DAMPAK ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP AKTIVITAS PUSTAKAWAN DALAM KEGIATAN LITERASI ONLINE SERIES UPT PERPUSTAKAAN UNS
Universitas Sebelas Maret; Universitas Sebelas Maret
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dampak penerapan a rtifical intelligence dalam kegiatan literasi informasi secara online di UPT Perpustakaan UNS . Kegiatan literasi informasi yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan UNS selama 7 bulan dari bulan Januari sampai Juli 2024 sebanyak 15 kegiatan. Jumlah peserta literasi informasi sebanyak 1.200 mahasiswa. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dan diambil menggunakan tehnik simple random sampling sebanyak 92 orang. Hasil penelitian menunjukan ada dampak dari a rtifical intelligence terhadap aktivitas pustakawan dalam kegiatan literasi online series dengan kategori sangat tinggi 22 o rang atau 24,0 %, tinggi sejumlah 37 orang atau 40,2 % dan sedang sejumlah 28 orang atau 28,2 %.
Abstract
This study was conducted with the aim of determining the impact of the application of Artificial intelligence in online information literacy activities at the UNS Library. Information literacy activities organized by the UNS Library for 7 months from January to July 2024 consisted of 15 activities. The number of information l iteracy participants was 1,200 students. The determination of the number of samples in this study used the Slovin formula and was taken using a simple random sampling technique of 92 people. The results of the study showed that there was an impact of Artif icial intelligence on librarian activities in online literacy series activities with a very high category of 22 people or 24.0%, high of 37 people or 40.2% and moderate of 28 people or 28.2%.
Keywords:
artificial intelligence
· college libraries
· information technology
· information literacy
· librarian activities
Introduction
Teknologi informasi sudah masuk di berbagai lini kehidupan. Artifical intelligence merupakan salah satu hasil perkembangan teknologi informasi. Menurut Jamaaluddin (2021) bahwa artifical intelligence mempunyai 3 konsep dasar seperti machine learing, deep learning , dan jaringan syaraf tiruan. Artifical intelligence dapat mengolah dan analisis data secara cepat, dapat memahami bahasa manusia dan memberikan solusi dalam memecahkan masalah baik yang sederhana maupun kompleks. Menurut Ashley (2017) Artifical intelligence merupakan fondasi dari banyak konsep di bidang ilmu komputer dan teknologi. Konsep - konsep tersebut seperti pembelajaran mesin, pembelajaran mendalam, robotika, visi komputer, internet, sistem rekomendasi, dan pemrosesan bahasa alami . Perpustakaan mempunyai peran penting dalam pengembangan pendidikan dan intelektual sehingga dapat memberikan fasilitas akses pengetahuan dan informasi. Perubahan teknologi akan berdampak pada layanan perpustakaan. P erpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang sudah secara aktif menggunakan artifical intelligence . Artificial intelligence dapat diimpelentasikan dalam pengembangan perpustakaan mulai dari sistem penelusuran sampai pelayanan yang lebih personal. Menurut Prasetio (2020) bahwa a rtifical intelligence dapat juga digunakan dalam sistem pencarian koleksi dalam pengembangan pemahaman konteks dan preferensi pemustaka. Perpustakaan bisa meningkatkan efisiensi layanan, memperluas aksesibilitas, mempermudah pustakawan dan pemustaka. Algoritma yang cerdas bisa memberikan rekomendasi bahan koleksi yang sesuai kebutuhan dan minat pemustaka. Pemustaka dapat memperoleh kemudahan dalam pencarian, menemukan sumber informasi yang relevan dan efisien. Selain itu, ar tifical intelligence dapat digunakan dalam memperbaiki pemustaka dalam memanfaatkan layanan perpustakaan, memantau sistem peminjaman serta minat baca . UPT Perpustakaan UNS sebagai pengelola informasi memiliki harapan dalam menerapkan konsep - konsep artificial intelligence . Menurut Aliwijaya (2023) bahwa Perpustakaan yang memiliki data dan konsep manajemen organisasi dapat digunakan sebagai elemen dari pembuatan artificial intelligence . Pustakawan sebagai pengelola informasi harus dapat menyesuaikan diri dalam mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Pustakawan merupakan inisiator penerapan artificial intelligence di perpustakaan. Pustakawan dapat meru muskan tugas yang dapat ditangani oleh artificial intelligence . Penerapan artifical intelligence dapat menjadi langkah strategis dalam mengikuti perkembangan teknologi. Pustakawan dapat mengimplementasikan artifical intelligence dalam memberikan pelayanan yang lebih canggih, menarik, dan efisien. Dalam kegiatan literasi informasi secara online sudah saatnya pustakawan juga memanfaatkan artifical intelligence. Melalui literasi informasi maka pemustaka dididik untuk melek informasi, memiliki kemampuan dalam memilih dan memilah informasi yang benar, mampu serta terhindar dari penyebaran berita hoaks . Berdasarkan hal tersebut, penel itian ini bertujuan untuk membahas dampak artifical intelligence terhadap aktivitas pustakawan dalam kegiatan literasi informasi .
Method
Kegiatan literasi informasi yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan UNS selama 7 bulan dari bulan Januari sampai Juli 2024 sebanyak 15 kegiatan. Jumlah peserta literasi informasi sebanyak 1.200 mahasiswa. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dan diambil menggunakan tehnik simple random sampling sebanyak 92 orang. Hal ini terdapat enam indikator yang digunakan dalam menganalisis kemampuan literasi informasi, diantaranya: (1) Perumusan masalah; (2) Strategi pencarian informasi; (3) Lokasi dan akses; (4) Pemanfaatan informasi; (5) Sintesis; dan (6) Evaluasi. Selanjutnya yang diajukan ke dalam beberapa pernyataan berikut ini dengan disediakan ke dalam 5 item jawaban dari sangat tidak setuju dengan nilai angka 1, tidak setuju dengan nilai angka 2, kurang setuju dengan nilai angka 3, setuju dengan nilai angka 4 dan sanga t setuju dengan nilai angka 5.
Result & Discussion
UPT Perpustakaan UNS dalam menerapkan konsep - konsep artificial intelligence bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan, memperluas aksesibilitas, mempermudah pustakawan dan pemustaka. Algoritma yang cerdas bisa memberikan rekomendasi bahan koleksi yang sesuai kebutuhan dan minat pemustaka. Pemustaka dapat memperoleh kemudahan dalam pencarian, menemukan sumber informasi yang relevan dan efisien . Adapun kegiatan literasi informasi yang telah diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan UNS selama 7 bulan dari bulan Januari sampai dengan Juli 2024 dengan jumlah 15 kali pertemuan. Dengan adanya kegiatan tersebut, menjadikan UPT Perpustakaan UNS menjadi lebih dikenal oleh mahasiswa. Kegiatan literasi informasi series dihadiri oleh peserta sejumlah 1200 mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Dalam penelitian ini, jumlah peserta lit erasi informasi series tersebut yang kami jadikan sebagai anggota populasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini, diambil dengan menggunakan rumus slovin terdapat 92 orang, data diambil dengan menggunakan te knik simple random sampling . Berdasarkan pada tabel distribusi frekuensi di atas, dapat dikatakan bahwa rata responden menyatakan bahwa ada dampak dari adanya AI terhadap aktivitas pustakawan dalam kegiatan literasi online series. Hal ini dibuktikan dengan adanya responden yang menyatakan kategori sangat tinggi 22 orang atau 24,0%, tinggi sejumlah 37 orang atau 40,2% dan yang menyatakan sedang sejumlah 28 orang atau 28,2%. Dengan adanya A rtifical intelligence pustakawan dalam aktivitasnya dapat menjalankan sistem pencarian koleksi ke pengembangan pemahaman konteks dan preferensi kepada pemustaka , dapat mengolah dan analisis data secara cepat, hal ini sejalan dengan penelitian Jose - Carlos Gamazo - Real et al. ya ng mengatakan bahwa AI telah bisa merevolusi dalam kegiatan pemrosesan data dapat memahami bahasa manusia dan memberikan solusi dalam memecahkan masalah baik yang sederhana maupun kompleks , mempunyai fondasi dalam mengembangkan konsep di bidang ilmu komputer dan teknologi , dapat memperbaiki pemustaka dalam memanfaatkan layanan perpustakaan, memantau sistem peminjaman serta minat bac a, dapat memiliki data dan konsep manajemen organisasi , dapat sebagai pengelola informasi dan dapat menyesuaikan diri dalam me ngikuti perkembangan teknologi tersebut , dapat merumuskan tugas yang sedang ditangani , dapat menerapkan langkah strategis dalam mengikuti perkembangan teknologi , dapat menerapkan langkah strategis dalam mengikuti perkembangan teknologi , dapat mengimplementasikan pelayanannya menjadi lebih canggih, menarik, dan efisien , dapat me lakukan kegiatan literasi informasi secara online .
Conclusion
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dampak artificial intelligence terhadap aktivitas pustakawan dalam kegiatan literasi online series yang terbukti dari ada 22 orang atau 24,0% responden menyatakan kategori sangat tinggi, sejumlah 37 orang atau 40,2% menyatakan tinggi dan sejumlah 28 orang atau 28,2% menyatakan sedang. Hal ini dapat diartikan bahwa (AI) artificial intelligence mempunyai dampak yang bagus bagi aktivitas pustakawan dalam kegiatan literasi online series di Perpustakaan UNS.