Pengaruh E-Resources Dan Literasi Informasi Terhadap Kompetensi Lulusan Magister (S2) Universitas Islam Indonesi
Universitas Islam Indonesia
Abstrak
Dalam rangka mengembangkan dan mengelola ilmu pengetahuan dan teknologi serta riset, kompetensi lulusan Magister (S2) dapat ditingkatkan melalui ketersediaan koleksi e-resources di perpustakaan dan kemampuan literasi informasi mahasiswa. Masalah pengaruh koleksi e-resources dan literasi informasi terhadap kompetensi lulusan Magister (S2) perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: 1) Tinggi nilai e-resources, literasi informasi dan kompetensi lulusan Magister (S2). 2) Hubungan antara e-resources dan literasi informasi dan 3) Nilai signifikan dan besarnya pengaruh e-resources dan literasi informasi terhadap kompetensi lulusan Magister (S2) secara parsial maupun simultan. Penelitian kuantitatif ini terdiri dari 2 variabel bebas (independent) yaitu, e-resources dan literasi informasi dengan variabel terikat (dependent) kompetensi lulusan Magister (S2) dengan jumlah sampel yang diambil secara sampling probability. Data dianalisis dengan regresi linier berganda, metode uji F, uji t dan uji determinan (R2). Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa keterse-diaan sumber daya elektronik (e-resources) mempunyai hubungan signifikan dengan kemampuan literasi informasi. Hubungan tersebut secara sendirian (parsial) berpen-garuh signifikan dalam memberikan sumbangan relatif terhadap kompetensi lulusan Magister (S2). Begitu juga secara bersamaan (simultan) mempunyai pengaruh signifikan dalam memberikan sumbangan efektif dalam terhadap kompetensi lulusan Magister (S2) sebesar 13.1%
Abstract
In order to develop and manage science and technology as well as research, the competence of Masters graduates (S2) can be increased through the availability of e-resources collec-tions in the library and students’ information literacy skills. The problem of the influence of collection of e-resources and information literacy on the competence of Master graduates (S2) needs to be done with the aim of knowing: 1) The high value of e-resources, information literacy and competence of Master graduates (S2). 2) The relationship between e-resources and information literacy and 3) The significant value and influence of e-resources and infor-mation literacy on the competence of Master graduates (S2) partially or simultaneously. This quantitative research consists of 2 independent variables, namely e-resources and infor-mation literacy with the dependent variable competence of Masters graduates (S2) with the number of samples taken by probability sampling. Data were analyzed with multiple linear regression, F test method, t test and determinant test (R2). The results of the study can be concluded that the availability of electronic resources (e-resources) has a significant relationship with information literacy skills. This relationship alone (partially) has a signif-icant effect on making a relative contribution to the competence of Master graduates (S2). Likewise simultaneously (simultaneously) has a significant influence in making an effective contribution to the competence of Masters graduates (S2) by 13.1%
Keywords:
E-resources
· information literacy and competence of Masters graduates
Introduction
Di era 4.0 kompetensi menjadi salah satu syarat dalam memasuki dunia kerja. Kompetensi yang dapat digunakan sebagai gambaran atau cerminan seorang dalam bekerja yang telah terukur kemampuanya secara terstruktur dengan melalui suatu penilaian dari berbagai aspek bidang kerjanya (Ristekdikti 2015). Pengukuran kompetensi dapat dilakukan dengan melalui jenjang kualifikasi yang sesuai dengan pendidikan yang ditempuhnya, sehingga setelah dinyatakan lulus masa studinya secara umum ditandai kepemilikan sertifikat ijazah. Kompetensi lulusan Magister (S2) dibuktikan dengan kepemilikan ijazah yang diperoleh melalui sistem pembelajaran sistematis seperti sudah diatur pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi pasal 9 ayat (2) yaitu, lulusan Magister (S2) harus menguasaiteori dan aplikasi bidang tertentu (Indonesia 2020). Kompetensi tersebut sesuai dengan KKNI jenjang 8 yang berbunyi lulusan Magister harus dapat mengembangkan, memecahkan masalah penge-tahuan, teknologi dan mengelola riset (Indonesia 2012). Kompetensi dapat diperoleh melalui keter-ampilan berkomunikasi, tahapan pemberdayaan di masyarakat, kemampuan mengajar dan sikap kepemimpinan (Sunaryanto 2020).Kompetensi lulusan dipengaruhi oleh penguasaan pengetahuan mahasiswa yang diperoleh selama menempuh pembelajaran (Saputra and Nurwidyaningrum 2022). Secara globalkompetensi mahasiswa pascasarjana dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan komunikasi (Liu, Yin, and Wu 2020). Selain itu kompetensi juga dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki mahasiswa (Yap and Tan 2022). Artinya kompe-tensi lulusan perguruan tinggi sangat ditentukan oleh penguasaan pengetahuan mahasiswa yang diperoleh selama menempuh proses pembelajaran. Semakin banyak pengetahuan dan keterampilanyang dikuasai menunjukkan kualitas lulusan mahasiswa yang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.Kualitas lulusan perguruan tinggi dapat diting-katkan melalui ketersediaan e-resources (Leon, Neştian, and Nica 2015). Ketersediaan e-resourcesdapat dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa (Lalrokhawma 2018). Pencarian sumber informasi elektronik (e-resources) diperlukan kemampuan literasi informasi yaitu cara mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Literasi informasi tersebut sangat bermanfaat dalam meningkat prestasi belajar mahasiswa (Widyanto 2017). Begitu juga literasi informasi berhubungan signifikan dengan kemampuan mahasiswa yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah (Dunn et al. 2017). Dengan demikian kemampuan literasi informasi mahasiswa dalam menemukan sumber informasi (e-resources) sangat berpengaruh terhadap kompe-tensi lulusan (Hosain, Mustafi, and Parvin 2021)technical skills (TS. Masalah hubungan di atas perlu diuji melalui penelitian dengan rumusan masalah (1) Apakah hubungan e-resources dan literasi informasi signifikan?; (2) Apakah pengaruh koleksi e-resources, literasi informasi secara sendirian maupun bersamaan berpengaruh signifikan terhadap kompetensi lulusan magister (S2)? dan Berapa besar pengaruh e-resources, literasi informasi terhadap kompetensi lulusan Magister (S2) secara parsialmaupunsimultan?. Selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberikan masukan kepada pimpinan dalam perumusan konseptual peningkatan kometensi lulusan magister melalui e-resources dan literasi informasi.
Method
Metode penelitian kuantitatif ini menggu-nakan sampel 100 responden dari 134 populasi yang diambil secara sampling probability dengan menggunakan alat ukur penjabaran variabel E-resources, literasi informasi kompetensi lulusan Magister (S2). Data hasil pengukuran diolah dengan bantuan SPSS dengan melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik (Uji Outlier, Uji Normalitas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Multi-kolinearitas, Uji Autokorelasi). Teknik analisa data yang digunakan regresi linier berganda Y= + β1 X1 + β2 X2 + β0 dengan melalui uji hipotesis F (berfungsi untuk mengetahui nilai signifikan secara bersamaan (simultan) dan uji hipotesis t (berguna untuk mengetahui nilai signifikan secara sendirian (parsial)). Inteprestasi data dalam pengambilan nilai signifikan probabilitas sebagai kesimpulan dilakukan dengan ketentuan, apabila nilai hitung signifikan uji F atau t lebih kecil dari pada 0.05 atau (0.05 Sig) dinyatakan signifikan. Begitu sebaliknya apabila nilai signifikan F atau t hitung lebih besar dari pada 0.05 atau (0.05 Sig) maka dinyatakan tidak signifikan. Untuk mengetahui besarnya korelasi pengaruh pengaruh e-resources dan literasi informasi terhadap kompetensi lulusan Magister (S2) dengan menggunakan uji determinan (R2).
Result & Discussion
Terdapat dua faktor yang secara sendirian (parsial) maupun bersamaan (simultan) berpen-garuh dalam meningkatkan Kompetensi lulusan Program Magister (S2) yaitu, ketersedian koleksi e-resources dan literasi informasi mahasiswa. Dua faktor tersebut setelah dilakukan pengukuran dan data dinyatakan reliabilitas serta valid maka berdasarkan hasil uji asumsi klasik yang meliputi uji (normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, autokorelasi) diperoleh hasil penelitian yang disajikan dalam statistik deskriptif, persamaan regresi linier berganda, besarnya sumbangan relatif dan nilai signifikan melalui Uji t, besarnya sumbangan efektif serta nilai signifikan melalui uji F dan uji determinasi (R2 ). Statistik DeskriptifHasil penelitian ini menyajikan data empirisdari 1) ketersediaan e-resources dan literasi informasi yang berfungsi sebagai variabel bebas (independent) dan 2) Lulusan Magister (S2) sebagai variabel terikat (dependent). Data tersebut disajikan dalam bentuk nilai yang berkaitan dengan rerata (mean), standar deviasi, total responden, maksimum dan minimum seperti tersaji pada tabel 1 Statistik Deskriptif Tabel 1 Statistik DeskriptiffVariabelMeanStd. DeviationMinMaxNLulusan Magister60.65004.787145370100E-resources47.37006.248483160100Literasi Informasi1.085228.3888896130100Sumber : Data Primer Hasil Olahan SPSS, Tahun 2023Hasil pengumpulan data di lapangan yang diukur dengan menggunakan skala nilai dan keterangan skor 1 (sangat tidak setuju), 2 (tidak setuju), 3 (netral) 4 (setuju) dan 5 (sangat setuju) dari setiap variabel yang melibatkan 100 responden dapat diperoleh hasil sebagaimana tersaji tampak pada tabel 1 statistik deskriptif dengan rincian sebagai berikut: 1) Variabel Lulusan Magister (S2) nilai rata-rata (mean) 60.6500, standar deviasi (std. deviation) 4.78714, nilai tertinggi (maximum) 70 menunjukkan sangat baik, terendah (minimum) 53 yang menunjukkan sangat jelek yang dipengaruhi oleh faktor kinerja pustakawan serta tempat dan kecepatan akses informasi; 2) Variabel e-resourcesnilai rata-rata (mean) 47.3700, standar deviasi (std. deviation) 6.24848, nilai tertinggi (maximum) 60 menunjukkan aktivitas kegiatan sangat baik, terendah (minimum) 31 dalam keadaan sangat kurang baik. Hal ini dipengaruhi oleh faktor kegiatan pustakawan dalam melakukan layanan, melakukan layanan teknis dan layanan pengguna; manajemen pengelolaan, pengembangan sistem kepus-takawanan; 3) Variabel literasi informasi dengan nilai rata-rata (mean) 1.08522, standar deviasi (std. deviation) 8.38888, nilai tertinggi (maximum) 130 menunjukkan kompetensi pustakawan sangat baik, terendah (minimum) 96 dalam keadaan sangat jelek. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kompetensi pustakawan dalam melakukan layanan terhadap pengguna, manajemen pengelolaan dan pengembangan sistem kepustakawanan. Regresi linier bergandaBesar dan kecilnya kompetensi lulusan Magister S2) yang diperoleh selama menempuh proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber informasi elektronik (e-resources) di perpustakaan dan kemampuan literasi informasi mahasiswa dalam menemukan sumber informasi yang dibutuhkan, sehingga kedua faktor tersebut mempunyai peran sangat penting dalam meningkatkan kompetensi lulusan Magister (S2). Tabel 2 CoefficientsModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.BStd. ErrorBeta(Constant)37.9626.1486.175.000E-resources.151.076.1971.989.040Literasi Informasi.143.057.2512.535.013Dependent Variable: Lulusan MagisterSumber : Data Primer Hasil Olahan SPSS, Tahun 2022Berdasarkan hasil uji analisis of varians sebagaimana tersaji dalam tabel 2 coefficientsuji signifikan t, menunjukkan bahwa hubungan antara ketiga variabel tersebut dapat digam-barkan melalui persamaan linier regresi berganda Y= 0.151X1+0.143X2+37.962 dengan keterangan sebagai berikut:X1: E-ResourcesX2: Literasi InformasiY : Kompetensi Lulusan Magister (S2)Persamaan linier regresi berganda Y= 0.151X1+0.143X2+37.962 yang terbentuk dari tiga variabel tersebut mempunyai makna antara lain:a. Konstanta 37.962 Hasil nilai wujud dari kompetensi lulusan Magister (S2) selalu tetapiapabila ketersediaan koleksi E-Resources dan kemampuan literasi mahasiswa Magis (S2) tetap karena tidak mengalami kenaikan atau penurunan sama dengan nol nilainya. b. Koefisien 0.151 sebagai nilai ketersediaan e-resources yang dapat dimaknai sebagai pemberi sumbangan positif terhadap kompe-tensi lulusan Magister (S2), sehingga apabila ketersediaan e-resources mengalami kenaikan satu dapat memberikan kompetensi lulusan Magister (S2) 0.151 dengan ketentuan bahwa kemampuan literasi mahasiswa lulusan Magister (S2) tetap konstan c. Koefisien 0.143 dapat dimaknai bahwa kemampuan literasi informasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi lulusan Magister (S2), maka setiap terjadi perubahan literasi informasi satu kali maka kompetensi lulusan Magister (S2) akan terjadi kenaikan bertambah sebesar 0.143 dengan ketentuan nilai e-resources tetap dan tidak mengalami kenaikan sama dengan nol. Hubungan Antara E-Resources dan Literasi Informasi Ketersediaan koleksi elektronik (e-resources) harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna perpustakaan. Ketersediaan e-resourcesdapat diakses dan ditemukan dengan mudah dari semua tempat, sehingga sangat efektif dan efisien yang dapat digunakan sebagai meningkatkan kompetensi dalam proses pembelajaran. Keterse-diaan e-resources dapat ditemukan dengan mudah, apabila pengguna perpustakaan mempunyai kemampuan literasi informasi dalam menemukan sumber informasi yang dibutuhkan dengan baik. Karena literasi informasi harus dimiliki setiap mahasiswa dalam mencari dan menemu sumber informasi yang harus dianalisis dan dilakukan evaluasi sehingga informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan etikanya (Pilerot 2018). Kemampuan literasi informasi mahasiswa sangat dibutuhkan dalam melakukan pencarian sumber informasi elektronik. Kemampuan literasi informasi yang baik, mahasiswa dapat melakukan penelusuran dan menemukan sumber informasi sesuai dengan kebutuhan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Terdapat hubungan yang saling berkorelasi antara kemampuan literasi informasi mahasiswa dengan ketersediaan koleksi elektrnik yang disediakan oleh perpustakaan. Hubungan tersebut seperti ditun-jukkan pada tabel 3 correlations yang menunjukkan probabilitas nilai signifikan Sig. (2-tailed) antara e-resources dan literasi informasi 0,000 lebih kecil dari pada 0.05 (0,000<0,05) serta perolehan nilai r hitung sebes r hitung 0.352 lebih besar daripada R tabel 0.195 (r hitung= 0.352>r tabel=0.195) maka dinyatakan hubungan antara kedua variabel tersebut signifikan. Hasil ini dapat dimaknai bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara e-resources dan literasi informasi. Karena setiap mahasiswa yang mempunyai kemampuan lirasi informasi dengan baik, dipastikan dapat melakukan penelusuran sumber informasi elektronik yang dibutuhkan secara mudah. Tabel 3 CorrelationsKeteranganE-ResourcesLiterasi InformasiPearson Correlation1,352**Sig. (2-tailed),000N100100Temuan di atas sejalan dengan penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara penggunaan sumber daya elektronik (e-resources) dan keter-ampilan literasi informasi (Adeniran and Onuoha 2018). Selanjutnya peneliti lain juga menyatakan bahwa mahasiswa Pascasarjana sudah memiliki kesadaran dalam memanfaatkan sumber informasi elektronik (Akpojotor, 2016).Sumbangan Relatif E-Resources Terhadap Kompetensi Lulusan Magister (S2). Lulusan program studi Magister (S2) diharapkan dapat melakukan inovasi yang dapat mengembangakan ilmu pengetahuan dan menyelesaikan berbagai masalah sesuai dengan kompetensi bidang ilmu yang dimilikinya. Kompe-tensi lulusan Magister (S2) dapat diperoleh melalui sistem pembelajaran secara terstruktur dengan didukung oleh berbagai referensi sesuai (relvan) sebagai literatur. Salah satu media referensi yang mudah diakses dari semua tempat pada setiap saat sehingga sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi lulusan Magister (S2) yaitu e-resources(e-journal, e-books, prosiding). Ketersediaan e-resources di perpustakaan mempunyai peran penting dalam meningkatkan kompetensi lulusan Magister (S2), sehingga secara sendirian (parsial) dapat digunakan sebagai sumbangan relatif yaitu besarnya pengaruh e-resources terhadap kompe-tensi lulusan Magister (S2) secara sendirian tidak memperhatikan kontribusi variabel yang lainya sama dengan nol. Sumbangan relatif e-resourcesdengan nilai koefisien sebesar 0.151 seperti terlihat pada tabel 2 coefficients uji signifikan t. Artinya kontribusi ketersediaan e-resources dalam mening-katkan kompetensi lulusan Magister (S2) sebesar 0,151. Sumbangan relatif tersebut masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan faktor lain diluar penelitian, Namun demikian sumbangan relatif tersebut sangat berarti dalam meningkatkan kompetensi lulusan Magister (S2). Sumber sumber informasi elektronik (e-resources) di perpustakaan dapat diakses secara mudah sehingga sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemberdayaan mahasiswa pascasarjana atau kompetensi lulusan Magister (S2) (Akpojotor 2016). Pemanfaatan e-resources mempunyai pengaruh signifikan terhadap kompetensi lulusan Magister (S2). Artinya setiap terjadi kenaikan nilai e-resources yang berkualitas maka kompetensi lulusan Magister (S2) semakin baik. Hal tersebut ditunjukkan hasil nilai signifikan uji t seperti tampak pada tabel 2 Coefficients. Besarnya nilai hitung uji t 1.989 dengan nilai signifikan probabilitas p-value-0.040 yang lebih kecil dari 0.05 (p-value 0.05) artinya hasil uji hipotesis diterima, sehingga dapat dimaknai bahwa e-resources berpengaruh signifikan dalam memberikan sumbangan relatif secara sendirian (parsial) terhadap kompetensi lulusan Magister. Semakin baik ketersediaan e-resources sebagai sumber informasi elektronik yang disediakan oleh perpustakaan, maka kompetensi lulusan Magister (S2) menjadi lebih tinggi. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebel-umnya yang menyatakan bahwa sumber informasi elektronik mempunyai pengaruh kuat dan positif dalam mendukung keberhasilan proses belajar dan mengajar antara dosen dan mahasiswa yang ditunjukan dengan nilai korelasi (r = 0,623) dan probabilitas signifikan (p-value < 0,010 (Sivathaasan and T.Velnampy 2013). Hal tersebut terjadi karena pemanfaatan e-resources sudah menjadi kebiasan mahasiswa pascasarjana dalam melakukan pencarian sumber informasi elektronik (Akpojotor 2016). Selain itu koleksi elektronik (e-resources) dapat ditemukan dengan mudah sehingga sangat bermanfaat untuk mahasiswa pascasarjana dalam meningkatkan pembelajaran, penelitian dan berkolaborasi dengan sarjana lain di seluruh dunia untuk kemajuan intelektual (Abegunde, Awujoola, and Bamidele 2023).Sumbangan relatif Literasi Informasi terhadap kompetensi lulusan Magister (S2).Kompetensi lulusan Magister (S2) yang diperoleh selama menempuh sistem pembela-jaran di perguruan tinggi, juga dipengaruhi oleh kemampuan literasi informasi mahasiswa dalam menemukan sumber informasi yang digunakan sebagai referensi belajar. sehingga dapat digunakan sebagai sumbangan relatif yaitu, besarnya pengaruh secara sendirian (parsial) kemampuan literasi informasi mahasiswa dalam menemukan informasi elektronik secara online yang berguna untuk meningkatkan kompetensi lulusan Magister (S2). Besarnyapengaruh signifikan kemampuan literasi informasi mahasiswa yang dapat digunakan sebagai sumbangan relatif terhadap kompetensi lulusan Magister (S2) seperti tampak pada tabel 2 coeffi-cients dengan perolehan nilai probabilitas signifikan literasi informasi sebesar 0.013 lebih kecil dari pada 0.05 atau (0.000<0.05) pada nilai t hitung 2.535 dengan nilai koefisien sebesar dengan koefisien 0.143. Angka tersebut dapat dimaknai bahwa hipotesis diterima, sehingga dapat dinyatakan kemampuan literasi mahasiswa dalam menemukan sumber informasi secara sendirian (parsial) berpen-garuh signifikan dalam memberikan sumbangan relatif terhadap kompetensi lulusan Magister (S2). Artinya tinggi dan rendahnya kompetensi yang dimiliki lulusan Magister (2) dapat ditentukan sejauh mana kemampuan literasi informasi dalam menemukan sumber informasi secara online sesuai yang dibutuhkan. Semakin bagus kemamupuan literasi informasi yang dimiliki mahasiswa program Magister (S2), maka kompetensi lulusan yang dihasilkan semakin baik. Namun demikian apabila kemampuan literasi informasi rendah, maka kompetensi lulusan mahasiswa berkurang. Hasil ini sejalan dengan pernyataan penelitian sebelumnya bahwa literasi informasi sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemberdayaan dan kompetensi mahasiswa lulusan Magister (S2) (Akpojotor 2016).Kompetensi lulusan Magister (S2) sangat dibutuhkan di lingkungan kerja. Semakin tinggi dan berkualitas kompetensi yang diperoleh oleh lulusan Magister (S2), maka akan dapat diperoleh inovasi dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesi dan pengetahuannya. Begitu juga sebaliknya apabila kompetensinya lulusan magister rendah maka implementasi pengetahuan dan keterampilan lulusan Magister (S2) yang dimiliki menjadi berkurang. Selain itu secara sendirian (parsial) dipengaruhi kemampuan literasi informasi mahasiswa yang berfungsi sebagai sumbangan relatif terhadap kompetensi lulusan Magister (S2). Selain itu juga kompetensi seorang profe-sionalisme yang diperoleh selama dalam proses pembelajaran sangat ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan interpersonal di yang dikuasainya serta yang dimilikinya.Kompetensi lulusan tersebut diharapkan seperti tercantum pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Pasal 5 huruf g jenjang kualifikasi delapan (8) yang dinyatakan: 1) Dapat mengembangkan pengetahuan dan teknologi, 2) Memecahkan masalah pengetahuan dan teknologi dan 3) Mengelola dan mengem-bangkan riset yang berguna bagi masyarakat dan diakui secara Nasional (Indonesia 2012). Sumbangan efektif antara e-resources dan literasi informasi terhadap lulusan Magister (S2).Kompetensi lulusan Magister (S2) sangat diperlukan dalam melakukan inovasi penyelesaian masalah maupun pengembangan pengetahuan diberbagai bidang sesuai dengan profesinya masing-masing. Tinggi dan rendahnya kompetensi lulusan Magister (S2) yang diperoleh selama menempuh proses pendidikan di perguruan tinggi banyak ditentukan oleh banyak faktor diantaranya keterse-diaan sumber informasi elektronik (e-resources) dan kemampuan literasi informasi mahasiswa dalam menemukan sumber informasi yang dijadikan sebagai sumber referensi proses pembelajaran. Kedua faktor tersebut secara bersamaan (simultan) mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi lulusan Magister (S2) sehingga dapat dijadikan sumbangan efektif yaitu, besarnya pengaruh secara bersamaan (simultan) antara e-resources dengan dengan kemampuan literasi informasi dalam meningkatkan kompetensi lulusan Magister (S2). Berdasarkan hasil uji hipotesis seperti tampak padatabel 4 model summary, secara bersamaan (simultan) antara e-resources dan literasi informasi dapat memberikan sumbangan efektif sebesar 13,1% terhadap kompetensi lulusan Magister (S2) dan sisanya sebesar 87,9% diluar faktor variabel penelitian. Walaupun sumbangan efektif tersebut sangat kecil hanya sebesar sebesar 13,1% dibawah 50% dari keseluruhan faktor yang berpengaruh dalam rangkaian proses sistem pembelajaran di program Magister (S2). Namun demikian kedua faktor tersebut memegang peranan penting dalam sistem pembelajaran, karena sumber informasi elektronik (e-resources) dan kemampuan literasi informasi berpengaruh signifikan terhadap kompe-tensi lulusan Magister (S2). Hal ini seperti tampak pada tabel 5 Anova uji signifikan F ditemukan nilai probabilitas signifikan 0.001 lebih kecil dari pada 0.05 pada nilai F hitung sebesar 7.294, sehingga hipotesis diterima. Artinya secara secara bersamaan (simultan) ketersediaan sumber informasi elektronik (e-resources) dan kemampuan literasi informasi dalam menemukan informasi yang digunakan sebagai sumber referensi pembelajaran berpen-garuh signifikan terhadap kompetensi lulusan Magister (S2).Hasil tersebut sesuai dengan penelitian sebel-umnya yang menyatakan bahwa kemampuan literasi informasi berdampak positif dalam menemukan sumber informasi yang dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam meningkatkan pengetahuan dan skill mahasiswa (Afful-Arthur and Filson 2015). Tabel 4 Model SummaryRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimatedf1df2Sig. F ChangeDurbin-Watson1.362a.131.1134.50905297.0011.573Sumber : Data Primer Hasil Olahan SPSS, Tahun 2022Begitu juga peneliti selanjutnya juga menge-mukakan bahwa ketersediaan sumber informasi elektronik (e-resources) dan kemampuan literasi informasi mahasiswa pascasarjana mempunyai peran penting dalam meningkatkan kompetensi lulusan mahasiswa (Adeniran and Onuoha 2018).Tabel 5 ANOVAModelSum of SquaresdfMean SquareFSig.Regression296.5913148.2957.294.001aResidual1972.1599620.332Total2268.750100Sumber : Data Primer Hasil Olahan SPSS, Tahun 2022Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa besar dan kecilnya ketersediaan e-resources di perpustakaan dan kemampuan literasi informasi mahasiswa secara bersamaan (simultan) berpen-garuh signifikan dalam memberikan sumbangan efektif terhadap kompetensi lulusan Magister (S2). Temuan ini sejalan dengan penelitian sebel-umnya yang mengemukakan koleksi elektronik (e-resources) dan literasi informasi secara bersamaan (simultan) mempunyai peran yang efektif dalam meningkatkan pemberdayaan dalam kompetensi mahasiswa lulusan Magister (Akpojotor, 2016).
Conclusion
Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa ketersediaan sumber daya elektronik (e-resources) mempunyai hubungan signifikan dengan kemampuan literasi informasi. Hubungan tersebut secara sendirian (parsial) berpengaruh signifikan dalam memberikan sumbangan relatif terhadap kompetensi lulusan Magister (S2). Begitu juga secara bersamaan (simultan) mempunyai pengaruh signifikan dalam memberikan sumbangan efektif dalam terhadap kompetensi lulusan Magister (S2) sebesar 13.1%