Tingkat Literasi Digital Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Negeri Padang
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
The aim of this research is to determine the digital literacy level of students in the 2021 Padang State University Library and Information Science Study Program. The type of research used is a descriptive research method with a quantitative approach using a total sample. Data collection was carried out through questionnaires and data analysis using data description, data analysis, validity and reliability tests and then drawing conclusions. The research results show that the average gain score on the internet searching indicator is 3.11 (high category), the average gain score on the hypertext navigation indicator is 2.82 (high category) , the average score on the information content evaluation indicator (content evaluation) is 3.05 (high category), and the average score on the knowledge assembly indicator is 3.09 (high category). Based on this data, it can be concluded that the digital literacy level of the 2021 students of the Padang State University Libraryand Information Science Study Program has a high level of digital literacy, with an average score of 3.02 (high category).
Keywords:
Literacy
· Digital Literacy
· Students
Introduction
Literasi digital adalah kemampuan individu untuk memahami, mengakses, mengelola, mengintegrasikan, mengkomunikasikan informasi atau konten, mengevaluasi, hingga membuat informasi dengan benar dan tepat melalui teknologi digital guna berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi (UNESCO, 2018). Diterangkan juga bahwa literasi digital dapat melibatkan keterampilan menggunakan media secara efektif sehingga individu dapat mengidentifikasi tempat dan informasi yang relevan (Rifki Purnama, 2022).Kedekatan mahasiswa dengan media digital telah membawa perubahan signifikan, memudahkan mereka dalam mendapatkan akses terhadap informasi yang tersedia (Kurniawati & Baroroh, 2016). Namun sayangnya, kedekatan mahasiswa dengan media digital yang begitu erattidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga dampak negatif.Inovasi di bidang teknologi digital saat ini memberikan manfaat positif bagi setiap individu, seperti kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga memungkinkan penyalahgunaan dalam bentuk disinformasi atau hoaks. Oleh karena itu, setiap individu harus memiliki kemampuan literasi digital yang tinggi (Nurul, 2022). Menurut Survei Digital Civility Indexpada tahun 2020, dunia digital di Indonesia memiliki tingkat kesopanan yang rendah dan literasi yang buruk di Asia Tenggara. Maraknya hoaks, ujaran kebencian, diskriminasi, cyberbullying, trolling, doxing, dan pornografi diakibatkan oleh rendahnya tingkat literasi (Nurul, 2022).Berdasarkan hasil pengamatan sebelumnya, mahasiswa Universitas Negeri Padang, terutama pada program studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi angkatan 2021, telah menggunakan gadget canggih dalam berbagai kesempatan, baik untuk komunikasi suara maupun data. Tingginya penggunaan gadget ini perlu diimbangi denganpemahaman yang baik tentang fungsi dan penggunaan gadget tersebut. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai literasi digital menjadi keterampilan wajib yang harus dikuasai oleh mahasiswa agar mereka memiliki kesiapan mental dalam menghadapi berbagai tantangandi era yang dipenuhi oleh media ini. Penelitian ini dikaji menggunakan konsepsi literasi digital dari Paul Gilster (1997) dengan empat kompetensi inti yaitu Pencarian di Internet (Internet Searching), Pandu Arah Hiperteks (Hypertextual Navigation), Evaluasi Konten Informasi (Content Evaluation), dan Penyusunan Pengetahuan (Knowledge Assembly).
Method
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat literasi digital mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Negeri Padang. Teknik pengambilan sampel padapenelitian ini yaitu total samplingatau sampel jenuh, sehingga populasi dan dalam penelitian ini berjumlah 90 orang. Sampel penelitian ini yaitu mahasiswa aktif Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Negeri Padang, tahun masuk 2021. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang terdiri dari 20 pernyataan, yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Setelah data diperoleh, dilakukan tahapan analisis meliputi pemeriksaan data, tabulasi data, analisis deskriptif, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan tingkat literasi digital mahasiswa.
Result & Discussion
Penelitian ini hanya menggunakan satu variabel yaitu literasi digital. Berikut data yang diperoleh dari hasil penelitian. encarian di Internet (Internet Searching) Tabel 1. Data Penilaian Responden Indikator Pencarian di Internet (Internet Searching) Pernyataan 4 3 2 1 Jumlah Skor Rata-Rata P1 29 58 1 2 90 294 3,27 P2 9 64 16 1 90 261 2,90 P3 30 58 1 1 90 297 3,30 P4 17 70 3 0 90 284 3,16 P5 9 66 14 1 90 263 2,92 Sumber : Muhammad Fikri(2024) Berdasarkan analisis di atas ditemukan bahwa rata-rata capaian perolehan indikator pencarian di internet (internet searching) sebesar 3,11 dengan kategori tinggi. Dikatakan tinggi karena indikator pencarian di internet (internet seaching) pada mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2021 merupakan jawaban-jawaban positif.Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan dalam ICT Use, Digital Skills and Students' Academic Performance(MDPI), dalam penelitiannya menjelaskan bahwa mahasiswa dengan keterampilan digital yang lebih tinggi memiliki kinerja akademik yang lebih baik. Mereka lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar digital dan memiliki akses lebih luas ke sumber belajar, yang mendukung pemahaman materi kuliah yang lebih dalam (Youssef dkk., 2022). Pandu Arah Hiperteks (Hypertextual Navigation) Tabel 2. Data Penilaian Responden Indikator Pandu Arah Hiperteks (Hypertext Navigation) Pernyataan 4 3 2 1 Jumlah Skor Rata-Rata P6 7 59 23 1 90 252 2,80 P7 7 64 18 1 90 257 2,86 P8 7 61 22 0 90 255 2,83 P9 5 70 14 1 90 259 2,88 P10 4 57 28 1 90 244 2,71 Berdasarkan analisisdi atas ditemukan bahwa rata-rata capaian perolehan indikator pandu arah hiperteks (hypertext navigation) sebesar 2,82 dengan kategori tinggi. Dikatakan tinggi karena mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2021 sudah paham terhadap fungsi pandu arah hiperteks (hypertext navigation).Menurut para ahli, tingginya nilai pandu arah hipertekspada mahasiswa dapat berdampak positif pada keterampilan pemahaman dan organisasi informasi mereka. Mahasiswa yang menguasai navigasi dalam hipertekslebih mampu menghubungkan konsep dari berbagai sumber, meningkatkan pemahaman konseptual dan penyerapan materi yang lebih baik. Studi menunjukkan bahwa dukungan navigasi, seperti penggunaan peta konsep dan penanda linkyang jelas, dapat membantu siswa menavigasi hipertekssecara lebih efektif, yang pada gilirannya meningkatkan hasil akademik mereka (Segers et al., 2018; Salmerón & García, 2017). Evaluasi Konten Informasi (Content Evaluation) Tabel 3. Data Penilaian Responden Indikator Evaluasi Konten Informasi (Content Evaluation) Pernyataan 4 3 2 1 Jumlah Skor Rata-Rata P11 24 62 4 0 90 290 3,22 P12 9 79 2 0 90 277 3,08 P13 14 69 6 1 90 276 3,07 P14 13 57 19 1 90 262 2,91 P15 12 62 16 0 90 266 2,96 Sumber : Muhammad Fikri (2024)Berdasarkan Tabel 8 di atas ditemukan bahwa rata-rata capaian perolehan indikator evaluasi konten informasi (content evaluation) sebesar 3,05 dengan kategori tinggi. Dikatakan tinggi karena mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2021 sudah teliti dalam melakukan evaluasi konten informasi (content evaluation).Para ahli menunjukkan bahwa tingginya kemampuan mahasiswa dalam evaluasi konten informasiyakni menilai informasi digital secara kritis, berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas akademik. Misalnya, kemampuan ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa saat mereka memilah informasi yang relevan dari sumber yang kurang kredibel. Hal ini krusial dalam konteks akademik, karena dengan keterampilan evaluasi konten yang tinggi, mahasiswa lebih mampu menyusun argumen yang solid berdasarkan datayang valid dan terhindar dari hoaks (Karaman dan Memiş, 2021). Penyusunan Pengetahuan (Knowledge Assembly) Tabel 4. Data Penilaian Responden Indikator Penyusunan Pengetahuan (Knowledge Assembly) Pernyataan 4 3 2 1 Jumlah Skor Rata-Rata P16 21 63 6 0 90 285 3,17 P17 12 70 8 0 90 274 3,04 P18 17 70 3 0 90 284 3,16 P19 10 73 7 0 90 273 3,03 P20 14 66 10 0 90 274 3,04 Berdasarkan analisis di atas ditemukan bahwa rata-rata capaian perolehan indikator penyusunan pengetahuan (knowledge assembly) sebesar 3,09 dengan kategori tinggi. Dikatakan tinggi karena mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2021 sudah paham dalam melakukan penyusunan pengetahuan (knowledge assembly). Pendapat para ahli menyatakan bahwa tingginya nilai indikator penyusunan pengetahuanpada mahasiswa menunjukkan keterampilan penting dalam menyusun informasi dari berbagai sumber, yang berkontribusi positif terhadap keterampilan akademik mereka. Menurut penelitian yang membahas penggunaan TIK di lingkungan pendidikan, kemampuan ini mendorong pemahaman yang lebih mendalam dan meningkatkan hasil akademik secara keseluruhan, terutama ketika siswa aktif dalam kolaborasi dan penggunaan inovatif TIK. Siswa denganketerampilan pengolahan informasi yang lebih tinggi cenderung menunjukkan hasil akademis yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang memiliki pengalaman lebih sedikit dalam merangkai informasi (Youssef dkk., 2022; Kahu, 2013).
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang tingkat literasi digital mahasiswa Program Studi Perpustakaan Dan Ilmu Informasi Universitas Negeri Padang mendapatkan jawaban-jawaban yang positif. Hal ini terlihat dari empat indikator yang digunakan dalam penelitian, dengan perolehan skor keseluruhan sebesar 3,02 yang berada dalam interval 2,51 –3,25, masuk dalam kategori tinggi. Ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Program Studi Perpustakaan Dan Ilmu Informasi Universitas Negeri Padang angkatan 2021 memiliki tingkat literasi digital yang tinggi.Dengan adanya penelitian ini, didapatkan beberapa saran utama untuk meningkatkan keterampilan digital mereka. Pertama, mahasiswa perlu pelatihan dalam strategi pencarian efektif di internet, termasuk penggunaan kata kunci dan evaluasi sumber informasi, sesuai teori Paul Gilster (1997). Kedua, pelatihan navigasi hiperteks akan membantu mahasiswa menavigasi informasi yang saling terhubung dan merangkumnya secara koheren. Ketiga, kemampuan evaluasi konten juga penting; institusi disarankan mengintegrasikan modul evaluasi konten untuk mengasah keterampilan menilai kualitas informasi. Keempat, mahasiswa harus dilatih untuk menggabungkan informasi dari berbagai sumber menjadi pengetahuan baru, misalnya, melalui proyek atau tugas yang melibatkan sintesis informasi.Implementasi saran-saran ini diharapkan meningkatkan literasi digital mahasiswa secara signifikan sesuai komponen literasi digital dari Gilster.