Kembali
16
1
2021 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 1 · 2 ISSN 2797-2275

Kreativitas Guru Dalam Menggunakan Metode Pembelajaran Ski Di MA Proyek Universitas Al-Washliyah Medan

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Abstrak

Sejarahl kebudayaan Islaml atau SKIl adalah matal pelajaran yangl mempelajari danl menceritakan tentang lkejadian-kejadian yang terjadi padal masa lampaul tentang kebudayaanl Islam. Secaral teoritis, kreativitasl guru merupakanl salah satul faktor yangl mempengaruhi keaktifanl belajar lsiswa, karena denganl kreativitas gurul dapat menciptakanl pembelajaran yangl lebih laktif, dinamis, dan tidakl menjenuhkan siswal sehingga siswal akan lebihl bersemangat danl senang menerimal pembelajaran. Selainl itu interaksil antar siswa juga dapatl mempengaruhi keaktifanl belajar lsiswa. Dengan adanyal interaksi antar siswa yangl baik dil sekolah yangl terjadi saat kegiatanl belajar mengajarl di dalaml kelas maupunl di luarl kelas, makal dapat menumbuhkanl motivasi belajarl sehingga dapatl meningkatkan keaktifanl belajar lsiswa. Adapun tujuanl penelitian inil yaitu untukl mengetahui: (1) pengaruhl kreativitas gurul terhadap keaktifanl belajar siswal di kelas Xl pada matal pelajaran SKIl di MA Proyek UNIVA Medan, (2) mengetahuil pengaruh interaksil antar siswa terhadap keaktifanl belajar siswal kelas Xl pada matal pelajaran SKIl MA Proyek UNIVA Medan, (3) mengetahuil pengaruh kreativitasl guru danl interaksi antar siswa terhadapl keaktifan belajarl siswa kelasl X padal mata pelajaranl SKI dil SKI MA Proyek UNIVA Medan.

Abstract

History of Islamic culture or SKI is a subject that studies and tells about events that occurred in the past regarding Islamic culture. Theoretically, teacher creativity is one of the factors that influence student learning activeness, because teacher creativity can create learning that is more active, dynamic, and does not saturate students so that students will be more enthusiastic and happy to receive learning. Besides that, the interaction between students can also affect the activeness of student learning. With good interactions between students at school that occur during teaching and learning activities inside the classroom and outside the classroom, it can foster learning motivation so that it can increase student learning activity. The aims of this study were to find out: (1) the effect of teacher creativity on student learning activity in class Xl in the subject of SKI at the MA UNIVA Medan Project, (2) to find out the effect of interaction between students on the learning activity of class Xl students in the subject matter of SKI MA UNIVA Medan Project, (3) determine the effect of teacher creativity and interaction between students on the learning activity of class X students in SKI subjects in SKI MA Project UNIVA Medan.
Keywords: Kreativitas Guru · Metode pembelajaran · Universitas Al Wasliyah

Introduction

Guru dalam dunia pembelajaran tentu terus menarik perhatian untuk terus dikaji oleh para akademisi, ahli, praktisi, dan bahkan masyarakat luas. Ini menunjukkan bahwa urusan pembelajaran bukan sebatas komsumsi sebagian pihak saja, melainkan sebuah kebutuhan kolektif manusia. Karena, didalam pembelajaran adalah adanya hajat manusia banyak. Mengingat eksistensi pembelajaran secara substantif seperti disebutkan di atas, tentu sebagai peneliti mengungkapkan bahwa banyaknya persoalan yang dihadapi manakala persoalan pembelajaran dibahas. Seperti, pembahasan guru, siswa, media, lembaga, strategi, juga metode pembelajaran. Penulis sebut yang terakhir yakni metode pembelajaran, manakala pembahasan secara konseptual diperdapati urgensitas dalam suksesi tujuan pembelajaran. Karena, seperti dalam buku Lufri, dkk (Lutfi,2020)menjelaskan bahwa metode pembelajaran adalah sebuah cara untuk menyampaikan materi pembelajaran. Yang pada akhirnya, tujuan dari pembelajaran tersampaikan dan dipastikan materi dikuasai oleh peserta didik.Begitu pentingnya peranan metode pembelajaran, terlihat antusias para akademisi ataupun peneliti memberikan perhatian dalam mengkaji sebuah metode, seperti penelitian yang dilakukan oleh Mardiah Kalsum Nasution(Mardiah Kalsum Nasution,2017), Maisaroh dan Rostrieningsih(Maisaroh,2010). Tentu masih banyak lagi yang mengkaji tentang metode yang terkait dengan pembelajaran. Perkembangan riset berikutnya pun terlihat dengan menggunakan sebuah kajian pengembangan metode pembelajaran (research and development). Seperti penelitian yang dilakukan oleh Sitti Rabiah, Sri Haryati, Risa Nur Sa’adah dan Wahyu(Risa Nur Sa'dah,2020), Amir Hamzah. Kesadaran terhadap banyaknya yang mengkaji tentang metode pembelajaran, mulai dari pendekatan kualitatif, kuantitatif dan RnD, mengamanahkan sebuah perhatian serius untuk telaah pembelajaran yang berkualitas. Akan tetapi, peneliti berasumsi dalam pemilihan metode pembelajaran apapun yang dicanawangkan oleh peneliti atau akademisi tentu didasarkan dengan berbagai pertimbangan sesusai dengan materi pelajaran dan faktor lain pendukung dalam pemilihan metode(Nasruddin Hasibuan:2020). Narasi inilah kemudian, diperdapati sebuah pembahasan yang dianggap urgen yakni kreativitas seorang pendidik dalam menentukan atau memakai metode pembelajaran. Karena, secara teori kreativitas dimaknai sebagai sebuah kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam kehidupan dalam rangka menemukan sebuah ide untuk dapat beradaptasi sesuai dengan fungsi dan sesuai dengan perkembangan(Rati N.W:2017). Kaitannya dengan pembelajaran, tentu sangat erat karena dunia pembelajaran sensitif dengan hal-hal ide, dan kebaruan dalam setiap masa untuk mendidik generasi masa akan datang yang lebih unggul. Dengan pengertian, bahwa pola pembelajaran masa lampau, tentu harus berbeda dengan masa sekarang, bahkan masa akan datang berbeda dengan masa kini. Pembacaan terhadap kebutuhan sesuai masa pembelajaran itu adalah bagian integral dari kreativitas itu sendiri. Oleh karenanya, guru dituntut untuk dapat berpikir secara kritis dalam menggunakan sebuah metode pembelajaran untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Yang ultimate goalnya adalah, visi besar dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) tercapai. Kajian inilah menghantarkan padal sebuah rencana riset dalam artikel ini, yang mencoba untuk mengeksplorasi terhadap kreativitas gurul dalam memilihl dan menggunakanl metode pembelajaran pada mata pelajaran (Mapel) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MA proyek Universitas Alwashliyah Medan.

Method

Metodel pembelajaran sangatl erat kaitannyal dalam efektifitasl pembelajaran, tidakl terkecuali Pendidikanl Agama lIslam. Metode berasall dari bahasal latin, metodosl yang lartinya “jalan atau cara”. Menurut Robertl Ulich, istilahl metode berasall dari bahasal Yunani, metal ton odonl yang artinyal berlangsungl menurut caral yangl benarl (to proceedl accordingl tol the rightl lway). Dalaml Kamus Besarl Bahasal lIndonesia, metode adalahl “caral kerja yangl bersistem untukl memudahkan pelaksanaanl guna mencapail apa yangl telah ditentukan”. Denganl katal lain adalahl suatul caral yang sistematisl untukl mencapail tujuan ltertentu. Jikal ditinjaul daril segi terminologisl (listilah), metodel dapat dimaknail sebagail “jalan yangl ditempuh olehl seseorang supayal sampai padal tujuan ltertentu, baik dalaml lingkungan atau perniagaanl maupun dalam lkaitan ilmul pengetahuan dan lainya”. Metodel pembelajaran adalahl cara yangl dipergunakan gurul dalam mengadakanl hubungan denganl siswa padal saat berlangsungnyal pengajaran. Metodel pembelajaran juga merupakan lcara-cara menyajikanl materi pelajaranl yang dilakukanl oleh pendidikl agar terjadil proses pembelajaranl pada diril siswa dalaml upaya untukl mencapai ltujuan. Berangkatl dari pembahasanl metode dil atas, bilal dikaitkan denganl pembelajaran, dapatl digaris bawahil bahwa metodel pembelajaran adalahl suatu caral atau jalanl yang ditempuhl yang sesuail dan serasil untuk menyajikanl suatu hall sehingga akanl tercapai suatul tujuan pembelajaranl yang efektifl dan efisienl sesuai yangl diharapkan (Hasyim Hasanah,2017). Adapunl definisi metodel pembelajaran menurutl Biggs bahwal metode pembelajaranl adalah lcara-cara untukl menyajikan bahan-lbahan. Pembelajaranl kepada lsiswa-siswi untukl tercapainya tujuan yang telahl ditetapkan. Menurutl Adrian, metodel Pembelajaran adalahl ilmu yangl mempelajari lcara-cara untukl melakukan aktivitasl yang tersisteml dari sebuahl lingkungan yangl terdiri daril pendidik danl peserta didikl untuk salingl beriteraksi dalaml melakukan suatul kegiatan sehinggal proses belajarl berjalan denganl baik dalaml artian tujuanl pengajaran ltercapai. Sehingga berdasarkan beberapa pengertian dari para ahli diatas, dengan itu dapat penulis simpulkan bahwa metode pembelajaran adalah cara, model, atau serangkaian bentuk kegiatan belajar yang diterapkan pendidik untuk meningkatkan motivasi belajar dalam diri siswa guna tercapainya tujuan pengajaran

Result & Discussion

1. Kreativitas guru dalam Pembelajaran SKI di MA proyek Univa Medan Dalam membentangkan kreativitas siswa memerlukan syarat dan hal yang mendukung progress tersebut, yaitu guru yang kreatif yang mana ruang lingkupnya adalah pembelajaran kreatif (creative teaching), kepala sekolah yang kreatif (creative leadership), dan lingkungan yang kreatif. Dalam tujuan dunia pendidikan, pengembangan kreativitas merupakan salah satu usaha amplifikasi mutu dan kualitas pendidikan itu sendiri. Pemerintah telah terus berupaya untuk menciptakan pembangunan pendidikan yang berkualitas seperti pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Dari tinjauan diatas, penulis mendapati narasumber primer dalam penelitian ini yang telah mengikuti program pemerintah dalam rangka pelatihan bagi seorang guru. Abdus Salam, S.Pd.I. merupakan salah satu yang telah mengikuti pelatihan kinerja guru pada tahun 2019 sampai dengan 2020. Beliau telah mengawali karirnya menjadi seorang guru pada tahun 2015 sampai dengan sekarang di salah satu sekolah yang berada di kota Medan, yaitu MA proyek Univa(Abdussalam,2022). Kreativitas merupakan kecakapan untuk mewujudkan sesuatul yang lbaru, baik dalam bentuk gagasanl maupun karyal yang berbedal dengan lsebelumnya. Pengembangan kreativitas didalam pembelajaran akan menginfestasikan peserta didik yang kreatif. Peserta didik yang kreatif pada dasarnya memiliki kemampuan yang lebih besar dibanding peserta didik yang non-creative. Peserta didik yang menyandang kemampuan berfikir kreatif akan mempunyai motivasi instrinsik yang besar dalam belajar dan memiliki kemampuanl berfikir yangl tinggi. Cecel Wijaya menyebutkan salahl satu masalahl yang dihadapil dalam ldunia pendidikan adalahl menumbuhjkan kreativitas lguru(Cece Wijaya,1991). Kreativitas gurul dalam operasi belajarl mengajar memiliki perananl mendasar dalam memotivasil belajar lsiswanya. Kreativitas dalam artian sebagail kemampuan untukl mewujudkan sesuatu yang baru ataupun mutasi perubahan dengan meluaskan sesuatu yang telah ada. Dalam perihal ini bertautan dengan kreativitas guru, maka guru tersebut akan menciptakan strategi untuk mengajar yang benar-benar baru atau original (asli) ciptaannya sendiri, atau bisa saja hasil dari mutasi berbagai strategi yang sudah ada hingga menghasilkan strategi dalam bentuk yang baru. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh narasumber primer dalam penelitian ini. Beliau mengatakan untuk mengembangkan potensi diri menjadi guru yang kreativitas dapat dilakukan dengan memiliki inovasi-inovasi yang baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya(Abdussalam,2022). Beliau juga menciptakan rangsangan yang menantang siswa dalam pembelajaran SKI di MA proyek Univa. Dengan adanya rangsangan yang menantang tersebut, akan mewujudkan semangat peserta didik dalam minat belajar sehingga kemampuan siswa tidak stuck disitu saja, melainkan akan berkembang dan akan berfikir yang kritis. Maka dengan proses tersebut, secara tidak langsung akan mewujudkan tujuan dari pembelajaran itu sendiri. 2. Pelaksanaan Pembelajaran SKI di MAS Proyek UNIVA Medan Operasi pendidikanl harus dilaksanakan secaral terstruktur dengan variasi pemikiranl yang objektifl (factual) dan rasionall (sensibel) maka dari itu seluruh kemampuan peserta didik dapat dikembangkan secara opsimal (ideal). Kata terstruktur menentukan bahwa perencanaan pembelajaran sangat diperlukan bagi setiap prosesl pembelajaran. Menurutl McGriff dalaml Isman(Aytekin Isman,2011) proses pembelajaranl harus focus padal konteks danl pengalamam yang mampu membuatl peserta didik memiliki minatl dan melakukanl aktivitas pembelajaran. Dalam artian, faktor ini akan sangat mempengaruhi kualitas perencanaan pembelajaran yang digunakan. Selain itu menurut Isman, bentuk perencanaan pembelajaran harus based on pada pembelajaran aktif. Selama proses belajar mengajar, peserta didik harus lebih aktif dengan menggunakan kognitifnya agar membangun pengetahuan baru (new knowledge). Adapunl tujuan utamal (primer) dari perencanaanl pembelajaran yaitu untukl membuktikan perencanaan, lpengembangan, penilaian, danl pengelolaan prosesl pembelajaran. Penelitian Bariyah mengenai kesesuain RPPl dan pelaksanaanl pembelajaran gurul SMPN dil Kabupaten Mojokertol pada subl materi fotosintesisl dengan kerikuluml 2013 menunjukkanl persentase sebesarl 89,6% denganl kriteria amatl sesuai (Lailatul Bariyah,2014). Selanjutnyal penelitian Putri(M.Y.Putri,2015) tentang kesesuaianl antara alurl mengajar yangl tertulis padal RPP denganl pelaksanaannya dil kelas padal mata pelajaranl bahasa jepangl pada dasarnyal sudah sesuail dengan tujuanl pembelajaran, namunl pada pelaksanaannyal banyak kegiatanl yang dilaksanakanl dengan catatanl dan tidakl dilaksanakan sesuail alur padal rencana pelaksanaanl pemelajaran (lRPP). Selainl itu penelitianl Elmidasari(Elmidasari,2015), dkk tentang kesesuaianl RPP dengan lpelaksanaan pembelajaranl pada gurul Biologi SMPl kelas VIIIl se-kecamatanl Kepenuhan Hulul menunjukkan bahwal kesesuaian RPPl dengan pelaksanaanl pembelajaran diperolehl dengan jumlahl nilai sebesarl 2,82%l dengan kriterial baik. Jugal penelitian lSumarni, Afifah, danl Dahlia(Sumarni,2016) tentang analisis kesesuaianl pelaksanaan pembelajaranl dengan rencanal pelaksanaan pembelajaranl Biologi kelasl X dil SMA/sederajatl se-kecamatanl kepenuhan dikategorikanl baik denganl persentase sebesarl 78,93%. Berdasarkanl observasi yang dilakukanl penulis disalah satu sekolah di Kotal Medan pada bulanl Desember 2022 yang merupakanl salah satu matal kuliah Sejarah Peradaban Islam, didapati temuan bahwa guru bidang studi SKI di sekolah tersebut telah membuat dan menyiapkan RPP sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Selain pembuatan RPP, aktivitas pembelajaran juga dilaksanakan sebagaimana rekapitulasi (recapitulation). Sekolah yang menjadi sasaran penelitian yang penulis laksanakan mengunakan kurikulum pembelajaran tahun 2013(Abdussalam,2022). Materi ajar pada kelas X yang telah disampaikan oleh guru SKI tersebut meliputi; kondisi masyarakat Makkah sebelum Islam, kerasulan Nabi Muhammad SAW, strategi dakwah nabi Muhammad SAW di Makkah, peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW, peradaban masyarakat Madinah sebelum Islam, strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah, para sahabat as-sabiqunal awwalun, dan fathu Makkah. Saat penelitian ini dilaksanakan, kondisi siswa hampir memasuki waktu libur semester ganjil. Maka dari itu, setelah memasuki semester genap pembelajaran yang akan disampaikan juga sudah di rekapitulasi (recapitulation) dengan baik. Materi ajar semester genap meliputi; proses lahirnya Khulafaur Rasyidin, strategi dakwah Khulafaur Rasyidin, perkembangan peradaban pada masa Khulafaur Rasyidin, kebijakan Khulafaur Rasyidin, dan faktor-faktor penghambat perkembangan pemerintahan Khulafaur Rasyidin. Analisa yang penulis paparkan diatas, tidak semena-semena tanpa melihat, mengecek, dan memahami dari RPP yang telah disusun oleh guru bidang studi SKI di sekolah tersebut. Oleh karenanya, RPP yang telah disusun sebagaimana mestinya diharapkan dapatl tersampaikan denganl baik danl dapat dipahamil oleh lsiswa. Dan berdasarkanl hasil observasi dan wawancara yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah di rekapitulasi oleh guru bidang studi SKI sesuai dengan proses pembelajaran. 3. Hambatan ketika pembelajaran dilaksanakan Dalaml pelaksanaan lpembelajaran, guru telahl melakukan semual tahapan-tahapanl dalam pembelajaranl yang tertuangl dalam lRPP. Meski demikianl guru mengalamil hambatan dalaml pelaksanaan pembelajaran serta pemanfaatan dalam media belajar yang masih kurang ketersediaan Dalam penelitian Arlefa[Wahyuastufi Arlefa,2016] hambatanl dalam pembelajaranl dapat terjadil oleh beberapal faktor yangl meliputi faktorl penghambat yangl bersumber daril siswa yaitu adanyal perbedaan motivasil belajar, lkonsentrasi, prestasi danl rasa percayal diri lsiswa, serta sikapl dan kebiasaanl siswa dalaml belajar agarl hal-hall tersebut tidakl menghambat gurul dalam melaksanakanl proses lpembelajaran. Melalui wawancara dengan guru kelas X MAS Proyek UNIVA Medan, telah didapatkan data-data mengenai hambatan dalam pembelajaran. Wawancara dilaksanakan pada hari Jum’at, 23 Desember 2022 di MAS Proyek UNIVA Medan. Berdasarkanl hasil lobservasi, didapatkan ldata-data yangl berkaitan denganl pelaksanaan pembelajaranl serta hambatan dalaml pembelajaran. Selain melakukan wawancara danl observasi, jugal dilakukan dokumentasil berupa RPPl (Rancangan Pelaksanaan lPembelajaran). Dalaml pelaksanaan pembelajaranl dikelas, tidak dapatl dipungkiri bahwal terdapat berbagail hal yangl dapat menghambatl kelancaran lpembelajaran. Hambatan yang dirasakan berasal dari siswa itu sendiri. Sekarang ini banyak siswa yang minat belajarnya rendah sehingga mereka melampiaskan dengan cara malas belajar(Jalanidhi Dayinta,2017). Dalam penelitian DayintaKebiasaanl belajar siswal ketika dil rumah menghambatl pembelajaran. Hall ini terjadil karena kebiasaanl belajar siswal ketika dil rumah tidakl baik, sehinggal siswa tidakl belajar danl tidak mengerjakanl PR yangl sudah diberikanl oleh gurul dan membuat siswa tersebut mempunyai kebiasaan tidak mengerjakan PR. Dalam penelitian Alfi(Hidayah Lukluk Alfi,2010) Dil dalam pelaksanaanl proses belajar lmengajar, guru semakinl dituntut untuk mampul menciptakan suasanal kelas yangl kondusif sesuail semangat lKTSP. Suasana kelasl harus ldemokratis, tidak ltegang, tetapi harusl tetap tertibl agar semua siswal bisa optimall dalam menyimak, mendengarkan, lberbicara, dan mengekspresikanl dirinya. Sayal yakin, semual guru mengetahui bahwal menciptakan kondisil kelas ideall seperti inil bukanlah hall yang mudah. Kondisil kelas seringl terjebak kel dalam dual kondisi ekstreml yang tidakl menguntungkan. Kondisil pertama, suasana kelas lkaku, tegang, danl menakutkan, sehingga siswal takut berbicaral dan mengekspresikanl dirinya. Kondisil kedua, suasanal kelas terlalul bebas, selalu lribut, sehingga siswal sulit untukl konsentrasi. Karenal itulah makal pada saatl ini gurul dituntut semakinl kreatif danl lebih cerdasl dalam menghadapil siswa danl mengelola prosesl pembelajaran. Namunl demikian, adal hambatan-hambatanl yang selalul ditemui gurul kelas X MAS Proyek UNIVA Medan saat pelaksanaan pembelajaran. Hambatan yang dirasakan guru seperti yang diungkapkan oleh Abdussalam, S.Pd (wawancara 23 Desember 2022) yaitu: Hambatan saya dalam mengajar sejarah kebudayaan islam (SKI) mengenail metode padal saat mengajarl yaitu metodel ceramah denganl alokasi waktul 45 yangl telah ditentukanl dalam lKBK, dan materil ajar yangl sangat banyakl kadang membuatl siswa ljenuh, kurang memperhatikan, danl merasa bosanl karena merekal merasa terbebanil dengan materil ajar yangl sangat lbanyak. Hasil wawancaral tersebut menandakan bahwal siswa masihl merasa pelajaran sejarahl kebudayaan islam itu lmembosankan, karena merekal terbebani denganl banyaknya materil yang disampaikanl guru dalaml mengajar. Dampak yangl mungkin tidakl terlalu disadaril adalah siswal terlalu terbebanil dengan jaml pelajaran ltersebut, akibatnya lebih jauhl lagi adalahl mempengaruhi perkembanganl jiwa lanak. Hal inil menyebabkan siswal cenderung lpasif, sehingga berpengaruhl terhadap hasill belajar. Denganl adanya tanggapanl siswa tersebutl maka gurul sejarah dituntut untukl mampu menggunakanl metode-metodel lain yangl dapat mengningkatkanl kreativitas siswal dan keaktifanl siswa dalaml pembelajaran. Hambatanl paling mendasarl yang dialamil oleh MAS Proyek UNIVA Medan adalah kurangnyal saraana dan lprasarana, terutama dalaml hal medial elektronik, seperti laptop dan infocus serta minimnyal media yangl tersedia, sehinggal pembelajaran sejarahl kebudayaan islam tidak mendapatkanl jatah untukl menggunakan media lterebut. 4. Solusi atas hambatan yang dirasakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran Solusi atas hambatan yang dirasakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang diungkapkan oleh Abdussalam, S.Pd (wawancara 23 Desember 2022) yaitu: mendekati diri dengan siswa. Yaitu dengan cara mencari tau apa yang mereka inginkan. Atau dengan metode apa yang mereka inginkan agar proses pembelajaran dapat terlaksanakan dengan baik, dan ketika sudah dekat dan paham, maka disitu baru saya cari solusinya. Dalam penelitian Yunita(Yunita Permata sari,2021) Untuk solusi atas hambatan yang dirasakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran, pertama solusi masalah peserta didik yaitu gurul pendidikan agamal islam berupaya l membuat prosesl pembelajaran menjadil kondusif agarl materi mudahl masuk kel siswa. Selainl itu untukl melihat tingkatl pemahaman lsiswa, guru memberikanl soal latihanl tentang pembelajaranl minggu kemarinl sebelum pembelajaranl dimulai. Kedual solusi masalahl pendidik. Pendidikl mempunyai tanggungl jawab yangl berat dalaml proses kegiatanl belajar lmengajar. Dalam hall ini mengaplikasikanl media pembelajaranl yang tepatl sesuai materil pelajaran yangl diajarkan. Menguasail berbagai metodel pembelajaran perlul dipraktekkan bagil guru pendidikanl agama islaml merupakan jawabanl yang tepatl yang dapatl diimplementasikan gunal membantu lancarnyal proses lpendidikan. Ketiga solusil masalah saranal dan lprasarana. Sarana danl prasarana merupakanl penopang kegiatanl belajar mengajarl guna memudahkanl guru dalaml mentransfer materil pelajaran. Kualitasl guru dapatl ditopang denganl menggunakan medial pembelajaran, saranal dan prasaranal yang lakseptabel. Solusi yangl ditawarkan yaitul pemberdayaan semual pihak untukl ikut sertal menanggulangi lkekurangan-kekurangan terkaitl sarana-saranal yang lada, pemberian arahanl kepada seluruhl stakeholder dalaml perawatan seluruhl asset lsekolah. Keempatl solusi masalahl lingkungan. Masalah lingkungan sangat berpengaruh dalam pelaksanaan pembelajaran. Adanya solusi terhadap masalahl lingkungan yaitu Perhatianl dan keteladananl dari orangl tua merupakanl solusi yangl terbaik dalaml proses pembinaanl pendidikan agamal Islam. Orangl tua danl lingkungan keluargal merupakan tempatl yang palingl utama bagil seorang anakl menimba ilmul dan membentukl akhlakul karimah. 5. Pertimbangan guru SKI dalam memilih metode pembelajaran Dalaml memilih metodel ada banyak hal yangl harus dipertimbangkanl dan juga ldiperhatikan. antara lain yaitu, tujuan yangl ingin dicapail dalam lpembelajaran, kemampuan danl latar belakangl siswa, kemampuanl dan latarl belakang lguru, keadaan prosesl belajar yangl berlangsung, lalat-alat ataul sarana yangl tersedia. Selain itu, pengertian Metodel pembelajaranl yaitu teknik ataul cara yangl digunakan olehl guru dalaml menyampaikan materil pelajaran kepadal siswa dil ruang lkelas. Setiap guru wajib memiliki metode pembelajaran agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif. Teknik ataul cara yangl digunakan gurul sangat menentukanl keberhasilan proses pembelajaran(Miria Ulfa,2018). Kemudian ada beberapal hal yangl perlu dipertimbangkanl dalam memilihl suatu metodel pembelajaran, lyaitu: 1. Karakter materi pelajaran Setiapl mata pelajaranl memiliki karakteristikl ataupun ciri khasnya tersendiri sehinggal perlu disampaikanl kepada siswal dengan menggunakanl metode ltertentu. Termasuk dil dalamnya tujuanl pembelajaran yangl hendak dicapail dari materil pelajaran ltersetut. Misalnya matal pelajaran bersifatl eksakta lebihl tepat menggunakanl metode eksperimenl atau ldemonstrasi. 2. Ketersediaan sarana belajar lAlat, sarana danl juga media pembelajaran yangl tersedia dil sekolah sangatl mempengaruhi penggunaanl metode lpembelajaran. Metode eksperimenl atau demonstrasil tidak akan mungkinl digunakan apabila penunjangl metode tersebutl tidak ltersedia. 3. Kemampuan dasar siswa Kemampuanl dasar siswal di sekolahl yang berada di pedesaan akan sangat berbedal dengan siswa yang berada dil perkotaan. nah hal Inil yang menjadi pertimbanganl guru dalaml memilih metodel pembelajaran. pada perbedaan tersebut kita bisa Menggunakanl metode resitasil dan ltugas. misalnya, bisal berjalan baikl bila kemampuanl dasar siswal berdiskusi cukupl memadai. Selainl itu perlul keterampilan siswal berbicara dalaml sebuah ldiskusi. 4. Alokasi waktu pembelajaran Alokasil waktu yangl tersedia danl tercantum dalaml kurikulum perlul dipertimbangkan olehl guru. Jikal waktu yang tersedial terbatas makal guru akanl memilih metodel sederhana sepertil ceramah, tanyal jawab danl diskusi. untuk metode Inil tidak akan mungkinl jika kita menggunakan metodel eksperimen ataul resitasi karenal metode inil membutuhkan waktul yang cukupl lama. hal tersebut mungkin membuat kita sadar bahwa tidakl satu punl metode pembelajaranl yang lbagus, kecuali sesuail dengan lpertimbangan-pertimbangan dil atas. dikarenakan Setiapl metode pembelajaranl memiliki kelebihanl dan kekuranganl masing-masing.

Conclusion

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi terhadap kreativitas guru dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran pada mata pelajaran (Mapel) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MA proyek Universitas Alwashliyah Medan. kreativitasl merupakan kemampuanl untuk mewujudkan sesuatul yang lbaru, baik dalam bentuk gagasan maupunl karya yangl berbeda denganl sebelumnya. Pengembangan kreativitas didalam pembelajaran akan menginfestasikan peserta didik yang kreatif. Peserta didik yang kreatif pada dasarnya memiliki kemampuan yang lebih besar dibanding peserta didik yang non-creative. Sedangkan metode pembelajaran adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Metode pembelajaran juga merupakan cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan. Hambatan yang dirasakan berasal dari siswa itu sendiri. Sekarang ini banyak siswa yang minat belajarnya rendah sehingga mereka melampiaskan dengan cara malas belajar. Solusi atas hambatan yang dirasakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu mendekatkan diri kepada siswa dengan cara mencari tau apa yang mereka inginkan sehingga proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik. Setiap guru wajib memiliki metode pembelajaran agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.