Kembali
16
1
2024 Journal of Library Science and Technology Vol 1 · 1 ISSN 3062-9810

KONTRIBUSI AKTOR PADA LAYANAN PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL DESA TERJUN GAJAH

Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Abstrak

Pendahuluan: Melalui layanan ini masyarakat diajak turut serta dan aktif dalam pengembangan dan pembangunan yang berkelanjutan (SDG’S), salah satunya melalui perpustakaan dengan berbagai kegiatan dan aktivitas yang senantiasa melibatkan masyarakat pada setiap kegiatan, layanan ini merupakan sebuah transformasi layanan perpustakaan yaitu layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang menjadi Tagline Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui kontribusi aktor layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial Desa Terjun Gajah. Manfaat penelitian yakni sebagai bahan masukan atau pertimbangan bagi DPAD Provinsi Jambi, DPAD Kab. Tanjung Jabung Barat dan Perpustakaan Gajah Bina Mandiri mengenai kontribusi aktor pada layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial Desa Terjun Gajah sehingga dapat menjadi bahan laporan untuk proses pengembangan selanjutnya. Metode Penelitian: Menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data purpisive sampling. Selanjutnya menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode observasi langsung, wawancara semi terstruktur dan dokumetasi. Kemudian teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan: menunjukkan bahwa: aktor yang terlibat dalam implementasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial yaitu kepala perpustakaan Gajah Bina Mandiri, Kepala Desa Terjun Gajah, PT. Petro China Jabung LTD, PT Wira Karya Sakti, Tim PKK dan masyarakat desa Terjun Gajah. Modal yang dimiliki yakni modal ekonomi, modal sosial dan modal simbolik. Habitus yang tercipta yaitu pentingnya pemanfaatan perpustakaan bagi masyarakat. Kesimpulan: Kontribusi dari Aktor menhasilkan Habitus baru dalam Masyarakat yakni pentingnya perpustakaan bagi masyarakat desa Terjun Gajah untuk dimanfaatkan demi kesejahteraan hidup masyarakat.

Abstract

Introduction: Through this service the community is invited to participate and be active in sustainable development and development (SDG'S), one of which is through libraries with various activities and activities that always involve the community in every activity, this service is a transformation of library services, namely inclusion-based library services social which is the tagline of the National Library of the Republic of Indonesia. Research Objective: to determine the contribution of library service actors based on social inclusion in Terjun Gajah Village. The benefits of research are as input or consideration for the Jambi Province DPAD, District DPAD. West Tanjung Jabung and Gajah Bina Mandiri Library regarding actor contributions to social inclusion-based library services in Terjun Gajah Village so that they can become report material for the further development process. Research Method: Using qualitative methods with purpisive sampling data collection techniques. Next, we used data collection techniques using direct observation methods, semi-structured interviews and documentation. Then the data analysis technique uses data reduction, data presentation and drawing conclusions. Results and Discussion: shows that: the actors involved in implementing social inclusion-based library services are the head of the Gajah Bina Mandiri library, the Head of Terjun Gajah Village, PT. Petro China Jabung LTD, PT Wira Karya Sakti, PKK Team and the community of Terjun Gajah village. The capital owned is economic capital, social capital and symbolic capital. The habitus created is the importance of using libraries for the community. Conclusion: Contributions from Actors produce a new Habitus in Society, namely the importance of libraries for the people of Terjun Gajah village to be used for the welfare of the community.
Keywords: Actor Contribution · Library Service · Social Inclusion

Introduction

Kontribusi Perpustakaan untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan atau Subtainble Development Goals (SDG’S) menjadikan perpustakaan disetiap bagian dunia menjadi mitra dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah disetiap Negara. Hal ini merupakan seruan dari International Federation of Library Associations (IFLA) yang menjadikan perpustakaan memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan akses layanan informasi sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat. Melalui Layanan ini masyarakat diajak turut serta dan aktif dalam pengembangan dan pembangunan yang berkelanjutan (SDG’S), layanan ini merupakan Tagline Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Adanya layanan ini menjadikan perpustakaan sebagai mitra (sosial agent) bahkan center of excellence dalam pengelolah berbagai sumber daya yang ada di masyarakat. (Rani, A-R, 2019). Dalam penyelenggaraan perpustakaan berbasis inklusi sosial di Provinsi Jambi dijalankan berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Provinsi Jambi Nomor 5 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan Perpustakaan (Bab VIII pasal 24-25) yang berbunyi pengembangan perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dengan tujuan untuk mensejahterahkan kehidupan masyarakat dan perkembangan perpustakaan di Provinsi Jambi sehingga perpustakaan menjadi bagian hidup keseharian masyarakat Jambi. Hasil observasi pada perpustakaan Desa Terjun Gajah telah mengimplementasikan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan melibatkan masyarakat desa Terjun Gajah disetiap program kerja dan menjalin Kerjasama dengan berbagai mitra atau aktor lainnya untuk mendapatkan tambahan modal dalam mensukseskan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dengan layanan ini, masyarakat Desa Terjun Gajah dapat memperoleh informasi dan menambah pengetahuan yang mereka miliki melalui program kerja perpustakaan inklusi sosial. Peneliti berargumen dalam keberhasilan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di perpustakaan Desa Terjun Gajah tidak terlepas dari kontribusi seorang aktor atau mitra yang senantiasa menjalin kerjasama untuk mendukung program kerja yang ada di perpustakaan. Dalam penelitian ini digunakan teori praktik sosial dari Pierre Bourdier untuk melihat peran aktor yang terlibat serta struktur sosial masyarakat dalam layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Method

Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian merupakan cara yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitiannya, dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif menekankan makna daripada generalisasi. (Sugiyono, 2015). Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang dilakukan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian disajikan dengan cara deskripsi atau dalam bentuk kata-kata dan Bahasa pada suatu konteks kasus yang alamiah, dan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu purpisive sampling. Selanjutnya menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode observasi langsung, wawancara semi terstruktur dan dokumetasi (Moleong L-J, 2007). Penelitian ini dilakukan pada Perpustakaan Desa Terjun Gajah Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi kode pos 36555 yang dilakukan selama 2 bulan yakni Februari-Maret 2022, adapun subjek penelitian yaitu Pustakawan sebagai pengelola perpustakaan, dan masyarakat Desa Terjun Gajah, serta informan Kunci dalam penelitian ini adalah kepala Perpustakaan Gajah Bina Mandiri. Objek penelitian yaitu peran aktor dalam layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di perpustakaan Desa Terjun Gajah, kemudian teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.

Discussion

Profil Perpustakaan Gajah Bina Mandiri Terjun Gajah merupakan desa yang berada di jalan Lintas Kuala Tungkal Jambi di Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Janbung Barat Provinsi Jambi. Desa Terjun Gajah memiliki perpustakaan desa guna menunjang Pendidikan dan pelajaran di luar sekolah serta membantu mencerdaskan masyarakat desa Terjun Gajah melalui aktivitas membaca, perpustakaan desa diberinama Perpustakaan Gajah Bina Mandiri yang di resmikan pada tahun 2019 berdasarkan SK resmi Kepala Desa nomor 140/XIV/2019N sebagai komitmen mencerdaskan anak bangsa dan terlebih sebagai media informasi masyarakat. (Arsip, 2021) Kantor Desa Terjun Gajah Kec. Betara Kab. Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi Kontribusi Aktor pada Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Sebuah konsep praktik sosial yang dicetuskan oleh Pierre Bourdieu seorang sosiolog asal Prancis. Bordieu melihat praktik sosial merupakan sebuah jaringan dialektis yang terjadi di antara agen dan struktur, atau agen (aktor) ataupun struktur dan struktur (Pierre B, 1977). Sebuah rumus yang digunakan pada praktik sosial Bordieu yaitu (habitus x modal) + ranah (arena) = Praktik. Trio konsep Habitus, modal dan arena menurut Bourdieu saling bergantung dan terkonstruksi bersama-sama tanpa ada yang dominan. Masing-masing secara berkesinambungan dan tidak terpisah dalam memahami dunia sosial (Nurdin, L, 2015). Dari penjelasan mengenai teori Bourdiu di atas, maka dapat disimpulkan bahawa penerapan Habitus menjadi sebuah praktik sosial sangat ditentukan oleh para aktor (agen) dan struktur. Seorang aktor tidak bisa menerapkan Habitus sebagai praktik sosial jika tidak didukung oleh situasi struktur dan sebaliknya, struktur akan sulit menerima praktik sosial apabila tidak dapat bantuan dari aktor. Maka modal dari para aktor dan struktur ini sangat dibutuhkan untuk memenangkan pertarungan di ranah. Pada perpustakaan melakukan transformasi layanan berbasis inklusi sosial dengan dipertegas oleh penyampaian kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando, “Untuk mewujudkan masyarakat yang berliterasi dan meningkatkan peran literasi untuk kesejahteraan, maka perpustakaan melakukan transformasi layanan berbasis inklusi sosial. Pelayanan ini mempunyai komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan” Perpustakaan Gajah Bina Mandiri bekerjasama dengan berbagai aktor dalam membantu proses implementasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang merupakan sebuah praktik sosial yang berkesinambungan pertarungan para aktor di ranah arena perpustakaan Gajah Bina Mandiri. Beberapa aktor yang berkontribusi dalam implementasi kayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di perpustakaan Gajah Bina Mandiri yaitu kepala perperpustakaan, kepala desa Terjun Gajah, PT. Petro China Jabung LTD, PT Wira Karya Sakti (WKS), Tim PKK dan masyarakat Desa Terjun Gajah. a. Kepala Perpustakaan Gajah Bina Mandiri dan modal yang dimiliki Kepala perpustakaan merupakan aktor pertama yang paling berpengaruh dalam layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dengan modal yang dimilikir seperti modal pengetahuan, modal ekonomi dan modal simbolik, kepala perpustakaan berhasil memenangkan kontestasi dan mempengaruhi masyarakat untuk menambah skill dan pengetahuan mereka melalui layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Gambar 1. Perpustakaan Keliling Sumber: Koleksi Arsip Perpustakaan Desa Terjun Gajah Kepala Perpustakaan Gajah Bina Mandiri merupakan aktor pertama yang menggerakkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di perpustakaan Gajah Bina Mandiri. Kepala perpustakaan memiliki beberapa modal untuk memenangkan kontestasi. Seperti modal pengetahuan yang dimilikinya untuk melakukan kerjasama dengan aktor lain dan memperoleh sarana berupa angkutan untuk perpustakaan keliling. b. Kepala Desa Terjun Gajah dan modal yang dimiliki Melalui beberapa kegiatan untuk mengsosialisasikan layanan perpsustakaan yang dilakukan di aula kantor desa Terjun Gajah. Kepala desa berhasil memberikan informasi terkait pentingnya perpustakaan bagi kehidupan masyarakat melalui kegiatan yang diadakan dan di dukung dengan adanya anggaran desa yang dikeluarkan setiap tahun untuk perpustakaan. Kepala Desa Terjun Gajah yakni modal sosial berupa jaringan yang luar untuk bekerjasama dengan segala pihak demi mensukseskan layanan inklusi sosial dan mendapatkan tambahan modal. Gambar 2. Kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku Adat, Pemerintah dan Masyrakat Sumber: Koleksi Arsip Perpustakaan Desa Terjun Gajah Kedua modal simbolik dimana kepala desa yang memiliki jabatan yang tertinggi, beliau mampu lerlibat langsung untuk mensosialisasikan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial hingga pada akhirnya masyarakat mengetahui dan memanfaatkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Terakhir modal biaya berupa anggaran yang dikeluarkan kepala desa sebanyak Rp. 10.000.000 untuk perpustakaan Gajah Bina Mandiri. Dengan demikian kepala desa Terjun Gajah merupakan aktor yang berperan serta dalam proses implemantasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Terjun Gajah. c. Perusahaan atau Perseroan Terbatas (PT) serta modal yang dimiliki Bersama dengan kepala perpustakaan Gajah Bina Mandiri beberapa perusahan yang ada di Desa Terjun Gajah juga ikut terlibat dalam proses implementasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Diantaranya PT. Petro China Jabung LTD dan PT. Wira Karya Sakti yang memenangkan pertarungan ranah dalam perpustakaan berbasis inklusi social. Gambar 3. Bentuk Kerjasama dengan Aktor Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=l985Y8O46Ow Beberapa actor yang sangat berperan penting yakni PT. Petro China Jabung LTD dan PT. Wira Karya Sakti memiliki beberapa modal untuk ikut bertarung di ranah arena perpustakaan desa. Modal yang dimiliki yakni modal ekonomi berupa bantuan tambahan modal untuk kegiatan perpustakaan, tambahan koleksi perpustakaan tentang pertanian dan armada angkutan perpustakaan keliling. Kemudian modal sosial perusahaan mampu bekerjasama dengan perpustakaan untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat melalui bantuan yang diberikan kepada perpustaaan Gajah Bina Mandiri. d. Masyarakat dan modal yang dimiliki Masyarakat menjadi aktor penentu untuk sukses atau tidaknya proses implmentasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial tidak akan berjalan dengan semestinya. Pada semua kegiatan masyarakat ikutserta dalam memenangkan pertarungan di ranah arena perpustakaan desa Terjun Gajah. Hal ini terlihat dari modal sosial yang dimiliki dibuktikan dengan antusias masyarakat untuk mengikuti kegiatan dan memanfaatkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial dan terlihat beberapa masyarakat mampu menerapkan pengetahuan ke kehidupan sehari-hari yang diperolah dari kegiatan perpustakaan. Gambar 4. Pelatihan pembuatan pupuk kompos yang Melibatkan Masyarakat Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=l985Y8O46Ow Dari penjelasan di atas dapat dilihat strategi langsung yang dilakukan para aktor dalam mengimplementasikan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti. Kepala perpustakaan sebagai pengelola perpustakaan berkerja sama dengan kepala desa selaku pimpinan tertinggi bisa memberikan pemahaman akan pentingnya perpustakaan melalui sosialisasi yang diadakan di perpustakaan sehingga masyarakat ikut serta dalam memanfaatkan kegiatan dan pelatihan dan akhirnya dipraktekkan di rumah dan bahkan banyak yang berhasil membuka usaha baru buah hasil dari pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan tersebut. e. Habitus yang tercipta Keberhasilan para aktor dalam mensosialisasikan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial bejalan dengan lancar hingga tercipta habitus baru di kehidupan masyarakat desa Terjun Gajah. Masyarakat yang awalnya mengetahui keberadaan perpustakaan namun masyarakat hanya mengetahui perpustakaan sebagai tempat penyimpan buku kini telah berubah menjadi layanan inklusi sosial yang di implementasikan di perpustakaan gajah bina mandiri. Melalui sosialisasi yang terus dilakukan oleh Kepala Desa, Tim PKK dan Pengelola perpustakaan yang memiliki modal berupa semangat dan fasilitas desa untuk mengadakan sosialisasi membuat masyarakat terbiasa dengan perpustakaan dan habitus yang telah tercipta menjadi realita sosial dikehidupan masyarkat desa terjun gajah. Senada dengan yang Bourdieu yang menyebutkan bahwa habitus merupakan sebuah produk internalisasi struktur dunia sosual yang di dapat akibat keberadaannya yang lama di dunia sosial maka perpustakaan dan layanan inklusi sosial menjadi sebuah habitus di kehidupan masyarakat desa terjun gajah. Walaupun pada dasarnya habitus baru membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama. Berkat usaha yang dilakukan para aktor melalui pertarungan di dalam ranah perpustakaan gajah bina mandiri pada akhirnya membuat habitus diterima oleh masyarakat sebagai sesuatu yang wajar. Gambar 5. Habitus yang tercipta Sumber: Arsip Perpustakaan Desa Terjun Gajah

Conclusion

Kontribusi Aktor yang terlibat dalam layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di desa Terjun Gajah yakni Kepala Perpustakaan Gajah Bina Mandiri, Kepala Desa Terjun Gajah, PT. Petro Cina Jabung LTD, PT. Wira Karya Sakti, dan Masyarakat Desa Terjun Gajah dengan modal yang dimiliki yakni modal ekonomi, modal sosial, dan modal simbolik. Peneliti menemukan bahwa kelima aktor telah berhasil memenangkan pertarungan ranah arena dalam implementasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di perpustakan Gajah Bina Mandiri dan akhirnya membuat habitus baru dapat diterima oleh masyarakat sebagai sesuatu yang wajar. Habitus baru tersebut yakni pentingnya perpustakaan bagi masyarakat desa Terjun Gajah untuk dimanfaatkan demi kesejahteraan hidup masyarakat.