Kembali
16
1
2024 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 16 · 1 ISSN 2502-4108

Motif Mahasiswa Memilih Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Berdasarkan Analisis Rational Choice Theory Raymond Boudon

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Pilihan rasional menganggap bahwa semua tindakan berasal dari suatu perhitungan untung dan rugi, di mana keputusan tersebut didasarkan pada informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif mahasiswa memilih Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga berdasarkan rational choice. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan denngan cara purposive samplingperwakilan angkatan 2019-2023. Setelah data diperoleh, selanjutnya dianalisis menggunakan teoriMiles And Hubermen. Hasil penelitian mengatakan bahwa keputusan informan atas pengambilan pilihan rasional didasari atas keuntungan dan kerugian dalam memilih pilihannya. Pada aspek keuntungan,didasari pada perkerjaan peluang prospek karir yang bagus sebagai ASN, pasarkerja yang tinggi, akreditasi program studi yang unggul (A), tinggal diYogyakartasebagai kota pelajar dan kota budaya, biaya kuliah yang relatif murah, alumni sudah tersebar di seluruh Indonesia serta mata kuliah yang relevan dengan kebutuhan zaman seperti sistem informasi, desain web serta teknologi indormasi dan komunikasi. Pada aspek kerugian yang dirasakan oleh informan didasarkan pada kurangnya landasandalam mengetahui ilmu perpustakaan, persepsi masyarakat yang menganggap bahwasannya profesi pustakawan dianggap hal remeh, program studiilmu perpustakaan tidak dikenal oleh masyarakat, sebagian informan menganggap UKT golongan terakhir cukup tinggi, ilmu perpustakaan sebagai pilihan ke-2 dan kurangnya minat terhadap ilmu perpustakaan.

Abstract

Rational choice assumes that all actions come from a calculation of profit and loss, where the decision is based on information. This study aims to determine the motives of students choosing UIN Sunan Kalijaga Library Science based on rational choice. The method used in this research is qualitative with a case study approach. Data collection was carried out by purposive sampling of representatives of the 2019-2023 generation. After the data is obtained, it is then analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study say that the informant's decision to make a rational choice is based on the advantages and disadvantages of choosing his choice. In the aspect of advantages based on good career prospects such as ASN, high job market, superior accreditation of study programs (A), living in Yogyakarta as a student city and cultural city, relatively cheap tuition fees, alumni have spread throughout Indonesia and courses that are relevant to the needs of the times such as information systems, web design, and information and communication technology. In the aspect of losses felt by informants based on the lack of basic knowledge of library science, public perceptions that the librarian profession is underestimated, the library science study program is not known by the public, some informants consider the UKT of the last group to be quite high, library science as the second choice and lack of interest in library science.
Keywords: rational choice · library science · higher education

Introduction

Pendidikan merupakan aspek yang penting bagi setiap manusia, terutama untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan. Dalam prosesnya, pendidikan memiliki berbagai tingkatan yang dapat ditempuh sesuai dengan kebutuhan. Pendidikan juga tersedia beragam jurusan ilmu yang dirancang agar sesuai dengan minat para setiap mahasiswa. Dengan pendidikan, pengetahuan seseorang akan semakin berkembang dan dapat memberikan tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu. pendidikan memiliki peran vital yang tidak boleh diabaikan, karena melalui pendidikan banyak hal dapat dicapai dan dapat dilakukan dengan lebih mudah1. Pendidikan juga berperan dalam membentuk karakter mahasiswa agar menjadi yang lebih baik, mengembangkan keterampilan dan meningkatkan daya saing dalam dunia kerja. pendidikan juga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global seperti perkembangan teknologi, dinamika sosial, kehidupan sehari-hari dan lain sebagainya. dengan pengetahuan mendalam yang didapatkan melalui pendidikan, diharapkan dapat memberikan solusi inovatif dan berperan aktif dalam membangun bangsa. Pendidikan dimulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Dalam menentukan pilihan di perguruan tinggi, setiap mahasiswa seringkali dihadapkan dengan berbagai tawaran yang memungkinkan membuat keputusan secara rasional. Mereka akan mempertimbangkan dengan cermat sebelum memilih perguruan tinggi yang sesuat dengan kebutuhan dan harapan2. Memilih program studi merupakan salah satu keputusan rasional yang diambil oleh mahasiswa dalam menentukan masa depannya dan membentuk karir bagi dirinya. Keputusan dalam memilih perguruan tinggi sering dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, karena setiap mahasiswa memiliki minat dan keinginan yang berbeda dalam menentukan pilihan. Pilihan tersebut bertujuan untuk mencapai hasil yang diinginkan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Dalam memilih perguruan tinggi, diperlukan proses yang rasional karena keputusan tersebut memiliki dampak yang panjang serta melibatkan pengorbanan yang besar seperti waktu, biaya dan kesiapan mental mahasiswa tersebut. Hal yang sama berlaku untuk Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang terus berupaya untuk menjadi perguruan tinggi berkualitas dengan reputasi yang baik. Program Studi Ilmu Perpustakaan khususnya telah banyak menarik perhatian banyak mahasiswa. Hal ini tidak lepas dari perkembangan dunia informasi dan kebutuhan profesi pustakawan yang mampu mengelola informasi secara efektif di era digital sekarang ini. Menurut Safitri3 pustakawan sebagai man behind the machine (manusia dibalik mesin) berperan sebagai utama dalam operasional perpustakaan. Layanan menjadi elemen paling penting sekaligus pintu utama yang menentukan paradigma perpustakaan. Perpustakaan tidak lagi semata-mata berfokus pada pengelolaan koleksi buku tercetak di perpustakaan, tetapi juga melibatkan kemampuan mengelola data, literasi informasi, dan teknologi informasi. Dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi serta ilmu pengetahuan, perpustakaan kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukatif dan rekreatif, tetapi juga sebagai pusat informasi, kreativitas, dan inovasi4. Kemampuan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja saat ini yang serba digital. Namun tidak semua mahasiswa yang mengambil program studi Ilmu Perpustakaan melakukannya atas dasar minat atau kesadaran penuh terhadap prospek bidang ilmu perpustakaan sesuai dengan keinginan. Beberapa mahasiswa memilih jurusan ini karena keterpaksaan, seperti tidak diterima di jurusan pilihan utama di universitas lain, kurangnya informasi terkait jurusan ilmu perpustakaan dan pengaruh dari pihak lain seperti orang tua dan guru di sekolahannya. Selain itu, ada pula mahasiswa yang merasa jurusan ini tidak sesuai dengan ekspektasi awal mereka ketika masuk di kampus UIN Sunan Kalijaga. Proses memilih perguruan tinggi seringkali melibatkan pertimbangan yang matang, di mana siswa berusaha untuk menyeleksi program studi yang sesuai dengan harapannya. Tindakan mahasiswa dalam mempertimbangkan dan memilih untuk berkuliah di Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga mencerminkan suatu proses yang didasarkan pada pilihan rasional. Pilihan rasional menekankan pada suatu cara yang dapat diterapkan oleh para ahli sosial dalam mengetahui tingkah laku manusia5. Kondisi ini menunjukkan bahwa motif mahasiswa dalam memilih Ilmu Perpustakaan sangat beragam. Pendekatan Rational Choice Theory yang dikemukakan oleh Raymond Boudon memberikan kerangka teori yang relevan untuk memahami keputusan tersebut. Teori ini menjelaskan bahwa individu membuat pilihan berdasarkan rasionalitas, mempertimbangkan keuntungan dan kerugian, serta bagaimana keputusan tersebut dapat memengaruhi masa depan mereka. Pilihan rasional dapat diartikan sebagai proses dalam berfikir menentukan sebuah pilihan, dimana prioritas diberikan pada pilihan yang diperkirakan memberikan manfaat terbesar diantara berbagai alternatif yang tersedia. Dalam proses ini, rasionalitas menjadi hal yang paling utama dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara mendalam. Penerapan pilihan rasional sangat penting karena dapat membantu dalam membuat keputusan yang paling optimal6. Menurut Iloh7 dalam membuat keputusan secara rasional akan lebih dahulu mengumpulkan berbagai informasi sebelum menentukan pilihan. Informasi tersebut meliputi biaya, kualitas akademik, ketersediaan program studi, serta prospek perkerjaan dimasa depan. Dalam hal ini, pilihan mahasiswa sering kali tidak sepenuhnya rasional, melainkan dipengaruhi oleh keterbatasan informasi, tekanan eksternal, dan faktor-faktor sosial. Kajian ini menjadi penting untuk memahami motif beragam di balik keputusan mahasiswa memilih Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga. Penelitian serupa yang mengkaji tentang rational choice pernah dilakukan, yang pertama oleh Muchlis8 tentang Pilihan Rasional Mahasiswa “Kupu-Kupu” (Studi Preferensi Mahasiswa yang berorientasi pada “Kuliah Pulang Kuliah Pulang” di FKIP UNS). Penelitian ini untuk memahami bagaimana mahasiswa diidentifikasi sebagai "kupu-kupu" mengalami kehidupan sehari-hari dan mencapai tujuan mereka. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional yang diusung oleh James Coleman. Metode penelitian kualitatif dilakukan terhadap mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mahasiswa yang dikenal sebagai "kupu-kupu" memiliki beragam alasan rasional atau preferensi, seperti tujuan tersebut berkaitan dengan mencapai prestasi atau nilai akademis, pengaruh dari situasi keluarga, memiliki rencana yang jelas pasca-graduasi, serta berbagai motivasi pribadi lainnya. Penelitian kedua oleh Latifah 9 tentang rasionalitas orang tua dalam pengambilan keputusan jurusan kuliah anak melalui analisis teori pilihan rasional James S. Coleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengerti dan menguraikan bagaimana orang tua mengambil keputusan terkait jurusan kuliah anak mereka berdasarkan rasionalitas. Metode penelitian ini menggunakan model kualitatif dengan pendekatan interaktif. Data dirangkum melalui wawancara dan pengamatan langsung. Hasil temuan menyatakan bahwa rasionalitas orang tua dalam memilih profram studi kuliah anak terdiri dari dua aspek utama. Pertama, dalam memutuskan untuk melanjutkan ke universitas, alasan yang mendasari keputusan tersebut adalah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, meningkatkan kapabilitas untuk bersaing dalam dunia kerja, dan memperluas jaringan sosial. Kedua, dalam pemilihan jurusan, rasionalitas orang tua dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keputusan rasional, pengalaman keluarga dalam bidang tersebut, prospek karir di masa mendatang, investasi untuk jangka waktu yang panjang, dan kedudukan sosial. Penelitian ketiga oleh Saffanah10 yang berjudul pilihan rasional mahasiswa difabel dalam memilih Jurusan Keguruan IKIP Budi Utomo Malang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alasan dan pilihan rasional mahasiswa difabel yang memilih program studi kependidikan. Fokus penelitian adalah pada aspek yang mempengaruhi keputusan mereka dalam memilih jurusan tersebut. Metodologi penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data digabungkan melalui wawancara dengan beberapa informan dan observasi perilaku mereka. Hasil penelitian menyatakan motivasi internal seperti keinginan untuk menginspirasi orang lain yang memiliki kondisi serupa mendorong penyandang difabel memilih program studi kependidikan. Selain itu, profesi sebagai guru tidak selalu memerlukan kondisi fisik yang sempurna, berbeda dengan beberapa profesi keahlian lain. Dari ketiga penelitian tersebut, hasil penelitian memperkuat relevansi penelitian yang akan dilakukan. Hasil penelitian mengatakan bahwa mahasiswa menggunakan rasional pilihan berdasarkan tujuan akademis, situasi keluarga, rencana pasca graduasi, prospek karir, status sosial hingga mempertimbangkan keuntungan dan kerugian. Pada penelitian tersebut analisisnya menggunakan rational choice James Coleman, dan tidak ada satupun yang menggunakan teori Raymond Boudon. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui motif mahasiswa dalam memilih Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, dengan demikian adanya penelitian ini diharapkan dapat melengkapi kesenjangan penelitian terdahulu. Sesuai latar belakang yang sudah dipaparkan sebelumnya, mengacu pada beberapa penelitian tersebut, penelitian ini membahas mengenai motif mahasiswa memilih Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Penelitian ini akan memfokuskan bagaimana mahasiswa menggunakan pilihan rasional dalam memilih Program Studi Ilmu Perpustakaan dengan berdasarkan pada dalil Rational Choice Theory Raymond Boudon.

Method

Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Moleong 11 mengatakan metode kualitatif merupakan suatu metode penelitian yang menghasilkan data dalam bentuk deskriptif berupa kata-kata. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Studi kasus merupakan suatu prosedur pengumpulan data dan informasi yang dilakukan secara mendalam, terperinci, intensif, menyeluruh, dan terstruktur mengenai individu tertentu 12 . Metode ini dipilih untuk mendalami faktor- faktor yang mempengaruhi pilihan rasional mahasiswa dalam memilih Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Selain itu, studi kasus juga memungkinkan untuk mengetahui pengetahuan yang lebih mendalam mengenai preferensi dan pertimbangan yang mendasari keputusan mahasiswa ilmu perpustakaan tersebut. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 5 mahasiswa ilmu perpustakaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari perwakilan angkatan 2019-2023. Adapun informan akan disajikan dalam tabel 1. Tabel 1. Daftar Informan Nama Mahasiswa Angkatan Jenis Kelamin ANR NRH SAT AZM IND 2023 2021 2020 2020 2023 P P P L P Sumber: Hasil olahan peneliti (2024) Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan sumber sekunder lainnya yang berkaitan dengan tema penelitian. Setelah data diperoleh secara lengkap, selanjutnya data dianalisis menggunakan teori Miles and Huberman. Proses ini mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan demikian, keseluruhan analisis bertujuan untuk menggambarkan fenomena sosial yang diamati.

Result & Discussion

Rational Choice Teori pilihan rasional menyatakan bahwa individu atau pelaku melakukan tindakan yang rasional berdasarkan tujuan yang ditentukan oleh nilai atau preferensi mereka. Coleman13 mengorientasikan pilihan rasional bahwa individu bertindak dengan sengaja menuju suatu tujuan, di mana tujuan tersebut terbentuk dari nilai atau preferensi mereka. Keputusan yang diambil seseorang terkait dengan pilihan, pada umumnya didasarkan pada pertimbangan yang rasional, bukan berdasarkan harapan atau impian yang mungkin sulit tercapai 14. Konsep rasional dalam pilihan rasional mengasumsikan bahwa manusia memiliki kekuatan dan kemampuan secara bebas memilih tindakan dan perilakunya sendiri. Prinsip "utility" ikut serta dalam perilaku tersebut juga melekat dalam kerangka pilihan rasional. Yang dimaksud dengan ini adalahbahwa saat seseorang menjalani proses pengambilan keputusan, biaya dan manfaat dari hasil tersebut dipertimbangkan, pilihan yang rasional dan sadar dibuat untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian15. Pilihan rasional menurut Hafiz16 dalam Boudon menyebutkan bahwa teori pilihan rasional menyoroti kata rational yang mengindikasikan bahwa perilaku merupakan suatu proses kognitif yang memerlukan penjelasan. Teori ini juga diuraikan melalui konsep utility maximizing approach yang menggambarkan bahwa seseorang akan membuat pilihan yang memberikan keuntungan maksimal bagi dirinya sendiri. Dengan demikian, teori pilihan rasional menganggap bahwa semua tindakan berasal dari suatu perhitungan untung dan rugi, di mana keputusan tersebut didasarkan pada informasi. Dalam kerangka teori pilihan rasional, setiap tindakan selalu terkait dengan pilihan rasional dan informasi yang diterima oleh otak dipengaruhi pilihan-pilihan tersebut. Secara keseluruhan, mekanisme evaluasi kalkulasi untung dan rugi menjadikan teori pilihan rasional mendominasi dalam penerapannya17. Rational Choice Memilih Universitas Memilih universitas adalah suatu langkah penting dalam perjalanan pendidikan seseorang. Keputusan ini seringkali mencerminkan proses yang mendalam dan penuh dengan pertimbangan. Dalam konteks ini, pilihan rasional mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi memberikan landasan konseptual yang baik untuk memahami bagaimana mahasiswa tersebut memilih universitas sebagai langkah awal menuju perjalanan akademisnya. Menurut Desjardins 18 mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi melibatkan proses perhitungan biaya dan manfaat yang potensial dari institusi pendidikan yang dipertimbangkan. Berdasarkan berbagai pertimbangan, mahasiswa kemudian memutuskan untuk mendaftar di institusi yang menurut mereka dapat memberikan kepuasan atau keuntungan terbesar dari manfaat yang dipilih tersebut. Sedangkan menurut Ayden19, konsep pilihan rasional dalam memilih universitas mengacu pada model ekonomi, dimana dasar argumenya adalah keinginan mahasiswa untuk memaksimalkan kepuasan yang diperoleh dan sekaligus meminimalkan risiko yang akan terjadi. Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan merujuk pada suatu proses menilai dan memilih di antara berbagai alternatif yang tersedia untuk menentukan pilihan yang dianggap paling menguntungkan. Jika terdapat dua atau lebih opsi, maka harus membuat keputusan untuk memilih salah satu yang dianggap paling menguntungkan. Oleh karena itu, tindakan memilih satu dari berbagai alternatif ini dapat disebut sebagai proses pengambilan keputusan20. Menurut Latifah 21 pendekatan pengambilan dalam keputusan dibagi menjadi dua, yakni rasional dan emosional. Pengambilan keputusan secara rasional melibatkan pertimbangan secara menyeluruh terhadap pilihan yang ada berserta konsekuensinya. Hal ini termasuk evaluasi terhadap berbagai hasil yang terjadi dan memprioritaskan pilihan berdasarkan kepentingan yang jelas. Adapun aspek emosional merupakan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengaruh kebiasaan dan pengalaman pribadi, perasaan, dan insting yang semua diproses secara bawah alam sadar. Dalil Rational Choice Menurut Boudon 22 dalam bukunya yang berjudul Beyond Rational Choice Theory, pilihan rasional dapat dijelaskan dengan serangkaian dalil antara lain sebagai berikut: 1. Dalil 1. Menyatakan bahwa setiap fenomena sosial adalah efek dari keputusan, tindakan, sikap, dan sebagainya dari individu. 2. Dalil 2. Menyatakan bahwa pada prinsipnya suatu tindakan dapat dipahami. Meskipun beberapa tindakan mungkin tidak selalu rasional. 3. Dalil 3. Bahwa setiap tindakan disebabkan oleh alasan-alasan yang ada di dalam pikiran individu (rasionalitas). 4. Dalil 4. Mengasumsikan bahwa alasan-alasan ini berasal dari pertimbangan aktor atas konsekuensi dari tindakannya seperti yang ia lihat (konsekuensialisme, instrumentalisme). 5. Dalil 5. Para aktor terutama peduli dengan konsekuensi terhadap diri mereka sendiri dari tindakan mereka sendiri. Fokus utama adalah pada kepentingan diri sendiri. 6. Dalil 6. Aktor dapat membedakan biaya dan manfaat dari jalur tindakan alternatif dan mereka memilih jalur tindakan dengan keseimbangan yang paling menguntungkan. Aktor dapat membedakan antara untung dan rugi. Pilihan Rasional Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Mahasiswa dalam memilih program studi ilmu perpustakaan mencerminkan suatu proses pengambilan keputusan yang berdasarkan pilihan rasional. Mahasiswa yang memutuskan untuk mengambil jurusan Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga melalui pertimbangan yang rasional, mengingat relevansinya dengan kebutuhan kerja serta menimbang faktor-faktor seperti prospek karir dalam bidang perpustakaan dan informasi. Hal tersebut sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Tubaro23 yang mengatakan bahwa teori pilihan rasional berguna untuk menjelaskan latar belakang alasan individu saat memaksimalkan pilihan mereka di antara pilihan yang tersedia. Pada bagian ini akan menjelaskan pilihan rasional informan dalam memilih Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. 1. Pilihan Rasional yang dipilih Mahasiswa Tindakan mahasiswa dalam memilih program studi ilmu perpustakaan didasarkan oleh pilihan rasional. Ia mempertimbangkan untung dan rugi dalam memilih pilihanya tersebut. Menurut informan ANR alasan dalam memilih Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga didasarkan pada rasionalitas, keinginan kuat informan untuk memastikan kesuksesan karir setelah menyelesaikan studi telah menjadi faktor penting dalam memilih program studi ilmu perpustakaan. Dengan rasional untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), informan melakukan penelitian mengenai prospek karir dan peluang yang tersedia dalam berbagai bidang. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor seperti kepribadian serta minat dan bakatnya akhirnya memutuskan untuk memilih program studi ilmu perpustakaan yang tidak hanya memenuhi kriteria tersebut tetapi juga memiliki relevansi tinggi di pasar kerja saat ini. Salah satu keunggulan program studi ilmu perpustakaan ini adalah prospeknya yang bagus dalam dunia kerja, khususnya di dunia perpustakaan, di mana terdapat permintaan yang meningkat untuk tenaga profesional dengan latar belakang pendidikan S1. Hal ini dikarenakan baik institusi pemerintah maupun swasta saat ini mengakui pentingnya peran perpustakaan dan informasi sehingga mereka berinvestasi lebih banyak dalam mengembangkan fasilitas perpustakaan. Melihat kondisi ini, informan percaya bahwa latar belakang pendidikan tidak hanya akan membuka jalan untuk karir sebagai PNS tetapi juga memberikan peluang untuk berkontribusi dalam dunia perpustakaan yang merupakan area minat dan keahlian informan. Keputusannya didukung oleh pemikiran mengenai masa depan karir, di mana informan ingin tidak hanya berhasil secara profesional tetapi juga memberikan dampak positif dalam masyarakat melalui pekerjaan yang ia lakukan. 2. Memilih Prodi Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga Informan AZM dalam proses memilih Program Studi Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga memberikan perhatian khusus pada dua aspek penting yaitu akreditasi program studi yang unggul (A) dan kesuksesan alumni yang sudah tersebar luas di indonesia. Keputusan ini didasarkan pada pemahaman tentang pentingnya kualitas pendidikan dalam menentukan masa depan karirnya. Akreditasi A yang diperoleh Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang mencerminkan standar pendidikan tinggi, kualitas pembelajaran serta relevansi kurikulum terhadap kebutuhan kerja saat ini. Bagi informan AZM ini merupakan indikator penting yang menunjukkan bahwa program tersebut mampu menyediakan pendidikan yang komprehensif dan berkualitas. Selain itu, fakta bahwa alumni telah berhasil menyebar sebagai pustakawan atau di luar profesi pustakawan. Kehadiran alumni yang sukses di berbagai bidang kerja menggambarkan kesempatan yang luas bagi lulusan untuk berkarir di berbagai sektor. Hal Ini memberikan gambaran nyata tentang jaringan relasi yang kuat dan kesempatan kerja yang beragam, hal ini sangat penting dalam membantu lulusan baru memasuki dunia kerja. Bagi informan AZM, kedua faktor ini menjadi dasar yang kokoh dalam memilih program studi Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga. Keputusan ini tidak hanya didasari oleh harapan untuk menerima pendidikan yang berkualitas, tetapi juga oleh keinginan untuk menjadi bagian dari alumni yang sukses. Sementara itu, informan NRH yang memilih peluang dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan memutuskan untuk mengambil Program Studi Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi opsi kedua setelah Universitas Diponegoro (UNDIP). Keputusan ini tercermin dari pemikiran yang matang dalam mengidentifikasi peluang pendidikan yang tersedia. Melalui SBMPTN, informan NRH merasa bahwa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menawarkan peluang yang menarik dan sejalan dengan minatnya terkhusus dalam bidang ilmu perpustakaan. Pilihan ini memberikan peluang untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan di masa depan. Dengan demikian, keputusan ini tidak hanya didasarkan pada preferensi, tetapi juga pada pertimbangan rasional terkait potensi pengembangan diri dan pencapaian tujuan pendidikan. 3. Alasan Rasional yang Melatarbelakangi Pilihan Dalam memilih Prodi Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga para informan menimbang sesuai dengan rasionalitas, salah satunya seperti yang diungkapkan oleh informan INT. Pilihan rasional yang mendasari keputusan informan INT dalam memilih Program Studi Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga adalah keinginannya untuk tinggal di Yogyakarta. Kota ini memiliki daya tarik khusus bagi informan INT, dari aspek budaya hingga suasana akademis yang dinamis. Dengan memilih Program Studi Ilmu Perpustaaan di UIN Sunan Kalijaga, kampus yang terletak di Yogyakarta, informan INT berharap dapat merasakan pengalaman kuliah yang lebih baik dan berkesan. Selain itu, keberadaan berbagai fasilitas dan sumber daya di Yogyakarta dapat mendukung perkembangan akademis saya secara optimal. Sedangkan menurut Informan ANR, dpertimbangan terhadap segala biaya yang terkait dengan keberlangsungan studi menjadi faktor tidak dapat diabaikan. Salah satu aspek yang memerlukan perhatian khusus adalah biaya kuliah. Saat ini informan merasa bersyukur karena orang tua telah mampu menanggung biaya kuliah hingga semester ini. Namun terdapat potensi kendala keuangan di semester mendatang karena orang tua yang merupakan pensiunan karyawan non-PNS tidak lagi menerima gaji tetap. Dalam menghadapi situasi ini, informan ANR mempertimbangkan kembali terkait pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) karena golongan nominal yang tergolong sangat tinggi. Oleh karena itu, ia berencana untuk melakukan banding UKT di semester depan dengan harapan dapat merinci dan meresapi kondisi keuangan keluarga. Dalam konteks ini, ia berharap agar universitas dapat memberikan dukungan dan kemudahan kepada mahasiswa yang mengajukan banding UKT. Selain biaya kuliah, biaya hidup juga menjadi aspek penting yang perlu dipertimbangkan. Dengan tinggal bersama kerabat selama berkuliah di Yogyakarta, informan beruntung dapat mengurangi sebagian besar beban biaya hidup dibandingkan jika informan memilih tinggal di kos. Hal ini tidak hanya membantu menghemat pengeluaran keluarga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan mendukung dalam menjalani kehidupan mahasiswa. Dengan segala pertimbangan ini, informan berharap dapat melanjutkan perjalanan pendidikan dengan tetap menjaga keseimbangan antara aspek finansial dan kesejahteraan pribadi. 4. Konsekuensi terhadap pilihan sendiri Informan SAT dalam memilih Program Studi Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah melakukan pertimbangan dengan matang mengenai segala konsekuensi yang mungkin timbul dari keputusan ini. Kesadaran akan tanggung jawab dan tantangan yang mungkin dihadapi merupakan bagian penting dari proses pengambilan keputusan tersebut. Informan SAT menyatakan bahwa ia telah menerima segala konsekuensi yang mungkin muncul, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap jalur yang telah dipilih. Pertimbangan utamanya adalah keyakinan bahwa selama ia mampu menjalani perkuliahan dengan baik maka ia akan memiliki kapabilitas yang dibutuhkan untuk berkarir sesuai dengan pengalamannya nanti. Ini mencerminkan sikap optimisme yang tinggi terhadap prodi. Informan SAT memahami bahwa keberhasilan dalam pendidikan bukan hanya tercapai melalui penguasaan materi akademis, tetapi juga melalui pengembangan keterampilan dan pengalaman yang relevan. Dengan menekankan pentingnya teori dan pengalaman yang baik informan SAT telah menetapkan fondasi yang kuat untuk masa depan profesionalnya. Informan SAT telah mempertimbangkan secara cermat bagaimana program studi ilmu perpustakaan ini akan membentuk, mempersiapkannya untuk dunia kerja yang kompetitif. 5. Peduli terhadap konsekuensi pilihan sendiri Menurut informan NRH resiko terbesar yang dihadapinya bukanlah tidak diterima di Universitas Diponegoro (UNDIP), melainkan diterima di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Persepsi ini mencerminkan kesiapannya untuk menghadapi perubahan besar dalam lingkungan akademis. Sebagai lulusan sekolah umum, informan NRH menyadari bahwa adaptasi di UIN Sunan Kalijaga akan menjadi tantangan tersendiri terutama karena banyak mata kuliah yang bersifat dasar agama, studi islam, akhlak serta berbahasa Arab. Keberhasilan menghadapi resiko ini terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi secara ekstra terhadap mata kuliah tersebut. Informan NRH menyadari bahwa mata kuliah yang mencakup aspek aspek tersebut memerlukan upaya yang ekstra terutama karena latar belakang pendidikan yang berbeda. Dengan demikian, informan bersiap untuk menjalani perubahan tersebut dengan sikap terbuka dan kemauan untuk belajar lebih dalam tentang materi tersebut. Resiko ini sekaligus menjadi peluang bagi NRH untuk mengembangkan pemahaman yang lebih luas tentang aspek-aspek keagamaan dan bahasa. Meskipun pada awalnya terasa sulit, tantangan ini dapat menjadi landasan kuat untuk perkembangan pribadi dan pengalaman di masa depan. 6. Untung dan Rugi dalam Memilih Pilihan Informan INT dalam mengungkapkan pendapatnya tentang memilih prodi ilmu perpustakaan, mengeksplorasi perasaan senang dan sekaligus kerugian yang terkait dengan pilihan studinya. Rasa senang muncul dari pengetahuan yang diperolehnya mengenai sistem-sistem yang ada di perpustakaan, termasuk hal-hal yang tidak terlihat lebih dalam oleh kebanyakan orang. Memahami lebih dalam tentang desain web, sistem informasi, jaringan komunikasi, dan informatika yang memberikan Informan INT memiliki pandangan yang menyeluruh tentang kompleksitas dan dinamika dunia perpustakaan. Namun di tengah rasa senang tersebut, muncul kerugian yang melibatkan pertimbangan pribadi. Informan INT mengakui bahwa sebagai seseorang yang menyukai sastra dan seni, terkadang ia merasa bahwa ilmu perpustakaan bukanlah jalur yang sepenuhnya cocok untuk dirinya. Perasaan ini mencerminkan kesadaran akan kecenderungan minat dan kegemarannya yang lebih terarah pada sastra dan seni, sehingga membuatnya merasa ketidakcocokan antara minat pribadinya dan fokus ilmu perpustakaan. Meskipun kerugian ini diutarakan, INT juga bisa melihatnya sebagai suatu tantangan yang dapat diatasi. Dengan adanya minat dalam sastra dan seni informan, INT memiliki peluang untuk mengintegrasikan kecintaannya pada dunia sastra ke dalam konteks perpustakaan. Dengan mengembangkan bakat dan minat tersebut kedalam ranah penelitian yang berkaitan dengan sastra dan seni sehingga dapat menemukan keseimbangan yang memuaskan antara minat pribadinya dan keterlibatannya dalam dunia ilmu perpustakaan. Informan ANR memberikan pemahaman yang komprehensif tentang keuntungan dan kerugian yang ia alami dalam memilih Program Studi Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga. Salah satu keuntungan yang ia tekankan adalah kurangnya minat dari calon mahasiswa yang sekaligus memudahkan proses penerimaan karena passing grade prodi Ilmu Perpustakaan tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan program studi serupa di perguruan tinggi negeri lainnya. Prospek kerja yang lumayan banyak dan pekerjaan yang bersifat tetap menjadi daya tarik tambahan bagi informan ANR, namun di samping keuntungan tersebut, informan ANR juga menjelaskan beberapa kerugian yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah persepsi masyarakat terhadap Ilmu Perpustakaan yang masih dianggap remeh atau sepele. Kurangnya kepercayaan orang lain terhadap prodi ilmu perpustakaan ini mungkin menjadi tantangan, namun hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan pemahaman lebih mengenai peran penting perpustakaan dalam pengembangan pengetahuan dan informasi. Kerugian lain yang disebutkan ANR adalah sulitnya akses menuju perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang seharusnya menjadi lingkungan penting bagi mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Selain itu kesulitan dalam mata kuliah Islam yang wajib serta banyaknya SKS yang harus diambil membuat informan belum terbiasa sehingga menjadi sebuah tantangan yang perlu diatasi dengan dukungan pembelajaran yang optimal.

Conclusion

Keputusan informan atas pengambilan pilihan rasional didasari atas keuntungan dan kerugian dalam memilih pilihannya. Pada aspek keuntungan, didasari pada perkerjaan peluang prospek karir yang bagus sebagai ASN, Pasar kerja yang tinggi, akreditasi program studi yang unggul (A), tinggal di Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota budaya, biaya kuliah yang relatif murah, alumni sudah tersebar di seluruh Indonesia serta mata kuliah yang relevan dengan kebutuhan zaman seperti sistem informasi, desain web serta teknologi indormasi dan komunikasi. Pada aspek kerugian yang dirasakan oleh informan, didasarkan pada kurangnya landasan dalam mengetahui ilmu perpustakaan, persepsi masyarakat yang menganggap bahwasannya profesi pustakawan dianggap hal remeh, program studi ilmu perpustakaan tidak dikenal oleh masyarakat, sebagian informan menganggap UKT golongan terakhir cukup tinggi, ilmu perpustakaan sebagai pilihan ke-2 dan kurangnya minat terhadap ilmu perpustakaan. Berdasarkan pembahasan di atas, disarankan untuk mengkaji motif mahasiswa dalam memilih program studi Ilmu Perpustakaan dengan menggunakan teori pilihan rasional. Jika penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memilih Ilmu Perpustakaan berdasarkan pilihan rasional, maka penelitian lanjutan dapat mengungkap alasan yang mendasari pilihan tersebut serta konsekuensi yang dihadapi sebagai hasil dari keputusan tersebut.