Kembali
16
1
2024 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 4 · 2 ISSN 2797-2275

Analisis Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus pada Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kabupaten Bone)

Sekolah Dasar Inpres 5/81 Bajoe; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Tulisan ini membahas mengenai program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus untuk menelaah suatu kasus dalam konteks realitas kehidupan yaitu mengenai program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kabupaten Bone. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial pada Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kabupaten Bone terdiri dari Program Pendidikan, Program Ekonomi, dan Program Sosial. Kegiatan Program Pendidikan yaitu Kelas Komputer; Bimbingan Belajar; Pelatihan Baca Tulis Al-Aqur'an, Gempur Literasi Sekolah, Gerakan Menumbuhkan Minat Baca Di Posyandu, Lapak Baca. Kegiatan Program Ekonomi yaitu Pelatihan Pembuatan Makrame; Pelatihan Pembuatan Kolase dari Daun Kering; Pelatihan Pembuatan Makanan dan Minuman Tradisional. Kegiatan Program Sosial yaitu Senam dan Sosialisasi kesehatan dimasyarakat. Dengan adanya program ini berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat baik dibidang pendidikan, sosial, dan ekomoni. Implikasi dari penelitian ini yaitu program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial menjadi lebih banyak yang dilaksanakan sehingga mampu memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kemudian, program ini mendapat banyak dukungan dari pihak terait dan mampu memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Paripppung dari berbagai aspek kehidupan.

Abstract

This article discusses a library transformation program based on social inclusion to improve community welfare. This research uses descriptive qualitative research. The approach used in this research is a case study to examine a case in the context of the reality of life, namely regarding the social inclusion-based library transformation program at the Mappaita Deceng Library, Parippung Village, Bone Regency. From the research results it was found that: the social inclusion-based library transformation program at the Mappaita Deceng Library, Parippung Village, Bone Regency consists of an Education Program, an Economic Program and a Social Program. Educational Program Activities namely Computer Class; Tutoring; Al-Qur'an Reading and Writing Training, School Literacy Campaign, Movement to Grow Interest in Reading in Posyandu, Reading Stalls. Economic Program Activities, namely Macrame Making Training; Training on Making Collages from Dried Leaves; Training in Making Traditional Food and Drinks. Social program activities include exercise and health outreach in the community. This program has an impact on improving people's standard of living in the educational, social and economic fields. The implication of this research is that more social inclusion-based library transformation programs are being implemented so that they can have an influence on improving community welfare. Then, this program received a lot of support from related parties and was able to influence the welfare of the Parippung Village community from various aspects of life.
Keywords: Transformation · Social Inclusion · Mappaita Deceng Library · Parippung Village

Introduction

Perpustakaan hadir untuk masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan usia, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial ekonomi demi mengikatkan kualitas layanan yang mampu mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat yang mempunyai karakteristik, pendidikan, budaya, dan potensi diri yang sangat bergam. Perpustakaan mempunyai berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh semua penggunanya. Oleh sebab itu, setiap orang memiliki hak yang sama untuk menggunakan setiap fasilitas dan memperoleh pelayanan yang ada di perpustakaan. Kementerian PPN/Bappenas melakukan transformsi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang sudah disahkan pada tahun 2018 yang kemudian pada tahun 2019 dilaksanakan di beberpa wilayah, seperti yang telah tercantum pada Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Perpustakaan Nasional Tahun 2020-2024 bahwa program ini menjadi bentuk pengembangan fungsi dari perpustakaan menjadi ranah publik sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, belajar konekstual dan berlatih keterampilan guna untuk meningkatkan kualitas hidup baik sisi ekonomi maupun sosial. (Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Perpustakaan Nasional, 2020-2024:27). Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan sebuah pelayanan perpustakaan yang bekerjasma dalam suatu komunitas dan memiliki komitmen yang tinggi untuk kesejahteraan masyarakat pengguna melalui literasi informasi berbasis ICT (Information Communication Technology) menjadi wahana "Long Life Learning" atau pembelajaran Sepanjang hayat yang dapat mengentaskan kemiskinan dan menigkatkan kesejahteraaan. Menurut Haryanti, Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan salah satu inovasi layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar sepanjang hayat, tidak hanya sebagai tempat mencari informasi tetapi juga sebagai wadah yang mampu memberdayakan masyarakat sebagai komunitas lokal yang selalu berupaya menumbuhkan kesejahteraan masyarakat. (Aldo Redho, dkk : 2021) Menurut Kusdiningsih perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang menyediakan sarana buat masyarakat untuk meningkatkan keterampilan melalui keragaman budaya dan harapan yang memperolah transformasi juga untuk menyampaikan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya serta hak asasi manusia. (Kusdinigsih M. Tarano, 2021: 14-20) Demi memenuhi kebutuhan tersebut maka keberadaan perpustakaan harus tersedia di seluruh lapisan masyarakat mulai dari tingkat nasional yaitu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, tingkat provinsi adalah Perpustakaan Daerah Provinsi, kota atau kabupaten yaitu Perpustakaan Daerah Kabupaten dan Tingkat desa atau kelurahan merupakan Perpustakaan Desa/Kelurahan serta perpustakaan khusus lainnya. Dari berbagai informasi dan pengetahuan yang tersedia di Perpustakaan sehingga perpustakaan sesungguhnya merupakan ruang untuk belajar bagi masyarakat terkait banyak hal. Di Indonesia ada berbagai jenis perpustakaan, diantarannya adalah Perusahaan desa. Menurut Sutarno NS perpustakaan desa ialah lembaga layanan publik yang berbeda di desa. Sebuah unit layanan yang dikembangkan dari, oleh dan untuk masyarakat tersebut. Tujuannya untuk memberikan layanan dan memenuhi kebutuhan warga yang berkaitan dengan informasi, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan rekreasi kepada semua lapisan masyarakat. (Sutarno N. S, 2008: 9) Menurut Standar Nasional Perpustakaan, perpustakaan desa merupakan perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayahdesa serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat sekitar dengan tidak membedakan usia, ras, agama, status sosial ekonomi, dan gender. (Badan Standarisasi Nasional. Standar Nasional Perpustakaan : perpustakaan desa.) Perpustakaan Desa Parippung merupakan salah satu perpustakaan desa Parippung yang menjalankan peran perpustakaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan program tansformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Kabupaten Bone yang bergerak dibawa bimbingan Dinas Perpuskaan dan Kearsipan Kabupaten Bone. Oleh sebab itu, Perpustakaan perlu melakukan transformasi dalam memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat guna memberikan manfaat yang jauh lebih besar. Sehingga dengan dilakukannya kegiatan transformasi perpustakaan menjadi wadah maupun sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan pengetahuan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat setempat. Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kabupaten merupakan salah satu perpustakaan Desa yang menjalankan program transformasi perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kabupaten Bone sejak tahun 2022 dengan berbagai kegiatan sehingga mampu memberikan perubahan terhadap cara pandang masyarakat terkait dengan perpustakaan. Dari hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung, bahwa perpustakaan desa tersebut telah menjalankan banyak kegiatan dan memiliki berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judulnya "Analisis Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus pada Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Paripung Kabupaten Bone.

Method

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan deskriptif. Metode penelitian Kualitatif deskriptif merupakan sebuah pendekatan penelitian yang mengungkap situasi sosial tertantu dengan menjelaskan secara benar dari sebuah kenyataan yang ada, dibentuk dengan kata-kata berdasarkan cara pengumpulan dan analisis data secara relevan yang diperoleh dari yang situasi yang sebenarnya (Djam'am: 2011). Jenis data yang diperoleh berupa kata-atau tindaan yang dapat diteliti. Penelitian ini difokuskan pada individu secara menyeluruh. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2023. Lokasi penelitian ini yaitu pada perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kabupaten Bone. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Result & Discussion

Pada bagian pembahasan ini, data diolah berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bersama dengan beberapa orang informan, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh pengetahuan tentang Program Transformasi Perpustaaan berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kabupaten Bone. Latar informan yaitu Fasilitator Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Kabupaten Bone, Kepala Desa Parippung, para pengelola Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung, dan masyarakat Desa Parippung. Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kabupaten Bone Program transformasi perpustakaan berbasis Inklusi sosial merupakan program yang menjadi perubahan yang membuat fungsi dari perpustakaan lebih berkembang, bukan hanya sekedar tempat menyimpan buku tetapi perpustakaan sebagai wadah dalam menciptakan dan menumbuhkan semangat kreativitas masyarakat dengan melalaui banyak kegiatan. Pada perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kabupaten Bone memiliki program yang dilaksanakan terdiri dari banyak kegiatan yang bermanfaat sebagai bentuk Program transformasi perpustakaan berbasis Inklusi sosial. Program tersebut terdiri dari program pendidikan, program Ekonomi, dan Program sosial.kegiatan yang terlaksana, mulai dari kegiatan yang melibatkan anak-anak sampai orang dewasa serta semua lapisan masyarakat. 1. Program Pendidikan Perpustakaan identik dengan buku, sedangkan buku identik dengan pendidikan. Program Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial memiliki program pada bidang pendidikaan. Pada program pendidikan ini memang menfokuskan pada cita-cita bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun kegiatan untuk program pendidikan yaitu Kelas Komputer, Bimbingan Belajar seperti Kelas Bahasa, Kelas IPA, Kelas Matematika, Kelas Baca Tulis Al-Qur'an, Gerakan Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat di Posyandu, Gempur Pustaka Sekolah, Lapak Baca dan masih banyak egiatan lainnya yang mampu meningkatkan mutu pendidikan masyarakat Desa Parippung sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. a. Kelas Komputer Program ini merupakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung. Program ini sangat membantu anak-anak dalam menggunakan teknologi, yang awalnya tidak tahu menjadi pandai. Pada Program ini mereka mempelajari cara mengoperasikan komputer, cara pengetikan, dan belajar tentang aplikasi-aplikasi yang ada di komputer. Kegiatan ini menggunakan sarana dan prasarana yang tersedia di Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung. Namun, karena masih kurangnya jumlah komputer yang tersedia di perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung sehingga anak-anak harus menggunakan komputer secara bergantian, tapi hal ini tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk terus mengikuti program kelas komputer. b. Bimbingan Belajar Program bimbingan belajar yang dilaksanakan perpustakaan desa yang bertujuan untuk memberikan edukasi tambahan tentang cara membaca untuk anak-anak kelas 1 sekolah dasar, bimbingan pelajaran matematika, bahasa Indonesia, serta Ilmu Pengetahuan Alam, serta mata pelajaran lainnya sehingga anak-anak memperoleh pengetahuan tambahan selain di bangku sekolah. Bimbingan belajar ini juga mampu meningkatkan prestasi anak-anak dan nilai mereka mereka disekolah meningkat. Kegiatan bimbingan belajar ini langsung diambil alih oleh pihak pegelola perpustaakaan engan menggunakan fasilitas dan buku yang ada di perustakaan. Selain itu, ada juga bimbingan baca tulis Al-Qur'an yang dilaksanakan di Masjid sama halnya bimbingan belajar, bimbingan Baca tulis Al-Qur'an ini bertujuan untung mengenalkan anak-anak tentang huruf-huruf hijaiyah sehingga bisa fasih membaca Al-Qur'an. c. Gempur Pustaka Sekolah Kegiatan Gempur Pustaka Sekolah ini, dimana pihak pengelola perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung melaksanakan sosialisasi ke sekolah terdekat dengan tujuan mensosialisasikan Program Perpustakaan Desa Mappaita deceng Desa Parippung, juga mengajak anak-anak untuk gemar membaca dan berkunjung di perpustakaan. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dapat meningkatan literasi anak-anak agar anak-anak mau mengenal perpustakakan. Kegiatan ini adalah bentuk kerja sama antara pihak pengelola perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung dengan pihak sekolah, selain mendapakan pendidikan formal di sekolah juga mampu memperoleh pengetahuan dan menambah wawasan baru di perpustakaan. d. Penumbuhan Minat baca di Posyandu Penumbuhan Minat baca masyarakat dimana tempat pelaksanaannya di Posyandu, kegiatan ini dilaksanakan oleh Pengelola Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung sebagai bentuk program trnasformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu, diamana ibu yang membawa anaknya untuk pengecekan kesehatan dalam memanfaatkan waktunya untuk membaca sambil menunggu antrean, selain ibu-ibu anak-anak juga bisa membaca buu yang disediakan oleh pihak pengelola perpustakan desa. kegiatan sangat baik dilaksanakan karena sangat bertujuan untuk menambah minat baca masyarakat. Dari beberapa program kegiatan dibidang pendidikan yang dilaksanakan oleh perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung seperti bimbingan belajar, gempur pustaka sekolah, penumbuhan minat baca di posyandu serta lain sebagainya mampu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Desa Parippung terkhususnya anak-anak, remaja dan dewasa. Dengan berjalannya program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial mampu mewujudkan fungsi perpustakaan sebagai tempat pembelajaran sepanjang hayat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2. Program Ekonomi Untuk program ekonomi ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan yaitu pelatihan pembuatan kolase dari daun bersama dengan mahasiswa, Pelatihan pembuatan makanan dan minuman misalnya pelatihan pembuatan kue tradisional seperti kue putu pesse serta pelatihan pembuatan jus buah segar, pelatihan tata rias, pelatihan pembuatan makrame serta kegitan-kegiatan lainnya yang mampu meningkatkan nilai eknomi masyarakat. a. pelatihan pembuatan kolase dari daun kering Kegiatan pelatihan pembuatan kolase dari daun kering kegiatan ini adalah bentuk kerjasama yang dilakukan oleh Pengelolal perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung bersama mahasiswa STIH Watampone merupakan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Anak-anak diberikan wadah untuk berkreasi untuk membuat kerajinan tangan dari daun-daunan yang ada dilingkungan sekitar. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah anak-anak mengenal lingkungan sekitar dan meningkatkan kreativitas anak-anak desa Parippung serta menggunakan bahan yang hemat biaya yang tadinya hanya berserakan sembangan bisa dimanfaatkan menjadi sebuah kerajinan tangan yang bermanfaat. b. Pelatihan Pembuatan Makrame Kegiatan ini merupakan salah satu program transformasi perpustkaan berbasis inklusi sosial.kegiatan ini melibatkan masyarakat desa Prippung. Kegiatan ini bekerja sama dengan seorang pengrajin yang bernama Ridwan untuk membuat makrame, disamping itu dengan adanya pelatihan ini maka usaha Ridwan juga dibisa dikenal dimasyarakat oleh karena itu inilah tujuan dari perpustakan juga sebagai wadah untuk promosi. Pada kegiatan ini masyarakat pun sangat antusias untuk berpartisipasi. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama PKK dan perpustakaan desa yang bertujuan untuk memberikan skil kerajinan tangan kepada masyarakat desa dan diharapkan nantinya bisa dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. c. Pelatihan Pembuatan Makanan dan Minuman Pelatihan pembuatan Makanan dan minuman merupakan salah satu program yang mampu meningkatkan sejahteraan masyarakat. Sebab, yang awalnya mungkin dinilai sebagai makanan dan minuman tradisional yang biasa saja namun, dengan adanya program transformasi perpustakaan nilai ekonominya lebih meningkat. Salah satu kue tradisional yang dibuat adalah kue putu pesse, proses pembuatan Kue Putu Pesse yang dilakukan oleh pengelola perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung. Putu Pesse merupakan kue Khas bugis yang cara pembuatannya terbilng cukup mudah, bahan-bahan yang digunakan pun cukup sederhna yaitu beras ketan, kelapa parut dan gula merah. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara pengelola perpustakaan Mappaita Deceng, Ibu PKK dengan penjual kue guna memberikan edukasi dalam membuat kue putu pesse dan kue-kue tradisional lainnya yang nantinya dapat dipraktikkan sendiri di rumah serta juga dapat meningkatkan nilai ekonomis dalam menyejahterahkan masyarakat Program pembuatan makanan dan minuman program perpustakaan berbasisi inklusi sosial yang memberikan pelatihan kepada masyarakat agar memiliki kemampuan untuk berwirausaha dalam bidang kuliner baik itu pembuatan kue putu pesse dan jus buah. Diharapkan nantinya program ini menjadi ladang usaha bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini sangat baik untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat dibidang kuliner. d. Pelatihan Tata Rias Pelatihan tata rias juga merupakan salah satu program yang bergelut dibidang ekonomi, dimana /pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat terutama bagi kaum hawa pada aspek ekonomi dengan pelatihan tata rias wajah atau makeup. Kegiatan pelatihan tata rias ini dilaksanakan kerjasama antara penegelola perpustakaan Mappaita Deceng Parippung dengan pihak pemerintah Desa Parippung serta masyarakat yang turut berpastisipasi aktif pada kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat desa lebih terampil dalam merias wajah sehingga bisa saja menjadi keterampilan yang mampu mengahasilkan nilai ekonomi dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. 3. Program Sosial Untuk program sosial adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu Lomba senam antar dusun dalam rangka perayaan perayaan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, Senam untuk ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Parippung, pelatihan senam untuk anak-anak PAUD serta sosialisasi tentang kesehatan kepada masyarakat. a. Mengadakan Lomba 17 Agustusan Salah satu program sosial yang rutin diadakan yaitu kegiatan lomba 17 Agustusan yang setiap tahun dilaksanakan untuk mempererat tali sitaturahmi antar masyarakat Desa Parippung Sehingga terjalin hubungan sosial yang baik antar sesama juga dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Adapun anggaran kegiatan ini berasal dari pemerintah desa dan juga dari konstribusi masyarakat. kegiatan Lomba 17 Agustus adalah kendala anggaran. Anggaran kegiatan berasal dari pemerintah desa dan sumbangsih dari masyarakat. Jadi dana yang tersedia seadanya sehingga pada saat akan melaksanakan kegiatan perlu perencanaan yang baik agar kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan meminimalisir terjadinya kekurangan anggran ketika kegiatan telah selesai. b. Program Senam Program senam merupakan salah satu program perpustakaan berbasisi inklusi sosial yang bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat agar memiliki gaya hidup sehat serta meningkatkan hubungan sosial masyarakat. Didalam program ini terdapat beberapa kegiatan seperti: senam bersama ibu-ibu PKK, senam kreasi TK PAUD, senam kreasi pelajar SMP, serta sosialisasi tentang kesehatan bersama masyarakat. Program kesehatan dari perpustakaan berbasis inklusi sosial ini sangat baik sebagai tempat edukasi kesehatan bagi masyarakat, sehingga masyarakat memiliki pola hidup yang sehat. Program kegiatan senam untuk ibu-ibu masyarakat desa Parippung yang dilaksanakan oleh perpustakaan Mappaita Deeng Desa Parippungdengan Ibu-ibu PKK Desa Parippung, kegiatan ini untuk menjaga kebugaran jasmani dengan senam bersama di sore hari, selain itu kegiatan ini juga dapat memperkuat hubungan sosial masyarakat satu sama lain untuk berinteraksi. c. Sosialiasi Kesehatan untuk Masyarakat Program sosialisasi kesehatan kepada masyarakat merupakan program yang dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, program ini bertuuan untu memberikan edukasi atau pemahaman masyarakat terkait dengan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakana atas kerjasama antara pihak pengelola perpustakaan, pemerintah desa, petugas kesehatan serta mahasiswa. Dengan adanya program kegiatan ini sehingga mampu membantu agar masyarakat mau melaksanakan pola hidup sehat dan terhindar dari penyakit dan mebuat hidup meraka lebih sejahtera. Dari beberapa bidang yang telah dijelaskan diatas baik bidang pendidikan, Ekonomi, dan Sosial maka beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga diharapkan mampu membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat, adapun kegiatannya yaitu Kelas Komputer, Kelas Bahasa, Kelas IPA, Kelas Matematika, Membuat Makrame, Membuat Kue Putu Pesse, Membuat Jus Buah, Lomba 17 Agustusan, Gerakan Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat di Posyandu, Senam Kreasi Tk Paud, Senam Kreasi Pelajar SMP, Senam Bersama Ibu PKK, Kelas Baca Tulis Al-Qur'an, Membuat Kolase Daun Kering Bersama Mahasiswa, Sosialisasi Tentang Kesehatan Bersama Mahasiswa, Gempur Pustaka di Sekolah, Lapak Baca, serta sosialisasi kesehatan kepada masyarakat. Dampak Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kabupaten Bone Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung telah menjalankan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sejak tahun 2022, program ini telah banyak menjalankan kegiatan yang memiliki dampak positif sehingga mampi dirasakan oleh masyarakat Desa Parippung dari berbagai bidang, baik itu bidang pendidikan, ekonomi maupun sosial. Kegiatan yang dilaksanakan oleh pengelola perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung ada beberapa diantaranya kelas komputer, Kelas belajar untuk siswa SD dan SMP misalnya kelas Bahasa, kelas IPA, Kelas Matematika, pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an, lapak baca, gerakan menumbuhkan minat baca masyarakat di Posyandu, gempur pustaka sekolah, pelatihan pembuatan makrame, pelatihan pembuatan jus buah, pelatihan pembuatan makanan tradisional, pelatihan pembuatan kolase dari daun kering, senam kreasi dan masih banyak lagi kegiatan menarik dan bermafaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Parippung Kabupaten Bone. 1. Dampak pada Bidang Pendidikan Pada bidang pendidikan memiliki dampak postif yang dirasakan oleh masyarakat setempat,misalnya kelas komputer dimana anak-anak SD diberikan pembelajaran terkait dengan cara pengoperasian komputer, cara pengetikan serta mengenal fungsi-fungsi dari aplikasi dan fitur komputer. Hal ini sangat berdampak positif terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat khusus untuk anak-anak. Mereka memperoleh ilmu dan penglaman secara gratis di perpustakaan sehingga juga dapat menghemat biaya pengeluaran untuk kursus komputer. Begitupun dengan bimbingan belajar mampu memberikan pembelajaran ekslusif kepada anak-anak sehingga mereka memperoleh pengetahuan tambahan dan tentunya dapat meningkatkan kualitas belajar anak-anak di sekolah sehingga nilai mereka akan bagus. Tidak hanya anak-anak yang merasakan dampak kegiatan program tansformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial pada bidang pendidikan, ibu-ibu remaja merasakan dampak positifnya dari kegiatan menumbuhkan minat baca di posyandu, dengan demikian hal ini mampu menumbuhkan rasa tertarik untuk membaca dan mereka juga mendapat ilmu baru yang mungkin saja dapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sejak adanya Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial para pelajar semakin aktif menggunakan fasilitas perpustakaan untuk belajar serta aktif memberikan bimbingan satu sama lain seperti beberapa mahasiswa yang ada didesa ini dengan suka rela mengajar atau memberikan bimbingan kepada ana-anak SD untuk belajar dan menyelesaikan tugas sekolah mereka. 2. Dampak pada Bidang ekonomi Dengan adanya program Transfromasi perpustkaan berbasis Inklusi Sosial Belum terlihat secara jelas karena masyarakat hanya sekedar mengikuti pelatihan terkait dengan ekonomi ada peningkatan ekonomi masyarakat dan semuanya berjalan seperti biasanya. Tapi dengan adanya kegiatan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat ini diharapkan suatu saat nanti benar-benar bisa meberikan pengaruh yang baik kepada desa sehingga ekonomi masyarakat dapat meningkat 3. Dampak pada Bidang Sosial Dampak Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibidang Sosial adalah dengan meningkatnya interaksi sosial antara masyarakat Desa Parippung. Karena lebih sering diadakan kegiatan yang awalnya masyarakat tidak terlalu kenal atau akrab menjadi lebih akrab karena keseringan bertemu jika ada kegiatan. Relasi yang terjalin antara masyarakat dapat pun dikatakan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat agar terciptanya kesejahteraan sosial.

Conclusion

Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Di Perpustakaan Mappaita Deceng Desa Parippung Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone telah melaksanakan beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat demi meningkatkan kesejahteraaan adapun program dikelompokkan menjadi tiga yakni Program Pendidikan, Program Ekonomi, dan Program Sosial. Program Pendidikan mencakup kelas komputer; bimbingan belajar; pelatihan Baca Tulis Al-aqur'an i, gempur literasi sekolah, gerakan menumbuhkan minat baca di posyandu, lapak baca. Program Ekonomi mencakup pelatihan pembuatan makrame; pelatihan pembuatan kolase dari daun kering; Pelatihan Pembuatan makanan dan tradisional. Program Sosial yaitu senam dan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat. Kemudian dengan adanya Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang telah memiliki dampak positif bagi masyarakat Desa Parippung. Adapun dampak yang peningkatan taraf hidup masyarakat berpengaruh pada berbagai aspek baik itu bidang pendidikan, dan ekonomi, sosial. misalnya pada bidang pendidikan ada kelas komputer yang menjadikan anak-anak yang awalnya kurang paham mengoperasikan komputer menjadi paham dan mampu mengoperasikan komputer dengan baik dan benar. Kemudian bimbingan belajar dilihat dari bertambahnya wawasan, pengetahuan serta nilai sekolah anak-anak yang meningkat. Pada Bidang Ekonomi belum ada perbuahan yang signifikan akan tetapi sudah mampu meningkatan keterampilan masyarakat Desa Parippung terkhusus para ibu rumah tangga yang mampu mengelola atau membuat olahan makan yang lebih beragam, walaupun saat ini apa yang mereka dapatkan di Perpustakaan belum sepenuhnya mereka kembangkan menjadi peluang usaha, tapi paling tidak mereka bisa gunakan untuk membuat untuk keluarga mereka sendiri. Pada bidang Sosial dan kesehatan juga terdapat dampak ditunjukkan bahwa program ini mampu membuat hubungan masyarakat lebih harmonis karena seringnya berinteraksi satu sama lain sehingga terjalin gubungan emosional yang baik serta masyarakat mampu menerapkan budaya hidup sehat. Dari beberapa dampak yang dirasakan oleh masyarakat sehingga mampu peningkatan taraf kehidupan masyarakat.