Kembali
16
1
2013 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 4 · 1 ISSN 2715-274X

FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN KETERSEDIAAN BUKU AJAR KOLEKSI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Universitas Islam Indonesia

Abstrak

Penelitian masalah ketersediaan buku ajar koleksi suatu perpustakaan harus diselesaikan melalui suatu rumusan terlebih dahulu, sehingga prosedur penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mencari berbagai faktor penentu buku ajar koleksi perpustaakaan perguruan tinggi, sehingga pengadaan dapat dilakukan secara efektif dan efi sien. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan hasil yang diperoleh, bahwa buku ajar koleksi perpustakaan perguruan tinggi sangat ditentukan oleh lembaga induk perpustakaan yang telah mengeluarkan kebijakan, dengan memberi reward, bagi pengajar yang menghasilkan karya sebagai tambahan koleksi perpustakaan. Sedangkan kebijakan perpustakaan yang dilakukan dalam melakukan pengembangan koleksi melalui berbagai prosedur yang berurutan antara lain melakukan verifi kasi anggaran yang digunakan untuk pengadaan (pembelian, hadiah, penggandaan), evaluasi, penyiangan (weeding), dan perawatan koleksi buku.
Keywords: buku ajar · koleksi perpustakaan perguruan tinggi

Introduction

Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian tesis yang berjudul Pengaruh Satuan Acara Perkuliahan Terhadap Ketersedian Koleksi Perpustakaan dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Mengingat dalam penelitian tersebut menggunakan dua metode kuantitatif dan kualitatif, maka dalam tulisan ini menggunakan metode kualitaif dengan me ngalami perubahan kalimat sedikit yang tidak mengubah subtansi dan isi. Maka judul tulisan ini menjadi Faktor-Faktor yang Menentukan Ketersediaan Buku Ajar Koleksi Perpustakaan.Pemaparan tulisan ini dimulai dari latar belakang alasan penelitian sampai penggamba ran berbagai masalah kejadian yang harus dirumuskan guna untuk memecahkan masalah yang dapat bermanfaat secara aplikatif maupun teoritis. Penggunaan acuan penelitian sebelumnya sebagai kajian pustaka dan landasan teori untuk menjelaskan posisi penelitian sangat diperlukan sehingga dapat menentukan metode yang digunakan dalam penelitian untuk mendapatkan hasil penentuan ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan dalam mengambil kesimpulan sebagai dasar untuk memberikan saran.Latar Belakang Masalah Kebutuhan pendidikan sangat diperlukan oleh semua masyarakat dari lapisan bawah sampai lapisan atas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Kecerdasan bangsa dapat terwujud dengan baik apabila penyelenggaraan sistem pendidikan nasional berfungsi dan bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sistem pendidikan dimulai dari pendidikan dasar sampai pada pendidikan perguruan tinggi. Adapun jenis pendidikan perguruan tinggi tersebut antara lain seperti: akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas. Universitas Islam Indonesia merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang mempunyai beberapa fakultas dan program studi. Setiap program studi mempunyai visi dan misi masing-masing guna untuk mendukung visi dan misi universitas.Dalam mencapai suatu tujuan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditentukan oleh universitas, maka setiap prodi mempunyai beberapa sasaran yang harus dicapai oleh masing-masing prodi. Sasaran tersebut dapat dicapai melalui aktivitas program kerja prodi Vol yang telah disusun sesuai dengan kurikulum yang berlaku setiap program studi. Agar setiap kurikulum pembelajaran dalam mata pelajaran dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan yang dapat menggerakkan atau memperinci setiap materi pelajaran atau pokok-pokok kegiatan yang terdapat pada silabus setiap mata kuliah masing-masing. Agar setiap materi yang terdapat disetiap silabus dapat disampaikan dengan baik, maka diperlukan penjabaran secara terperinci melalui Satuan Acara Perkuliahan (SAP) setiap mata kuliah. Setiap Satuan Acara Perkuliahan (SAP) selalu ditentukan susunan kegiatan belajar mengajar mulai dari diskripsi mata kuliah, tujuan, jumlah tatap muka pertemuan sampai pada referensi literatur sumber buku bidang tertentu sebagai bahan ajar bagi peserta didik dalam suatu pengajaran (Lasa, HS., 2009). Ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka atau mahasiswa yang berguna sebagai pendukung proses kelancaran belajar mengajar setiap mata kuliah antara mahasiswa dan dosen, maka pengembangan ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan harus menjadi prioritas utama. Banyaknya buku ajar yang tercantum dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP) menjadi penentu atau mempunyai konstribusi besar dalam ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan. Maka ketersediaan koleksi perpustakaan memerlukan pelaksanaan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dari setiap mata kuliah masing-masing

Method

Waktu yang digunakan dalam pengambilan data kualitatif dimulai 11 Februari sampai dengan 12 Maret 2011, melalui observasi langsung di lapangan serta wawancara secara mendalam kepada kepala divisi perpustakaan sebagai pengambil kebijakan dalam pengadaan koleksi perpustkaan. Sedangkan variabel yang digunakan yaitu, ketersediaan buku ajar melalui alat bantu seleksi Satuan Acara Perkuliahan (SAP) tahun ajaran 2009/2010 yang terdiri dari buku ajar wajib dan anjuran. Analisa data kualitatif dilakukan melalui reduksi data yang diperoleh setiap tahap demi tahap, sehingga yang dapat digunakan untuk memperoleh suatu kesimpu lan dalam mengetahui berbagai macam faktor ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan

Discussion

Koleksi perpustakaan merupakan sekumpulan dokumen hasil karya alihan se seorang dalam bentuk tercetak (text book) maupun non cetak (audio–visual) dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, dihimpun, diolah dan dilayankan yang berguna untuk pengembangan ilmu pengetahuan atau penyebaran informasi. Koleksi tersebut meliputi berbagai macam jenis subyek dan ragam koleksi seperti koleksi buku teks (text books), rujukan, bahan ajar, terbitan berseri, terbitan pemerintah, muatan lokal, koleksi referens dan koleksi lain.Bagian jenis dan ragam koleksi buku ajar perpustakaan yang berguna untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa pada suatu perguruan tinggi tersebut sangat penting adanya pengembangan koleksi (developing collection) yang berorientasi kepada kebutuhan pengguna (relevan), lengkap, mutakhir, efektif dan hasil kerja sama semua pihak yang berkepentingan seperti pustakawan, pimpinan, sivitas akademika dan pemustaka.Pengembangan koleksi perpustakaan merupakan langkah awal atau kegiatan pertama kali yang harus ditempuh, sehingga pengadaan koleksi perpustakaan merupakan salah satu bagian kegiatan dari pengembangan koleksi. Statemen tertulis dalam suatu dokumen yang berisi rincian rencana kegiatan dan segala informasi yang dapat digunakan oleh pustakawan sebagai dasar berfi kir dalam melakukan pengembangan koleksi perpustakaan. “collection development is a ‘written statement’ of that plan, providing details for guidance of the library staff”(Edward Evan;2005)merupakan perencanaan dari pengadaan koleksi perpustakaan. Pengembangan koleksi menurut Edward Evans tersebut adalah suatu proses untuk mengetahui letak tempat kelebihan dan kekurangan (strengthandweakness) koleksi perpustakaan, sehingga kekurangan tersebut dapat diperbaiki demi terciptanya koleksi yang kuat. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud pengembangan koleksi adalah suatu proses kegiatan yang terencana dari sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan koleksi perpustakaan. Proses kegiatan pengembangan koleksi tersebut meliputi: analisa pengguna perpustakaan, seleksi koleksi perpustakaan, kebijakan seleksi (akuisi), pemangkasan koleksi (pruning), berkongsi sumber daya (resource sharing), pengadaan, penyiangan (weeding) dan evaluasi (evaluation) dan perawatan koleksi perpustakaan. Pengembangan buku ajar koleksi perpustakaan fakultas menjadi tanggung jawab fakultas sebagai lembaga induk dan perpustakaan sebagai lembaga bawahan yang bertugas menyediakan, memelihara, mengorga nisasi, dan mendayagunakan teknologi informasi (Indonesia; 2009). Pengembangan buku ajar koleksi perpustakaan fakultas selalu dipengaruhi oleh berbagai hal kebijakan fakultas sebagai lembaga induk dan kebijakan perpustakaan sebagai lembaga penyedia sumber informasi buku ajar. Adapun berbagai hal kebijakan tersebut dapat dikelompokan menjadi dua bagian: a. Kebijakan FakultasDalam penyediaan buku ajar koleksi per-pustakaan yang berguna untuk mendukung proses kelancaran kegiatan belajar mengajar, kebijakan fakultas menyediakan dana anggaran secara rutin untuk pengem-bangan buku ajar koleksi perpustakaan. Motivasi yang diberikan bagi setiap dosen dalam menghasilkan karya tulis (intelek-tualnya) sebagai referensi bahan ajar dari kalangan intern, dan dapat digunakan untuk membantu ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan, pihak fakultas sebagai lembaga induk telah menentukan berbagai kebijakan yang berlaku bagi setiap dosen sebagai pengampu mata kuliah. Kebijakan yang diambil dari fakultas tersebut antara lain:1. Setiap dosen yang mempunyai atau menghasilkan karya cetak (dokumen) berbentuk buku maupun dalam bentuk lain yang diterbitkan fakultas seb bagai lembaga induk (intern) maupun yang diterbitkan dari luar lembaga induk (ekstern) diwajibkan menyerahkan satu eksemplar kepada lembaga induk.2. Bagi setiap dosen yang menyerahkan hasil karya cetak (dokumen) kepada fakultas, baik yang tidak diterbitkan maupun yang diterbitkan oleh lembaga induk (intern) maupun dokumen yang diterbitkan diluar lembaga (ekstern), mendapat reward sebagai pengganti foto kopi, de ngan tarif sebesar Rp 3.500,- setiap halaman. Dengan adanya kebijakan fakultas ini, maka dosen akan termotivasi untuk meng-hasilkan karya intelektual yang diterbitkan oleh lembaga induk (intern) maupun oleh lembaga diluar lembaga induk (ekstern), dan dokumen yang tidak diterbitkan(tesis, disertasi, laporan penelitian). Hasil karya setiap dosen dapat dijadikan sumber buku ajar dokumen yang diterbitkan maupun dokumen yang tidak diterbitkan yang banyak digunakan sebagai referensi buku ajar dalam mendukung kelancaran proses bejar mengajar. Ketersediaansumber buku ajar koleksi perpustakaan yang dihasilkan secara intern telah diusahakan oleh fakultas sebagai lembaga induk, sehingga per-pustakaan tidak melakukan pengadaan lagi. Adapun sumber buku ajar yang dihasilkan secara intern oleh fakultas sebagai lembaga induk yang bersangkutan dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu:1. Jenis dokumen diterbitkan ini merupakan hasil karya dosen dari kalangan dalam (intern) yang diterbitkan secara resmi oleh lembaga fakultas yang bersangku tan, seperti buku teks (text book), untuk kalangan umum dan beredar di pasar bebas, sehingga siapapun bisa memperoleh dan menggunakannya sebagai bahan koleksi perpustakaan.2. Dokumen tidak diterbitkan (dokumen nir diterbitkan) ini merupakan hasil karya dosen atau fakultas setempat (intern) yang tidak diterbitkan oleh lembaga yang bersangkutan, dan tidak untuk kalangan umum seperti (tesis, disertasi, laporan penelitian) dan tidak dijumpai di pasar bebas. Maka hanya fakultas atau perpustakaan fakultas bersangkutan yang dapat memperoleh hasil karya ini. b. Kebijakan Perpustakaan Perpustakaan fakultas merupakan salah satu perpustakaan yang terdapat pada fakultas, sebagai lembaga bawahan dari setiap fakultas yang bersangkutan. Segala macam bentuk kegiatan dan kebijakan per-pustakaan fakultas sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh fakultas sebagai lembaga induk. Fungsi utama perpustakaan fakultas adalah sebagai unit informasi yang menye-diakan berbagai macam buku ajar koleksi perpustakaan sebagai pendukung kelan-caran proses belajar mengajar pada fakultas yang bersangkutan. Ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan yang dikembangkan oleh perpustakaan fakultas harus sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Satuan Acara Perkulihaan (SAP). Kebijakan pengembangan koleksi (developing colletion policy) bertujuan untuk memenuhi ketersedian buku ajar koleksi perpustakaan yang dibutuhkan oleh mahasiswa (pemustaka) dan berguna untuk mendukung proses kelancaran belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa. Ada beberapa prosedur kebijakan yang dilakukan oleh perpustakaan fakultas dalam pengembangan ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan antara lain: 1. Verifi kasi (Pemeriksaan) Terhadap Buku Ajar Verifi kasi terhadap buku ajar yang dijadikan sebagai sumber belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa. Verifi ka-si dilakukan untuk mengetahui berbagai referensi buku ajar koleksi perpustakaan yang akan dikembangkan. Adapun yang perlu diverifi kasi terhadap buku ajar antara lain:a). Verifi kasi Buku Ajar dalam SAPVerifi kasi tersebut dilakukan terhadap buku ajar yang akan dijadikan koleksi per-pustakaan. Verifi kasi ini bertujuan untuk mengetahui judul (subyek), pengarang, tempat terbit, penerbit dan tahun terbit dari suatu buku ajar. Dengan melakukan verifi ka-si, sehingga diketahui asal dokumen sumber buku ajar tersebut, dihasilkan secara internatau ekstern buku asing atau Indonesia, dan juga untuk mengetahui jenis dokumen yang tidak diterbitkan atau yang diterbitkan dan beredar di pasaran. b). Verifi kasi Ketersediaan Buku Ajar Koleksi Perpustakaan.Verifi kasi tersebut dilakukan untuk mengetahui ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan yang sudah dimiliki dalam edisi lain, pernerbit lain, bahasa asing atau belum memiliki sama sekali. Maka buku ajar yang akan dibeli sesuai dengan sasaran dan kebutuhan. Dengan adanya verifi kasi tersebut, sehingga ketersediaan koleksi buku ajar koleksi perpustakaan selalu:1) Akurat : yang berarti cakupan isinya harus dapat memenuhi kebutuhan pengguna.2) Mutakhir: yang berarti bahwa koleksi yang ada harus mengikuti perkembangan penerbitan buku.3) Relevan: yang berarti koleksi harus se suai dengan program pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.2. Verifi kasi Dana Anggaran (Budgeting)Verifi kasi dilakukan terhadap ketersedi-aan anggaran yang berguna untuk menge-tahui jumlah anggaran yang masih tersedia untuk melakukan pembelian buku ajar. Apabila anggaran yang tersedia cukup untuk melakukan pembayaran kontan (cash), maka pembelian buku dilakukan secara langsung. Tetapi kalau anggaran telah habis, maka pembelian buku ajar menunggu periode berikutnya, sehingga pembelian dapat dilakukan secara pasti sesuai dengan dana anggaran yang telah tersedia.3. Pelacakan Sumber Koleksi Buku AjarDalam melakukan pelacakan terhadap sumber buku ajar koleksi perpustakaan yang dibutuhkan, perpustakaan menempuh berbagai cara sesuai sarana dan prasarana yang tersedia baik tercetak maupun melalui teknologi informasi. Adapun sarana dan prasarana yang digunakan untuk melakukan pelacakan sumber ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan tersebut antara lain:a) Katalog Penerbit, Brosur dan Lembar Promosi. Dengan menggunakan sarana ini, perpustakaan memperoleh informasi tentang asal terbitan buku dan cara memperolehnya serta alamat agen-agen penyalur buku yang tercantum dalam sarana tersebut sudah terbiasa dibawa oleh sales bersama pada saat melakukan penawaran buku hasil terbitannya dan diberikan kepada setiap perpustakaan, sehingga pihak perpustakaan dapat memperoleh dengan mudah. b) Pangkalan Data Terpasang (Online Database) dan Internet.Online database dan internet merupakan sarana yang digunakan untuk melakukan penelusuran sumber buku ajar yang berasal dari terbitan luar kota Yogya-karta. Dengan demikian dapat dihemat biaya, tenaga, dan waktu. c) Bibliografi Nasional.Bibliografi Nasional merupakan daftar buku yang dikeluarkan oleh Per-pustakaan Nasional, yang memuat semua hasil terbitan suatu negara atau bersifat nasional. Sarana BibliografiNasional ini digunakan dalam mencari udul, pengarang, kota terbit, penerbit dan tahun terbit, sumber buku ajar yang akan dibeli. Dengan cara ini per-pustakaan akan lebih mudah dalam mencari koleksi buku yang dibutuh-kan. Setiap penerbit harus menyerah-kan judul dan pengarang suatu buku yang akan diterbitkan ke Perpustakaan Nasional RI sebagai syarat untuk memperoleh International Serial Book Number (ISBN). Disamping menggu-nakan Bibliografi Nasional, pelacakan sumber informasi juga dapat dilakukan melalui bibliografi yang dimuat dalam buku tesis, indek sitiran, serta organ-isasi internasional semacam UNESCO, FAO, dan WHO sebab dalam bibliografitersebut sering dicantumkan dokumen yang diterbitkan dan yang tidak diter-bitkan. Pelacakan sumber informasi buku ajar diatas merupakan pelacakan yang dilakukan secara tidak langsung, sehingga apabila sumber buku ajar tidak terdapat pada sarana seperti bibliografidan katalog penerbit tercantum diatas, maka pelacakan sumber buku ajar dapat dilakukan melalui:d) Secara langsung menghubungi: 1) Penulis sebagai penghasil karya do-kumen bahan pustaka buku ajar ini. Cara ini dilakukan terhadap doku-men yang tidak diterbitkan.2) Badan pembuatnya atau penerbit dokumen yang berkaitan, sehingga langsung memperoleh informasi buku ajar yang akan dibeli.4. Pengadaan Buku Ajar Koleksi Per-pustakaan.Pengadaan koleksi buku ajar koleksi perpustakaan merupakan prosedur pengem-bangan buku ajar koleksi perpustakaan yang belum dimiliki atau masih kurang. Pengadaan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dan berguna sebagai pendukung kelancaran proses belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa.Adapun prosedur tersebut adalah sebagai berikut:a) Pembelian Koleksi Buku Ajar Pembelian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan terhadap buku ajar yang belum dimiliki. Pembelian dilakukan terhadap sumber buku ajar hasil terbitan ekstern lembaga induk dengan alasan, bahwa buku ajar hasil terbitan internlembaga induk sudah diadakan melalui kebijakan fakultas terhadap dosen yang telah menyerahkan dan menerima reward dari hasil karya cetaknya (buku). Pembelian buku ajar dilakukan secara tidak langsung penundaan maupun pembelian secara langsung ke toko buku terdekat maupun secara online, penerbit dan agen pemesanan buku yang sering kali melakukan penawaran buku di perpustakaan. Pembelian buku ajar dilakukan dengan melalui prosedur sebagai berikut: 1) Verifi kasi terhadap buku ajar yang tercantum dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan ketersediaan koleksi perpustakaan. 2) Verifi kasi terhadap anggaran pem-belian buku.3) Menentukan buku ajar akan dibeli (belum punya dan dana siap) den-gan prioritas tertentu, sedang tidak beli karena sudah punya dan ditunda karena menunggu dana.4) Membuat daftar prioritas dan pesan-an pembelian/ pemesanan ke toko, penerbit, agen (sales).5) Membuat daftar arsip pesanan dan pengiriman pesanan. Dengan adanya prosedur pembelian buku tersebut, maka pembelian buku ajar koleksi perpustakaan tersebut disesuaikan dengan diagram alur prosedur pembelian/ pemesanan bahan perpustakaan. b) Reproduksi/ fotokopiPengadaan koleksi buku ajar melalui reproduksi/ fotokopi dilakukan pada:1) Koleksi repositori (seperti tesis, dis-ertasi, hasil penelitian) hasil karya dosen setempat (intern) atau lembaga induk dengan ijin penulis. Hal ini dilakukan agar tidak melanggar hak cipta seseorang karena dokumen ti-dak diterbitkan dan tidak beredar di toko-toko buku.2) Buku terbitan lama yang sudah tidak diterbitkan lagi, tetapi masih digu-nakan oleh dosen sebagai buku ajar.c) Sumbangan.Untuk menambah judul koleksi buku ajar perpustakaan Fakultas Hukum Univer-sitas Islam Indonesia diperoleh melalui sumbangan dari:1) Mahasiswa yang telah lulus 2) Pemerhati (dosen, para tokoh, alum-ni, pengurus lembaga) perpustakaan5. EvaluasiEvaluasi dilakukan setiap ada perubahan kurikulum dengan alasan untuk mengembangkan ketersediaan koleksi buku ajar dan untuk menentukan pengajuan anggaran yang akan digunakan untuk pengadaan koleksi. Disamping mempunyai fungsi seperti di atas, evaluasi pengem-bangan koleksi buku ajar juga mempunyai tujuan antara lain:1. Menyesuaikan buku ajar koleksi perpustakaan dengan yang tercantum dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP) 2. Untuk mengetahui subyek/ judul koleksi buku ajar yang sering dipakai dan jarang (tidak) dipakai.3. Untuk mengetahui nilai uang dari koleksi yang ada.4. Untuk mendapatkan data yang berguna untuk penyiangan (weeding) dan pengembangan koleksi buku ajar berikutnya.Adapun prosedur evaluasi ketersediaan koleksi buku ajar sebagai berikut: 1. Verifi kasi buku ajar pada Satuan Acara Perkuliahan (SAP).2. Verifi kasi ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan.3. Membandingkan buku ajar yang terdapat pada Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dengan ketersediaan koleksi perpustakaan.6. Penyiangan (weeding)Prosedur ini dilakukan apabila terjadi perubahan ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan harus menyesuaikan dengan sumber buku ajar wajib yang terdapat Satuan Acara Perkuliahan (SAP). Adapun tujuan perpustakaan melakukan penyiangan (weeding) adalah sebagai berikut:1) Menyediakan tambahan tempat (shelf space) yang dapat digunakan untuk koleksi baru.2) Membuat ketersedian koleksi mutakhir, relevan, dan efektif sehingga diakses oleh pemustaka.3) Mempermudah pencarian koleksi yang dibutuhkan oleh pemustaka.4) Pengelolaan koleksi pepustakaan dapat dilakukan oleh staf secara efektif dan efi sien. 7. Perawatan.Ketersediaan buku ajar koleksi per-pustakaan perlu adanya perawatan, agar buku tersebut tidak cepat rusak. Adapun perawatan yang dilakukan terhadap buku-buku tersebut antara lain:1. Melakukan penyampulan dengan menggunakan sampul plastik dengan tujuan untuk melindungi buku dari gesekan antar buku di penjajaran.2. Penjilidan terhadap buku-buku yang sudah lepas atau terpisah halamannya sehingga buku dapat digunakan lagi oleh pemustaka.3. Penyebaran kapur barus di tempat pe nyimpanan koleksi, supaya buku terhindar dari serangan dan tidak mudah rusak.

Conclusion

Besarnya ketersediaan buku ajar koleksi Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia tahun 2009 dipengaruhi oleh berbagai faktor kebijakan yang ada antara lain:1. Kebijakan lembaga induk (fakultas) sebagai penyelenggara perpustakaan dalam menghasilkan buku ajar dengan tujuan sebagai berikut:• Untuk mengembangkan koleksi per-pustakaan, maka setiap dosen wa-jib menyerahkan hasil karya intelek tualnya baik yang diterbitkan di dalam (intern) maupun diluar (ekstern) lem-baga induk (fakultas). • Untuk memenuhi kebutuhan ke tersediaan buku ajar koleksi per-pustakaan, pihak fakultas memberi-kan rewardfi nansial sebagai ganti ongkos cetak (copy) kepada setiap dosen yang menyerahkan hasil karya intelektual yang diterbitkan di dalam (intern) maupun di luar (ekstern) lem-baga induk (fakultas) maupun jenis tidak diterbitkan (nir diterbitkan).2. Kebijakan perpustakaanDalam mengembangkan ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan yang bertujuan untuk mendukung proses belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa, perpustakaan melakukan berbagai kebijakan antara lain: i. Melakukan verifi kasi terhadap buku ajar yang tercantum dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan ke-tersediaan buku ajar koleksi perpus-takaan dan verifi kasi anggaran untuk pembelian buku ajar koleksi perpust-akaan.ii. Pelacakan terhadap sumber buku ajar dengan melalui katalog penerbit, brosur dan lembar promosi, Biblio-grafi Nasional, pangkalan data terpa-sang (online database) dan internet.iii. Pengadaan ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan dengan me-lalui:• Pembelian buku ajar langsung ke toko buku terdekat, secara online, penerbit dan melalui agen pemesanan buku. • Reproduksi (fotocopy) terhadap ”Dokumen nir ditebitkan” dan buku terbitan lama yang sudah tidak diterbitkan lagi• Sumbangan dari mahasiswa yang telah lulus dan pemerhati (dosen, para tokoh, alumni, pe ngurus lembaga) perpustakaan. • Evaluasi dilakukan dengan ala-san untuk mengembangkan ke tersediaan koleksi buku ajar dan untuk menentukan pengajuaan anggaran yang akan digunakan untuk pengadaan koleksi beri-kutnya• Penyiangan (weeding) dilakukan apabila terjadi perubahan keter-sediaan buku ajar koleksi per-pustakaan harus menyesuaikan dengan sumber buku ajar wajib yang terdapat Satuan Acara Perkuliahan (SAP).• Perawatan ketersediaan buku ajar koleksi perpustakaan sangat penting untuk menjaga kelestari-an bahan pustaka. Dengan ada-nya perawatan secara kontinyu dan baik, kebutuhan ketersedi-aan buku ajar akan dapat terpe-nuhi.SARAN1. Verifi kasi ketersediaan buku ajar hendaknya dilakukan secara kontinyu sesuai dengan anggaran pengadaan yang turun setiap tiga bulan sekali.2. Pelacakan sumber buku ajar yang tidak diterbitkan (nir diterbitkan) ekstern bisa menggunakan direktori khusus (direktori disertasi atau laporan penelitian).3. Pengadaan koleksi buku ajar harus dilakukan secara obyektif terhadap semua buku yang dibutuhkan oleh pemustaka.4. Pembelian buku ajar terbitan luar negeri langsung pada penerbit dengan melalui internet.5. Tidak diperbolehkan melakukan reproduksi yang melanggar hak cipta karya intelektual seseorang.