Kembali
16
1
2023 Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan dan Informasi Vol 2 · 2 ISSN 2829-0690

STRATEGI PERPUSTAKAAN FAKULTAS SASTRA DAN HUMANIORA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR

Universitas Kristen Satya Wacana; Universitas Kristen Satya Wacana; Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang bagaimana peran perpustakaan fakultas sastra dan humaniora dalam meningkatkan minal baca mahasiswa Universitas Islam Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi perpustakaan dalam meningkatkan nilai kunjung dan minat baca mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data observasi, parsipatif dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi yang ditempuh perpustakaan fakultas sastra dan humaniora Universitas Islam Makassar dalam meningkatkan minat baca mahasiswa dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan talk show, pameran buku, seminar dan workshop penulisan, literasi informasi, menerima kunjungan siswa dan mahasiswa, menerapkan layanan prima dan unggul, penyediaan aneka macam koleksi, dan promosi perpustakaan serta peningkatan sarana prasarana perpustakaan. Upaya tersebut diharapkan minat baca mahasiswa meningkat sehingga mereka tidak akan mudah menerima informasi hoax.
Keywords: Strategi perpustakaan · minat baca · literasi informasi

Introduction

Menurut Darmono (2001: 48) perpustakaan sebagai salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan. Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada pada lingkuangan perguruan tinggi, sekolah tinggi, akademi atau sekolah tinggi lainnya yang pada hakikatnya merupakan bagian integral dari suatu perguruan tinggi. Berbeda juga dengan perpustakaan fakultas, perpustakaan fakultas adalah suatu perpustakaan yang berada pada naungan fakultasnya sendiri, fungsi dari perpustakaan fakultas sendiri ialah agar mahasiswa dapat menemukan informasi yang lebih cepat dengan apa yang mahasiswa cari, perpustakaan fakultas juga lebih berfokus dalam menyediakan koleksi yang memang untuk mata kuliah program studi yang di ambil oleh mahasiswa. Contoh sederhana saja pada perpustakaan fakultas sastra dan humaniora Universitas Islam Makassar, perpustakaan ini lebih memfokuskan koleksinya yang cenderung mengarah pada kesastraan, meskin ada beberapa koleksi juga yang memang harus ada pada rak pelayanan. Tidak hanya itu perpustakaan FSH juga menyediakan beberapa sitem pelayanan yang berupa perangkat komputer, komputer tersebut bisa mahasiswa atau pemustaka gunakan selagi dalam jam oprasional perpustakaan, dari sistem teknologi komputer juga mahasiswa dapat mengetahui berbagai banyak informasi yang ada pada zaman sekarang, tidak hanya mahasiswa saja tapi masyarakat juga boleh mengakses tehnologi tersebut. Adanya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin memudahkan dalam memperoleh informasi, termasuk melalui media sosial. Media sosial memberikan berbagai kemudahan, diantaranya sebagai media promosi, jang memperbanyak teman, media komunikasi, dan tempat berbagi foto, informasi. Selain memberikan manfaat, media sosial juga mempunyai efek negatif, diantaranya mengganggu kegiatan belajar, bahaya kejahatan, bahaya penipuan, mengganggu kehidupan dan komunikasi keluarga (Putri, dkk, 2016). munculnya kejahatan melalui media sosial ini, salah satunya disebabkan oleh informasi bohong atau hoax. Melihat generasi pengguna internet yang mayoritas diminati oleh kalangan usia muda, perpustakaan fakultas perguruan tinggi juga dapat berperan aktif dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Unit pelaksana teknis perpustakaan fakultas Universitas Islam Makassar, sebagai salah satu perpustakaan fakultas yang ada di perguruan tinggi Universitas Islam Makassar, berperan serta dalam meningkatkan minat baca mahasiswa perpustakaan dan sains informasi. Upaya tersebut dilakukan untuk menjadikan mahasiswa perpustakaan dan sains informasi yang memiliki pengetahuan yang tinggi tidak mudah dibohongi oleh informasi/berita bohong. Jurnal ini membahas tentang strategi perpustakaan FSH Universitas Islam Makassar dalam eningkatkan minat baca dan memerangi informasi hoax. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti mengenai strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa yang dirumuskan dalam judul “Strategi Perpustakaan FSH dalam Meningkatkan Minat Baca pad Mahasiswa Universitas Islam Makassar” TINJAUAN PUSTAKA 1. Perpustakaan Fakultas Perpustakaan fakultas merupakan perpustakaan yang terhubung dalam lingkungan lembaga pendidikan perguruan tinggi, baik berupa perpustakaan fakultas, jurusan, dan juga akademik (Pamuntjak, 2000). perpustakaan fakultas berfungsi sebagai penunjang dan pendukung proses pendidikan yang berlangsung di suatu perguruan tinggi, memperlancar dan menyukseskan visi dan misi pada fakultas dan juga jurusan yang ada didalamnya, serta meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka menyikapi dan menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pengelola perpustakaan fakultas untuk meningkatkan minat baca yaitu: 1) memperbaiki fasilitas dan karakteristik pelayanan perpustakaan (Siregar, 2004), 2) meningkatkan fasilitas ruangan dan kelengkapan koleksi di perpustakaan serta adanya kerja sama yang baik antara pustakawan dengan dosen (Kasiyun, 2005), 3) menyediakan beragam koleksi/karya yang merupakan informasi sehat yan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kegemaran membaca (Fuad, 2017). Menurut Nashihuddin (2017), pustakawan harus menyediakan bahan bacaan atau literatur yang edukatif dan menghibur, serta tidak mengandung unsur pornografi dan SARA. 2. Fungsi Perpustakaan Fakultas Fungsi sebuah perpustakaan merupakan penjabaran lebih lanjut dari semua tugas perpustakaan guna mencapai tujuannya. Perpustakaan fakultas berfungsi sebagai sarana kegiatan belajar- mengajar, penelitian yang sederhana, menyediakan bahan bacaan guna menambah ilmu pengetahuan, sekaligus tempat berekreasi yang sehat, disela-sela kegiatan rutin dalam belajar ( Sutarno NS, 2006: 47). Dalam penjelasan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa perpustakaan merupakan salah satu komponen sarana proses belajar mengajar pada perguruan tinggi. Oleh karena itu, pada prinsip nya setiap fakultas diwajibkan untuk meyediakan perpustakaan dan perpustakaan merupakan bagian dari kegiatan fakultas dan pgogram studi yang ada pada perguruan tinggi. Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya sebagai sarana untuk menerapkan tujuan pendidikan. Melalui fungsi pendidikan ini manfaat yang dapat diperoleh adalah: a) Agar pengguna perpustakaan mendapat kesempatan untuk mendidik diri sendiri secara berkesinambungan. b) Untuk membangkitkan dan mengembangkan minat yang telah dimiliki pengguna yaitu dengan mempertinggi kreativitas dan kegiatan intelektual. c) Mempertinggi sikap sosial dan menciptakan masyarakat yang demokratis. 3. Tujuan Perpustakaan Fakultas Shaleh (2006:15) menyatakan bahwa tujuan perpustakaan fakultas adalah untuk menunjang pelaksanaan program pendidikan yaitu: a) Untuk menimbulkan, menanamkan minat membaca mahasiswa, sehingga membaca merupakan suatu kebiasaan bagi mahasiswa agar membaca menjadi kegemarannya, b) Untuk memperluas horizon pengetahuan mahasiswa, dengan menyediakan berbagai buku pengetahuan, ikut membantu perkembangan bahasa dan daya pikir mahasiswa, c) dan untuk memberikan dorongan kepada mahasiswa. Adapun tujuan perpustakaan sekolah yaitu sebagai sumber belajar dan bagian integral dari perguruan tinggi dengan sumber belajar lainnya yang bertujuan mendukung proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan. Tujuan diselenggarakannya perpustakaan fakultas sebagai berikut: a) Memberikan layanan informasi yang memuaskan penggunanya, b) Menunjang pencapaian visi dan misi badan/ organisasi/ instansi. c) Menambah wawasan mahasiswa atau pemustaka. d) Mengisi waktu luang e) Dan referensi tugas. 4. Pengetian Minat Baca Minat merupakan ketertarikan seseorang terhadap suatu hal. Ketertarikan atau kecenderungan dalam hati membuat seseorang rela menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran untuk bisa lebih lama dengan sesuatu tersebut. ketertarikan bisa terhadap orang, benda atau kegiatan tertentu. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, yang dimaksud dari minat adalah “perhatian, kesukaan, kecenderungan hati kepada sesuatu”. Hal senada dikatakan oleh Undang Sudarsana menurutnya, minat adalah sebagai suatu kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat secara terus menerus terhadap sesuatu (orang, benda, kegiatan) yang disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari serta membuktikannya lebih lanjut. Dengan kata lain, minat merupakan adanya dorongan dalam diri seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Bisa juga dikatakan minat adalah motivasi seseorang terhadap yang disenanginya. Di samping itu, minat baca bukan suatu hal bawaan dari lahir. Melainkan minat baca perlu dipupuk, dibina, diarahkan, dikembangkan dari sejak dini bisa dimulai dari pra-sekolah (5 tahun), masa anak sekolah (6-12 tahun), masa remaja (13- 18 tahun), sampai masa dewasa dimana peranan orang tua sangat penting turut terlibat, begitu pun sekolah dan masyarakat. Hal semacam ini harus mendapat perhatian sebab membaca sebagai keterampilan dasar untuk Memperoleh ilmu pengetahuan melalui buku buku pelajaran. Atau sebagai fungsi rekreasi yakni dengan membaca majalah, cerpen, novel fiksi yang ringan akan memperolehkesenangan dan hiburan yang berkualitas. Menurut cahyono (2011:10) menjelaskan secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat baca, yaitu faktor internal dan eksternal. faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seseorang. Faktor internal meliputi antara lain: intelegensi, usia, jenis kelamin, kemampuan membaca, sikap, serta kebutuhan psikologis. Sementara faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar atau faktor lingkungan bisa dari keluarga, teman, tetangga, dan lain- lain. Faktor eksternal mempengaruhi pola pikir, semangat atau motivasi, kemauan dan kecenderungan untuk selalu membaca. 5. Pengertian Strategi Istilah strategi mungkin sudah sangat akrab di kehidupan sehari hari. Namun, apakah sudah benar benar dipahami dan dimengerti definisi tersebut. Dalam dunia sepak bola, misalnya, istilah strategi selalu menjadi topik perbincangan yang hangat bagi siapapun terutama bagi para pelatih. Seorang pelatih sepakbola akan menentukan strategi yang tepat untuk memenangkan pertandingan setelah ia memahami potensi yang dimiliki timnya dan kekuatan tim lawan. Begitupun, dalam berorganisasi agar supayavisi-misi tercapai dengan baik dibutuhkan strategi yang tepat pula. Oleh karena, strategi sangat penting untuk mencapai suatu tujuan maka dibutuhkan pertimbangan yang matang untuk menentukan strategi. Dalam dunia pendidikan, strategi dapat diartikan sebagai a plan, method, or series of aktivities designed to achieves a particulareducational goal. Dengan kata lain, kegiatan yang didesain dengan perencanaan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Istilah strategi (strategy) berasal dari “kata benda” dan “kata kerja” dalam bahasa Yunani. Sebagai kata benda, Strategos merupakan gabungan kata stratos (militer) dengan “ago” (memimpin). Sebagai kata kerja, stratego berarti merencanakan (to plan). Dalam kamus The American Herritage Dictionary dikemukakan bahwa Strategy is the science or art of military command as applied to overall planning and conduct of large- scale combat operations. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa strategi adalah the art or skill of using strategems (a military manuvre design to deceive or surprise an enemy) in politics, business, courtship, or the like. Inti dari pengertian strategi diatas lebih menekankan pada suatu perencanaan dalam menentukan strategi dan seni dalam memainkan strategi. Dalam manajemen strategi, diartikan suatu rencana kegiatan yang menyeluruh yang disusun secara sistematis dan bersifat umum, karena itu dapat diketahui oleh setiap orang dalam perusahaan maupun diluar perusahaan. Jika mengutip pendapat pakar antara lain Porter dan Michael mengatakan bahwa strategi merupakan pola penentuan keputusan keputusan dan tindakan untuk mengubah suatu kondisi yang diinginkan oleh organisasi di masa depan sebagai suatu respons atas tuntunan perubahan lingkungan organisasi. Berdasarkan pendapat pendapat yang telah dituliskan diatas, dapat ditarik pengertian bahwa strategi merupakan suatu tindakan yang memerlukan perencanaan matang. Suatu rencana yang didesain secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Seni di dalam strategi memerlukan kepekaan pemimpin dalam menemukan masalah sehingga mudah dalam menentukan strategi yang tepat. 6. Tujuan Strategi Strategi yang baik adalah strategi yang terukur,sistematis, dan realistis dengan situasi dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, tujuan menjadi penting agar implementasi strategi berjalan secara efektif dan efisien. Dalam strategic management, Nanang mengemukakan bahwa tujuan (goals) adalah kondisi yang dinginkan yang hendak dicapai atau diwujudkan oleh organisasi di masa yang akan datang. Lebih lanjut, dalam menentukan tujuan harus realistis/dapat dilakukan, fleksibel, terukurkemajuannya, dan dapat dirancang untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Sama halnya dengan Ismail Solihin, menurutnya, tujuan berbeda dengan misi.Tujuan lebih menunjukan sifat kuantitatif (the measure of things) yaitu hasil hasil yang dapat diukur (measurable). Sementara misi dinyatakan secara kualitatif (the nature of things) yaituhasil akhir yang ingin dicapai perusahaan tetapi membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk mencapainya. Selain itu, tujuan harus memiliki tenggat waktu yang jelas agar pencapaiannya menjadi tidak kabur. Dari pengertian diatas, bahwa tujuan merupakan target yang ingin dicapai oleh organisasi/perusahaan dengan pertimbangan skala prioritas yaitu menentukan target target dalam jangka pendek, menengah dan target jangka panjang. 7. Strategi Meningkatkan Minat Baca Tidaklah mudah untuk meningkatkan minat baca mahasiswa. Oleh karena itu, harus dilakukan suatu upaya yang secara terus menerus agar terbentuk kebiasaan pada mahasiswa yang pada akhirnya menjadi suatu kebutuhan. Adapun strategi dalam upaya meningkatkan atau membina minat baca pada mahasiswa, antara lain: a) Mengupayakan Kunjungan Perpustakaan Merupakan strategi yang dapat dilakukan oleh pustakawan pada waktu tertentu sebagai cara yang penting untuk memperkenalkan kepada mahasiswa terhadap koleksi, dan layanan lainnya yang disediakan perpustakaan. Pada saat kunjungan, kepala perpustakaan dan pustakawan bekerja sama untuk dapat mengetahui bahan bacaan yang disukai atau diperlukan oleh mahasiswa. Hal ini menjadi masukan berharga bagi pustakawan. Selanjutnya, siswa yang telah mengetahui gambaran tentang perpustakaan, dengan sendirinya berkunjung ke perpustakaan fakultas untuk mencari bahan bacaan yang diinginkan atau sekedar mengerjakan tugas dari dosennya. Jika hal demikian dilakukan secara terus menerus akan menumbuhkan kebiasaan yang positif dan meningkatkan minat baca. b) Mengupayakan Penambahan Koleksi Perpustakaan Merupakan salah satu upaya agar menarik perhatian peserta didik untuk selalu berkunjung ke perpustakaan yaitu dengan tersedianya berbagai bahan bacaan baik fiksi maupun non fiksi untuk keperluan bahan bacaan mahasiswa sebab perpustakaan fakultas yang memiliki bahan bacaan yang variatif dan kaya akan dapat menarik minat mahasiswa untuk membaca. Pustakawan fakultas sebaiknya pertimbangkan pula dalam memilih buku, desain cover buku, dan jenis buku. Buku yang baik tentunya yang menyenangkan bagi pembaca, bahasanya kaya dan mudah dicerna. Perbanyak koleksi dan bahan bacaan dalam perpustakaan fakultas agar mahasiswa dapat membaca dengan banyak pilihan dan juga mencari koleksi kebutuhan sendiri. c) Mensosialisasikan Manfaat Baca Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pustakawan dengan mensosialisasikan pada mahasiswa akan pentingnya membaca dan manfaat setelah membaca. Salah satu bentuk sosialisasi yaitu dengan membuat slogan yang bisa menggugah ketertarikan siswa untuk membaca dan datang ke perpustakaan. Di bawah ini beberapa contoh slogan. Membaca merupakan jendela dunia. Membaca dimanapun dan kapanpun Anak pintar harus gemar membaca. d) Membuat Kelompok Lingkar Sastra Program yang bisa diterapkan oleh pustakawan untuk meningkatkan minat baca mahasiswa yaitu dengan membentuk lingkar sastra merupakan upaya yang dapat melatih mahasiswa untuk berdiskusi dan menganalisa suatu buku dimana mahasiswa membicarakan tentang judul dan pengarang suatu buku, mendiskusikan apa yang telah dibaca, mengidentifikasi bagian alur cerita yang paling disukai dan alasan mengapa paling disukai, serta mengajukan topik untuk diskusi selanjutnya. Upaya ini dapat dijadikan suatu kegiatan ekstrakurikuler yang mana mahasiswa dapat bergabung dan bertanggung jawab atas apa yang telah dibacanya dan belajar dari hasil diskusi dengan temannya. e) Kuis & Reward Kuis dapat dilakukan oleh pustakawan di dalam perpustakaan. Bentuk kuisnya bisa bermacam- macam tergantun kreatifitas para pustakawan, misalnya meminta mahasiswa untuk menebak suatu kata yang dianggap baru dari hubungan kalimat yang diberikan atau bisa juga merujuk suatu buku yang telah dibacanya dan menyampaikan kosa kata baru yang ditemukan. Pustakawan dapat menjadikan kuis sebagai bentuk strategi dalam meningkatkan minat baca mahasiswa. Kuis dapat diimplementasikan dalam perlombaan perlombaan yang menarik. Seperti sayembara puisi, menulis opini, menulis resensi suatu buku. Setelah terlaksananya kuis, reward harus diberikan kepada peserta mahasiswa yang ikut berpartisipasi atau dianggap memenuhi syarat sebagai penerima reward. Hal demikian, diharapkan mampu memotivasi minat baca mahasiswa. f) Mengadakan Forum Buku Dalam kegiatan ini diberikan keleluasaan untuk mendiskusikan suatu buku, diskusi ini diberikan kepada mahasiswa, dosen, atau pustakawan untuk berbagi cerita dan perasaannya terhadap buku yang telah dibacanya. Pihak pustakawan dapat pula mengundang penulis/pengarang buku agar turut hadir dalam suatu forum buku yang dilaksanakan oleh perpustakaan fakultas tersebut. penulis menyampaikan ketertarikannya terhadap suatu buku dan memberikan kesan positif terhadap kegiatan membaca dengan maksud menarik minat baca mahasiswa. g) Pameran Perpustakaan Strategi yang dapat diterapkan oleh pustakawan dengan dukungan oleh pengelola perpustakaan fakultas. Salah satu upaya yang bisa dilakukan secara periodic pada waktu tertentu. Misal dalam rangka memperingati hari kemerdekaan, hari pendidikan, hari maulid Nabi Muhammad, hari pahlawan, atau hari kunjung perpustakaan yang jatuh di bulan Mei. Pada saat itu, koleksi dikeluarkan untuk publik sesuai dengan tema yang diperingatinya. Pameran perpustakaan memberikan suasana yang baru untuk mahasiswa dengan diadakannya kegiatan kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan yang dapat dilakukan dalam pameran perpustakaan diantaranya, memutarkan film edukasi yang menginspirasi minat baca mahasiswa, memajang hasil karya tulis mahasiswa dalam papan yang dapat dilihat dan dibaca oleh semua mahasiswa.

Method

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang Strategi Perpustakaan Fakultas Sastra dan Humaniora Dalam Meningkatkan Minat Baca Pada Mahasiswa Universitas Islam Makassar. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2012). Pada penelitian ini, digunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Wawancara adalah proses interaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, di mana kedua pihak yang terlibat (pewawancara/interviewer dan terwawancara/interviewee) memiliki hak yang sama dalam bertanya dan menjawab (Herdiansyah, 2015). Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar-aspek dalam fenomena tersebut (Gunawan, 2016). Objek observasi adalah perilaku yang tampak, yang sengaja dimunculkan (terencana) dan memiliki tujuan tertentu (Herdiansyah, 2015). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Reduksi data, Triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang hal yang tidak perlu (Sugiyono, 2010). Data yang sudah terkumpul merupakan modal awal yang sangat berharga dalam penelitian, dari data yang terkumpul akan dilakukan analisis yang digunakan sebagai bahan masukan untuk penarikan kesimpulan. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian (Moleong, 2012).

Discussion

1. Strategi Perpustakaan Strategi yang diterapkan oleh pustakawan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa Universitas Islam Makassar yaitu dari segi strategi motivasi, strategi promosi, strategi kerjasama, strategi sarana dan prasarana, serta strategi pelayanan. Strategi motivasi yang dilakukan pustakawan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa, strategi motivasi dilakukan dengan cara: a. Pustakawan dengan para dosen bekerjasama dalam memberikan kesadaran kepada mahasiswa tentang pentingnya membaca guna mencapai keberhasilan Universitas kita. b. Mengadakan lomba atau mengikuti perlombaan yang mengedepankan literasi, seperti pelatihan karya tulis ilmiah, membaca puisi, dan juga pelatihan membuat jurnal dan artikel. c. Memberikan hadiah kepada mahasiswa yang aktif berkunjung ke perpustakaan FSH. d. Menyediakan pojok baca di suduk ruangan perkuliahan, baik pada tempat perkumpulan mahasiswa saat istirahat seperti sekret dll. Strategi Promosi yang dilakukan pustakawan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa, strategi yang dilakukan oleh pustakawan adalah: a. Melakukan pengenalan perpustakaan dengan mengadakan acara pekan perpustakaan, didalamnya terdapat berbagai acara seperti pameran buku, pameran koleksi perpustakaan dll. b. Membuat perpustakaan keliling, kegiatan ini seperti pustakawan membawakan koleksinya pada setiap fakultas agar supaya mahasiswa dapat mencari koleksi yang dibutuhkan, dan juga mahasiswa bisa memberikan umpan balik oleh pustakawan jika koleksi yang dibawakan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan mahasiswa, sehingga pustakawan bisa mencarikan koleksi yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Strategi Kerjasama yang dilakukan oleh pustakawan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa, strategi kerjasama berisi dengan kerjasama dengan pihak eksternal maupun internal seperti perpustakaan fakultas lainnya dengan perpustakaan perguruan tinggi, manfaat dari kerjasama ini lah pustakawan dapat menambah koleksi yang kurang di perpustakaan FSH dan juga dapat menambah relasi mahasiswa selain itu mahasiswa juga mendapatkan bantuan berupa materi. Strategi sarana dan prasarana layanan yang dilakukan pustakawan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa, strategi sarana dan prasaranadilakukan dengan: a. Penataan ruangan perpustakaan FSH agar lebih nyaman. b. Pengadaan sarana prasarana seperti buku, rak, meja, kursi dll c. Memberikan akses internet dengan cara pemasangan wifi pada perpustakaan Dari penataan sarana dan prasarana di atas dapat memberikan efek kenyamanan pada mahasiswa sehingga mahasiswa juga dapat menggunakan fasilitas dengan nyaman dan betah di perpustakaan FSH. Selain itu juga siswa dapat mempermudah dalam menemukan koleksi yang dicari sebab sudah ada pustakawan yang mengatur dari segi rak yang sudah tersusun menurut klasifikasinya. Strategi layanan yang dilakukan pustakawan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa, strategi yang dilakukan dengan cara: a. Memberikan pelayanan terbaik dengan memberikan kemudahan mahasiswa atau pemustaka untuk menemukan bahan bacaan yang sesuai. b. Meningkatkan interaksi antar pustakawan dengan pemustaka. c. Melakukan story telling pada pengunjung perpustakaan 2. Program Perencanaan Menumbuhkan Minat Baca Mahasiswa Adapun progam yang dilakukan pustakawan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa yakni: a. Melakukan worshop atau pelatihan di perpustakaan dengan menentukan tema yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, seperti pelatihan karya tulis ilmiah dll, pelatihan ini bermanfaat bagi mahasiswa yang belum paham terkait dengan penulisan KTI dll. b. Mengadakan kegiatan seperti perlombaan debat dan juga perlombaan yang melatih softskill mahasiswa dalam berbicara. c. Melakukan kegiatan pada hari besar perpustakaan seperti mengadakan perlombaan yang membuat mahasiswa dapat melatih kemampuan dalam meningkatkan minat bacanya. d. Pustakawan juga dapat melakukan suatu kegiatan seperti pengadaan pojok baca di setiap sisi ruangan fakultas. e. Mengadakan suatu perkenalan koleksi baru kepada mahasiswa, agar mahasiswa menjadi penasaran dengan koleksi yang ada sehingga mahasiswa dapat melakukan interaksi dengan membaca buku. f. Melakukan kerjasama bersama instansi lain sehingga koleksi yang tidak tersedia di perpustakaan FSH bisa di akses pada perpustakaan lain dengan menggunakan suatu aplikasi SLIMS. g. Peningkatan sarana yang baik dan nyaman, sehingga pemustaka atau mahasiswa dapat melakukan aktivitasnya mencari informasi bisa terasa nyaman dalam perpustakaan. 3. Kebijakan Perpustakaan Perpustakaan FSH merupakan perpustakaan pada rana fakultas perguruan tinggi yang bertujuan menunjang visi dan misi program studi perpustakaan dan sains informasi yang meliputi pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam rangka mencapai tujuan perpustakaan FSH didirikan, perpustakaan FSH perlu menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan keperluan mahasiswa atau pemustaka, agar tujuan tersebut terlaksana, perpustakaan juga perlu mengenali siapa mahasiswa atau pemustakanya yang membutuhkan informasi yang diperlukan. Analisis pemakai dan kebutuhan pemakai diperlukan agar perpustakaan mampu menyediakan informasi yang relevan dan up to date (mutakhir) sesuai dengan kebutuhan pemakainya. Dalam menyediakan bahan pustaka atau informasi bagi pemakai, diperpustakaan dikenal dengan istilah pengembangan koleksi yang kegiatannya meliputi pemilihan dan mengadakan bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan pemakai dan kebijakan yang telah ditentukan. Kebijakan pengembangan koleksi merupakan alat/sarana untuk mengarahkan segala aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan, pendanaan, pemilihan dan pengadaan bahan pustaka. Kebijakan pengembangan koleksi juga merupakan petunjuk untuk mengembangkan koleksi secara terarah. Agar kebijakan pengembangan koleksi dapat dilaksanakan secara terarah. Dalam melaksanakan pengembangan koleksi perlu diperhatikan faktor-faktor kerelevanan, berorientasi kepada kebutuhan pengguna, kelengkapan kemuktahiran dan kerjasama. Sebagai unsur penunjang visi dan misi program studi perpustakaan dan sains informasi, perpustakaan merumuskan tujuannya sebagai berikut: a. Mengadakan dan merawat buku, jurnal, dan bahan perpustakaan lainnya untuk dipakai oleh dosen, mahasiswa, dan juga staf lainnya bagi kelancaran program pengajaran dan penelitian di perpustakaan. b. Mengusahakan, menyimpan, dan merawat bahan perpustakaan yang bernilai sejarah, yang memiliki kandungan informasi lokal dan yang dihasilkan oleh sivitas academika, untuk dimanfaatkan kembali sebagai sumber pelajaran atau referensi. c. Menyediakan sarana temu kembali untuk menunjang pemakai bahan perpustakaan. d. Menyediakan tenaga yang profesional serta penuh dedikasi untuk melayani kebutuhan pengguna perpustakaan, dan bila perlu mampu memberikan pelatihan cara penggunaan bahan perpustakaan. e. Bekerjasama dengan perpustakaan lain untuk mengembangkan program perpustakaan. 4. Kendala Perpustakaan dalam Menumbuhkan Minat Baca Mahasiswa Kendala perpustakaan dalam menumbuhkan minat baca mahasiswa adalah berkaitan dengan ketenagaan, yaitu pustakawan masi terbatas untuk mengelola perpustakaan FSH. Pustakawan di sini masi dalam proses perkuliahan, maka dari itu keterbatasan pengetahuan yang lebih untuk mendorong mahasiswa untuk lebih meningkatkan minat bacanya. Pustakawan sendiri ada 1 orang dan pengelola perpustakaan 5 orang yang sekaligus menjadi mahasiswa program studi perpustakaan dan sains informasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa masi kurang tenaga pengelola yang memadai dalam memberikan pelayanan kepada para mahasiswa atau pemustaka, karna jumlah mahasiswa yang ribuan orang berdasarkan sistem informasi akademik. Sedangkan untuk solusinya dari keterbatasan pustakawan yaitu dengan mengoptimalkan tenaga struktural, fungsional, tenaga sukarela dan memperdayakan mahasiswa fakultas untuk PPL.

Conclusion

Strategi dalam dalam meningkatkan kunjungan mahasiswa adalah Perpustakaan FSH selalu membenahi perpustakaannya baik itu Gedung, perlengkapan perpustakaan sampai dengan koleksi perpustakaan itu sendiri sehingga diharapkan dengan adanya stretegi tersebut perpustkaan FSH bisa meningkatkan kunjungan mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakan di perpustakaan FSH dengan judul strategi perpustakaan FSH dalam meningkatkan minat baca pada mahasiswa Universitas Islam Makassar, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Strategi perpustakaan yang diterapkan dalam menumbuhkan minat baca mahasiswa di perpustakaan FSH yaitu dengan cara menyelenggarakan suatu kegiatan workshop dan juga lomba-lomba yang menunjang minat baca, promosi perpustakaan, penataan koleksi yang menarik, Penyediaaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka serta kerjasama dengan dosen dan juga perpustakaan lainnya, sehingga dengan diadakan strategi diatas perpustakaan FSH dapat meningkatkan minat baca mahasiswa Universitas Islam Makassar. 2. Kendala yang dihadapi pustakawan dalam menumbuhkan minat baca mahasiswa di perpustakaan FSH yaitu: Kurangnya tenaga pustakawan yang ahli, serta kurangnya kesadasaran siswa tentang mamfaat membaca.