Kembali
16
1
2023 Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan dan Informasi Vol 2 · 1 ISSN 2829-0690

PERAN LITERASI DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar

Abstrak

Tulisan ini akan membahas tentang bagiamana memanfaatkan literasi digital dalam kegiatan pembelajaran, yang akan bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya Manusia Baik sebagai Tenaga Pendidik maupun tenaga Kependidkan. kemudian dalam penelitian ini akan menggunakan metode penelitan Kualitatif deskriptif atau sebuah penelitian yang menggambarkan mengenai pemanfaatan Litersi Digital dalam melaksanakan kegiatan Proses Pembelajaran. Dalam penelitian ini juga dilakukan dengan menggunakan studi Pustaka yang di jadikan sebagai data sekunder. Dari hasil yang ditemukan bahwa kecakapan dalam memanfaatkan literasi digital pada umumnya dapat meningkatkan kualitas dari seorang tenaga Pendidik, sehingga Literasi Digital yang diterapkan dalam kegiatan Pembelajaran akan memeberikan dampak yang sangat baik terhadap dunia Pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Keywords: Literasi Digital · Pembelajaran Digital

Introduction

Dalam era kontemporer saat ini pengertian Literasi tidak lagi dikatakan sebagai suatu kemampuan yang digunakan untuk membaca, menulis dan pengertian-pengertian yang mungkin sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini. Tetapi bagaimana kata literasi itu dapat di maknai sebagai sebuah keterampilan atau kecakapan dalam menciptakan sebuah produk atau jasa yang dapat di perlombakan dalam sebuah kompetisi global, sedangkan Digital adalah sebuah bentuk kata baik berupa gambar, video dan beberapa macam serta bentuk aplikasi yang ada dalam sebuah perangkat computer. Sedangkan istilah mengenai Littrasi Digital pernah di gunakan oleh (Davis & Show) pada tahun 2011 yang mengandung sebuah makna suatu kemampuan dalam melakukan sebuah hubungan dengan sebuah infomasi hipertekstual yang dalam artian membaca dengan tidak berurutan dengan bantuan sebuah perangkat computer (Bawden,2001). Diberbagai negara literasi digital memiliki pemaknaan yang tentu berbeda-beda karena menyangkut sebuah sistem serta kebijakan dan perkembangan kemajuan dari sebuah tekhnologinya. Namun secara umum literasi digital mempunyai serta memiliki suatu konsep dasar yang hamper sama tentang sebuah kemampuan dalam hal menggunakan dan memahami pemanfaatan suatu tekhnologi informasi serta komunikasi dalam suatu bidang Pendidikan. Sehingga dalam hal ini dari pengertian yang telah dijelaskan tadi ada beberapa istilah yang biasa atau sering di gonta-ganti seperti, melek, kelancaran, dan kompetensi, beberapa istilah tersebut bisa digunakan dalam menggambarkan sebuah kemampuan untuk mengarahkan jalan dari sebuah lingkungan digital dan informasi dalam hal mendapatkan dan mengevaluasi atau menolak sebuah informasi. Adapun salah satu tokoh yang pernah mempopulerkan istilah mengenai literasi Digital adalah Paul Gilster yang pada waktu itu menerbitkan sebuah buku hasil tulisannya dengan judul Digital Literacy pada tahun 1997. Pada tahun 2007 Gilster memperluas dan memperkaya konsep tentang literasi Digitalnya, sebagai suatu keahlian dan kemampuan dalam memahami serta menggunakan suatu infromasi dalam sebuah format serta berasal dari berbagai jenis sumber yang disajikan secara digital yang melalui suatu perangkat komputer. Kemudian dari pada itu ada pula suatu istlah lain yang mengenai dengan literasi digital yang memperlihatkan sebuah konsep yang cukup luas yang mampu menautkan berbagai macam literasi yang sesuai dan relevan yang bebrbasis sebuah kompetensi serta keterampilan dalam memanfaatkan sebuah tekhnologi komunikasi yang menekankan pada sebuah kecakapan mengevaluasi informasi. Kemudian daripada itu literasi digital juga dapat diartikan sebagai suatu keahlian dalam memanfaatkan tehknologi digital serta mengethaui kapan dan bagaiamana menggunakannya. Literasi digital merupakan sebuah kemampuan dan keahlian dalam menggunakan sebuah tehknologi digital, serta perangkat atau jaringan komunikasi, melakukan evaluasi dan membuat suatu informasi dalam berbagai suatu format yang luas Ketika disajikan dalam suatu perngkat digital seperti komputer, yang dimana dalam konsep literasi digital seperti ini dapat meliputi suatu kemampuan seperti membaca dan menginterprestasikan suatu media, serta mampu menerpakan pertambahan pengetahuan yang baru dalam ruang lingkup digital. Selain dari pada itu istilah literasi informasi juga didefenisikan sebagai pemanfaatan tekhnologi dalam menemukan, menerapkan serta menyebarluaskan bebrbagai macam dan jenis informasi dalam dunia digital. Sehingga dengan beberapa defenisi mengenai literasi digital kita bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa literasi digitial itu bukan hanya sesuatu kemampuan atau keahlian dalam mencari dan menemukan serta mneggunakan sebuah informasi, yang yang paling penting dari hal itu adalah bagaimana ketepatan dalam membuat sebuah informasi serta evaluasi yang kritis, sebab kesesuaian dalam memanfaatkan sebuah informasi dari sebuah aplikasi digital sangat diperlukan. KAJIAN PUSTAKA 1. Literasi Digital A. Pengertian Literasi Digital Literasi digital merupakan suatu kecakapan yang dimiliki oleh seseorang dalam memanfaatkan suatu tekhnologi yang biasa digunakan dalam melakukan kegiatan proses pembelajaran, atau sebuah kemampuan dalam memanfaatkan jenis-jenis media digital seperti, alat komuikasi, jaringan internet serta perangkat-perangkat pembelajaran yang menggunakan media yang berhubungan dengan Tekhnologi, kemampuan dalam memanfaatkan literasi digital mencakup beberapa keahlian seperti menemukan, mengerjakan, melakukan evaluasi, serta mampu membuat dan menerapkannya dengan bijak serta tepat sesuai dengan kegunaannya. Seiring dengan perubahan zaman yang begitu cepat yang mengakibatkan perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang tekhnologi mengalami perubahan yang begitu cepat, sehingga dalam kondisi yang serba cepat ini kita dituntut untuk mampu mengembangkan kecakapan kita dalam mengembangkan pengetahuan kita mengenai literasi digital sehingga dengan kecakapan atau keahliaan dalam memanfaatkan literasi digital akan mampu menemukan sebuah informasi yang cepat, efektif dan akurat yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran yang baik. Tentu Salah satu faktor yang mampu membuat suatu wilayah bisa berkembang atau maju dapat kita lihat dari budaya literasi yang dimiliki. Pada saat seperti inilah kemampuan-kemampuan digital sangat di butuhkan dalam sebuah metode pembelajaran, yang dimana dari kecakapan digitalisasi yang kita miliki akan sangat membantu kita dalam hal melakukan penelusuran dan menemukan sebuah informasi yang dapat di manfaatkan sebagai bahan rujukan atau referensi dalam teori pembelajaran, tidak hanya itu saja kecakapan digitalisasi seseorang sangat membantu dalam meningkatkan kualitas suatu wilayah atau daerah sebab, dalam kondisi saat sekarang ini perkembangan literasi begitu sangat cepat, tentu dari hal ini tidak akan lepas dari dunia tekhnologi digital. Indonesia sebagai salah satu bangsa yang besar tentu harus bisa dan berusaha dalam menerapkan serta mengembangkan budaya literasi ini, sebab salah satu indikator bangsa yang dikatakan besar dapat kita liat dengan masyrakatnya yang literat serta memiliki suatu peradaban yang baik. Literasi digital saat ini merupakan sebuah kecakapan atau keahlian dalam memanfaatkan suatu teknologi informasi serta komunikasi baik itu secara kkognitif maupun teknikal. Terkadang digitalisasi selalu identik dengan hal-hal atau sesuatu yang bersifat teknis dan selalu fokus pada sebuah aspek kognitif serta aspek sosial dalam era digital, literasi digital merupakan sesuatu hal yang positif dari perkembangan dunia tekhnologi sehingga dalam memanfaatkan suatu media yang mampu mendukung seluruh element masyarakat agar mempunyai kecakapan dalam kegiatan membaca dan unutk menigkatkan minat serta keinginan seleruh lapisan masyarakat dalam menjadikan budaya literasi sebagai gerbang kehidupan. Menurut Douglas A.J Belshaw, 2011 ada beberapa indikator esensial yang perlu kita ketahui dalam mengembangkan pemahaman literasi digital : 1. Budaya/Kultural, yaitu suatu kecakapan dan kemampuan tentang ragam konteks dan jenis pengguna dunia digital 2. Kognitif , merupakan pola dan daya fikir dalam menilai suatu konten 3. Konstruktif, yaitu reka cipta sesuatu yang handal dan terbaru 4. Komunikatif, kemampuan memahami kinerja jejaring dan komunikasi didunia digital 5. Kreatif, mampu melakukan sesuatu hal baru dengan cara yang baru 6. Kritis dalam menyikapai sebuah konten dan konteks dan mampu mempertanggung jawabkan secara sosial. Dari beberapa Aspek atau inikator yang ada di atas, Belshaw menilai bahwa Aspek kulutrallah yang paling penting sebab pengguna dapat diberi pemahaman sebuah konteks serta dapat membantu aspek kognitif dalam menilai sebuah konten. Pada dasarnya UNESCO berprinsip bahawa konsep dari literasai digital akan menaungi dan menjadi sebuah landasan awal bagi element masyrakat dalam memahami dan menerapkan perangkat-perangkat tekhnologi, komunikasi serta informasi. Di tahun 2011 UNESCO mengembangkan sebuah terminology yang merujuk pada sebuah konsep kehidupan yang tidak akan pernah lepas dari aktivitas literasi seperti membaca serta kegiatan menulis yang dimana tentu akan sangat erat kaitannya dengan dunia Pendidikan. Sehingga oleh sebab itu literasi digital juga merupakan suatu keahlian yang tidak hanya dapat melibatkan kecakapan dalam memanfaatkan suatu perangkat teknologi, komunikasi dan informasi, akan tetapi juga suatu keahlian dalam melakukan hubungan sosial serta kemampuan dalam suatu proses pembelajaran kemampuan bersikap, kreatif dan juga inspiratif yang dimana hal tersebut dapat dijadikan sebagai kompetensi digital yang saat ini sedang trend di berbagai wilayah. Kemudian selain dari pada itu ada juga sebuah pendekatan yang dapat kita manfaatkan dalam mengembangkan literasi digital yaitu bisa menggunakan aspek pendekatan konseptual dan aspek operasional, yang dimana sebuah pendekatan konseptual memfokuskan pada perkembangan kognitif serta sosial emosional, kemudian pendekatan yang bersifat operasional memfokuskan pada kegiatan tekhnis seperti pemanfaatan media informasi. Kemudia selain dari hal diatas pengembangang literasi digital juga dapat kita kembangkan dengan menerapkan beberapa prinsip seperti; menggunakan konten digitalisasi yang kerap merujuk pada mengaplikasikan serta mengimplementasikan dengan suatu kompetensi digital yang mempunyai hubungan Bersama dengan konteks tertentu, dan transformasi digital yang akan selalu mengharapakan sebuah kreatifitas serta inovasi-inovasi dalam penerapan dunia digitalisasi. Menurut Sdr. Kylene Beers pada tahun 2009 prinsip penting lainyya dalam mengembangkan literasi disuatu Lembaga Pendidikan adalah sebagai Berikut : a. Berifat Berimbang Setiap Peserta didik tentu mempunyai sebuah keperluan yang berbeda dengan satu dan lainnya, sehingga pihak penyelenggara Pendidikan mampu merealisasikan sebuah prinsip dengan penerapan tehnik dalam membaca berbagai jenis varian bacaan yang ada b. Komunikasi Lisan Setiap para peserta didik harus mampu melakukan diskusi tentang sebuah informasi yang dimana dalam diskusi tersebut akan sangat memungkinkan terjadi berbagai macam perbedaan pemahaman, sehingga dengan begitu dengan perbedaan tersebut diharpakan kepada para peserta didik nantinya mampu mengeluarkan masing-masing pendapatnya yang dimana kegiatan tersebut akan melatih kemampuannya dalam berfikir lebih kritis. c. Keberagaman Keberagaman meruapakan sesuatu yang layak untuk di hargai dalam setiap penyelenggaran Pendidikan (Sekolah), kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara menyediakan berbagai bahan bacaan yang bertemakan suatu budaya yang ada di negara Indonesia khususnya sehingga para peserta didik akan mampu mengenal budaya bangsa kita dan turut ambi bagian dalam melestarikannya. Untuk Memperdalam pengetahuan kita mengenai Literasi Digital, maka kita dapat merujuk beberapa defenisi dari beberapa ahli dari berbagai sumber ; a. Literasi Digital menurut UNESCO Literasi digital menurut UNESCO diartikan sebagai salah satu bentuk keterampilan, baik itu secara kognitif, keterampilan dalam hal baca tulis, yang dimana saat ini keterampilan telah dapat dikembangkan serta di bentuk dalam berbagai metode. Misalnya dalam hal penelitian, akademik, serta pengalaman, dan Pendidikan atau apapun ke sesuatu hal yang mengandung nilai-nilai budaya. Konsep literasi dari UNESCO merupakan sebuah upaya dalam hal memahami berbagai perangkat tekhnologi komunkasi dan informasi. b. Literasi Digital Menurut National Institue For Literacy Menurut National Institue For Literacy literasi digital merupakan suatu bentuk kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah sesuai dengan tingkat permasalahan yang berbeda-beda, sehingga tidak terbatas pada keacakapan dalam hal berbicara saja melainkan kemampuan menulis dan kemampuan membaca saja, aka tetapi juga pada tingkat pekerjaan, masyarakat dan keluarga pun juga termasuk didalamnya. c. Literasi Digital menurut Harvey J. Graff merupakan suatu keahlian daalm pribadi seseorang yang di aplikasikan dalam bentuk membaca dan menulis. Sehingga dari beberapa pendapat diatas yang kita mampu menarik sebuah kesimpulan bahwa literasi digital merupakan sebuah pengetahuan dan keahlian memanfaatkan sebuah media digital, jenis-jenis alat komunikasi, serta suatu jaringan dalam hal penelusuran, menggunakan, mengevaluasi, dan menciptakan suatu informasi serta mampu menggunakannya secara bijak sesuai dengan kaidah dan aturan-aturan hukum yang berlaku dalam rangka membina sebuah komunikasi yang komunikatif. B. Tujuan dan Manfaat Literasi Digital Setelah kita memahami devenisi serta pengertian dari literasi digital yang ada di atas, oleh sebab itu kita akan mencoba membahas beberapa gambaran dari tujuan literasi digital sebagai berikut: 1. Dengan hadirnya literasi digital baik itu di kalangan dunia Pendidikan atau pada lingkungan sosial akan mampu memberikan dampak yang positif, yaitu mampu meningkatkan pengetahuan segala elemen masyarakat dengan cara membaca dengan kemudahan mengakses berbagai macam jenis informasi dengan cepat dan lebih efisein. 2. Hadirnya literasi digital sangat memberikan kemudahan dalam hal meningkatkan tingkat pengetahuan dan pemahaman seseorang dalam hal mengambil sebuah kesimpulan dari informasi atau dari bahan bacaan yang di baca dari kosep digital. 3. Dengan Hadirnya Literasi Digital, akan mampu meningkatkan serta memberikan kemampuan terhadap seseorang dalam memberikan sebuah penialain yang kritis terhadap suatu hasil peneltian baik itu karya tulis ataupun karya ilmiah . 4. Dengan hadirnya literasi Digital, akan mampu membantu serta menumbuhkan suatu culture literasi yang ada di dalam lingkungan masyarakat yang luas. 5. Dengan Literasi Digital yang dimiliki seseorang akan mampu membantu serta mengembangkan budi pekerti yang baik dalam diri seseorang. 6. Hadirnya Literasi Digital akan mampu menjadikan kepribadian seseorang jauh lebih baik melalui aktivitas membaca dan menulis Setelah kita mendapatkan informasi mengenai tujuan literasi digital yang sangat baik dan mengisnpirasi yang ada di atas, tentu lapisan masyarakat juga akan mendapat manfaat seperti yang ada dibawah ini: 1. Dengan kecakapan literasi digital yang dimiliki akan memberikan dan menambah perbendeharaan kosa kata seseorang. 2. Mampu memberikan manfaat dalam pengoptimalan kinerja otak seseorang, itu disebabkan karena seringya di gunakan dalam hal menulis dan membaca 3. Membantu dalam hal mendapatkan dan menemukan infromasi dan wawasan 4. Akan menaikkan keahlian seseorang 5. Meningkatkan keahlian dalam menganalisis 6. Membantu dalam hal meningkatkan fokus dan konsentrasi seseorang 7. Membantu seseorang untuk meningkatkan kemampuan dalam merangkai sebuah kata yang bermakna yang akan dituliskan C. Sejarah Literasi Digital Dalam sejarah Peradaban manusia menunjukkan bahwa suatu Negara dan bangsa maju bukan hanya dilihat dari banyaknya sumber daya alam yang di miliki serta sumber daya manusia yang banyak pula, tetapi ada hal yang perlu diperhatikan dan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi yaitu dengan Literasi. Perkembangan melalui sebuah literasi sebenarnya telah ada sejak dari dahulu seperti orang-orang yang berliterasi dengan menggunakan media cetak atau media yang konvensional seperti surat kabar, Tabloid, serta brosur-brousr yang menyediakan berbagai macam informasi didalamnya. Dalam perkembangan serta berjalannya waktu perkembangan tekhnologi juga mengalami kemajuan yang sangat cepat, sehingga media literasi juga mengalami begitu banyak perubahan serta mengalami perkembangan dengan pesat pula. Pada era kontemporer seperti saat sekarang ini berliterasi dengan menggunakan media yang sifatnya offline atau konvensional perlahan-lahan telah ditinggalkan dan beralih menggunakan media-media yang digital atau online seperti, detik.com, Kompas.com dan berbagai macam jenis media lainnya yang bisa mempermudah dalam menemukan sebuah informasi yang di perlukan. Maka dari itu sudah seharusnya semua element masyarakat lebih terkhusus lagi dalam dunia Pendidikan sudah bisa memulai dan menerapkan serta memanfaatkan penggunaan literasi Digital baik untuk keperluan dalam mencari sebuah informasi atau sebagai media dalam Pembelajaran. Walaupun saat ini penggunaan istilah dari sebuah kata literasi telah mengalami perubahan perspektif akan tetapi basic atau dasar dari sebuah kata literasi itu adalah kemampuan dasar dalam hal membaca dan menulis tidak bis akita pungkiri, merujuk pada pembahasan literasi diatas berikut ada beberapa jenis literasi yaitu: 1. Literasi Dasar Pada hakekatnya literasi dasar merupakan suatu kemampuan atau keahlian dasar yang ada dan harus dimiliki orang yaitu membaca dan kemampuan menulis serta kemampuan mendengarkan dan berhitung dalam Dunia Pendidikan disebut dengan istilah “Calistung”, sehingga tujuan dari literasi dasar ini adalah membantu orang-orang untuk bisa mengoptimalkan keahliannya dalam hal kegiatan-kegiatan seperti membaca, menulis, komunikasi serta menghitung. 2. Literasi Kepustakawanan Literasi Kepustakawaan disni merupakan kecakapan atau keahlian seseorang yang mampu memahami serta membedakan jenis-jenis koleksi seperti koleksi mengenai karya tulis atau karya-karya yang lainnya seperti fiksi dan non fiksi serta suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam memahami suatu informasi dalam membuat suatu karya tulis dalam suatu penelitian. 3. Literasi Media Literasi Media merupakan suatu keahlian atau kecakapan seseorang dalam mengetahui serta memahami jenis serta ragam bentuk media, baik itu media yang bersifat konvesional atau offline maupun media yang sifatnya digital atau online, tetapi bukan hanya sekedar mengetahui saja tetapi mampu mengetahui penggunaanya dari setiap ragam jenis media tersebut. 4. Literasi Tekhnologi Literasi tekhnologi merupakan sebuah keahlian dalam memahami serta mengetahui sesuatu yang ada kaitanyya dengan dunia tekhonolgi seperti perangkat keras (Hardware), maupun perangkat ringan (Software). Serta mengetahu cara penggunaannya. 5. Literasi Visual Literasi Visual merupakan suatu kemampuan seseorang dalam memahami sebuah informasi yang bersumber bukan dari sebuah text tetapi kemampuan seseorang yang mampu menginterpretasikan serta mampu memberikan makna dari suatu informasi yang bersumber dari sebuah gamba ratu visual D. Pembelajaran Digital Saat ini digital learning atau pembelajaran digital merupakan sebuah sistem dalam proses Pendidikan yang mempunyai suatu tujuan untuk bisa memfasilitasi metode dan tehnik pembelajaran secara luas dan secara variative. Sebab dengan berkembangnya (IPTEK) ilme pengetahuan dan tekhnolgi banyak teknik , media serta metode pembelajara yang dapat digunakan dalam hal meningkatkan minat belajar para peserta didik. Sebab dalam kondisi saat sekarang ini tenaga pendidik di tantang agar bisa melakukan restrukturisasi model pembelajarannya agar para peserta didik tidak merasa jenuh dengan Teknik yang monoton yang dilakukan. Dengan memanfaatakan fasilitas yang disediakan oleh sistem digital saat ini para peserta didik dapat melakukan kegitan pembelajaran kapan dan dimana saja. Sehingga jika tenaga pendidik (guru,dosen, dll) tidak bisa melakukan perubahan dalam hal metode pembelajaran atau tidak inovatif tentu akan ketinggalan atau bisa saja diimbangi atau bahkan ketinggalan dari para peserta didiknya yang lebih rajing dan kreatuf dalam hal memanfaatkan sumber-sumber informasi yang begitu luas dan sangat mudah di akses melalui sistem digital saat ini, sebab kehadiran digitalisasi saat ini sangat membantu dalam pembelajaran baik berupa penyampaian materi yang lebih inovatif yang tidak hanya berbentuk teks tetapi dapat berbetuk visual, animasi, dan lain sebagianya. Peningkatan akses informasi dalam perkembangan duni pendidkan saat ini begitu nyata adanya seperti pembelajaran yang dilaksanakan berbasis internet. Sehingga dapat kita simpulkan bahwasanya dengan hadirnya literasi digital yang di terapkan dalam proses pembelajaran digital tidak dapat ditunda lagi, sebab inovasi yang di lakukan dalam penerapan pembelajaran ini akan sangat mempengaruhi terhadap karkater dan pola piker para peserta didik

Method

Pada tulisan ini penulis menggunakan sebuah jenis penelitian bahan Pustaka (Research), yang dalam kegiatan penulisan ini penulis menggunakan literatur serta bahan pustaka yang berkaitan sebagai bahan dari tulisan ini. Pada penelitian Pustaka juga merupakan suatau proses kegiatan yang ilmiah dan dimaksudkan sebagai dalam menemukan problem serta jalan keluar dari persoalan yang di hadapi , kemudian selain daripada itu kegunaan dari penulisan ini yaitu untuk menemukan sebuah pemahaman serta pengetahuan dari beberapa permasalahan yang di dapatkan kemudian mampu memberikan solusi dari sebuah permasalahan yang ada. Dalam tehnik penulisan ini yang menerapkan metode penelitian bahan Pustaka dimana bahan Pustaka sebagai objek utama pada penelitian ini,sehingga peneliti membaca lalu menganalisisnya. Selain dari pada itu penulis juga menggunakan sebuah pendekatan penelitian kualitatif, yaitu suatu konsep penelitian yang tersusun secara sistematis yang diterapkan dalam mengkaji atau menelaah pada suatu aspek yang memiliki latar belakang tanpa melakukan penjiplakan di dalamnya.

Discussion

A. Urgensi Literasi Digital Dalam Proses Pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu kegiatan atau aktivitas dimana adanya interkasi antara peserta didik yang belum memahami atau mengerti dengan tenaga pengajar baik guru, dosen, yang lebih memahami dan mengerti. Sehingga memerlukan beragam jenis media sehingga aktivitas atau kegiatan pembelajaran atau pengajaran dapat berjalan secara efisien dan baik. Dalam era digitalisasi seperti saat sekarang ini tenaga pendidik baik itu Dosen, Guru, dituntut agar bisa melek tekhnologi serta mengikuti perkembangannya dalam melaksanakan proses pembelajaran di era tekhnologi seperti saat ini baik guru ataupun para peserta didik tidak lagi kekurangan sumber informasi yang mampu di jadikan sebagai bahan referensi dalam menunjang proses belajar mengajar. Perpustakaan merupakan sebuah partner yang sangat baik dalam proses pembelajaran karena, di dalam sebuah Perpustakaan terdapat bebrbagi jenis sumber informasi yang dapat di jadikan sebagai petunjuk dalam meningkatkan pengetahuan ataupun untuk menyelesiakan tugastugas yang diberikan oleh guru. Akan tetapi di era digital saat ini tentu tidak cukup jika kita hanya mengadalkan kemampuan literasi yang bersifat konvensional saja, oleh karena itu baik peserta didik atau tenaga pengajar wajib meningkatkan pengetahuan mereka dalam hal pemanfaatan Literasi digital dalam kegiatan proses pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi serta multimedia yang begitu cepat mewajibkan para peserta didik dan tenaga pengajar (Guru,Dosen) harus mampu melakukan perubahan-perubahan terhadap metode pembelajaran atau pengajaran yang di lakukan. Dalam kondisi seperti saat sekarang ini tenaga pengajar dituntut untuk bisa menjadi literat dalam hal memanfaatkan literasi digital dalam hal melaksanakan aktifitas atau kegiatan pembelajaraannya. Tenaga pengajar yang mempunyai kecakapan dalam memanfaatkan literasi digital tentu akan mudah menemukan sumber-sumber informasi yang terbaru dan update yang dapat di implementasikan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga metode pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pengajar yang cakap dalam hal memanfaatkan literasi digital tentu lebih bervariatif dan lebih inovatif. Memiliki sikap, kemampuan serta keahlian dalam literasi digital tinggi sangat bermanfaat dalam dunia Pendidikan dalam mendukung serta mengimplementasikan kurikulum yang telah berbasis digital pula. Dalam kaitannya peserta didik juga bisa mencari dan memanfaatkan sumber informasi dari berbagai sumber informasi yang ada di jejaring internet baik itu digunakan untuk menyelesaikan tugas ataupun untuk pengembangan individu masingmasing. Jika peserta didik cakap dan ahli dalam memanfaatkan literasi digital sebagai salah satu sumber informasi ini akan menjadi baik sebab akan memberikan keringanan bagi pribadi masing-masing dalam hal pembelajaran secara mandiri serta mampu berinteraksi dengan berbagai informasi di mana pun berada. Sebab pada saat ini hampir seluruh element masyarakat dihadapkan dengan berbagai jenis dan sember informasi yang pesat, namun walaupun begitu mudahnya informasi saat ini kita dapatkan tetapi belum tentu semua jenis informasi yang beredar di jejaring internet itu dapat di percaya dan sesuai dengan kebutuhan pencari informasi. Selain dari pada itu juga kemampuan para Peserta didik dalam memanfaatkan literasi digital akan membuatnya menjadi pandai dalam berfikir logis, kritis serta tidak mudah percaya dengan berbagai macam informasi yang dia dapatkan baik secara langsung maupun tidak langsung sebelum mereka sendiri yang melakukan evaluasi dan verivikasi terhadap informasi tersebut. Hadirnya literasi digital ini memprakarsai terciptanya sebuah keterampilan berbasis skil yang biasa disebut dengan skills-based literacy, skil yang di maksdukan dalam hal ini adalah keterampilan dan mencari dan menemukan sebuah informasi, mampu menyeleksi sumber informasi secara tepat, mampu menilai serta memilah sumber informasi dengan benar, serta mampu menyuguhkan dan menggunakan informasi dengan penuh tanggung jawab, dalam konteks pembelajaran ataupun pengajaran, mengaplikasikan prinsip-prinsip suatu kajian teoritis mengenai Pendidikan dan pembelajaran menjadi suatu indikator yang determinan dalam meraih kesuksesan suatu Pendidikan. B. Peran Literasi Digital Dalam Proses Pembelajaran Di era digitalisasi saat sekarang ini literasi digital mempunyai peran yang paling utama dalam perkembangan serta keperluan dalam dunia Pendidikan dewasa ini, dengan hadirnya literasi digital literasi tentu sangat memberikan dampak yang sangat baik dan positif terhadap para peserta didik seperti mempercepat pembelajaran baca, tulis, dan menghitung (calistung). Yang dimana sebagai basic awal Pembelaran atau Pendidikan kepada para peserta didik baik itu dengan usia dini mauoun pada disiplin ilmu yang lainnya, sehingga peran literasi digital saat ini dalam proses pembelajaran akan sangat membantu peserta didik dalam mengembangkan potensi atau kemampuan yang dimiliki pada setiap individu peserta didik. Kemunculan literasi digital dalam era pembelajaran saat sekarang baik itu sumber informasi atau pencari informasi seolah tidak ada jarak yang memisahkan sebab kapan dan dimanapun peserta didik mampu melakukan penulusuran informasi yang dibutuhkan. Selain dari pada itu peran literasi digital juga saat ini akan mampu membantu meningkatkan prestasi belajar para peserta didik yang kelak pengetahuan yang mereka miliki akan mampu digunakan dalam persaingan serta komptensi global. Tetapi dalam memilih dan menemukan sebuah informasi yang kredibel dan akurat serta sesuai dengan kebutuhan khususnya pada usia dini tentu masih dan perlu adanya pengawasan serta pengarahan dari orang tua dan keluarga agar para peserta didik tersebut tidak keliru serta menyalahgunakan dalam pencarian dan menggunakan sebuah informasi yang di dapatkan dari sumber-sumber literasi digital. Senada dengan hal tersebut para perserta didik juga harus bisa menggunakan daya nalar atau berfikir kritis serta bijak dalam mencari dan menggunakan informasi yang akan digunakan atau di manfaatkan dalam pembelaran. Kementrian komunikasi dan informatika (Kominfo) pada tahun 2021 telah memberikan penyampaian agar seluruh element masyarakat termaksud para peserta didik agar sebisa mungkin menggunakan literasi digital dengan cara yang bijak, hal ini di maksudkan agar seluruh oknum Masyarakat mampu memahami etika dalam penggunaan serta pemanfaatan literasi digital, bisa mengetahui hal-hal yang mengandung unsur negative dalam literasi digital agar hal tersebut dapat dihindari. Pengaplikasian literasi digital dalam proses pembelajaran tentu sangat dibutuhkan, berikut beberapa peran literasai digital dalam proses pembelajaran ; 1. Meningkatkan kemampuan literasi digital Dengan hadirnya literasi digital saat sekarang ini tentu sangat memberikan dampak yang postif terhadap proses pembelajaran oleh para peserta didik sebab, peserta didik saat ini tidak akan lagi kekurangan informasi yang akan menunjang proses pembelajaran. Jika literatur atau refernsi yang dibutuhkan tidak didapatkan dalam sebuah Perpustakaan maka peserta didik bisa menelusur dan mempergunaka informasi yang ada di internet sebagai bahan referensi atau sumber rujukan untuk menunjang proses pembelajaran, sehingga Ketika para peserta didik terbiasa menecari, menemukan dan mempergunakan infromasi yang ada di internet tentu akan juga meningkatkan kemampuan dan keahlian literasi digital para peserta didik. 2. Menumbuhkan melek digital Jika peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran memanfaatkan sumber-sumber informasi yang ada pada jejaring internet tentu bukan hanya pengetahuan tekstual yang di dapatkan tetapi, kemampuan atau keahlian dalam menggunakan serta memanfaatkan perangkat digital baik itu software atau hardware dapat meningakat atau biasa dikenal dengan sebutan melek digital. 3. Meningkatkan kreativitas Dengan hadirnya literasi digital pada saat sekarang ini tentu bukan hanya dikalangan Pendidikan atau peserta didik saja yang dapat merasakan manfaatnya akan tetapi, seluruh element masyarakat yang sering memanfaatkan literasi digital sebagai sarana dalam menemukan sebuah informasi. Dengan hadirnya literasi digital kelak akan meningkatkan kreativitas baik itu dari peserta didik atau dari oknum masyarakat, sebab semua infromasi yang kita butuhkan dapat kita temukan, sebagai contoh Ketika peserta didik kita ingin memperdalam pengetahuannya mengenai penggunaan komputer mereka bisa mencari dan menemukan informasi sesuai dengan kebutuhannya, sehingga Ketika hal ini dilakukan secara terus menerus tentu akan meningkatkan kreativitas dari para peserta didik ataupun masyarakat pada umumnya. 4. Pembelajaran lebih Fleksibel Sebelum hadirnya literasi digital tentu proses pembelajaran yang dilakukan hanya mengandalkan sesuatu yang berbetuk teks serta metode pembelajaran hanya itu-itu saja yang terus diterapkan sehingga kejenuhan baik dari tenaga pengajar atau pun dari peserta didik sering hadir dalam setiap proses pembelajaran. Namun dengan hadirnya literasi digital seperti saat sekarang ini memberikan suatu perubahan yang sangat besar, dengan hadirnya perangkat-perangkat pembelajaran yang digital serta informasi yang beragam bisa di dapatkan melalui jejaring internet, sehingga metode pemebelajaran bisa lebih fleksibel dan tidak monoton lagi. 5. Memperluas Ruang Diskusi Dengan hadirnya literasi digital membuat semua element masyarakat akan sangat mudah dalam menelusur dan menemuakan sebuah informasi, bahkan tidak ada lagi skat atau dinding pembatas yang membatasi, baik itu ruang dan waktu. Sehingga dengan begitu mudahnya dan beraneka ragamnya informasi yang bisa di akses melalui jejaring internet akan memperluas ruang-ruang diskusi siap saja itu baik di kalangan pelajar ataupun masyarakat pada uumunya.

Conclusion

Berdasarkan pembahasan di atas, maka kesimpulan yang dapat ditarik yaitu Perkembangan teknologi informasi serta multimedia yang begitu cepat mewajibkan para peserta didik dan tenaga pengajar (Guru,Dosen) harus mampu melakukan perubahan-perubahan terhadap metode pembelajaran atau pengajaran yang di lakukan. Dalam kondisi seperti saat sekarang ini tenaga pengajar dituntut untuk bisa menjadi literat dalam hal memanfaatkan literasi digital dalam hal melaksanakan aktifitas atau kegiatan pembelajaraannya. Tenaga pengajar yang mempunyai kecakapan dalam memanfaatkan literasi digital tentu akan mudah menemukan sumber-sumber informasi yang terbaru dan update yang dapat di implementasikan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga metode pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pengajar yang cakap dalam hal memanfaatkan literasi digital tentu lebih bervariatif dan lebih inovatif. Pengaplikasian literasi digital dalam proses pembelajaran tentu sangat dibutuhkan, berikut beberapa peran literasai digital dalam proses pembelajaran yaitu meningkatkan kemampuan literasi digital, menumbuhkan melek digital, meningkatkan kreativitas, pembelajaran lebih fleksibel, dan memperluas ruang diskusi.