Kembali
16
1
2023 Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan Vol 3 · 1 ISSN 2828-1772

ANALISIS USER INTERFACE PADA APLIKASI PERPUSTAKAAN DIGITAL iJAKARTA

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Aplikasi iJakarta ini dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibawah naungan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta diperuntukkan bagi para warga di wilayah DKI Jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini membahas tentang analisis user interface pada aplikasi perpustakaan digital iJakarta sebagai inovasi dari bentuk perpustakaan konvensional ke dalam bentuk perpustakaan digital. Metode Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu mengungkapkan data yang sebenarnya dan mendeskripsikan keadaan yang ada di lapangan dan meneliti terhadap fenomena yang terjadi yang memfokuskan pada pengalaman hidup seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: user interface pada aplikasi perpustakaan digital iJakarta sudah memenuhi syarat komponen utama yaitu: 1) warna, pemilihan warna pada aplikasi iJakarta menggunakan warna oranye, hal ini memberikan kesan hangat, 2) font, aplikasi iJakarta menggunakan font Arial pada suatu bacaan buku didalamnya menggunakan font Times New Roman, 3) navigasi, yaitu letak ikon dan tombol dalam aplikasi yang memudahkan pengguna iJakarta dalam melakukan pencarian informasi, 4) ikon, yaitu karakteristik dari sebuah aplikasi sehingga pengguna dapat langsung ingat bahwa ikon tersebut merupakan salah satu aplikasi dan dapat mempersingkat interaksi pengguna karena sangat mudah dikenali, 5) tombol, penggunaan tombol hampir sama dengan ikon, mudah dikenali dan mempersingkan interaksi pengguna serta memudahkan pengguna dalam mencari informasi dalam aplikasi iJakarta.

Abstract

The DKI Jakarta Provincial Government developed the iJakarta application under the auspices of the DKI Jakarta Regional Library and Archives Agency (BPAD) for residents in the DKI Jakarta area and all Indonesian people. The purpose of this study is to discuss user interface analysis of the iJakarta digital library application as an innovation from the conventional library form into a digital library form. The research method uses qualitative research with a case study approach, namely, revealing the actual data, describing the existing conditions in the field, and examining the phenomena that occur that focus on a person's life experience. The results showed that the user interface on the iJakarta digital library application met the requirements of the main components, namely: 1) color, color selection in the iJakarta application uses orange, which gives a warm impression; 2) font, the iJakarta application uses Arial font on a book reading in it using Times New Roman font; 3) navigation, namely the location of icons and buttons in the application, making it easier for iJakarta users to search for information; 4) icons, which are characteristics of an application so that users can immediately remember that the icon is one of the applications and can shorten user interaction because it is very easy to recognize; 5) buttons, the use of buttons is almost the same as icons, easy to recognize, and shorten user interaction.
Keywords: Application · Digital Library · iJakarta · User Interface

Introduction

Perkembangan teknologi informasi membawa dampak yang besar pada berbagai bidang, termasuk bidang perpustakaan. Perpustakaan digital menjadi semakin penting karena memungkinkan akses terhadap sumber informasi melintasi batas-batas geografis. Salah satu wujud perpustakaan digital adalah aplikasi iJakarta yang bertujuan untuk memberikan layanan perpustakaan online kepada masyarakat Jakarta. Keterlibatan pengguna di perpustakaan digital dalam konteks ini, antarmuka pengguna (user interface) aplikasi perpustakaan digital merupakan faktor penting yang menentukan pengalaman pengguna. Kualitas antarmuka pengguna tidak hanya mempengaruhi kemudahan pengguna dalam mengakses dan menggunakan sumber daya perpustakaan, namun juga dapat mempengaruhi tingkat keterlibatan pengguna dan efektivitas aplikasi. iJakarta ini merupakan platform perpustakaan digital yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibawah naungan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta. Pembentukan aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan warga ibukota Jakarta yang membaca dan meminjam buku, namun tidak menutup kemungkinan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengaksesnya. iJakarta merupakan aplikasi sumber informasi digital yang mudah diakses dimanapun dan kapan saja. Dalam pembuatan sebuah aplikasi perpustakaan digital ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan salah satunya dengan user interface, Menurut Galitz (2007) tentang user interface (UI) merupakan sebuah perangkat lunak didalam komputer yang dapat berinteraksi dengan penggunanya seperti dilihat, disentuh, didengar, di ajak bicara sehingga hal ini dapat demgan mudah dimengerti oleh pengguna. Dengan kata lain user interface sebagai teknik dan mekanisme dari tampilan antarmuka untuk berinteraksi dengan user. Menurut Bank (2014) user interface (UI) merupakan sebuah pengalaman pengguna dalam berinteraksi melalui sebuah perangkat lunak yang di dalamnya lebih dari sekedar warna dan bentuk, melainkan tentang menyajikan alat yang tepat pada pengguna untuk digunakan sesuai kebutuhannya yang juga lebih dari sekedar tombol, menu, dan form saja tetapi membentuk sebuah koneksi antara pengguna terhadap kesan pertama pada pengalamannya. Desain pada UI yang baik harus terlihat menarik dan menawan di mata pengguna tetapi tetap menjaga fungsi dan kegunaan dari sebuah aplikasi. Menurut Nawawi (2014) desain user interface lebih dari sekedar interaksi pengguna pada tombol dan menu aplikasi saja dan lebih dari sekedar pemilihan warna serta bentuknya tetapi lebih pada bagaimana elemen-elemen itu dapat bekerja dan berjalan dengan baik. User interface pada dasarnya merupakan interaksi antara aplikasi dan pengguna untuk itu tujuan penelitian ini menganalisis penggunaan user interface suatu aplikasi yang mempertimbangkan komponen dalam user interface sesuai dengan preferensi dan kebutuhan pengguna terutama pada pengaruh penggunaan warna, font, navigasi,ikon dan tombol serta beberapa fitur-fitur lainnya yang mempengaruhi kemudahan dan pengalaman serta kenyamanan dalam membaca dan berinteraksi dengan aplikasi. Penelitian terdahulu dibahas oleh Wahyuni & Dewi (2018) dengan judul Persepsi Pemustaka Terhadap Desain Antarmuka Pengguna (User Interface) Aplikasi Perpustakaan Digital “iJogja” Berbasis Android. Perbedaan penelitian pada aplikasi yang di teliti, penelitian sebelumnya menggunakan aplikasi iJogja sedangkan peneliti menggunakan aplikasi iJakarta. Kemudian analisis teori yang digunakan penelitian sebelumnya menganalisis user interface menggunakan 10 indikator yaitu: connectivity (konektifitas), simplicity (kesederhanaan), directional (terarah), informative (informatif), interactivity (interaktif), user friendliness (ramah pengguna), comprehensiveness (kelengkapan), continuity (berkelanjutan), personalization (personalisasi), dan internal (internal) sedangkan peneliti menganalisis dengan menggunakan lima komponen pada user interface yaitu warna, font, navigasi, ikon dan tombol. Metode penelitian sebelumnya menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif sedangkan peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan didukung penelitian studi kasus. Persamaan penelitian yaitu sama-sama membahas user interface pada aplikasi perpustakaan digital yang dikembangkan oleh PT. Woolu Aksara Maya. Penelitian sebelumya yang kedua dibahas oleh S. Wahyuni et al., (2023) yang berjudul Desain User Interface Sistem Informasi E-Library Berbasis Website. Perbedaan penelitian sebelumnya terletak pada pembahasan yaitu penelitian sebelumnya merancang desain user interface sistem informasi e-library pada website perpustakaan yang memuat rancangan desain pengguna e-library, desain admin e-library, dan desain pengurus perpustakaan dalam bentuk desain Low-Fidelity Prototype, sedangkan peneliti membahas user interface pada tampilan dari sebuah aplikasi perpustakaan digital. Perbedaan selanjutnya pada metode yang digunakan penelitian sebelumnya menggunakan metode rancangan desain thinking sedangkan peneliti menggunakan penelitian kualitatif yang didukung dengan studi kasus. Pentingnya Analisis UI Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa evaluasi dan analisis UI aplikasi perpustakaan digital secara mendetail diperlukan untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut memenuhi harapan pengguna dan bersaing dengan aplikasi serupa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis secara detail terhadap user interface aplikasi perpustakaan elektronik iJakarta. Relevansi dengan konteks lokal Kajian ini sangat relevan dengan konteks lokal Jakarta, dimana masyarakat semakin bergantung pada perpustakaan digital sebagai sumber informasi. Memeriksa antarmuka pengguna iJakarta akan membantu Anda meningkatkan kualitas layanan dengan menunjukkan apakah aplikasi Anda sesuai dengan preferensi pengguna lokal. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi mengubah sistem perpustakaan yang dulunya konvensional menjadi bentuk digital, hal ini memudahkan para pemustaka untuk bisa dengan aktif mengakses informasi bahan pustaka yang ada di perpustakaan. Bentuk perubahan ini disebut dengan perpustakaan digital dimana koleksi bahan pustaka dimuat dalam bentuk digital sehingga dapat menampung koleksi digital perpustakaan yang berinovasi dengan suatu sistem berbentuk aplikasi sebagai wadah atau tempat menyimpan koleksi dalam bentuk digital tersebut. Salah satu yang paling terkenal yaitu iPusnas sebagai bentuk perwujudan aplikasi perpustakaan digital, hal ini menjadi inspirasi bagi perpustakaan lainnya baik perpustakaan umum, sekolah hingga universitas utnuk membentuk aplikasi perpustakaan digital serupa dengan ini, namun pada kali ini peneliti memfokuskan penggunaan aplikasi perpustakaan digital iJakarta.

Method

Dalam artikel ini penulis menggunakan metode penelitian penelitian kualitatif menurut Sugiyono (2017) penelitian ini mengungkapkan data yang sebenarnya dan mendeskripsikan keadaan yang ada di lapangan, serta memberikan suatu gambaran tentang objek yang di teliti. Selanjutnya penelitian ini didukung oleh studi kasus atau Case Study untuk meneliti suatu fenomena dalam cabang ilmu sosial dikemukakan oleh Yin (2009) mendefinisikan studi kasus sebagai suatu metode dalam melakukan suatu penelitian terhadap fenomena yang terjadi yang memfokuskan pada pengalaman hidup seseorang. Mengambil objek penelitian pada aplikasi perpustakaan digital iJakarta teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada 5 pengguna aplikasi iJakarta sebagai informan dan dokumentasi serta mengumpulkan data dari literatur bacaan berbagai sumber primer maupun sekunder, yaitu artikel, jurnal dan buku dan website yang masih relevan dengan penelitian sebagai sumber data untuk menunjang penelitian yang dilakukan penulis.

Result & Discussion

Aplikasi perpustakaan digital iJakarta ini sebagai bentuk inovasi dari perpustakaan konvensional ke dalam bentuk digital. Hal ini memudahkan para pengguna dikawasan DKI Jakarta untuk mengakses informasi yang ada di perpustakaan, dengan hanya mendownload aplikasi smartphone dari Play Store Android dan App Store pada IOS. Tampilan pada aplikasi harus sesuai dengan prinsipprinsip user interface sehingga menarik pengguna untuk menggunakan aplikasi iJakarta dalam mencari informasi yang dibutuhkannya. Prinsip perancangan user interface yang baik seperti yang dikemukakan oleh Arifin et al., (2018) harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1. The Structure Principle, pada prinsip ini user interface harus disusun secara terstruktur sesuai kebutuhan pengguna berdasarkan model dan komponen user interface. 2. The Simplicity Principle, dalam mendesain user interface harus dibuat sederhana tetapi tetap informatif 3. The Visibility Principle, user interface di desain sebaik mungkin agar tidak menyulitkan pengguna dengan menambah opsi yang tidak diperlukan 4. The Feedback Principle, prinsip ini user interface harus dapat memberitahukan pengguna terhadap perubahan sistem atau terjadi erorr dalam aplikasi baik disebabkan oleh sistem itu sendiri atau kesalahan pengguna 5. The Tolerance Principle, pada prinsip ini user interface harus didesain secara fleksibel sehingga mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan oleh pengguna 6. The Reuse Principle, prinsip ini diharapkan dapat digunakan kembali sesuai dengan tujuan penggunaanya. 7. Conserve Attention, user interface didesain agar mampu mendapat perhatian pengguna baik dari segi tampilan maupun pilihan fitur-fiturnya. 8. Simple Language Over Technical Terms, dalam memilih bahasa menggunakan bahasa yang relevan dengan pengguna contohnya seperti menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tampilan user interface (UI) aplikasi iJakarta akan muncul halaman depan dan halaman login bisa memilih menggunakan email atau facebook sebagai awal masuknya aplikasi Ijakarta, dapat dilihat dibawah ini: Gambar 1. Halaman Login iJakarta User interface dalam aplikasi berfungsi sebagai jembatan komunikasi yang memungkinkan interaksi antara pengguna dan aplikasi. Ketika user interface dirancang dengan baik, pengguna akan memiliki pengalaman yang lebih baik dan lebih efisien ketika menggunakan aplikasi. User interface mempunyai beberapa komponen utama yang dikemukakan oleh Hadi, (2010) sebagai berikut: 1. Warna Kegunakaan warna pada user interface untuk memperjelas teks digunakan seperti pemakaian warna teks yang kontras dengan warna teks berwarna gelap dengan latar belakang berwarna terang (positive text) atau teks berwarna terang dengan latar belakang berwarna gelap (negative text) (Nielsen & Hoa, 2006). Selain itu warna juga memperjelas ikon dan tombol-tombol dalam aplikasi. Warna mempunyai beberapa fungsi, seperti yang dikemukakan oleh (Monica & Luzar, 2011) ada fungsi identitas, fungsi isyarat, fungsi psikologis dan fungsi alamiah. Pada penggunaan logo iJakarta cukup sederhana berupa segi empat dengan warna oranye dan terdapat tulisan tulisan berwarna putih “iJak” yang merupakan singkatan dari iJakarta, seperti yang ditunjukkan dibawah ini: Gambar 2. Logo iJakarta Pada aplikasi Ijakarta ini menggunakan warna oranye sebagai komponen dasar user interface-nya warna oranye merupakan warna perpaduan antara warna kuning dan warna merah sehingga memberikan kesan yang hangat (Kurniasih, 2022). Hal ini sesuai dengan komponen warna yang dimana teks ditengahnya dapat terlihat dan tidak kontras sehingga masih dapat dilihat dengan jelas. 2. Font Pengunaan font pada user interface menggunakan font standar dan sederhana seperti Arial dan Times New Roman. Penggunaan tipe font dalam teks sangat berpengaruh terhadap kemudahan pengguna dalam membaca. Pada aplikasi iJakarta ini menggunakan font ARIAL sebagaimana penggunaan font standar pada suatu bacaan menggunakan Times New Roman ataupun Arial, dapat dilihat dibawah ini: Gambar 3. Halaman beranda dan Sinopsis buku Penggunaan font standar seperti arial dimaksudkan agar informasi yang terdapat pada buku-buku digital dapat disampaikan dengan baik namun tetap menarik perhatian pembaca. Font juga dapat memberikan dampak kepada pembacanya, apakah tulisan tersebut nyaman atau mudah untuk dibaca atau tidak. Namun, pada buku-buku yang ada di aplikasi iJakarta ini tidak mengubah font selain yang ada dalam buku, dikarenakan buku tersebut merupakan ciri khas dari tulisan penulis terhadap buku tersebut. 3. Navigasi Fungsi navigasi untuk memudahkan pengguna mengetahui letak keberadaan ikon dan tombol dalam aplikasi pada saat digunakan. Navigasi mengacu pada metode yang digunakan pengguna dalam pencarian. Selain itu navigasi juga untuk menampilkan informasi oleh karena itu struktur navigasi harus dibuat dengan sederhana dan jelas. Komponen user interface selanjutnya navigasi, merupakan interaksi pengguna dalam melakukan pencarian dari berbagai ikon dan tombol dalam aplikasi, pada bagian ini harus bisa memudahkan pengguna yang baru saja menggunakan aplikasi sehingga tidak memerlukan bantuan atau tutorial dalam untuk menggunakannya. Letak navigasi dapat dilihat dibawah ini: Gambar 4. Navigasi aplikasi iJakarta Navigasi pada aplikasi iJakarta ini diletakkan paling atas dengan latar oranye, yang merupakan fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi, pengguna dapat bereksplorasi dalam pencarian koleksi-koleksi buku dan fitur yang ditawarkan oleh iJakarta ini, dan juga pengguna dapat mengubah profile mereka serta beberapa fitur lanjutan seperti Bantuan dan Kebijakan aplikasi. Tujuan peletakan navigasi diatas adalah agar pengguna dapat fokus pada informasi buku yang ditampilkan dan tidak mengganggu pengguna ketika sedang membaca buku. 4. Ikon Ikon merupakan gambar-gambar kecil berbagai bentuk yang dapat disentuh. Kegunaan ikon dalam aplikasi dapat mempersingkat interaksi pengguna karena sangat mudah dikenali dan juga dapat menambahkan keunikan gaya dan minat visual pada desain user interface. Ikon merupakan karakteristik dari sebuah aplikasi sehingga pengguna dapat langsung ingat bahwa ikon tersebut merupakan salah satu aplikasi. Ikon dalam aplikasi digambarkan untuk mengganti teks sehingga lebih menarik dan dikenali pengguna. Pada penggunaan logo iJakarta, akan disebut ikon jika berada di dalam smartphone, begitu juga di dalam aplikasi play store dan app store. Dalam aplikasi iJakarta sendiri terdapat ikon-ikon putih yang terletak pada navigasi, dapat dilihat dibawah ini: Gambar 5. Ikon dalam aplikasi iJakarta Pada bagian ikon dibuat tidak dengan menggunakan kata-kata namun berupa simbol-simbol yang dapat diklik, lalu kemudian memunculkan fitur-fitur yang ada di aplikasi iJakarta. 5. Tombol Ada beberapa hal yang harus dimiliki tombol pada user interface menurut Hadi (2010), yaitu: a. Tombol harus berbeda dengan tombol yang lainnya tujuannya untuk menghindari kesalahan sentuh pengguna. b. Tombol juga harus mudah dikenali dan dipahami pengguna c. Tombol dibuat dengan sederhana dengan tidak menambahkan hal-hal yang tidak diperlukan. Hampir sama dengan ikon, namun disini akan menjelaskan fungsi tomboltombol yang ada di aplikasi iJakarta. Gambar 6. Aplikasi Ijakarta Misalnya pada gambar diatas, jika pengguna mengklik pada tombol buku terbuka akan memunculkan Koleksi yang ada di aplikasi iJakarta, kemudian jika pengguna mengklik pada tulisan ‘Kategori buku” maka akan memunculkan kategori-kategori buku sesuai dengan bidang ilmu pengetahuan terkait. Lalu pada tombol lainnya seperti: Gambar 7. Tombol ikon dalam aplikasi iJakarta Ketika pengguna mengklik mengklik tombol ikon seperti berkas akan memunculkan ePustaka, yaitu kumpulan para penulis yang menyumbangkan koleksi tulisannya ke dalam aplikasi iJakarta dan beberapa kantor dan dinas DKI Jakarta yang juga bekerja sama sekaligus menyumbangkan koleksinya ke dalam aplikasi iJakarta, hal ini dimaksudkan supaya pengguna dapat mendapat informasi terkait kantor dan dinas yang ada di DKI Jakarta. Kemudian pada tombol di sebelahnya yang berbentuk rumah akan muncul pengguna aplikasi yang baru saja meminjam sebuah buku, hal ini betujuan untuk memberi tahu pengguna lainnya koleksi yang sedang dibaca sekaligus dapat merekomendasikan pengguna lainnya tentang buku tersebut. Lalu disebelahnya terdapat tombol berbentuk tumpukkan file akan memunculkan fitur “Rak Buku”, yaitu daftar buku-buku yang sedang kita pinjam. Selanjutnya ketika mengklik tombol lonceng akan memunculkan notifikasi. Fitur lainnya seperti pengguna mengklik tombol kaca pembesar pada bagian pojok kanan atas itu merupakan tombol pencarian untuk mencari judul buku yang akan dicari. Kemudian jika pengguna tertarik pada satu buku maka akan muncul detail buku seperti dibawah ini: Gambar 8. Detail buku dan Rak buku Pengguna dapat melihat detail dari buku dan sinopsisnya, melihat jumlah salinan dan besaran file, serta ikon-ikon dibawahnya melihat jumlah pengguna melihat, jumlah peminjaman, dan komentar pengguna atas buku. Jika pengguna sudah meminjam buku akan ditampilkan pada bagian rak buku. Lalu fitur lainnya juga seperti Kotak Donasi, pengguna dapat ikut turut menyumbang buku-buku ke dalam aplikasi iJakarta ini. Gambar 9. Kotak Donasi Ulasan pengguna terhadap aplikasi iJakarta terutama pada tampilan desain aplikasi ini, seperti yang diketahui ada banyak aplikasi perpustakaan digital yang serupa bahkan tampilan menunya hampir seluruhnya sama, sehingga hal ini pengguna mencari yang lebih unggul dan membandingkannya karena memang kebutuhan informasi itu sangat banyak. Berikut adalah pendapat dari beberapa pengguna aplikasi iJakarta: Penulis melakukan wawancara terhadap salah satu pengguna yaitu FS setelah ia diketahui menggunakan aplikasi iJakarta: “Menurut saya aplikasi ini bagus terutama dalam ketersediaan koleksinya yang lumayan banyak dan tidak membutuhkan waktu lama dalam memahami penggunaan aplikasi ini, hanya saja tampilan seperti ini membosankan karena di aplikasi lain yang serupa dengan ini jadi tidak ada keunikan tersendiri atau ciri khas gitu dan desainnya sendiri terlalu simpel” Kemudian dilanjutkan oleh pengguna lainnya PN mengemukakan pendapatnya terhadap tampilan aplikasi iJakarta: “Aplikasi ini sangat membantu saya dalam meminjam buku ketika stok di perpustakaan ipusnas telah habis, hanya saja dibagian fitur tombol samping untuk scroll halaman atau ketika akan melompati halaman pada buku diberikan tambahan agar saat membaca buku yang halamannya jauh atau ingin kembali ke halaman yang diinginkan menjadi lebih mudah, jadi menurut saya butuh sedikit lagi tambahan pada fitur tersebut” Selanjutnya ada pengguna GS yang juga ikut memberikan komentar terhadap aplikasi Ijakarta ini: “Sangat membantu banget buat cari-cari referensi cuman ada satu yang perlu ditambah didalam fitur aplikasi yaitu ditambah menu favorit buku atau list buku yang kita mau soalnya itu juga membantu kita untuk mendaftar buku-buku yang kita baca tetapi belum mau dipinjam, untuk fitur lainnya bisa ditingkatkan lagi” Pendapat tentang penambahan fitur juga didukung oleh pengguna iJakarta lainnya seperti yang dikemukakan oleh D: “Untuk aplikasinya sendiri udah bagus, koleksinya juga lumayan banyak, mudah dalam meminjam buku dan mudah untuk daftar menjadi anggota. Nah untuk fiturnya sendiri bisa ditambah dengan fitur favorit karena itu untuk membantu kita me-list buku yang akan dibaca nanti dan juga kalo tidak disimpan kemungkinan buku yang kita inginkan malah dipinjam oleh orang lain dan kalo kita yang pinjam batas peminjaman buku hanya tiga hari saja jadi kita harus mencari lagi buku tersebut” Pendapat yang serupa tentang penambahan fitur juga dikemukakan oleh MAM: “Ada sedikit kritikan dari saya terhadap aplikasi ini karena saya pengguna yang cukup lama menggunakan aplikasi iJakarta ini, ada penambahan fitur seperti zoom screen ketika kita membaca buku karena ukuran font yang digunakan dalam aplikasi sendiri memang kecil untuk yang jarak pandangnya kurang mungkin menyulitkan pengguna” Dari beberapa pendapat atau ulasan aplikasi iJakarta ini bisa disimpulkan bahwa aplikasinya lumayan baik, dari segi tampilan memang cenderung mengikuti aplikasi lainnya sehingga tidak ada keunikan tersendiri tetapi mudah dalam menggunakannya, namun memang memerlukan beberapa tambahan fitur-fitur dan perbaikan fiturnya yang dirasa pengguna perlu dalam menggunakan aplikasi ini, seperti penambahan tombol scroll halaman dan zoom screen, menu daftar favorit buku atau list favorit buku. Kemudian juga perlu perbaikan terhadap fitur font yang memang harus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Conclusion

Perkembangan teknologi informasi juga berpengaruh pada perkembangan perpustakaan dengan mengembangkan suatu inovasi berupa perpustakaan digital yang disediakan dalam bentuk aplikasi pada smartphone. Aplikasi perpustakaan digital ini memudahkan pengguna dalam mengaksesnya suatu koleksi bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan, salah satunya dengan aplikasi iJakarta yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat DKI Jakarta dan juga seluruh masyarakat di Indonesia. Hal yang harus dimiliki sebuah aplikasi yaitu user interface dimana visual suatu aplikasi harus bisa menarik peminat dan perhatian pengguna dan juga harus memerhatikan komponen utama dalam user interface yaitu warna, font, navigasi, ikon dan tombol. Pada aplikasi iJakarta ini sudah memenuhi itu semua dan memang ada beberapa pendapat yang baik dan yang dirasa butuh ditambah dalam aplikasi ini yaitu bisa dengan menambahkan fitur tombol scroll halaman dan zoom screen, menu daftar favorit buku atau list favorit buku.