahapan dan alur kegiatan pengembanganPKBIS adalah sebagai berikut: 1. Tahap persiapan yang meliputi: (a) identifikasi potensi wilayah Cibungbulang. (b) Identifikasi permasalahan petani dan penyuluh wilayah Cibungbulang, (c)Identifikasi kebutuhan petani dan penyuluh BPP Cibungbulang, (d) penentuan lokasi program PKBIS dan rekomendasi kegiatan di PKBIS yang sudah ditentukan, (e) sosialisasi PKBISdi BPP. 2. Tahap Pelaksanaan meliputi: (a) pengembangan Perpustakaan BPP(re- design, inventarisasi dan layanan), (b) pembangunan Posluhdes di Posluhdes Desa Benteng dan bimtek pengelola Posluhdes, (c) Bimbingan Teknis/Pelatihan Kompetensi/Keterampilan dan Literasi Penyuluh (d) Bimbingan teknis budidaya untuk kelompok tani, (e) Bimbingan Teknis pengolahan hasil pertanian untuk kelompok tani, (f) Ekspose dan Promosi PKBIS dalam bentuk mengunjungi pameran, studi banding, pembuatan demplot, promosi hasil usahatani, storytelling 3. Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Monitoring dan pendampingan/advokasi, Evaluasi, Rencana Tindak Lanjut PKBIS. Gambar 1. Tahapan dan alur kegiatan Pengembangan Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosisal di BPP Wilayah Cibungbulang tahun 2022

Result & Discussion

PKBIS atau Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial adalah kegiatan perpustakaan yang difokuskan untuk mendorong masyarakat pengguna perpustakaan khusus dalam pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatan PKBIS PUSTAKA tahun 2022 dilakukan di Desa Benteng Kecamatan Ciampea yang kelompok taninya di bawah pembinaan Balai Penyuluhan Pertanian Cibungbulang Kabupaten Bogor. Pengembangan perpustakaan dilakukan di BPP Cibungbulang dengan target pemustakanya para penyuluh, baik Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) maupun Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS). Sedangkan di tingkat desa dilakukan di Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) Benteng, Kecamatan Ciampea. Kegiatan PKBIS yang sudah dilakukan di BPP Cibungbulang dan Posluhdes Desa Benteng antara lain di BPP terdiri dari; (1) Koordinasi dan sosialisasi kegiatan PKBIS, 2) Bimbingan teknis Pembuatan video dan 3) Penataan ruang perpustakaan. Sedangkan yang sudah dilakukan di Posluhdes Desa Benteng adalah 1) Sosialisasi kegiatan PKBIS, 2) Mengikuti rapat evaluasi kegiatan Gapoktan, 3) Bimtek sortasi/grading hasil panen ubi madu dan 4) Penataan Perpustakaan Posluhdes Benteng Maju, 5) Lomba Story Telling Tema Pertanian. Selain kegiatan tersebut di atas juga para pengelola PKBIS baik di BPP, Posluhdes Dan Tim PUSTAKA telah mengikuti workshop PKBIS di Museum Tanah dan Pertanian selama 2 hari, 14 dan 15 Juli 2022. Kelembagaan Inklusi Sosial PUSTAKA mempunyai tugas menyebarkan informasi pertanian kepada para penyuluh pertanian yang ada di wilayah Indonesia, pada tingkat kota/kabupaten pendekatan kelembagaan yang dilakukan adalah melalui lembaga penyuluhan pertanian yang dikenal sebagai Balai Penyuluh Pertanian (BPP). BPP tersebut mempunyai para penyuluh yang bertugas untuk membina para petani di beberapa wilayah desa. Sedangkan pendekatan secara kelembagaan yang dilakukan dalam menerapkan kegiatan Perpustakaan Khusus berbasis Inklusi Sosial di desa adalah dengan mengintegrasikan kegiatan perpustakaan melalui sebuah lembaga formal desa yang dikenal sebagai Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes). Posluhdes adalah lembaga formal yang dibentuk oleh Pemerintahan Desa dengan dukungan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Secara formal, Posluhdes merupakan wadah resmi yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan dari organisasi-organisasi yang ada di desa, baik yang bergerak di bidang pendidikan maupun perekonomian seperti Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan), Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah(UMKM). Dengan melakukan pendekatan kegiatan melalui BPP dan Posluhdes diharapkan kegiatan Perpustakaan khusus (PUSTAKA) berbasis Inklusi Sosial dapat berjalan dan terkoordinasi dengan baik, berikut gambar 2 struktur organisasi Posluhdes. Gambar 2. Struktur Organisasi Posluhdes Desa Benteng Ciampea Bogor Koordinasi dan Sosialisasi di BPP Mengawali program Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial (PKBIS) di Bogor tahun 2022 PUSTAKA bermitra kerja dengan BPP Cibungbulang, yang direkomendasikan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) sebagai BPP yang menjadi Model Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani), dan menjadi binaan Polbangtan Bogor. PUSTAKA telah melakukan koordinasi dan sosialisasi kegiatan inklusi sosial ke Cibungbulang, pada pertemuan rutin di minggu kedua setiap bulan. Pertemuan Dihadiri 40 penyuluh ASN dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS). BPP Cibungbulang meliputi wilayah kerja 4 kecamatan, yaitu Cibungbulang, Ciampea, Pamijahan dan Tenjo Laya. Di Cibungbulang, selain komoditas padi pengembanganjugadilakukan untuk hortikultura sayuran dan bawang merah, umbi umbian, umbi madu khas Bogor, kopi robusta dan kopi organik. Ubi madu merupakan komoditas unggulan Cibungbulang. BPP Cibungbulang beralamat di Jalan Achmad Tjoeng, Cibatok 2, Kec. Cibungbulang, Kabupaten Bogor. BPP Cibungbulang memiliki luas wilayah 16.385 Ha, meliputi wilayah Kecamatan Cibungbulang 1.745 Ha, Kecamatan Pamijahan 3.584 Ha, Kecamatan Ciampea 1.685 Ha dan Kecamatan Tenjolaya 2.636 Ha, dengan jumlah kelompok tani 427 kelompok (Januari 2019), yang terdiri dari 253 Kelompok Tani, 33 Kelompok wanita Tani, 54 kelompok Tani Ternak, 54 kelompok Pembudidaya Ikan, dan 31 kelompok Tani Kehutanan. Jumlah petani yang sudah menjadi anggota kelompok tani 6.235 orang, tersebar di 4 kecamatan. Dengan komoditas unggulan yaitu ubi jalar varietas madu hampir 20 hektar dikelola petani. Telah dilakukan kemitraan dengan PT. MJF sebagai pihak eksportir, ubi madu cibungbulang telah diekspor ke singapura dengan 1 kali ekspor sebanyak 8 ton. Kendala kurangnya bibit unggul umbi F1 dan hama penyakit serta rendahnya pengetahuan dan kemampuan manajerial petani, menjadi konsen bagi PUSTAKA untuk melakukan literasi pertanian kepada masyarakat, oleh karena itu perlunya sinergi dengan Posluhdes sebagai lembaga penyuluhan di tingkat Desa dalam penyebarluasan informasi di BPP Cibungbulang. Dengan mengusung konsep “Library Comes to You” yaitu perpustakaan hadir di tengah masyarakat, aktif menjemput bola membagikan pengetahuan dan “Text To Context” mengaplikasikan teori dan pengetahuan dari informasi menjadi kerja nyata. Diharapkan melalui program inklusi sosial dapat mendorong petani Indonesia bertransformasi dari petani tradisional menjadi petani modern, serta mendukung terwujudnya program utama Kementerian Pertanian yaitu Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern yang menyejahterakan petani. Bimtek Pembuatan Video Bimtek pembuatan video menggunakan smartphone dengan aplikasi berbasis android untuk para penyuluh bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan penyuluh dalam melakukan penyuluhan kepada petani dengan media video yang lebih menarik dan atraktif, sehingga lebih efektif dalampelaksanaantugas di lapangan. Selain itu videojuga menjadi media promosi penyuluh untuk mendiseminasikan pengetahuan dan keterampilan terkait pertanian kepada masyarakat secara lebih luas. Penataan Perpustakaan di BPPCibungbulang Penataan ruang perpustakaan di BPP menjadi prioritas setelah dilakukan sosialisasi PKBIS, diharapkan dengan ruang perpustakaan yang tertata rapi menjadi daya tarik bagi penyuluh untuk meningkatkan literasi pertaniannya berbasis buku dan majalah publikasi PUSTAKA Kementan, dan koleksi perpustakaan lainnya. Selain penataan ruang, SDM mengelolaperpustakaan menjadi bagian pentingdalammengelola perpustakaan, penunjukkansalah seorang penyuluh sebagai pengelola perpustakaan dan bimtek pengelolaan perpustakaan untuk memberikan kemampuan untuk mengelola perpustakaan dalam hal registrasi, pengolahan, dan pelayanan kepada para penggunanya. Koordinasi & Sosialisasi PKBISdi Desa Sosialisasi PKBIS di Desa penting dilakukan untuk menginformasikan dan mensinergikan kegiatan. Kegiatan di Desa Benteng yang dapat mendukung kegiatan perpustakaan khusus berbasis inklusi sosial adalah adanya peraturan presiden tentang alokasi atau penggunaan anggaran dana desa untuk program ketahanan pangan. Pada Tahun 2022, Desa Benteng telah mengalokasikan anggaran untuk beberapa usahataninya. Sosialisasi dihadiri oleh Kepala Desa dan perangkat desa, Ketua Gapoktan, Penyuluh Pertanian Lapangan(PPL) BPP Cibungbulang, Direktur BUMDes, Ketua dan pengurus Pos Penyuluhan Desa(Posluhdes), dan perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT). Masyarakat Desa Benteng mayoritas penduduknya adalah petani dan sudah terbentuk sepuluh kelompok tani (poktan) dengan potensi hasil pertanian berupa tanaman pangan yang meliputi ubi kayu, ubi jalar, pengolahan minuman kemasan dari kedelai, dan jambu kristal. Permasalahan yang dihadapi para petani di wilayah Benteng yang merupakan wilayah binaan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Cibungbulang yaitu budidaya, hama penyakit, pasca panen dan pemasaran. Kegiatan Gapoktan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) merupakan kelembagaan pertanian yang dibuat dengan tujuan untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan pertanian dari sektor permodalan hingga pengolahan hasil pertanian. Gapoktan mempunyai arti lebih luas yaitu gabungan dari seluruh kelompok tani yang ada dilingkungan kelurahan. Diskusi dengan Gapoktan Desa Benteng yang berjumlah 11 kelompok, teridentifikasi permasalahan administrasi, manajemen, permodalan dan pemasaran hasil, menjadi kendala saat tawaran-tawaran kerja sama bidang pertanian dari berbagai pihak. Oleh karena itu perlunya ditingkatkan komunikasi dan silaturahmi petani dengan sesama anggota kelompok, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Dalam rangka PKBIS, telah disampaikan informasi dan dikoordinasikan waktu rencana kegiatan yang akan dilakukan PUSTAKA mendukung posluhdes Desa Benteng, seperti bimtek pengadaan bibit ubi madu, sorting dan grading hasil panen dan pemasarannya, budidaya ubi madu dan pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT). Penataan Perpustakaan Posluhdes Benteng Maju Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan para pengguna posluhdes Benteng, baik petani, pengusaha UMKM atau pengguna lainnya penataan ruangan perpustakaan desa menjadi penting dilakukan untuk memberikan kenyamanan masyarakat desa beraktivitas. Beberapa kegiatan di perpustakaan antara lain; pembuatan buku registrasi dan buku peminjaman, pengolahan koleksi dan penempatannya di rak koleksi, pembuatan registrasi buku tamu. Pengolahan Yang dilakukan adalah pengelompokkan subjek koleksi sesuai kelasnya, pemberian label buku, dan pembuatan kantong dan kartu buku. Penunjukkan petugas perpustakaan dan pembuatan jadwal piket bertugas di perpustakaan. Gambar 3. Penataan Perpustakaan Desa Benteng Gambar 4. Aktivitas di Perpustakaan Desa Bimtek budidaya Ubi dan Grading Ubi Madu Bimbingan teknis budidaya ubi menjadi hal yang penting dan dibutuhkan oleh petani di Desa Benteng yang mayoritas petani ubi, dan bimtek sortasi atau pengelompokan ubi madu sesuai dengan grade pasar ekspor dilakukan, hal ini terkait masih minimnyapengetahuan petani terkait kriteria ubi madu yang bisa diekspor. Materi diberikan oleh narasumber dari CV Teman Tani Persada Yang sudah berorientasi ekspor dalam bentuk teori dan dilanjutkan dengan praktek di lapangan, petani sangat antusias mengikuti bimtek tersebut. Gambar 5. Bimtek budidaya ubi Studi Banding Perpustakaan Sebagai bentuk keseriusan dan semangat mengembangkan PKBIS di Posluhdes Benteng Maju Desa Benteng Kecamatan Cibungbulang, tim Posluhdes dan aparat desa berkunjung ke PUSTAKA, Museum Tanah dan Pertanian serta Gedung P3D. Peserta kunjungan berjumlah 15 orang berasal dari aparat Desa Benteng, perwakilan dari Gapoktan, perwakilan dari pengurus Posluhdes dan perwakilan dari KWT dan UMKM yang ada di Desa Benteng. Diharapkan dari hasil studi banding dapat menambah wawasan terkait perpustakaan, koleksi dan layanan perpustakaan. Selain itu juga melihat tata ruang perpustakaan mereka juga dapat belajar lebih banyak bagaimana menelusur sumber-sumber informasi pertanian dan pengelolaan perpustakaan. Workshop PKBIS di PUSTAKA Workshop PKBIS telah dilaksanakan di museum Tanah dan Pertanian yang dilaksanakan pada tgl 14-15 Juli 2022 diikuti oleh para PPL dan pengelola Posluhdes, pengelola perpustakaan desa dari 3 wilayah PKBIS binaan Pustaka. Narasumber yang menyampaikan materi berasal dari PUSTAKA, Biro Perencanaan Kementan dan Perpusnas RI. Lomba Story Telling Pertanian Salah satu kegiatan PKBIS untuk meningkatkan literasi informasi pertanian kepada para pelajar di lingkungan Desa Benteng telah dilakukan lomba story telling. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI ke-77. Lomba story telling dengan tema pertanian dikoordinir oleh tim Posluhdes. Kegiatan Lomba story telling berbasis bukukomik pertanian publikasi PUSTAKA Kementerian Pertanian, koleksi Perpustakaan Desa Benteng. Kegiatan ini menjadi media mengenalkan pertanian kepada anak-anak sebagai bentuk edukasi mendekatkan pertanian sejak usia dini dengan harapan akan menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap pertanian. Lomba story telling diikuti oleh 20 peserta hal ini diluar ekspektasi panitia dimana animo anak anak sangat bagus untuk mengikuti lomba. Pada awalnya panitia menargetkan peserta 10 orang karena baru pertama kali diadakan Lomba story telling selain ditujukan untuk menumbuhkan kepedulian anak-anak pada pertanian, juga sebagai media promosi program PKBIS dan promosi perpustakaan desa Benteng kepada masyarakat. Gambar 6. Lomba story telling pertanian di desa Pelatihan Penanggulangan Hama Dalam rangka meningkatkan kemampuan para petani di Desa Benteng, terutama petani ubi manis untuk menanggulangi hama penyakit diperlukan kegiatan pelatihan penanggulangan hama lanas. Hama lanas (Cylas formicarius F) merupakan hama utama pada ubi jalar yang menyerang baik ketika masih dalam proses budidaya maupun pada saat proses penyimpanan. Dalam waktu dekat akan segera dikoordinasikan antara peneliti hama lanas, penyuluh dan kelompok tani untuk melaksanakan pelatihan hama ini.

Conclusion

PKBIS di BPP Cibungbulang terlaksana dengan baik hal ini dengan telah terlaksananya beberapa kegiatan berikut; (1) terlaksananya pengembangan Perpustakaan BPP Cibungbulang dan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) Desa Benteng, (2) meningkatnya keterampilan dan kompetensi penyuluh BPP Cibungbulang dalam hal pembuatan video dan pengelolaan perpustakaan, (3) diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan petani dalam hal budidaya Ubi, pengendalian hama dan Grading ubi madu dapat meningkatkan nilai tambah usahatani petani Desa Benteng. Respon positif dari berbagai lapisan masyarakat, hal ini ditunjukkan dengan pertemuan penyuluh dan petani dibarengi dengan kegiatan literasi pertanian berbasis koleksi perpustakaan, ruang Posluhdes&ruang perpustakaan yang representatif dengan berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan pengetahuan petani, seperti storytelling, perpustakaan menjadi ruang berdiskusi penyuluh dan petani. Namun pengembangankegiatan Posluhdes masih memerlukanpembinaan lanjutan untuk lebihmengembangkan ragam kegiatan yangberhubungan dengan pertanian, mulai dari produksi sampai dengan pengolahan pascapanen dan pemanfaatan limbah pertanian.