Peningkatan Pemahaman Membaca Cepat dalam Mempelajari Teks Narasi Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Strategi Practice Rehearsal Pairs SMA Muhammadiyah Enrekang
Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran membaca cepat dalam mempelajari teks narasi melalui metode pembelajaran kooperatif strategi practice rehearsal pairs siswa SMA Muhammadiyah Enrekang. Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian tindakan kelas (classroom Action Research), karena bertujuan memecahkan permasalahan pembelajaran di kelas dengan meningkatkan kualitas pembelajaran baik proses maupun hasil pembelajaran membaca cepat teknik analisis dan pengolahan data yang ditempuh peneliti dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif dan teknik kualitatif. Hasil penelitian tindakan kelas disajikan seperti hasil tes dan nontes hasil tes terdiri dari beberapa prasiklus diantaranya siklus I dan siklus II. hasil tes keterampilan membaca cepat sebelum mendapat pembelajaran membaca cepat dengan metode kooperatif strategi practice rehearsal pairs merupakan hasil prasiklus. Hasil tes membaca siswa setelah mendapatkan pembelajaran membaca cepat dengan menggunakan metode kooperatif strategi practice rehearsal pairs merupakan Hasil tes siklus I dan siklus II dan diuraikan dalam bentuk data data kualitatif. observasi dari hasil nontes diuraikan dalam bentuk deskriptif dan data kuantitatif.
Keywords:
Kooperatif
· Teks Narasi
· Membaca Cepat
Introduction
Pembelajaran Bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah membelajarkan peserta didik tentang keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai tujuan dan fungsinya. Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efesien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia sangatlah penting, terutama aspek membaca dan menulis. Empat keterampilan berbahasa yang disajikan dalam pengajaran Bahasa Indonesia disekolah-sekolah meliputi menyimak, keterampilan membaca, keterampilan berbicara, dan keterampilan menulis. (Patompongi dkk, 2008: 76). Keempat aspek keterampilan tersebut diharapkan dikuasai oleh seorang siswa secara berurutan, mulai dari ketermpilan menyimak sampai dengan keterampilan menulis. Dengan demikian, keterampilan membaca dikuasai oleh seorang siswa setelah terampil menyimak dan berbicara.. Dengan adanya aspek ini dapat meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa sekaligus memahami teks narasi isi bacaan. Kemampuan membaca cepat merupakan perpaduan antara waktu yang dibutuhkan siswa dalam menyelesaikan bacaannya dengan pemahaman isi bacaan. Turner (dalam Saleh, 2008: 30) mengatakan, seseorang dapat dikatakan memahami isi bacaan secara baik apabila ia dapat (a) mengenal kata-kata atau kalimat yang ada dalam bacaan atau mengetahui maknanya, (b) menghubungkan makna, baik konotatif maupun denotatif yang dimiliki dengan makna yang terdapat dalam bacaan, (c) mengetahui seluruh makna atau persepsinya terhadap makna itu, secara kontekstual, dan (d) membuat pertimbangan nilai isi bacaan yang didasarkan pada pengalamannya. Kecepatan membaca untuk jenjang SD dan SMP sekitar 200 kata per menit. Jenjang SMA kecepatan membaca mampu membaca sekitar 250 kata per menit. Untuk mahasiswa sekitar 325 kata per menit, sedangkan mahasiswa pascasarjana dan program doktor sekitar 400 kata per menit. Namun, perlu diingat bahwa kecepatan membaca harus diikuti oleh tingkat pemahaman terhadap bacaan. minimal 70% jawaban yang benar dari seluruh pertanyaan bacaan yang diajukan.. (Nurhadi, 2008: 42) Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari observasi awal dan wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia, pembelajaran keterampilan membaca terutama membaca cepat di SMA MUHAMMADIYAH ENREKANG, prestasi belajar siswa masih sangat rendah. Rendahnya prestasi siswa disebabkan sebagian besar siswa menganggap bahwa keterampilan membaca sama dengan menghafal informasi yang ada dalam bacaan Sehingga, siswa masih dianggap belum mampu karena sulit memahami makna kalimat yang tersirat di dalam bacaan. Hal ini perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti dari segi kecepatan dan pemahaman isi bacaan, siswa perlu dilatih dan disuguhi pelajaran membaca cepat dengan memilih dan manfaatkan strategi yang tepat dalam pengajaran membaca. selain itu konsep membaca yang di ajarkan tidak berfariasi dan kurangnya sarana/mediamembaca yang kurang. Metode dalam menstimulasi siswa agar termotivasi untuk membaca harus bervariatif agar siswa/pelajar menganggap kegiatan membaca tersebut sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan. Untuk mengatasi kondisi seperti itu, penulis ingin menawarkan suatu solusi dalam pemecahan permasalahannya. Adapun solusi yang ingin ditawarkan adalah penggunaan pembelajaran kooperatif strategi practice rehearsal pairs. Strategi pembelajaran yang tepat merupakan hal yang penting dalam kegiatan proses pembelajaran karena dapat mengaktifkan peserta didik terhadap materi yang akan dipelajarinya. Salah satu strategi pembelajaran yang aktif adalah strategi practice rehearsal pairs (praktek berpasangan). Strategi ini merupakan strategi sederhana di mana siswa akan dibentuk berpasangan dengan masing-masing tugasnya, yaitu pendemonstrasi atau melakukan membaca cepat dan mengecek atau pengamat. Dengan diterapkannya strategi ini diharapkan peserta didik dapat selalu mengingat materi yang telah dibacanya. Dengan adanya kemudahan dalam memahami materi yang akan dipelajari dengan strategi ini maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Beberapa penelitian tentang membaca cepat dengan berbagai strategi yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu, seperti yang diuraikan berikut ini: (Zakia Yasmin 2019) yang meneliti "Peningkatan Kemampuan Membaca Siswa Melalui Metode Speed Reading Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V MIS Lamgugob Banda Aceh" berkesimpulan bahwa Metode Speed Reading mengalami peningkatkan kemampuan membaca siswa. (Rohani 2006) yang meneliti “Peningkatan Kecepatan dan Keefektifan Membaca Melelui Model Pengembangan Baca Cepat Siswa Kelas 1 SMA Perguruan Islam Makassar" berkesimpulan bahwa kecepatan dan keefektifan membaca melelui model pengembangan baca cepat siswa mengalami peningkatan. (Yarni Sinin 2015)" peningkatan kemampuan membaca cepat melalui penerapan gerak mata siswa kelas XII IPA SMA PALU" berkesimpulan bahwa metode gerak mata dapat meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa. Oleh karena itu, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul "Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat dalam Mempelajari Teks Narasi melalui Pembelajaran Kooperatif Strategi Practice Rehearsal Pairs SMA MUHAMMADIYAH ENREKANG."
Method
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan pemahaman membaca cepat dalam mempelajari teks narasi melalui metode pembelajaran kooperatif strategi practice rehearsal pairs siswa SMA Muhammadiyah Enrekang. Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian tindakan kelas (classroom Action Research), karena bertujuan memecahkan permasalahan pembelajaran di kelas dengan meningkatkan kualitas pembelajaran baik proses maupun hasil pembelajaran membaca cepat. dengan pemaparan data deskriptif kualitatif dan data kuantitatif merupakan Jenis penelitian tindakan kelas. Data kualitatif ini diperoleh dari, lembar catatan lapangan, observasi dan wawancara sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tes akhir setiap siklus Dalam Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini: 1. Penelitian Tindakan Kelas membuat guru menjadi peka terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. 2. Penilitian Tindakan Kelas sangat meningkatkan kinerja guru menjadi professional. 3. Tenaga pendidik mampu memperbaiki proses pembelajarannya. 4. Tenaga pendidik menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan proses pembelajrannya. Penelitian tindakan kelas (PTK) terdiri atas beberapa tahap yang berlangsung dalam bentuk siklus, setiap siklus yang dilakukan dalam empat tahap yaitu: (1) perencanaan (plan), (2) tindakan (action), (3) pengamatan (observation), dan (4) refleksi (reflektion).
Result & Discussion
A. Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas Pada bab ini disajikan seperti hasil tes dan nontes hasil tes terdiri dari beberapa prasiklus diantaranya siklus I dan siklus II. hasil tes keterampilan membaca cepat sebelum mendapat pembelajaran membaca cepat dengan metode kooperatif strategi practice rehearsal pairs merupakan hasil prasiklus. Hasil tes membaca siswa setelah mendapatkan pembelajaran membaca cepat dengan menggunakan metode kooperatif strategi practice rehearsal pairs merupakan Hasil tes siklus I dan siklus II dan diuraikan dalam bentuk data data kualitatif. observasi dari hasil nontes diuraikan dalam bentuk deskriptif dan data kuantitatif. a. Deskripsi Data Hasil Penelitian Siklus I 1. Deskripsi Data Hasil Observasi Siklus 1 Dalam penelitian ini kegiatan observasi bertujuan untuk mengetahui hasil dalam mengikuti proses pembelajaran keterampilan membaca cepat dengan menggunakan kooperatif strategi practice rehearsal pairs. Kegiatan ini dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. 1. Siswa meperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh; 2. Siswa membaca cepat dengan penuh perhatian; 3. Siswa mengerjakan soal dengan baik; 4. Siswa rajin bertanya ketika mengalami kesulitan dalam pelajaran; 5. Siswa tidak mengganggu teman. 6. Siswa meremehkan penjelasan guru; 7. Siswa enggan melakukan kegiatan membaca cepat; 8. Siswa meremehkan tugas untuk mengerjakan soal; 9. Siswa enggan bertanya ketika mengalami kesulitan dalam pelajaran; 10. Siswa mengganggu teman. cepat; 8. Siswa meremehkan tugas untuk mengerjakan soal; 9. Siswa enggan bertanya ketika mengalami kesulitan dalam pelajaran; 10. Siswa mengganggu teman. Peneliti memberikan proses pembelajaran yang belum pernah diajarkan pada mereka sehingga diperlukan proses untuk menyesuaikan. Siklus 1 dari hasil observasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I No Aspek Observasi SANGAT BAGUS BAGUS A. Simpulan Peneliti mengambil kesimpulan berdasarkan analisis penelitian yang telah diuraikan sebelumnya yaitu sebagai berikut: a. Terjadi peningkatan keterampilan mebaca cepat SMA Muhammadiyah Enrekang setelah mengikuti pembelajaran membaca cepat dan pemahaman membaca cepat menggunakan kooperatif strategi practice rehearsal pairs dengan skor rata-rata pada siklus I 83%, siklus II 95% sedangkan dalam kecepatan membaca cepat pada siklus I 47.70%, dan siklus II 81.78%. Berdasarkan data hasil kecepatan siklus II pada table 11 dapat di lihat bahwa kemampuan membaca cepat menunjukkan rerata siswa dengan persentase 81.78%. Jika dilihat dari kategori kecepatan membaca terdapat 21 siswa kecepatan 250-299 kpm yang mencapai kategori sangat cepat. terdapat 5 siswa dengan rentang nilai kecepatan 240-249 kpm Pada kategori cepat. Untuk kategori sedang sebanyak 6 siswa dengan rentang nilai 150-199kpm. Terdapat 0 siswa yang mencapai kategori lambat dengan rentang nilai kecepatan 100-149 kpm. Sedangkan untuk kategori sangat lambat 0 siswa dengan rentang nilai kecepatan 50-99 kpm. Tabel 8Hasil Pemahaman Membaca Cepat siklus IINOKategoriRentang Nilai FrekuensiBobot SkorSkore rata-rata3040x100100x32= 95%1.Sangat Cepat85-1003028802.Cepat65-8421603.Sedang45-64004.Lambat25-44005.Sangat Lambat0-2400Jumlah 323040Berdasarkan data hasil pemahamansiklus II pada tabel 12 menunjukkan rerata skor yang dicapai siswa Maktabatun Journal, 3 (1), 2023 -9(Muh. Nasrul dkk.)dengan persentase 95% . Terdapat 30 siswa yang memperoleh sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Untuk kategori baik 2 siswa dengan rentang nilai 65-84. terdapat 0 siswa dengan rentang nilai 45-64 masuk kategori cukup. Siswa yang memperoleh kategori kurang sebanyak 0 siswa dengan rentang nilai 25-44.dan nilai 0-24 kategori sangat kurang dengan jumlah siswa 0.3.Refleksi Siklus IIPada pembelajaran membaca cepat dengan kooperatif strategi practice rehearsal pairs. Siswa mulai tertarik dengan pembelajaran siklus II daripada siklus I terutama pada saat menggunakan kooperatif strategi practice rehearsal pairs. Dengan kooperatif strategi practice rehearsal pairs mereka dilatih untuk membaca secara tepat dan cepat. Dalam kegiatan membaca kebiasaan buruk membaca mulai berkurang, kesalahan tersebut seperti mengangkat teks. Target yang ditetapkan yaitu nilai rerata keseluruhan sebesar 70 berhasil dicapai. Rerata kecepataan siswa dengan persentase 81.78% dan pemahaman kemampuan membaca cepat dengan persentase 95% . dari hasil observasi tingkah laku siswa pada pembelajaran siklus II lebih positif daripada siklus I walaupun masih ada siswa yang melakukan tingkah laku mengganggu teman. Pada siklusII ini pembelajaran membaca cepat sudah memenuhi target.B. PembahasanPembahasan ini terdiri dari dua hal yaitu peningkatan keterampilan membaca cepat dan perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti pembelajaran membaca cepat dengan kooperatif strategi practice rehearsal pairs.1. Peningkatan Keterampilan Membaca CepatHasil penelitian ini berdasarkan hasil siklus I dan siklus II. Pembahasan hasil penelitian setiap siklus diperoleh dari deskripsi data hasil observasi dan deskripsi data hasil belajar siklus I dan siklus II digunakan untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca cepat dan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran membaca cepat dengan kooperatif strategi practice rehearsal pairs.Setelah dilakukan tes membaca cepat dengan metode kooperatif strategi practice rehearsal pairs. Tes yang diperoleh dari siklus I dan siklus II merupakan teknik yang dilakukan untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca cepat dengan metode kooperatif strategi practice rehearsal pairs digunakan Hasil tes ini di peroleh untuk mengetahui perubahan keterampilan membaca cepat siswa dari kondisi awal hingga setelah dilakukaan keterampilan membaca cepat dengan kooperatif strategi practice rehearsal pairs. Nilai rata-rata 70 di targetkan Pada siklus I dan siklus II Berikut ini penjabaran peningkatan keterampilan membaca cepat dengan kooperatif strategi practice rehearsal pairs siklus I dan siklus II. Kecepatan membaca siswa siklus I dan siklus II. Rerata kecepatan membaca pada siklus I dengan persentase 47.70% atau termasuk kategori sedang. Sedangkan rerata siklus II hasil tes kecepatan membaca dengan persentase 81.78%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kecepatan membaca siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil tes siklus II sudah memenuhi target yang telah ditetapkan dengan persentase 70. Telah terjadi peningkatan pemahaman membaca Pada siklus I hasil tes pemahaman membaca dengan persentase 83% . Sedangkan hasil siklus II mengalami peningkatan dari tes siklus I. Hasil tes siklus II sebesar 95%. Hasil tes siklus II sudah memenuhi target yang ditetapkan yaitu sebsar 70. Berdasarkan hasil tes terjadi peningkatan keterampilan membaca cepat dengan kooperatif strategi practice rehearsal pairs.2. Perubahan Tingkah Laku SiswaPada proses pemembelajaran membaca cepat metode kooperatif strategi practice rehearsal pairs, pengamatan tingkah laku siswa di lakukan oleh peneliti Pada siklus I dan siklus II melalui instrumen nontes observasi.Pedoman observasi yang digunakan pada siklus I sama dengan siklus II. Aspek-aspek dalam observasi meliputi 1. Siswa memperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh; 2. Siswa membaca cepat dengan penuh perhatian; 3. Siswa mengerjakan soal dengan baik; 4. Siswa aktif bertanya ketika kesulitan pembelajaran; 5. Siswa tidak mengganggu teman; 6. Siswa meremehkan penjelasan guru; 7. Siswa enggan mealkukan kegiatan membaca cepat; 8. Siswa meremehkan tugas untuk mengerjakan soal; 9. Siswa enggan bertanya ketika mengalami kesulitan pembelajaran; 10. Siswa mengganggu teman.siswa membaca cepat dengan sungguh-sungguh merupakan aspek positif dan jumlah siswa yang membaca pada siklus II lebih banyak daripada siklus I. Pada aspek positif siswa mengerjakan soal pemahaman membaca dengan sungguh-sungguh, jumlah siswa yang mengerjakan soal dari guru siklus II lebih banyak dari siklus I. Siswa yang bertanya ketika mengalami kesulitan termasuk aspek ke aktifan karena keaktifan siswa di siklus II lebih banyak dari pada siklus 1. Berdasrkan jumlah siswa keseluruhan dari hasilobservasi siklus I dan siklus II meningkat. Dengan demikian, observasi hasil positif siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan
Conclusion
Simpulan A. Simpulan Peneliti mengambil kesimpulan berdasarkan analisis penelitian yang telah diuraikan sebelumnya yaitu sebagai berikut: a. Terjadi peningkatan keterampilan mebaca cepat SMA Muhammadiyah Enrekang setelah mengikuti pembelajaran membaca cepat dan pemahaman membaca cepat menggunakan kooperatif strategi practice rehearsal pairs dengan skor rata-rata pada siklus I 83%, siklus II 95% sedangkan dalam kecepatan membaca cepat pada siklus I 47.70%, dan siklus II 81.78%.b.Terjadi pada perubahan perilaku siswa SMA Muhammadiyah Enrekang, setelah mengikuti pembelajaran membaca cepat dengankooperatif strategipractice rehearsal pairs. hasil data nontes yang berupa observasi mengalami perubahan perilaku siswa