PENINGKATAN SISTEM LAYANAN INFORMASI DI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA
Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar
Abstrak
Penelitian bertujuan untuk menyelesaikan peningkatan sistem layanan informasi di perpustakaan daerah kabupaten menggambarkan hambatan yang di hadapi dalam peningkatan perpustakaan tersebut. Dalam Penelitian Ini, Penulis Memakai metode penelitian dengan tehnik wawancara di perpustakaan daerah kabupaten Bulukumba dengan jumlah pegawai yang telah diwawancarai berjumlah 20 orang dan staf di bagian tertentu, seperti staf bagian Aadministrasi perpustakaan dan dibagian perpustakaan Itu sendiri. Dari hasil penelitian bahwa tingkat pelayanan informasi perpustakaan daerah kabupaten Bulukumba dapat dikatakan sudah efektif apabila ditinjau dari beberapa hal seperti ditinjau dari seringnya siswa/ siswi dan masyarakat umum lainnya ke perpustakaan tujuan siswa ke perpustakaan, prosedur pelayanan perpustakaan dan koleksi yang ada di perpustakaan.Kemampuan keterampilan pustakawan dalam mengelolah perpustakaan maka seharusnya ada sikap pustakawan dalam memberikan kemudahan terhadap pemustaka. Dalam penelitian yang menunjukan kurang efektifnya adalah penataan ruangan perpustakaan, sarana fasilitas layanan perpustakaan, serta peminjaman buku di perpustakaan.
Keywords:
Sistem Layanan perpustakaan
Introduction
Layanan perpustakaan khususnya layanan informasi merupakan “The Ultimate goal” dari setiap kiprah penyelenggaraan dan pelayanan perpustakaan. Untuk menuju ke arah itu kiranya sejumlah tatanan organisasi perpustakaan perlu mendapatkan perlakuan lebih awal karena merupakan ‘Pra kondisi’ yang mampu menciptakan suasana bagi terlaksananya pelayanan sistem informasi yang di harapkan. Kelihatanya dari berbagai permasalahan organisasi perpustakaan, baik makro maupun mikro, realita perpustakaan daerah menempati posisi dan kondisi yang cenderung lebih kompleks. Dibandingkan jenis perpustakaan lainnya. Ini akibat dari kondisi masyarakat yang jadi subjek garapan layanan perpustakaan daerah sangat beraneka ragam, baik dilihat dari kondisi sosial ekonomi, pendidikan dan pekerjaan, serta latar belakang budaya mereka. Konsekuensinya, ada kesan bahwa dinamika layanan perpustakaan daerah agak tertinggal oleh rekan-rekannya yang bergerak diperpustakaan lainnya. Hal yang tidak dapat dipungkiri adalah tugas dan tanggung jawab perpustakaan daerah dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat pemakai yang heterogen itu cenderung bersifat horizontal dibandingkan tugas sejenis yang dihadapi oleh perpustakaan lain. Tantangan sekaligus tanggung jawab yang harus dihadapi dan dipikul oleh para penyelenggara perpustakaan daerah, menuntut semangat juang dan kepeloporan dengan stamina yang handal. Secara kelembagaan fungsional, dua tugas pokok layanan yang harus dihadapi oleh perpustakaan daerah adalah layanan yang bersifat kelembagaan (keorganisasian) kepada perpustakaan jenis lain yang berada dilingkup daerah pelayanannya dan layanan yang langsung berhubungan dengan masyarakat pemakai, pengguna sistem layanan perpustakaan daerah. Karena itu sewajarnya kita mengatakan bahwa rekanrekan yang berkiprah dalam layanan perpustkaan daerah merupakan “Pasukan Terdepan” dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa secara luas. Persoalanya, apakah predikat itu dapat diteriama atau tidak, semuanya bergantung pada sejauh mana rekan-rekan yang bertugas diperpustakaan daerah mampu memperlihatkan kipprah pelayana nya dihadapan masyarakat banyak.Konsep layanan diperpustakaan daerah, khususnya yang menyangkut layanan informasi, harus mampu mengondisikan, memelihara, dan mengembangkan persepsi masyarakat kearah dinamika kehidupan yang berwawasan luas tentang pentingnya sumber informasi sebagai salah satu kebutuhan dasar dalam kehidupan mereka sehari-hari. Karena itu menanamkan, memelihara, dan meningkatkan “Apresiasi” masyarakat yang positif dan fungsional terhadap perpustakaan daerah, harus dijadikan titik tolak dan toggak. Utama bagi kiprah pelayanan lainnya dalam gerak dinamika penyelenggaraan perpustakaan daerah. Sementara, untuk menanam dan memelihara “Toggak Utama” ini bukanlah pekerjaan yang enteng. KERANGKA TEORI Pengertian Sistem Layanan Perpustakaan Untuk memahami pengertian ilmu perpustakaan secara umum, terlebih dahulu perlu dipahami pengertian-pengertian pustaka, perpustakaan, pustakawan, dan kepustakawanan. Beberapa istilah itu pengertiannya sangat mirip, tetapi pada hakikatnya memiliki pengertian yang sangat berbeda. Ilmu perpustakaan akan membahas pengertian-pengertian tersebut secara mendalam. Pelayanan adalah suatu kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seorang dengan orang lain atau mesin dengan secara fisik, dan menyediakan keputusan pelanggan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan pelayanan sebagai usaha melayani kebutuhan orang lain. Sedangkan melayani adalah membantu menyiapkan (mengurus) apa yang di perlukan seseorang. Kep. Men Pan No. 81/93 menyaaan bahwa pelayanan umum adalah segala betuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah pusat/daerah, BUMN / BUMD, dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat, dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pengertian sistem informasi dapat dilihat dari segi fisik dan fungsinya. Dari segi fisiknya dapat diartikan susunan yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak dan tenaga pelaksananya yang secara bersama-sama saling mendukung untuk menghasilkan suatu produk. Sedangkan dari segi fungsi informasi merupakan suatu proses berurutan dimulai dari pengumpulan data dan diakhiri dengan komunikasi/desiminasi. Selanjutnya sistem informasi dikatakan berdaya guna jika mampu menghasilkan informasi yang baik, tinggi akurasinya, tepat waktu, lengkap dan ringkas isinya. Akurasi adalah ukuran berupa rasio antara jumlah informasi yang benar dan tidak benar. Suatu sistem dikatakan mempunyai akurasi tinggi apabila akurasinya sebesar 95%. Namun akurasi tinggi tidak akan berguna apabila kedatangannya terlambat dan tidak teratur. Oleh karena itu sistem informasi dituntut untuk lengkap, ringkas dan teratur. Peranan pada dasarnya terdiri atas pengumpulan dan pengolahan informasi, penyebaran informasi. Jadi pelayanan perpustakaan merupakan bentuk nyata dari penyebaran informasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa hakekat pelayanan perpustakaan merupakan upaya atau proses penyebaran dan pendayagunaan informasi secara optimal oleh pemakai, pemakai merupakan ujung tombak kepada jasa perpustakaan karena bagian inilah pertama kali berhubungan dengan pemakai dan sering digunakan para pemakai. Pelayanan pada perpustakaan bertujuan untuk membentuk pemakai dan sebaliknya perpustakaan harus melayani kebutuhan para pemakai semaksimal mungkin, karena layanaan perpustakaan baru terasa manfaatnya bila info yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pemakai seperti yang dikemukakan oleh Muclyadin yaitu : kegiatan pelayanan perpustakaan yang mempunya tugas pokok untuk memberikan pelayanan, bimbingan, informasi dan pengarahan berikut pengadaannya agar para pemakai perpustakaan dapat memperoleh kesempatan dan fasilitas semaksimal mungkin untuk menelusuri dan mempelajari informasi yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan. Pelayanan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam memanfaatkan perpustakaan.Sistem pelayanan perpustakaan dapat dibedakan ke dalam dua cara yaitu sistem pelayanan terbuka (opened access) pada system pelayanan tertutup (closed acess). Pada sistem pelayanan terbuka pengguna dapat masuk keruangan penyimpanan koleksi. Sehingga dapat mencari dan menemukan sendiri bahan pustaka yang dapat ditempatkan di dalam rak. Sedangkan pada sistem pelayanan tertutup pengguna harus meminta bantuan pustakawan untuk mencapai bahan pustaka yang diperlukannya. Sistem Layanan Informasi Perpustakaan Untuk meningkatkan jasa layanan informasi perpustakaan daerah maka pelayanan kiranya kita perlu menggunakan sistem pelayanan yang tepat dan sesuia dengan kebutuhan pemustaka maka ada tiga yang harus diterapkan didalam perpustakaan: 1. Sisyem pelayanan terbuka ( Open Acces) Sistem pelayanan ini memberikan kebebasan kepada pemustaka untuk mencari dan menemukan secara langsung koleksi perpustakaan dan sumber informasi yang diperlukan. 2. Sistem Pelayanan Tertutup ( Close Acces) Sistem Pelayanan tertutup ini pemustakan tidak boleh secara langsung mengambil koleksi dari rak.Pustakawan dan tenaga teknis yang akan mencarikan dan mengambilkan koleksi dari rak. 3. Sistem Pelayanan Campuran (Mixed Acces) Pada sistem pelayanan campuran ( Mixed Acces) dapat menerapkan dua sistem dua sistem pelayanan sekaligus,yaitu pelayanan terbuak dan pelayanan tertutup. Dalam sistem layanan informasi di perpustakaan daerah, diharapkan pada saatnya akan terwujud suatu “network” layanan yang dapat melibatkan keikutsertaan dan kerjasama setiap perpustakaan sejenis dalam suatu area atau daerah pelayanan tertentu. Kenyataan sekarang ini, seperti halnya jenis perpustakaan lain, perpustakaan daerah masih berjalan sendiri-senndiri dalam pola pelayananya kepada masyarakat. Secara umum dapat dikatakan bahwa gaung kehadiran perpustakaan daerah secara individual di tengah-tengah masyarakat belum terdegar secara nyaring. Dengan demikian, wajar apabilah apresiasi masyarakat terhadapnya masih berada di papan bawah. Dalam upaya meningkatkan layanan informasi diperpustakaan daerah, harus ditempuh dua garapan utama sekaligus yang paraler dan terkait. Pertama memperkuat posisi organisasi dan pelayanan masing-masing perpustakaan daerah sebagai “sumber potensi” bagi terciptanya layanan informasi. Yang memadai. Kedua . Membetuk “system jaringan”layanan perpustakaan daerah sehingga mampu menghimpun”kekuatan” yang secara potensi dimiliki oleh setiap perpustakaan daerah. Untuk menjalankan konsep yang kedua maka perlu ada pengambilan keputasan atau inisatif terhadap oleh kordinator layanan informasi di perpustakaan. Dalam konteks pemikiran ini, kita dapat mengibaratkanya dengan menampilkan wajah”supermaker” perpustakaan sebagai ilustrasi, yang dapat diinventarisasi dan identifikasi untuk keperluan sistem layanan ini selain perpustakaan daerah yang berada dibawah garis organisasi perpustakaan daerah itu sendiri (ditingkat kecamatan dan desa), juga perpustakaan daerah yang dikelolah oleh badan-badan swasta, perpustakaan yang dibina oleh departemen lain, perpustakaan mesjid, pusat informasi pesantren, puspenmas, perpustakaan PKK. Pelayanan Pemberian Informasi (information sevice) Tampaknya tidak mudah untuk memberikan suatu perbedaan antara pelyanan referensi dengan pelayanan informasi yang telah diberikan oleh suatu perpustakaan; hal ini dapat di akibatkan oleh adanya kemajuan-kemajuan dan/ ataupun perkembangan-perkembangan yang terakhir dalam sector pemberian pelyanan referensi yang cenderung yang bersifat eksklusif pada dewasa ini. Kenyataaan ini dapat kita liahat pada pandangan-pandangan yang diberikan oleh beberapa pakar dalam dunia perpustakaan, misalnya saja pendapat-pendapat dari: 1. Donald davinson, dalam bukunya yang berjudul reference service (1980, p. 11) yang mengatakan “reference and information serfice is the activity undertaken by librarians and associated types of staff from reference librares, using collections of book and other materials held there for such purposes as distinct from collections made available for home reading or other use outside the library pernyataan ini atau pendapat ini jelas-jelas tidak berusaha membedakan antara pelayanan referensi dengan pelayanan informasi serta seakan-akan kedua jenis layanan itu dijalankan oleh pustakawan referensi pada setiap perpustakaan. 2. Wiliams a. katz sendiri, dalam bukunya yang berjudul introductionto reference work: vol. II, reference service (1969, p. 6), mencoba memberikan pengertian tentang pelayanan inormasi ini dalam rangka pembedaan antara reference work, reference serfice, dan information serfice. Ia berpendapat, antara lain, bahwa pelayanan informasi itu adalah suatu istilah yang secara relative masih baru dalam bidang pelayanaan informasi itu adalah suatu istilah yang secara relative masih baru dalam bidang pelayanan referensi. Dan ditinjau dari segi karakteristiknya maka iamerupakan suatu perluasan dari reference work yang pada hakikatnya, lebih ditinjaukan kepada penelusuran informasi secara ekstensif serta yang meman faatkan metode ilmiah : Landasan Teori Informasi Menurut Arip Muttaqien (2005) bahwa sistem informasi perpustakaan dapat didefenisikan sebagai sebuah sistem berintegritas,sistem manusia mesin,untuk menyediakan informasi yang mendukung operasi manajemen dan fungsi pengembalian keputusan dalam sebuah perpustakaan. Dengan adanya sistem informasi perpustakaan akan mempermuda pelayanan dan akses informasi serta pengololaan data perpustakaan.Istilah informasi, menurut Davis adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang. Berdasarkan defenisi di atas maka dapat dikatakan bahwa sebuah informasi adalah data yang mempunyai makna, artinya ketika sesuatu hal data tidak mempunyai makna maka belum dapat dikatakan sebagai sebuah informasi. Istilah sistem informasi yang dikemukakan oleh Oetomo (2002) sebagai kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintergrasikan data,memperoses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi.
Method
Jenis Penelitian Dalam suatu penelitian yang akan dilaksanakan, Penentuan obyek penelitian haruslah jelas sehingga dijadikan sebagai sasaran untuk mendapatkan dan mengumpulkan datanya.Penelitian ini dilaksanakan dikabupaten Bulukumba dengan lokasi penelitian yang bertempat di perpustakaan daerah kabupaten Bulukumba dengan waktu yang ditentukan 3 (tiga) bulan, dengan hasil yang dapat kami wawancarai sebagai mana yang kami uraikan di hasil penelitian pembahasan. Tentang peningkatan sistem pelayana informasi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam menyusun penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pengamatan (Observasi)Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan pencatatan secara langsung untuk mendapatkan data yang relevan yang sesuai dengan materi permasalahan yang akan diteliti. 2. Wawancara (Interview) Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam bentuk wawancara secara langsung dengan pihak-pihak yang terkait seperti pegawai perpustakaan, kepala perpustakaan, dan pihak-pihak lain yang terkait dengan permasalahan yang diteliti. 3. Kepustakaan (Library Research)Suatu cara atau sistem penelitian dengan menggunakan kepustakaan sebagai objek pengumpulan data untuk mempelajari literature-literatur tentang perundang-undangan dan dokemendokumen yang relevan untuk pembahasan penelitan ini.
Result & Discussion
Yang menghambat pelaksanaan peningkatan sistem layanan informasi perpustakaan daerah kabupaten Bulukumba Data yang diperoleh dari hasil wawancara yang di lakukan kepada perpustakaan yang ada di perpustakaan daerah kabupaten Bulukumba dan yang diwawancarai adalah kepala perpustakaan daerah kabupaten Bulukumba memang tahu mengenai perpustakaan dan sudah lama berkecimpun di dalamnya. Upaya yang dilakukan pustakawan adalah untuk memberikan layanan yang terbaik kepada perpustakaan yaitu seluruh pengunjung perpustakaan yang menggunakan jasa perpustakaan, ada beberapa faktor yang menentukan dan saling terkait, salah satu faktor utamanya adalah ketersediaan bahan pustaka dan kemudahan mengakses kembali bahan pustaka tersebut. Sehingga perlu dilakukan entri dan bibliografis untuk semua jenis bahan pustaka. Sesuai dengan data yang kami dapatkan dari perpustakaan daerah kabupaten Bulukumba sampai tahun 2010 bahwa sistem layanan informasi perpustakaan daerah di kabupaten Bulukumba dengan menggunakan bahan pustaka atau menelusur sumber informasi dengan sistem manual karena keterbatasan pengetahuannya dalam mengakses informasi dengan menggunakan teknologi dan informasi.Adapun upaya yang dilakukan pustakawan agar pengunjung berminat mengunjugi kantor perpustakaan kabupaten Bulukumba yaitu pustakawan selalu berusah meningkatkan pelayanan dan menambah koleksi yang dibutuhkan oleh pemustaka, dalam hal ini adalah seluruh pengunjung baik itu dari piahak SD, SLTP, SMU, Mahasiswa, dan dikalangan umum lainya yang menggunakan jasa perpustakaan.Mengingat hal-hal tersebut di atas, pelayananpelayanan tersebut di bawah ini membutuhkan pengetahuan para petugas perpustakaan yang cukup, adanya keterampilan dan keahlian dalam mempergunakan bahan-bahan atau alat-alat yang ada dalam perpustakaan maupun semuanya seperti perpustakaan keliling yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Bulukumba yang dilaksanakan dalam waktu telah di tentukan oleh pihak-pihak perpustakaan. Bidang Pelayanan Pustakawan Peningkatan Pelayanan Perpustakaan Pada Tahun 2020 No Pengunjung Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 1. SD 120 150 170 20 165 180 26 75 56 85 94 80 2. SLTP 140 170 517 747 317 339 142 117 116 865 543 151 3. SMU 595 705 401 813 768 786 541 698 865 734 135 345 4. Umum 49 30 76 85 170 354 847 453 324 380 250 260 Jumlah 404 420 498 711 720 749 756 743 600 603 821 636 Sumber: Dokumentasi Pengunjung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba Tahun 2020 Peningkatan Pelayanan Perpustakaan Pada Tahun 2020 No Pengunjung Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 1. SD 25 47 76 71 35 34 38 20 - - - - 2. SLTP 32 38 70 455 68 30 64 73 - - - - 3. SMU 450 667 114 343 453 142 546 456 - - - - 4. Umum 76 342 56 253 120 553 761 54 - - - - Jumlah 538 527 316 712 676 759 709 601 Sumber : Dokumentasi pengunjung perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba tahun 2020 Bidang pelayanan yang dimaksud disini adalah memberikan bantuan kepada para pengguna untuk mendapatkan informasi atau bahan pustaka yang ada pada perpustakaan sesuai dengan kebutahan pemustaka. Pada umumnya kegiatan pada bidang layanan terdiri dari: 1. Layanan sirkulasi dan kegiatannya antara lain: a. Pendataan anggota Data pengawai perpustakaan daerah kabupaten Bulukumba sesuai dengan hasil wawancara. Pendataan anggota adalah mengindentifikasi keanggotaan dalam suatu perpustakaan, kegiatan ini sangat diperlukan guna untuk mengetahui identitas seseorang peminjam sehingga peminjaman buku dapat dipertanggung jawabkan. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam pendataan anggota adalah : b. Kegiatan Pustakawan terdiri dari : - Menyiapkan formulir keanggotaan - Menerima formulir yang sudah di isi dengan persaratan yang lengkap dari calon anggota - Mencatat dan menetapkan nomor keanggotaan dalam buku induk angggota. - Mengecek nama anggota pada buku anggota apabila nama tersebut sudah terdaftar menjadi anggota maka syaratnya memperpanjang kartu - Membuat kartu anggota dan menyerahkan pada anggota. 2. Peminjam dan pengambilan Merupakan bagian dari pelayanan sirkulasi yang mengatur pemanfaatan koleksi bahan pustaka. Yang dimaksud dengan peminjaman dan pengembalian disini adalah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada pengguna jasa untuk meminjam buku yang dibutuhkan dan menerima buku dari anggota yang telah selesai dikembalikas sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Pemanfaatan Jasa Perpustakaan Pemanfaatan perpustakaan Frekuensi Jumlah 1-2 kali seminggu 3-4 kali seminggu 5-6 kali seminggu Tidak Pernah 10 7 2 1 50 35 10 5 Jumlah 20 100 Sumber : Olah data primer 2020 Dari table 7di atas dapat diketahui bahwa 10 orang (50%) responden menyatakan menyaakan “2-3 kali”, seminggu sebnyak 7 orang (35%) respndnden menyatakan “45 kali“, kemudian sebanyak 2 orang (10%) responden menyatakan “5-6 kali”, dan yang terakhir adalah 1 orang (5%) responden menyatakan tidak pernah hal ini berarti tingkat pemanfaatan perpustakaan jika ada pekerjaan perpustakaan cukup rendah dimana setelah 10 orang (50%) responden dari sebagian besar pegawai yang menjadi populasi menjawab hanya menggunakan jasa koleksi perpustakaan hanya “1-2 kali”, saja dalam seminggu. Pemanfaatan jasa perpustakaan jika pekerjaan sekolah Untuk mengetahui frekuensi pemanfaatan jasa perpustakaan jasa ada pekerjaan perpustakaan dapat dilihat pada tabel berikut ini : Pemanfaatan jasa perpustakaan jika ada pekerja atau pegawai perpustakaan. Pemanfaatan Perpustakaan Frekwensi Jumlah 1-2 Kali Seminggu 3-4 Kali Seminggu 5-6 Kali Seminggu Tidak Pernah 10 7 2 1 50 35 10 5 Jumlah 20 100 Sumber Hasil Olah Data 2020 Dari tabel 12 di atas dapat di ketahui bahwa 10 orang responden menyatakan “1-2 kali”, sebnyak 7 orang responden menyatakaan “3-4 kali”, kemudian sebnyak 2 orang responden menyatakan “4-5 kali”, dan yang terakhir 1 orang responden menyatakan “tidak pernah”, hal ini berarti tingkat pemanfaaan perpustakaan jika ada pekerja perpustakaan cukup rendah dimana terlihat 10 orang responden dari sebagian besar para siswa atau pera pengunjung perpustaaan yang menjawab hanya menggunakan jasa koleksi perpustakaan hanya “1-2 kali”, saja dalam seminggu.
Conclusion
Dari hasil penelitian yang dilakukan maka peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba adalah merupakan lembanga yang memberikan layanan informasi kepada pengguna atau user berupa pinjaman atau pengembalian bahan Pustaka sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna atau pemakai jasa layanan. 2. Hal-hal yang menghambat pelaksanaan peningkatan sistem pelayanan informasi daerah kabuaten dompu diantaranya ialah : Kurangnya tenaga pengelola yang propesional, terbatasnya koleksi yang ada, masih kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan perpustakaan dan pemeliharaan koleksi yang tidak maksimal. 3. Usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan sistem layanan informasi perpustakaan daerah kabupaten Bulukumba adalah melaksanakan pelatihan-pelatihan guna menunjang kegiatan profesinalisme pustakawan, menambah koleksi bahan Pustaka dan memperbaiki sistem manual menjadi otomasi untuk mempermuda dalam pelayanan.