Analisis Konten Youtube sebagai Sarana Sistem Temu Kembali Informasi
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Muhammadiyah Enrekang
Abstrak
Jejaring sosial adalah media atau wadah yang sangat membantu dalam penyebaran informasi pada era maju saat ini apalagi remaja masa kini juga cenderung lebih aktif dalam bersosialisasi melalui jejaring sosial dibanding bersosialisasi secara langsung di lingkungan sekitar mereka. Hadirnya YouTube sebagai salah satu inovasi dalam mencari informasi dalam bentuk video yang berdurasi panjang. Dikalangan masyarakat, YouTube banyak digunakan sebagai sarana dalam mengekspresikan diri maupun sebagai sarana pembelajaran bagi mereka yang dapat membantu dalam menyelesaikan pencarian informasi, selain itu jejaring sosial ini dapat berfungsi sebagai sarana yang dapat menghibur diri melalui video-video menarik yang disuguhkan oleh YouTube. Adapun Metode Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah Metode deskriptif Kualitatif. Pada penelitian ini, dilakukan pengumpulan data dari video-video yang tersedia di YouTube, kemudian dilakukan analisi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konten pada YouTube mengandung berbagai macam informasi yang bervariasi, mulai dari konten hiburan, edukasi, hingga konten berita. Selain itu, melalui metode klasifikasi yang digunakan, video-video tersebut dapat diidentifikasi dan dikategorikan secara tepat sehingga memudahkan pengguna YouTube dalam melakukan pencarian informasi. Secara keseluruhan, analisis konten YouTube dapat menjadi sarana sistem temu kembali informasi yang efektif dan efisien untuk memperoleh informasi yang diinginkan. Dari hasil Penelitian tersebut memberikan pandangan bahwa youtube dapat memperluas penyebaran informasi dengan informasi yang inovatif dengan tampilan video yang terdapat di platform Youtube dan dapat dijadikan sebagai salah satu sarana yang dimanfaatkan untuk mencari informasi dikalangan masyarakat.
Abstract
Social networks are media or containers that are very helpful in disseminating information in today's advanced era, and moreover, today's youth also tend to be more active in socializing through social networks than socializing directly in their surroundings. The presence of YouTube is one of the innovations in finding information in the form of long videos. Among the public, YouTube is widely used as a means of self-expression as well as a means of learning for those who can assist in completing information searches. Besides that, this social network can function as a means to entertain themselves through interesting videos that are presented by YouTube. The research method used in this writing is the descriptive-qualitative method. In this study, data was collected from videos available on YouTube and then analyzed. The results of this study indicate that content on YouTube contains various kinds of information, ranging from entertainment content to educational content to news content. In addition, through the classification method used, these videos can be identified and categorized appropriately, making it easier for YouTube users to search for information. Overall, YouTube content analysis can be an effective and efficient means of information retrieval to obtain the desired information. From the results of this study, it appears that YouTube can expand the dissemination of information with innovative information by displaying videos on the YouTube platform and can be used as a means to find information among the public.
Keywords:
Temu Kembali Informasi
· Youtube
Introduction
Jejaring sosial adalah media atau wadah yang sangat membantu dalam penyebaran informasi pada era perkembangan, melihat kondisi di jaman sekarang, media sosial merupakan media penyebaran informasi yang benar sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jejaring sosial merupakan media penyebaran informasi yang manyediakan berbagai jenis informasi baik itu mulai dari informasi yang bersifat positif, hingga informasi yang bersifat negatif. Seiring berkembangnya inovasi dibidang teknologi informasi, kini sudah semakin maju lagi dengan adanya smartphone yang mempermudah pengguna untuk berkomunikasi sekalipun dengan orang yang berada ditempat jauh. Selain itu telah hadir aplikasi- aplikasi yang mendukung perkembangan dunia teknologi informasi, salah satunya adalah aplikasi YouTube yang dapat mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi yang lebih luas sebagai sarana temu balik informasi multimedia. Sistem Temu balik informasi multimedia adalah sebuah metodologi yang telah dikembangkan untuk mencari informasi yang relevan dalam database Multimedia dalam hal ini disebut dokumen. Sistem temu balik informasi multimedia sebagai sebuah sistem untuk manajemen (penyimpanan, pengambilan, dan manipulasi) data beberapa media, seperti kombinasi data tabular/administratif, dokumen, teks, gambar, spasial, sejarah, audio, dan data video. (Bhattacherjee et al., 2006) Sekitar tahun 2000, situs web mulai memungkinkan pengguna eksternal untuk berkontribusi konten yang mereka hasilkan. Tren ini telah dipercepat dan sebagai hasilnya sekarang semua orang bisa dengan mudah menempatkan foto mereka di web atau situs-situs seperti Flicker, mempublikasikan video di situs seperti YouTube, atau bahkan mendescribe diri sendiri di situs jejaring sosial seperti Match.com, Friendster, MySpace, Orkut, Twitter, dan Facebook. Yang menarik dari sistem temu balik multimedia ini adalah kekuatan bahwa semua situs ini memungkinkan pengguna untuk memberi label konten. Sebagaimana mengingat pelabelan ini dilakukan dengan cara yang sangat pribadi, pengambilan dan peringkat menantang. (David et al., 2017) Berdasarkan laporan Platform survey jakpat, YouTube merupakan media social (medsos) Paling sering digunakan masyarakat Indonesia selama periode enam bulan pertama 2021. Sebanyak 82 persen responden mengaku mengakses youtube, diikuti oleh facebook dan Instagram yang sama-sama diakses oleh 77 persen responden. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menganalisis konten youtube sebagai sistem temu kembali Informasi karena lebih banyak diminati oleh responden tersebut. Maka dari itu peneliti tertarik meneliti konten YouTube sebagai sarana sistem temu kembali informasi yang merupakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konten pada platform YouTube sebagai sumber informasi yang dapat diakses secara online, adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban seberapa efektifkah konten informasi yang ada di platform youtube yang dapat dikatakan sebagai informasi dan platform youtube sebagai sarana temu kembali informasi.Berdasarkan laporan Platform survey jakpat, YouTube merupakan media social (medsos) Paling sering digunakan masyarakat Indonesia selama periode enam bulan pertama 2021. Sebanyak 82 persen responden mengaku mengakses youtube, diikuti oleh facebook dan Instagram yang sama-sama diakses oleh 77 persen responden. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menganalisis konten youtube sebagai sistem temu kembali Informasi karena lebih banyak diminati oleh responden tersebut. Maka dari itu peneliti tertarik meneliti konten YouTube sebagai sarana sistem temu kembali informasi yang merupakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konten pada platform YouTube sebagai sumber informasi yang dapat diakses secara online, adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban seberapa efektifkah konten informasi yang ada di platform youtube yang dapat dikatakan sebagai informasi dan platform youtube sebagai sarana temu kembali informasi. Jurnal analisis konten YouTube sebagai sarana sistem temu kembali informasi merupakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan YouTube sebagai media penyedia informasi.
Method
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ini menggunakan studi pustaka (library research) yaitu metode pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teoriteori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Ada empat tahap studi pustaka yaitu menyiapkan perlengkapan alat yang diperlukan, menyiapkan bibliografi kerja, mengorganisasikan waktu dan membaca serta mencatat bahan penelitian. Pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Metode analisis menggunakan analisis content dan analisis deskriptif. Bahan pustaka yang didapat dari berbagai referensi, dianalisis secara kritis dan mendalam agar dapat mendukung proposisi dan gagasan.
Result & Discussion
1. Fungsi Sistem Temu Kembali Informasi Sistem temu balik informasi adalah sistem yang dapat melakukan pencarian pada database dokumen, baik itu pencarian dokumen itu sendiri, pencarian metadata dokumen, ataupun pencarian teks, suara, gambar, atau data dalam database dan pengambilan dokumen yang relevan pada sebuah koleksi dokumen sesuai dengan query pengguna sistem.(Rachmadhani et al., 2015) Input pada sistem temu balik informasi adalah query dari pengguna, koleksi dokumen ataupun artikel. Output dari sistem temu balik informasi artikel maupun dokumen yang relevan menurut sistem. Sistem temu balik informasi digunakan guna menyaring informasi yang terlalu banyak sehingga menyulitkan dalam proses pengelolaan. Beberapa fungsi utama dari sistem temu balik informasi seperti yang dikemukakan bahwa ada tujuh fungsi utama sistem temu balik informasi yang antara lain : a) Untuk mengidentifikasi informasi (sumber informasi) yang relevan dengan bidang- bidang yang sesuai dengan minat dan tujuan komunitas pemakai; b) Untuk menganalisis isi dari sumber informasi (dokumen); c) Untuk merepresentasikan isi dan sumber informasi yang telah dianalisis dengan cara yang sesuai untuk kemudian menyesuaikannya dengan permintaan pemakai d) Untuk menganalisis permintaan-permintaan pemakai dan merepresentasikannya kedalam bentuk yang disesuaikan, untuk disesuaikan dengan database; e) Untuk menyesuaikan pernyataan penelusuran dengan database; f) Untuk menemukan informasi yang relevan; g) Untuk membuat penyesuaian kebutuhan pada dasar sistem arus balik dari pemakai. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem temu balik informasi adalah proses percarian kembali informasi yang relevan, cepat dan tepat yang dapat memudahkan pengguna dalam mencari informasi yang relevan yang dibutuhkannya. Dalam proses mendapatkan informasi pengguna merumuskan pertanyaan berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan. 2. Keunggulan YouTube Sebagai Sistem Temu Kembali Informasi YouTube adalah sebuah situs web berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005. Situs web ini memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video. Perusahaan ini berkantor pusat di San Bruno, California, dan memakai teknologi Adobe Flash Video dan HTML5 untuk menampilkan berbagai macam konten video buatan pengguna/kreator, termasuk klip film, klip TV, dan video musik. Selain itu, konten amatir seperti blog video, video orisinal pendek, dan video pendidikan juga ada dalam situs ini. (Agarwal & Yiliyasi, n.d.) Kebanyakan konten di YouTube diunggah oleh individu, meskipun perusahaan- perusahaan media seperti CBS, BBC, Vevo, Hulu, dan organisasi lain sudah mengunggah material mereka ke situs ini sebagai bagian dari program kemitraan YouTube. Pengguna tak terdaftar dapat menonton video, sementara pengguna terdaftar dapat mengunggah video dalam jumlah tak terbatas. Video-video yang dianggap berisi konten ofensif hanya bisa ditonton oleh pengguna terdaftar berusia 18 tahun atau lebih. Pada November 2006, YouTube, LLC dibeli oleh Google dengan nilai US$1,65 miliar dan resmi beroperasi sebagai anak perusahaan Google. Pada dasarnya, YouTube merupakan sebuah website yang menfasilitasi penggunanya untuk berbagi video yang mereka miliki, atau sebatas menikmati berbagai video klip yang diunggah oleh berbagai pihak. Terdapat berbagai macam video yang dapat diunggah ke situs ini, seperti misalnya video klip dari musisi tertentu, film pendek, film, trailer film, video edukasi, video blog milik para vlogger, video tutorial berbagai macam aktivitas, dan masih banyak lagi. Berikut beberapa keunggulan YouTube dijadikan sebagai sarana Sistem temu Kembali Informasi: a) Kualitas Informasi YouTube merupakan laman video sharing yang menjadi primadona dikalangan masyarakat luas karena informasi yang tersedia pada laman YouTube cenderung menyediakan informasi yang detail dan dapat memenuhi kebutuhan memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang dicarinya. Selain itu, YouTube tidak banyak mengandung video yang menyimpang ataupun yang bertolak belakang dengan konten yang disampaikan. Namun tidak semua informasi yang disediakan oleh YouTube merupakan 100% fakta ataupun kebenaran. Oleh karena itu diperlukan ketelitian dalam menelusur informasi pada laman YouTube ini, kita harus benar-benar dapat membedakan berita fakta maupun berita hoax. (David et al., 2017)b)Kegunaan InformasiYoutube merupakan salah satu media sosial yang populer dikalangan masyarakat luas, karena YouTube memungkinkan pemakai untuk mengakses informasi melalui video dan juga menyebarluaskan kepada orang lain. Sebab itulah yang membuat YouTube banyak diminati oleh masyarakat karena YouTube menyediakan informasi untuk berbagai kepentingan dankeperluan masyarakat yang berbeda-beda.YouTube juga menyediakan informasi yang beragam dan bermanfaat bagi pemakainya. YouTube juga merupakan salah satu media sosial yang menyediakan banyak informasi yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan pemakainyadan juga menunjang pemenuhan informasi yang dibutuhkan. (Agarwal & Yiliyasi, n.d.)c)Adopsi InformasiYouTube merupakan media sosial yang merupakan salah satu sumber informasi di internet yang menyediakan berbagai jenis dan macam informasi di segala bidang. Oleh karena itu, pengguna YouTube yang notabenenya masyarakat luas khususnya mahasiswa perlu menyaring berita apa saja yang ditampilkan pada hasil pencarian di YouTube.Pengguna cenderung mencari informasi di YouTube untuk menambah wawasan dan pengetahuannya, pengguna juga akan termotivasi dan melakukan hal-hal yang disarankan melalui informasi yang disediakan dalam bentuk video yang ada di YouTube. (Coursaris & Van Osch, 2016)
Conclusion
Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Yogyakarta merupakan salah satu badan organisasi yang ada untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan mengembangkan, membina, melayani dan mengelolah arsip yang ada di kota Yogyakarta. Adapun Hasil dari penelitian diatas menunjukkan bahwa BPAD DIY telah memberikan pelayanan yang baik dan diharapkan akan terus meningkat untuk mencapai pelayanan yang lebih baik lagi. Kebijakan akses arsip yang ada di BPAD DIY telah diperjelas dengan sangat detail oleh arsiparis agar mempermudah pemustaka dalam mengakses arsip yang diinginkannya. Daftar Rujukan Agarwal, N., & Yiliyasi, Y. (n.d.). Information Quality Challenges In Social Media. http://www.spinn3r.com Bhattacherjee, A., Sanford, C., Watts Sussman, S., Thompson, R., & Wegener, D. (2006). Influence Processes For Information Technology Acceptance: An Elaboration Likelihood Model 1 Motivation for the Study (Vol. 30, Issue 4). Coursaris, C. K., & Van Osch, W. (2016). Exploring the effects of source credibility on information adoption on YouTube. Lecture Notes in Computer Science (Including Subseries Lecture Notes in Artificial Intelligence and Lecture Notes in Bioinformatics), 9751, 16-25. https://doi.org/10.1007/978-3-319-39396-4_2 David, E. R. (Eribka), Sondakh, M. (Mariam), & Harilama, S. (Stefi). (2017). Pengaruh Konten Vlog Dalam Youtube Terhadap Pembentukan Sikap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Sam Ratulangi. Acta Diurna, 6(1), 93363. https://www.neliti.com/publications/93363/pengaruh-konten-vlog-dalam-youtube-terhadap- pembentukan-sikap-mahasiswa-ilmu-kom Rachmadhani, A., Soemarno, P., Mukhammad, S., & Mawardi, K. (2015). Analisis Pengaruh Kualitas Informasi Dan Kredibilitas Sumber Terhadap Kegunaan Informasi Dan Dampaknya Pada Adopsi Informasi (Studi Pada Masyarakat Pengikut Akun Twitter Resmi Ikaskus). In Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol (Vol. 25, Issue 1).